QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 100 [QS. 3:100]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ تُطِیۡعُوۡا فَرِیۡقًا مِّنَ الَّذِیۡنَ اُوۡتُوا الۡکِتٰبَ یَرُدُّوۡکُمۡ بَعۡدَ اِیۡمَانِکُمۡ کٰفِرِیۡنَ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu in tuthii’uu fariiqan minal-ladziina uutuul kitaaba yarudduukum ba’da iimaanikum kaafiriin(a);

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.
―QS. 3:100
Topik ▪ Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat
3:100, 3 100, 3-100, Ali Imran 100, AliImran 100, Al Imran 100

Tafsir surah Ali Imran (3) ayat 100

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ali Imran (3) : 100. Oleh Kementrian Agama RI

Seorang Yahudi bernama Syas bin Qais yang sangat benci dan memusuhi kaum muslimin, pada suatu hari melalui kelompok sahabat Ansar, yang sedang berbicara dengan penuh rasa persaudaraan.
Hal ini menyebabkan rasa dengki dihatinya terhadap sahabat-sahabat Ansar, yang hidup rukun dan damai itu.
Dia berkata dalam hatinya: “Jika kaum muslimin hidup rukun dan bersatu padu, niscaya golongan Yahudi tidak akan mendapat kedudukan lagi di Madinah”.

Karena itu ia menyuruh seorang pemuda Yahudi menghampiri sahabat-sahabat Ansar yang sedang berkumpul itu dan meniupkan api pertentangan di kalangan mereka dengan membangkit-bangkitkan kembali suasana perang saudara yang sering terjadi antara Kabilah Aus dan Khazraj terutama waktu perang Bu’as di mana kabilah Aus dapat mengalahkan kabilah Khazraj.
Pemuda itu berhasil menimbulkan permusuhan, dengan menyebut-nyebut kejadian waktu perang Bu’as sehingga permusuhan yang sudah terkikis habis di kalangan Aus dan kabilah Khazraj, timbul kembali, dan dengan segera mereka menghunus pedangnya masing-masing untuk bertempur.

Berita itu sampai kepada Nabi Muhammad ﷺ.
lalu beliau segera datang ke tempat itu bersama kaum Muhajirin dan Ansar.
Dengan penuh kebijaksanaan beliau menasihati kaum Aus dan Khazraj itu supaya jangan tergoda oleh hasutan pihak lawan dan mengajak mereka kembali kepada suasana damai dan memperkuat persaudaraan yang sudah dibina oleh Rasulullah ﷺ di Madinah.
Beliau bersabda: “Mengapa kamu masih mengajak kepada suasana jahiliah lagi, padahal aku berada di tengah-tengah kamu?
Allah telah memuliakan kamu dengan Agama Islam dan mempersatukan hati kamu dalam satu persaudaraan.

Maka sadarlah golongan Aus dan Khazraj, bahwa mereka telah tertipu oleh godaan setan dan tipu muslihat musuh.
Lalu mereka meletakkan senjata dan rangkul merangkul satu sama lain sambil mencucurkan air mata dan kembali bersama Rasulullah ﷺ maka turunlah ayat ini.

Ayat ini melarang orang-orang yang beriman.
mengikuti segolongan mereka ahli kitab karena mereka selalu mengadakan tipu muslihat terhadap kaum muslimin.
Bila mereka mengikuti orang Yahudi.
niscaya mereka akan terjerumus kembali ke dalam permusuhan dan kekafiran.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah mengingatkan orang-orang Mukmin akan bahaya tuduhan sebagian Ahl al-Kitab, dengan mengatakan, “Apabila kalian menuruti tuduhan yang dituduhkan Ahl al-Kitab terhadap agama kalian, kalian akan kembali kepada kesesatan semula sebelum kalian mendapat hidayah.
Dan mereka akan mengembalikan kalian menjadi orang yang ingkar.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai orang-orang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Alkitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafir setelah kamu beriman.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kalian menaati sekelompok orang dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah Allah beri Taurat dan Injil, niscaya mereka akan menyesatkan kalian dan menanamkan syubhat-syubhat dalam agama kalian agar kalian kembali mengingkari kebenaran setelah sebelumnya kalian beriman kepadanya.
Maka janganlah mempercayai mereka dalam urusan agama kalian, dan jangan mendengarkan usulan dan pendapat mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan hamba-hamba-Nya yang mukmin agar jangan sampai taat kepada kemauan segolongan Ahli Kitab yang selalu dengki terhadap kaum mukmin, karena kaum mukmin telah mendapat anugerah dari Allah berkat kemurahan-Nya, dan telah mengutus Rasul-Nya kepada mereka.
Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya:

Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran seielah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 109)

Sedangkan di dalam ayat ini disebutkan:

…jika kalian mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadi kafir sesudah kalian beriman.


Informasi Surah Ali Imran (آل عمران)
Surat “Ali ‘lmran” yang terdiri dari 200 ayat ini adalah surat “Madaniyyah”.

Dinamakan Ali ‘lmran karena memuat kisah keluarga ‘lmran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam ‘alaihis salam, kenabian dan beberapa mu’jizat­ nya, serta disebut pula kelahiran Maryam puteri ‘lmran, ibu dari Nabi ‘Isa a .s.

Surat Al Baqarah dan Ali ‘lmran ini dinamakan “Az Zahrawaani” (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dan sebagainya.

Keimanan:

Dalil-dalil dan alasan-alasan yang membantah orang Nasrani yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s. ketauhidan adalah dasar yang dibawa oleh seluruh nabi.

Hukum:

musyawarah
bermubahalah
larangan melakukan riba.

Kisah:

Kisah keluarga ‘lmran
perang Badar dan Uhud dan pelajaran yang dapat diambil dari padanya

Lain-lain:

Golongan-golongan manusia dalam memahami ayat-ayat mutasyaabihaat
sifat­ sifat Allah
sifat orang-orang yang bertakwa
Islam satu-satunya agama yang diri­dhai Allah
kemudharatan mengambil orang-orang kafir sebagai teman kepercayaan
pengambilan perjanjian para Nabi oleh Allah
perumpamaan-perumpamaan
peri­ngatan-peringatan terhadap Ahli Kitab
Ka’bah adalah rumah peribadatan yang tertua dan bukti-buktinya
faedah mengingati Allah dan merenungkan ciptaanNya.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ali-Imran (3) ayat 100 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 100 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ali-Imran (3) ayat 100 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ali-Imran - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 200 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 3:100
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ali Imran.

Surah Al Imran (Arab: سورة آل عمران, translit.
sūrah Āl ‘Imrān‎, Āl 'Imrān berarti "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran.
Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad.
Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Nomor Surah 3
Nama Surah Ali Imran
Arab آل عمران
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain Al-Thayyibah (Yang Suci) dan Al-Zahrawan (Dua yang Cemerlang)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 89
Juz Juz 3 (ayat 1-91), juz 4 (ayat 92-200)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 200
Jumlah kata 200
Jumlah huruf 200
Surah sebelumnya Surah Al-Baqarah
Surah selanjutnya Surah An-Nisa'
4.6
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta