Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 11 [QS. 3:11]

کَدَاۡبِ اٰلِ فِرۡعَوۡنَ ۙ وَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ ؕ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا ۚ فَاَخَذَہُمُ اللّٰہُ بِذُنُوۡبِہِمۡ ؕ وَ اللّٰہُ شَدِیۡدُ الۡعِقَابِ
Kada’bi aali fir’auna waal-ladziina min qablihim kadz-dzabuu biaayaatinaa fa-akhadzahumullahu bidzunuubihim wallahu syadiidul ‘iqaab(i);
(Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir’aun dan orang-orang yang sebelum mereka.
Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya.
Allah sangat berat hukuman-Nya.
―QS. Ali Imran [3]: 11

(Theirs is) like the custom of the people of Pharaoh and those before them.
They denied Our signs, so Allah seized them for their sins.
And Allah is severe in penalty.
― Chapter 3. Surah Ali Imran [verse 11]

كَدَأْبِ seperti keadaan

Like behavior
ءَالِ keluarga/kaum

(of the) people
فِرْعَوْنَ Firaun

(of) Firaun
وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang

and those who
مِن dari

(were) from
قَبْلِهِمْ sebelum mereka

before them.
كَذَّبُوا۟ mereka mendustakan

They denied
بِـَٔايَٰتِنَا ayat-ayat kami

Our Signs,
فَأَخَذَهُمُ maka menyiksa mereka

so seized them
ٱللَّهُ Allah

Allah
بِذُنُوبِهِمْ dosa-dosa mereka

for their sins.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
شَدِيدُ sangat keras

(is) severe
ٱلْعِقَابِ siksa

(in) [the] punishment.

Tafsir

Alquran

Surah Ali Imran
3:11

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 11. Oleh Kementrian Agama RI


Hal ihwal orang yang ingkar sama dengan hal ihwal Fir’aun dan pengikut-pengikutnya, juga serupa dengan apa yang dilakukan umat sebelumnya kepada Nabi Musa dan nabi-nabi lainnya.
Mereka mendustakan ayat-ayat Allah yang dibawa oleh para rasul.

Karena itu Allah menurunkan siksa atas mereka betapa pun besarnya kekuasaan mereka.
Musuh-musuh nabi itu hancur, dan nabi-nabi beserta pengikut-pengikutnya memperoleh kemenangan.


Orang kafir tidak dapat lari dari Yahudi merasa takut dengan turunnya ayat ini karena mereka mengetahui apa yang telah dialami oleh Fir’aun dan pengikut-pengikutnya.


Yang dimaksud orang-orang kafir dalam ayat ini ialah orang Yahudi Madinah.

Menurut riwayat Ibnu ‘Abbas, orang Yahudi Madinah tatkala menyaksikan kemenangan Rasulullah atas kaum musyrik pada Perang Badar, mereka berkata,
"Demi Allah, sesungguhnya dia adalah nabi yang ummi, yang dikabarkan oleh Nabi Musa kepada kita, dan dalam Taurat terdapat tanda-tandanya".
Lalu mereka bermaksud mengikuti Nabi Muhammad ﷺ.

Tetapi sebagian mereka berkata,
"Janganlah terburu-buru sampai kamu menyaksikan bukti-bukti yang lain."
Tatkala tiba Perang Uhud mereka menjadi ragu-ragu lalu mereka membatalkan perjanjian yang mereka sepakati dengan Rasulullah ﷺ.

Kemudian Ka’ab bin al-Asyraf (pimpinan Yahudi) bersama enam puluh anggota pasukan berkuda berangkat segera ke Mekah untuk menghimpun kekuatan untuk memerangi Rasulullah ﷺ.
Maka pada saat itu turunlah ayat ini.


Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, dan oleh al-Baihaqi dalam Dala’il melalui Ibnu Ishaq dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah tatkala berhasil mengalahkan orang Quraisy dalam Perang Badar, beliau pulang ke Madinah, beliau mengumpulkan orang Yahudi di pasar Bani Qainuqa‘.
Beliau berkata,
"Hai, orang Yahudi masuklah dalam agama Islam sebelum kamu ditimpa oleh apa yang telah ditimpakan Allah kepada kaum Quraisy.
Mereka menjawab,
"Hai Muhammad, jangan kamu tertipu oleh dirimu sendiri.
Kamu telah membunuh sejumlah orang Quraisy, dan mereka itu orang-orang yang tidak berpengalaman, tidak mengerti perang.
Demi Allah, jika kamu berperang melawan kami, kamu akan tahu bahwa kamilah sebenarnya laki-laki yang sesungguhnya, kamu belum pernah berhadapan dengan kami".
Dengan kejadian ini, turunlah ayat 12 dan 13 ini.


Tafsir QS. Ali Imran (3) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Keadaan mereka seperti keadaan kaum Fir’aun dan orang-orang yang memusuhi Allah sebelumnya.
Mereka mendustakan ayat-ayat Allah, padahal ayat-ayat itu cukup jelas.


Lalu Allah menyiksa mereka karena dosa-dosa yang dilakukannya.
Sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Keadaan orang-orang kafir dalam pendustaan mereka dan apa yang menimpa mereka adalah seperti keadaan keluarga Fir’aun dan orang-orang kafir sebelum mereka.
Mereka mengingkari ayat-ayat Allah yang jelas, maka Allah menghukum mereka dengan segera disebabkan oleh pengingkaran dan pendustaan mereka.


Dan Allah adalah pemilik siksa yang keras atas siapa yang kafir kepada-Nya dan mendustakan rasulrasul-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Seperti adat kebiasaan kaum Firaun dan orang-orang sebelum mereka) seperti kaum Ad dan Tsamud


(mereka mendustakan ayat-ayat Kami hingga dicelakakan Allah) dibinasakan-Nya


(disebabkan dosa-dosa mereka).
Perkataan ini menafsirkan perkataan yang sebelumnya.


(Dan Allah sangat keras siksa-Nya).
Ayat berikut turun ketika Nabi ﷺ menyuruh orang-orang Yahudi masuk Islam sekembalinya dari perang Badar, maka jawab mereka,
"Janganlah kamu teperdaya mentang-mentang berhasil membunuh gerombolan Quraisy yang kacau balau dan tidak tahu memegang senjata."

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…sebagai keadaan kaum Fir’aun.

Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah seperti perbuatan kaum Fir’aun.
Hal yang sama telah diriwayatkan pula dari Ikrimah, Mujahid, Abu Malik, dan Ad-Dahhak serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Di antara mereka ada yang mengatakan seperti sepak terjang kaum Fir’aun, seperti perbuatan kaum Fir’aun, serupa dengan kaum Fir’aun, tetapi pada garis besarnya ungkapan mereka berdekatan.

Ad-da-bu atau ad-da-abu sama wazan-nya dengan lafaz nahrun dan naharun, artinya perbuatan, keadaan, perkara, dan kebiasaan.
Seperti dikatakan dalam bahasa Arab:
Hal ini masih tetap menjadi kebiasaanku dan kebiasaanmu.


Makna da-bika dalam syair di atas ialah seperti kebiasaanmu dengan Ummul Huwairis, ketika engkau merusak dirimu sendiri karena mencintainya, lalu kamu menangisi rumah dan bekas-bekas yang ditinggalkannya.

Makna ayat, orang-orang kafir itu tidak bermanfaat buat diri mereka harta benda dan anak-anak mereka, bahkan mereka binasa dan disiksa seperti yang pernah terjadi pada kaum Fir’aun dan orang-orang sebelumnya dari kalangan orang-orang yang mendustakan ayat:
ayat Allah dan hujahhujah-Nya yang dibawa oleh para rasul.

Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

Yakni pembalasan Allah sangat keras lagi siksa-Nya sangat pedih, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya dan tiada sesuatu pun yang luput dari-Nya.
Bahkan Dia Maha Melakukan apa yang Dia kehendaki, Dia Mahamenang atas segala sesuatu.
Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Dia, dan tidak ada Tuhan yang berkuasa selain Dia.

Unsur Pokok Surah Ali Imran (آل عمران)

Surat "Ali ‘lmran" yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat "Madaniyyah".

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘IsaAdamMaryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘IsaAl Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan "Az Zahrawaani" (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘IsaNabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalildalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘IsaMusyawarah.
Bermubahalah.
▪ Larangan melakukan riba.

Kisah:

▪ Kisah keluarga ‘lmran.
Perang Badar dan perang Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya.

Lain-lain:

▪ Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat.
▪ Sifat sifat Allah.
▪ Sifat orang-orang yang bertakwa.
Islam satu-satunya agama yang diridhai Allah.
Kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan.
▪ Pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah.
▪ Perumpamaan-perumpamaan.
▪ Peringatan-peringatan terhadap Ahli Kitab.
▪ Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya.
Faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 200 + Terjemahan Indonesia

QS. Ali-Imran (3) : 1-200 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 200

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ali Imran ayat 11 - Gambar 1 Surah Ali Imran ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 3:11
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl ‘Imrān berarti “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Alquran disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang “Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab.”

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga ‘Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa’
Sending
User Review
4.9 (27 votes)
Tags:

3:11, 3 11, 3-11, Surah Ali Imran 11, Tafsir surat AliImran 11, Quran Al Imran 11, Surah Ali Imran ayat 11

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 73 [QS. 3:73]

Mereka, Ahli Kitab, bahkan berusaha meyakinkan kepada sesamanya bahwa predikat rasul terakhir adalah hak mereka. Karena itu, janganlah kamu, wahai Ahli Kitab, percaya selain kepada orang yang mengikut … 3:73, 3 73, 3-73, Surah Ali Imran 73, Tafsir surat AliImran 73, Quran Al Imran 73, Surah Ali Imran ayat 73

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 3 [QS. 45:3]

3. Sesungguhnya, pada penciptaan langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda ke-Esaan, kekuasaan, dan kebesaran Allah bagi orang-orang mukmin yang imannya mantap. … 45:3, 45 3, 45-3, Surah Al Jaatsiyah 3, Tafsir surat AlJaatsiyah 3, Quran Al-Jasiyah 3, AlJasiyah 3, Al Jasiyah 3, Surah Al Jatsiyah ayat 3

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

+

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … jihad dengan senjata berjuang melawan hawa nafsu berjuang melawan kemiskinan dan ketidaktahuan berjuang dengan akal

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat

Pendidikan Agama Islam #24

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan … berbuat baik terhadap sesama melaksanakan perintah-Nya tidak

Instagram