QS. Alam Nasyrah (Melapangkan) – surah 94 ayat 6 [QS. 94:6]

اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ یُسۡرًا ؕ
Inna ma’al ‘usri yusran;

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
―QS. 94:6
Topik ▪ Perintah bertaubat
94:6, 94 6, 94-6, Alam Nasyrah 6, AlamNasyrah 6, Al Insirah 6, Al Insyirah 6, Al-Insyirah 6

Tafsir surah Alam Nasyrah (94) ayat 6

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Alam Nasyrah (94) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini adalah ulangan ayat sebelumnya untuk menguatkan arti yang terkandung dalam ayat yang terdahulu; yakni bila kesulitan itu dihadapi dengan tekad yang sungguh-sungguh dan berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk melepaskan diri daripadanya, tekun dan sabar serta tidak mengeluh atas kelambatan datangnya kemudahan, pasti kemudahan itu akan tiba.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya dalam setiap kesulitan terdapat kemudahan yang banyak pula.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kelapangan) Nabi ﷺ banyak sekali mengalami kesulitan dan hambatan dari orang-orang kafir, kemudian beliau mendapatkan kelapangan dan kemudahan, yaitu setelah beliau mengalami kemenangan atas mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(Q.S. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, kemudian berita ini diulangi-Nya lagi.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Hamid ibnu Hammad ibnu Abu Khuwar alias Abu Jahm, telah menceritakan kepada kami Aiz ibnu Syuraih yang mengatakan bahwa Anas ibnu Malik pernah menceritakan bahwa Nabi ﷺ duduk dan di hadapannya terdapat sebuah batu, maka beliau ﷺ bersabda: Seandainya kesulitan datang, lalu masuk ke dalam batu ini, niscaya kemudahan akan datang dan masuk ke dalamnya, lalu mengusirnya.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(Q.S. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Abu Bakar Al-Bazzar meriwayatkan hadis ini di dalam kitab musnadnya, dari Muhammad ibnu Ma’mar, dari Humaid ibnu Hammad dengan sanad yang sama yang lafaznya seperti berikut:

Seandainya kesulitan datang, lalu masuk ke dalam batu ini, niscaya kemudahan akan datang dan mengusirnya.
KemudianNabi ﷺ membacakan firman-Nya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(Q.S. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Al-Bazzar mengatakan bahwa kami tidak mengetahui hadis ini diriwayatkan dari Anas kecuali oleh Aiz ibnu Syuraih.

Menurut hemat kami, Abu Hatim Ar-Razi telah mengatakan sehubungan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Aiz, bahwa dia berpredikat lemah.
Tetapi Syu’bah telah meriwayatkannya dari Mu’awiyah ibnu Qurrah, dari seorang lelaki, dari Abdullah ibnu Mas’ud secara mauquf.
Dan Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabah, telah menceritakan kepada kami Abu Qatn, telah menceritakan kepada kami Al-Mubarak ibnu Fudalah, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa mereka (para sahabat) mengatakan bahwa satu kesulitan tidak dapat mengalahkan dua kemudahan.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa di suatu hari Nabi ﷺ keluar dalam keadaan senang dan riang seraya tersenyum, lalu bersabda: Satu kesulitan tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan, satu kesulitan tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui hadis Auf Al-A’rabi dan Yunus ibnu Ubaid, dari Al-Hasan secara mursal.

Sa’id telah meriwayatkan dari Qatadah, bahwa telah diceritakan kepada kami bahwa Rasulullah ﷺ menyampaikan berita gembira kepada para sahabatnya dengan ayat ini, lalu beliau ﷺ bersabda:

Satu kesulitan tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan.

Yang beliau maksudkan adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(Q.S. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Dikatakan demikian karena al-‘usr yang pertama sama dengan al-‘usr yang kedua.
Lain halnya dengan yusr, ia berbilang (yakni dua) karena yang pertama lain dengan yang kedua.

Al-Hasan ibnu Sufyan mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Kharijah, dari Abbad ibnu Kasir, dari Abuz Zanad, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Pertolongan diturunkan dari langit sesuai dengan kadar pembiayaan, dan kesabaran diturunkan sesuai dengan kadar musibah.

Dan termasuk di antara nasihat yang bersumber dari Imam Syafii disebutkan sebagai berikut:

Bersabarlah dengan kesabaran yang baik, maka alangkah dekatnya jalan kemudahan itu.
Barang siapa yang merasa dirinya selalu berada dalam pengawasan Allah dalam semua urusan, niscaya ia akan selamat.

Dan barang siapa yang membenarkan janji Allah, niscaya tidak akan tertimpa oleh musibah.
Dan barang siapa yang berharap kepada Allah, maka akan terjadilah seperti apa yang diharapkan.

Ibnu Duraid mengatakan bahwa Abu Hatim As-Sijistani telah membacakan bait-bait syair berikut kepadanya, yaitu:

Bilamana hati dipenuhi oleh rasa putus asa, dan dada yang luas menjadi terasa scmpit, dan hal-hal yang tidak disukai datang menimpa diri, serta banyak musibah yang dialaminya, sehingga ia tidak melihat adanya celah untuk melepaskan diri dari bahaya yang sedang menimpa diri, dan tiada gunanya lagi semua upaya untuk menanggulanginya.
Maka akan datanglah kepadamu pertolongan bila hatimu berserah diri kepada-Nya, yaitupertolongan dari Tuhan Yang Mahalembut lagi Maha Memperkenankan doa.
Semua musibah apabila telah mencapai puncaknya pasti berhubungan langsung denganjalan keluarnyayang tidak lama.

Penyair lainnya mengatakan dalam bait-bait syairnya:

Betapa banyak musibah yang menimpa diri seseorang hingga membuatnya terasa sempit, sedangkan di sisi Allah adajalan keluar darinya.

Bilamana musibah mencapai puncaknya, maka pastilah adajalan keluarnya, padahalyang bersangkutan mengira tiada jalan keluar darinya.


Informasi Surah Alam Nasyrah (الإنشراح‎‎)
Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Adh Dhuhaa.

Nama “Alam Nasyrah” diambil dari kata “Alam Nasyrah” yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti:
bukankah Kami telah melapangkan.

Keimanan:

Penegasan tentang ni’mat-ni’mat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan pernyataan Allah bahwa di samping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan arnal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya

Lain-lain:

Penegasan tentang ni’mat-ni’mat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan pernyataan Allah bahwa di samping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan arnal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya

Ayat-ayat dalam Surah Alam Nasyrah (8 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Alam-Nasyrah (94) ayat 6 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Alam-Nasyrah (94) ayat 6 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Alam-Nasyrah (94) ayat 6 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Insyirah (94) ayat 1-8 - Ryan Adriandhy (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Insyirah (94) ayat 1-8 - Ryan Adriandhy (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Alam-Nasyrah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 8 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 94:6
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Alam Nasyrah.

Surah Al-Insyirah (bahasa Arab:الانشراح, "Kelapangan") adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Nomor Surah 94
Nama Surah Alam Nasyrah
Arab الإنشراح‎‎
Arti Melapangkan
Nama lain Syarh, Alam Nasyrah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 12
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 27
Jumlah huruf 102
Surah sebelumnya Surah Ad-Duha
Surah selanjutnya Surah At-Tin
4.9
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/94-6







Pembahasan ▪ al insyirah 6 ▪ qs 94 9 6

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta