Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Alam Nasyrah (Melapangkan) – surah 94 ayat 4 [QS. 94:4]

وَ رَفَعۡنَا لَکَ ذِکۡرَکَ ؕ
Warafa’naa laka dzikrak(a);
dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
―QS. Alam Nasyrah [94]: 4

Daftar isi

And raised high for you your repute.
― Chapter 94. Surah Alam Nasyrah [verse 4]

وَرَفَعْنَا dan Kami tinggikan

And We raised high
لَكَ bagimu

for you
ذِكْرَكَ sebutanmu

your reputation

Tafsir Quran

Surah Alam Nasyrah
94:4

Tafsir QS. Alam Nasyrah (94) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah mengangkat derajat Nabi Muhammad, meninggikan kedudukan dan memperbesar pengaruhnya.
Apakah ada kedudukan yang lebih mulia dari kedudukan nubuwwah (kenabian) yang telah dianugerahkan Allah kepadanya?
Apakah ada yang lebih utama dari tersebarnya ke seluruh dunia pengikut-pengikut yang setia yang patuh menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya.

Mereka melakukan yang demikian itu karena yakin bahwa dalam menjalankan perintah-perintahnya itu terdapat keuntungan yang besar, sedang mendurhakainya adalah kerugian besar.
Apakah ada sebutan yang lebih mulia dan dapat membanggakan hati daripada menyebut namanya bersama nama Allah Yang Maha Pengasih, sebagai tanda kesempurnaan insani?
Sebutan mana lagi yang lebih mulia daripada sebutan yang dijadikan tanda pengakuan kerasulannya dan pengakuan tersebut dijadikan syarat seseorang menjadi penghuni surga.

Selain dari itu, Nabi ﷺ telah membebaskan umat manusia dari perbudakan, kebodohan, dan kerusakan pikiran, serta membawa manusia kembali kepada fitrah yang menjamin kebebasan berpikir dan berkehendak.
Dengan demikian, manusia dapat menemukan yang hak dan mengetahui siapakah sebenarnya yang harus disembah.

Mereka kemudian bersatu dalam keimanan dan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, sesudah mereka berbeda-beda dalam penyembuhan mereka.
Beliaulah yang menyingkirkan awan-awan kegelapan dari mereka, serta menerangi jalan yang harus ditempuh untuk menuju kepada kejayaan dan kebahagiaan.

Tafsir QS. Alam Nasyrah (94) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan Kami telah muliakan namamu, lalu menjadikan namamu selalu tersebut oleh setiap orang yang beriman berdampingan dengan nama Kami.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Nabi, bukankah Kami telah melapangkan dadamu untuk meneriman syariat agama, untuk menyeru kepada Allah dan berakhlak yang mulia?
Kami telah menghilangkan beban berat yang ada di punggungmu dan Kami menjadikan semua kemuliaan yang diberikan kepadamu berada dalam tempat yang tinggi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu) yakni sebutan namamu sebagai contohnya ialah namamu disebutkan bersama-sama dengan nama-Ku di dalam azan, iqamah, tasyahhud, khotbah dan lain sebagainya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dan mengenai firman selanjutnya:

{وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ}

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.
(QS. Alam Nasyrah [94]: 4)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah ‘tidaklah Aku disebut melainkan namamu disebut pula bersama-Ku’ yaitu dalam kalimah ‘aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah’.


Qatadah mengatakan bahwa Allah meninggikan (mengangkat) sebutan namanya di dunia dan di akhirat.
Maka tiada seorang khatib pun, tiada seorang yang membaca syahadat pun, dan tiada orang yang salat pun melainkan mengucapkannya, yaitu kalimah, ‘aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.’

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ:
حَدَّثَنِي يُونُسُ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ دَراج، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ:
"أَتَانِي جِبْرِيلُ فَقَالَ:
إِنَّ رَبِّي وَرَبَّكَ يَقُولُ:
كَيْفَ رَفَعْتُ ذِكْرَكَ؟ قَالَ:
اللَّهُ أَعْلَمُ.
قَالَ:
إِذَا ذُكِرتُ ذُكِرتَ مَعِي"

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, dari Darij, dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id, dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau ﷺ pernah bersabda:
Jibril datang kepadaku dan berkata,
"
Sesungguhnya Tuhanku dan Tuhanmu pernah berfirman, ‘Tahukah kamu bagaimana Aku meninggikan sebutan (nama)mu?’ Jibril menjawab, ‘Allah lebih mengetahui.’ Allah berfirman, Apabila nama-Ku disebut, maka disebutpula namamu bersama-Ku’."

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Yunus, dari Abdul A’la dengan sanad yang sama.
Abu Ya’la meriwayatkannya melalui jalur Ibnu Lahi’ah, dari Darij.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Abu Umar Al-Haudi, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Ata ibnus Sa’ib, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Aku pernah menanyakan suatu masalah kepada Tuhanku, padahal aku tidak menginginkan untuk menanyakan hal itu kepada-Nya.
Aku bertanya,
"Sesungguhnya di antara nabi-nabi sebelumku ada yang telah Engkau tundukkan angin baginya, dan di antara mereka ada yang dapat menghidupkan orangmati."Allah subhanahu wa ta’ala Balik bertanya,
"Wahai Muhammad bukankah Aku mendapatimu sebagai seorang yang yatim piatu, lalu Aku melindungimu?"
Aku menjawab,
"Benar, ya Tuhanku."
Allah berfirman,
"Bukankah Aku mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Aku memberimu petunjuk?"
Aku menjawab,
"Benar, ya Tuhanku."
Allah berfirman,
"Bukankah Aku mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Aku memberimu kecukupan."
Aku menjawab,
"Benar, ya Tuhanku."
Allah berfirman,
"Bukankah Aku telah melapangkan dadamu, bukankah Aku telah meninggikan sebutan (nama)mu?"
Aku menjawab,
"Benar, ya Tuhanku."

Abu Na’im di dalam kitab Dala’ilun Nubuwwah mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Al-Gatrifi, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Sahl Al-Juwaini, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Qasim ibnu Bahzan Al-Haiti, telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Hammad, dari Usman ibnu Ata, dari Az-Zuhri, dari Anas yang mengatakan bahwaRasulullah ﷺ pernah bersabda:
Setelah aku selesai dari menerima apa yang diperintahkan kepadaku menyangkut semua urusan langit dan bumi, lalu aku bertanya,
"Ya Tuhanku, sesungguhnya tiada seorang nabi pun sebelumku melainkan Engkau telah memuliakannya;
Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kekasih), Musa sebagai Kalim (yang Engkau ajak bicara langsung), Engkau telah tundukkan gunung-gunung bagi Daud, dan bagi Sulaiman angin dan semua setan, dan Engkau hidupkan bagi Isa orang-orang yang telah mati.
Maka apakah yang Engkau berikan kepadaku?"Allah berfirman,
"Bukankah Aku telah memberimu dari hal tersebut seluruhnya, bahwa sesungguhnya tidaklah nama-Ku disebut melainkan engkau disebut pula bersama-Ku;
dan Aku telah menjadikan dada umatmu sebagai kitab-kitab, mereka dapat membaca Alquran secara hafalan, dan hal itu belum pernah Kuberikan kepada suatu umat pun.
Dan Aku telah memberimu suatu perbendaharaan dari ‘Arasy-Ku, yaitu kalimah ‘tidak ada daya (untuk menghindar dari maksiat) dan tiada kekuatan (untuk mengerjakan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar’."

Al-Bagawi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Mujahid, bahwa makna yang dimaksud dari ayat ini ialah azan, yakni nama beliau ﷺ disebutkan dalam azan.
Lalu Al-Bagawi menyitir bait-bait syair yang dikatakan oleh Hassan ibnu Sabit:

أغَرّ عَلَيه لِلنُّبُوَّةِ خَاتَم …
مِنَ اللَّهِ مِنْ نُور يَلوحُ وَيشْهَد …

وَضمَّ الإلهُ اسْمَ النَّبِيِّ إِلَى اسْمِهِ …
إِذَا قَالَ فِي الخَمْس المؤذنُ:
أشهدُ …

وَشَقَّ لَهُ مِن اسْمِهِ ليُجِلَّه …
فَذُو العَرشِ محمودٌ وهَذا مُحَمَّدُ

Kedudukannya (Nabi ﷺ) sebagai penutup nabi Allah lebih terang dari cahaya yang kita lihat.
Dan juga Allah telah menggabungkan nama Nabi dengan nama-Nya, bila seorang muazzin mengucapkan kalimah yang kelima dalam azannya, yaitu ‘asyhadu…’.


Dan Allah telah membelah buatnya sebagian dari nama-Nya untuk menjadikannya orang yang diagungkan.
Tuhan Yang mempunyai ‘Arasy Mahmud (Yang Maha Terpuji), dan dia bernama Muhammad (orang yang terpuji).

Ulama lainnya mengatakan bahwa Allah meninggikan sebutan namanya di kalangan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian.
Dan Allah memuliakan namanya saat mengambil perjanjian dari para nabi, yaitu hendaknya mereka beriman kepada Nabi Muhammad dan hendaklah mereka memerintahkan kepada umatnya masing-masing untuk beriman kepadanya.
Kemudian Allah memasyhurkan sebutannya di kalangan umatnya, maka tidak sekali-kali nama Allah disebut melainkan ia pun disebut bersama nama-Nya.
Alangkah baiknya apa yang telah dikatakan oleh As-Sarsari rahimahullah dalam bait syairnya:

لَا يَصِحُّ الأذانُ فِي الفَرْضِ إِلَّا …
باسمِه العَذْب فِي الْفَمِ المرْضي …

Tidaklah sah azan dalam salat fardu melainkan dengan menyebut namanya yang enak disebut oleh lisan yang diridai.

Disebutkan pula dalam bait syair lainnya:

[ألَم تَر أنَّا لَا يَصحُّ أذانُنَا …
وَلا فَرْضُنا إنْ لَمْ نُكَررْه فِيهِمَا]

Tidakkah engkau perhatikan, bahwa tidaklah sah azan kita dan tidak sah (pula) salat fardu kita bila kita tidak menyebut-nyebut namanya dalam keduanya.

Unsur Pokok Surah Alam Nasyrah (الإنشراح‎‎)

Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Adh Dhuhaa.

Nama "Alam Nasyrah" diambil dari kata "Alam Nasyrah" yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti:
bukankah Kami telah melapangkan.

Keimanan:

▪ Penegasan tentang nikmat-nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan pernyataan Allah bahwa di samping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan amal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Alam Nasyrah (8 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Alam-Nasyrah (94) : 1-8 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 8 + Terjemahan Indonesia



QS. Alam-Nasyrah (94) : 1-8 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 8

Gambar Kutipan Ayat

Surah Alam Nasyrah ayat 4 - Gambar 1 Surah Alam Nasyrah ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 94:4
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Alam Nasyrah.

Surah Al-Insyirah (bahasa Arab:الانشراح, “Kelapangan”) adalah surah ke-94 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Nomor Surah 94
Nama Surah Alam Nasyrah
Arab الإنشراح‎‎
Arti Melapangkan
Nama lain Syarh, Alam Nasyrah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 12
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 27
Jumlah huruf 102
Surah sebelumnya Surah Ad-Duha
Surah selanjutnya Surah At-Tin
Sending
User Review
4.7 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

94:4, 94 4, 94-4, Surah Alam Nasyrah 4, Tafsir surat AlamNasyrah 4, Quran Al Insirah 4, Al Insyirah 4, Al-Insyirah 4, Surah Alam Nasyrah ayat 4

Video Surah

94:4


Load More

Ayat Pilihan

Bila Tuhan mengujinya lalu dimuliakan & diberi-Nya kesenangan, ia berkata:
“Tuhanku telah memuliakanku”
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya ia berkata:
“Tuhanku menghinakanku”.
Sekali-kali tidak (demikian)
QS. Al-Fajr [89]: 15-17

bahwa tidak kita sembah kecuali Allah & tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun
dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.
QS. Ali ‘Imran [3]: 64

Dialah yang turunkan air hujan,
lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuhan itu tanaman yang hijau.
Sungguh pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman
QS. Al-An’am [6]: 99

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.
QS. An-Nisa’ [4]: 32

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

+

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

An-Nas

Apa itu An-Nas? Surah An-Nas adalah surah penutup dalam Alquran. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang berarti manusia. Surah ini termasuk dalam golong...

jarimah

Apa itu jarimah? ja.ri.mah tindak kejahatan seperti mencuri, berzina, dan minum-minuman keras; tindak pidana; kejahatan yang dilarang oleh syariat Islam dengan ancaman hudud atau takzir … •...