QS. Alam Nasyrah (Melapangkan) – surah 94 ayat 1 [QS. 94:1]

اَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَکَ صَدۡرَکَ ۙ
Alam nasyrah laka shadrak(a);

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
―QS. 94:1
Topik ▪ Ayat yang berhubungan dengan Al ‘Ash bin Wail
94:1, 94 1, 94-1, Alam Nasyrah 1, AlamNasyrah 1, Al Insirah 1, Al Insyirah 1, Al-Insyirah 1

Tafsir surah Alam Nasyrah (94) ayat 1

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Alam Nasyrah (94) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini dinyatakan bahwa Allah telah melapangkan dada Nabi Muhammad dan menyelamatkannya dari ketidaktahuan tentang syariat.
Nabi juga dirisaukan akibat kebodohan dan keras kepala kaumnya.
Mereka tidak mau mengikuti kebenaran, sedang Nabi ﷺ selalu mencari jalan untuk melepaskan mereka dari lembah kebodohan, sehingga ia menemui jalan untuk itu dan menyelamatkan mereka dari kehancuran yang sedang mereka alami.
Maksud dari ayat ini adalah Allah telah membersihkan jiwa Nabi ﷺ dari segala macam perasaan cemas, sehingga dia tidak gelisah, susah, dan gusar.
Nabi juga dijadikan selalu tenang dan percaya akan pertolongan dan bantuan Allah kepadanya.
Nabi juga yakin bahwa Dia yang menugasinya sebagai rasul, sekali-kali tidak akan membantu musuh-musuhnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami telah melapangkan dadamu dengan petunjuk dan keimanan yang ada di dalamnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Bukankah Kami telah melapangkan) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir atau menetapkan, yakni Kami telah melapangkan (untukmu) hai Muhammad (dadamu?) dengan kenabian dan lain-lainnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ}

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
(Q.S. Alam Nasyrah [94]: 1)

Yakni Kami telah melapangkan dadamu.
Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa Kami telah menjadikannya bercahaya dan luas lagi lapang.
Semakna dengan apa yang telah disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلامِ

Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan petunjuk kepadanya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.
(Q.S. Al-An’am [6]: 125)

Dan sebagaimana Allah telah melapangkan dada Rasulullah ﷺ, demikian pula Allah telah menjadikan syariatnya luas, lapang, toleran, lagi mudah, tiada kesulitan dan tiada beban serta tiada kesempitan padanya.

Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala: Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
(Q.S. Alam Nasyrah [94]: 1) Yakni Allah telah melapangkan dadanya di malam Isra, sebagaimana yang telah disebutkan dahulu melalui riwayat Malik ibnu Sa’sa’ah.
Imam Turmuzi telah mengetengahkannya dalam tafsir ayat ini.
Dan jika memang hal itu terjadi di malam Isra sebagaimana yang telah disebutkan di dalam riwayat Malik ibnu Sa’sa’ah, maka pada hakikatnya tidaklah bertentangan dengan pendapat di atas.
Karena sesungguhnya akibat dari pengaruh yang dilakukan terhadap dada beliau di malam Isra, terjadi pula pengaruh yang sama setelah dilapangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala secara maknawi.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Abdullah ibnu Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abdur Rahim alias Abu Yahya Al-Bazzar, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Mu’az ibnu Muhammad ibnu Ubay ibnu Ka’b, telah menceritakan kepadaku Abu Muhammad ibnu Mu’az, dari Muhammad, dari Ubay ibnu Ka’b, bahwa Abu Hurairah adalah orang yang paling berani menanyakan kepada Rasulullah ﷺ tentang berbagai masalah yang tidak ada seorang pun berani menanyakannya kepada beliau ﷺ selain dia.
Maka Abu Hurairah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang mula-mula engkau Iihat dari urusan kenabian ini?”
Rasulullah ﷺ Duduk tegak dan menjawab: Sesungguhnya engkau telah menanyakan hal yang berbobot, hai Abu Hurairah! Sesungguhnya ketika usiaku menginjak sepuluh tahun lebih beberapa bulan, aku berada di padang Sahara.
Tiba-tiba aku mendengar pembicaraan di atas kepalaku, dan ternyata ada seorang laki-laki yang berbicara kepada laki-laki lainnya, “Apakah orang ini adalah dia?” Maka keduanya datang menyambutku dengan penampilan wajah yang sama sekali belum pernah kulihat sebelumnya, dan sama sekali belum pernah pula aku melihat arwah seperti itu sebelumnya, dan belum pernah pula aku melihat pakaian yang dikenakannya pernah dikenakan oleh seseorang.
Keduanya datang kepadaku dengan jalan kaki, hingga masing-masing dari keduanya memegang kedua lenganku, tetapi anehnya aku tidak merasa sentuhan tangan keduanya.
Salah seorang berkata kepada yang lainnya, ‘Rebahkanlah dia.’ Lalu keduanya merebahkan diriku tanpa paksa dan tanpa sulit.
Kemudian salah seorangnya berkata kepada yang lainnya, “Belahlah dadanya, ” maka salah seorangnya menurut penglihatanku membelah dadaku tanpa ada darah yang mengalir dan tanpa rasa sakit.
Lalu berkata kepada yang membelahku, “Keluarkanlah iri hati dan dengki.” Lalu ia mengeluarkan sesuatu yang bentuknya seperti segumpal darah, kemudian ia membuangnya jauh-jauh.
Dan berkata lagi ia kepada orang yang membelahku, “Masukkanlah lemah lembut dan kasih sayang.” Maka tiba-tiba kulihat sesuatu sebesar apa yang baru dikeluarkan, bentuknya mengilap seperti perak (dimasukkan ke dalam dadaku), kemudian ia mengguncangkan jempol kakiku yang sebelah kanan, dan berkata, “Kembalikanlah ke semula dalam keadaan utuh.” Maka setelah itu aku pulang dengan berlari dan terasa dadaku dipenuhi oleh perasaan lembut terhadap anak kecil dan kasih sayang kepada orang dewasa.


Informasi Surah Alam Nasyrah (الإنشراح‎‎)
Surat ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Adh Dhuhaa.

Nama “Alam Nasyrah” diambil dari kata “Alam Nasyrah” yang terdapat pada ayat pertama, yang berarti:
bukankah Kami telah melapangkan.

Keimanan:

Penegasan tentang ni’mat-ni’mat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan pernyataan Allah bahwa di samping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan arnal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya

Lain-lain:

Penegasan tentang ni’mat-ni’mat Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan pernyataan Allah bahwa di samping kesukaran ada kemudahan karena itu diperintahkan kepada Nabi agar tetap melakukan arnal-amal saleh dan bertawakkal kepada-Nya

Ayat-ayat dalam Surah Alam Nasyrah (8 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Alam-Nasyrah (94) ayat 1 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Alam-Nasyrah (94) ayat 1 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Alam-Nasyrah (94) ayat 1 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Insyirah (94) ayat 1-8 - Ryan Adriandhy (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Insyirah (94) ayat 1-8 - Ryan Adriandhy (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Alam-Nasyrah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 8 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 94:1
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Alam Nasyrah.

Surah Al-Insyirah (bahasa Arab:الانشراح, "Kelapangan") adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Nomor Surah 94
Nama Surah Alam Nasyrah
Arab الإنشراح‎‎
Arti Melapangkan
Nama lain Syarh, Alam Nasyrah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 12
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 8
Jumlah kata 27
Jumlah huruf 102
Surah sebelumnya Surah Ad-Duha
Surah selanjutnya Surah At-Tin
4.4
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/94-1









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta