QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 101 [QS. 3:101]

وَ کَیۡفَ تَکۡفُرُوۡنَ وَ اَنۡتُمۡ تُتۡلٰی عَلَیۡکُمۡ اٰیٰتُ اللّٰہِ وَ فِیۡکُمۡ رَسُوۡلُہٗ ؕ وَ مَنۡ یَّعۡتَصِمۡ بِاللّٰہِ فَقَدۡ ہُدِیَ اِلٰی صِرَاطٍ مُّسۡتَقِیۡمٍ
Wakaifa takfuruuna wa-antum tutla ‘alaikum aayaatullahi wafiikum rasuuluhu waman ya’tashim billahi faqad hudiya ila shiraathin mustaqiimin;

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu?
Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
―QS. 3:101
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Berpegang teguh pada Kitab dan Sunnah ▪ Perumpamaan amal orang kafir
3:101, 3 101, 3-101, Ali Imran 101, AliImran 101, Al Imran 101

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 101

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 101. Oleh Kementrian Agama RI

Mengapa kaum muslimin mengingkari Allah dan mengikuti mereka Ahli Kitab itu, padahal mereka telah mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepada mereka dan ayat-ayat itu adalah sumber petunjuk yang mengandung segala macam kebaikan dan selalu menganjurkan supaya memelihara keimanan sedang Rasulullah sendiri masih berada di tengan-tengah mereka sebagai lambang kebenaran, kebaikan dan persaudaraan.

Maka pantaskah orang-orang mukmin yang telah diberi anugerah oleh Allah sedemikian besarnya mengikuti segolongan orang yang sudah ternyata sesat sebelumnya dan menyesatkan pula orang banyak dan tetap tersesat dari jalan yang lurus ?
Karena itu hendaklah seorang mukmin berpegang teguh kepada ajaran Allah, dan rasul Nya.
Dengan demikian akan terpeliharalah mereka dan selalu berada dalam lingkungan hidayah Nya, dan tidak akan sesat untuk selama-lamanya dan tidak akan merasa takut”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Renungkanlah keadaan kalian yang aneh ini! Kalian kembali kepada kekufuran semula sebelum kalian beriman, sedang Al Quran dibacakan kepada kalian, dan Rasul berada di tengah-tengah kalian menjelaskan agama dan menghilangkan keraguan.
Barangsiapa yang kembali kepada Tuhannya dan berpegang teguh kepada ajaran agamanya, perbuatannya itu sungguh baik! Ia telah ditunjukkan oleh Tuhannya ke jalan keberuntungan dan kebahagiaan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Betapa kamu menjadi kafir) pertanyaan sebagai celaan dan membangkitkan keheranan (padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepadamu dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu.

Barang siapa yang berpegang teguh) atau mengikuti (agama Allah, maka sesungguhnya ia telah dibimbing ke jalan yang lurus.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bagaimana kalian wahai orang-orang mukmin bisa kafir kepada Allah sementara ayat-ayat al-Qur an dilantunkan kepada kalian, dan Rasul Muhammad yang menyampaikannya kepada kalian ada di antara kalian?
Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah dan berpegang kepada al-Qur an dan sunnah, maka dia telah dibimbing ke jalan yang terang, jalan yang lurus.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bagaimanakah kalian (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian?

Yakni kekafiran sangat jauh dari kalian dan semoga Allah menjauhkan kalian darinya.
Karena sesungguhnya ayat-ayat Allah terus-menerus diturunkan kepada Rasul-Nya malam dan siang hari, sedangkan beliau ﷺ membacakannya kepada kalian dan menyampaikannya.
Makna ayat ini sama dengan ayat lainnya, yaitu firman-Nya:

Dan mengapa kalian tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul menyeru kalian supaya kalian beriman kepada Tuhan kalian.
Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjian kalian jika kalian adalah orang-orang yang beriman.
(Q.S. Al-Hadid [57]: 8)

Juga sama dengan makna yang terkandung di dalam sebuah hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya di suatu hari:

“Orang mukmin manakah yang paling kalian kagumi keimanannya?”
Mereka menjawab, “Para malaikat.” Nabi ﷺbersabda, “Mengapa mereka tidak beriman, padahal wahyu selalu diturunkan kepada mereka.” Mereka berkata, “Kalau demikian, kamilah.” Nabi ﷺ bersabda, “Mengapa kalian tidak beriman, padahal aku berada di antara kalian.” Mereka bertanya, “Maka siapakah yang paling dikagumi keimanannya, kalau demikian?”
Nabi ﷺ menjawab, “Suatu kaum yang datang sesudah kalian.
Mereka menjumpai lembaran-lembaran (Al Qur’an), lalu mereka beriman kepada apa yang terkandung di dalamnya.”

Kami mengetengahkan sanad hadis ini dan juga keterangan mengenainya pada permulaan syarah Imam Bukhari.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang benar.

Yakni selain dari itu berpegang teguh kepada agama Allah dan bertawakal kepada-Nya menipakan sumber hidayah dan sekaligus sebagai penangkal dari kesesatan, sebagai sarana untuk mendapat bimbingan, beroleh jalan yang lurus, dan mencapai cita-cita yang didambakan.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ali Imran (3) Ayat 101

Diriwayatkan oleh Al-Faryabi dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketikau kaum Aus dan Khajraj duduk-duduk, berceritalah mereka tentang permusuhannya di jaman jahiliyah, sehingga bangkitlah amarah kedua kaum tersebut.
Masing-masing bangkit memgang senjatanya, saling berhadapan.
Maka turunlah ayat tersebut (Ali ‘Imraan: 101-103) yang melerai mereka.

Diriwayatkan oleh Ibu Ishaq dan Abusy Syaikh, yang bersumber dari Zaid bin Aslam bahwa seorang Yahudi yang bernama Syas bin Qais lewat di hadapan kaum Aus dan Khajraj yang sedang bercakap-cakap dengan riang gembira.
Ia merasa benci dengan keintiman mereka, padahal asalnya bermusuhan.
Ia menyuruh seorang anak mudah anak buahnya untuk ikut serta bercakap-cakap dengan mereka.
Mulailah kaum Aus dan Khajraj berselisih dan menyombongkan kegagahan masing-masing, sehingga tampillah Aus bin Qaizhi dari golongan Aus dan Jabbar bin Shakhr dari golongan Khajraj saling mencaci sehingga menimbulkan amarah kedua belah pihak.
Berloncatanlah kedua kelompok itu untuk berperang.
Hal inni sampai kepada Rasulullah ﷺ sehingga beliau segera datang dan memberi nasehat serta mendamaikan mereka.
Mereka pun tunduk dan taat.
Maka turunlah ayat ini (Ali ‘Imraan: 100) berkenaan denga Aus dan Jabbar serta orang-orang yang menjadi pengikutnya, sedangkan (Ali ‘Imraan: 99) berkenaan dengan Syas bin Qais yang mengadu domba kaum Muslimin.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 101 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 101 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 101 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:101
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah3
Nama SurahAli Imran
Arabآل عمران
ArtiKeluarga 'Imran
Nama lainAl-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu89
JuzJuz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat200
Jumlah kata200
Jumlah huruf200
Surah sebelumnyaSurah Al-Baqarah
Surah selanjutnyaSurah An-Nisa'
4.7
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al imron 101 ▪ ali imron ayat 101 ▪ kandungan surah ali imran ayat 101 ▪ tafsir ayat 101 aliimron

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta