Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 9 [QS. 56:9]

وَ اَصۡحٰبُ الۡمَشۡـَٔمَۃِ ۬ۙ مَاۤ اَصۡحٰبُ الۡمَشۡـَٔمَۃِ ؕ
Wa-ashhaabul masyamati maa ashhaabul masyamat(i);
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 9

And the companions of the left – what are the companions of the left?
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 9]

وَأَصْحَٰبُ dan kaum/golongan

And (the) companions
ٱلْمَشْـَٔمَةِ celaka/kiri

(of) the left,
مَآ apa/siapa

what
أَصْحَٰبُ kaum/golongan

(are the) companions
ٱلْمَشْـَٔمَةِ kiri

(of) the left?

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:9

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 9. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan bahwa
"golongan kanan"
adalah orang-orang yang menerima buku-buku catatan amal mereka dengan tangan kanan yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni surga.
Tentulah keadaan mereka sangat baik dan sangat menyenangkan.

"golongan kiri"
ialah orang-orang yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan kiri yang menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni neraka dan akan mendapat siksaan serta hukuman yang sangat menyedihkan.


Berkenaan dengan ayat ini Mu’adh bin Jabal meriwayatkan:
Nabi Muhammad ﷺ tatkala membaca ayat di atas, beliau menggenggam tangannya seraya berkata,
"Ini (yang digenggam dengan tangan kanan beliau) adalah ahli surga dan tidak perlu aku memperhatikan, dan (yang digenggam dengan tangan kiri beliau) ini adalah ahli neraka dan tidak perlu aku mempedulikannya.
"
(Riwayat Ahmad dari Mu’adh bin Jabal)

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 9. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pertama, golongan kanan yang mempunyai kedudukan tinggi.
Alangkah mulianya kedudukan golongan itu! Kedua, golongan kiri yang merupakan golongan terendah.


Alangkah buruknya keadaan mereka!

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Pertama adalah golongan kanan, yaitu mereka yang mendapatkan kedudukan tinggi.
Betapa agung tempat mereka.


Kedua adalah golongan kiri, yaitu mereka yang mendapatkan kedudukan hina, sungguh amat buruk keadaan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan golongan kiri) yakni mereka yang kitab catatan amalnya diberikan kepadanya dari sebelah kiri.


(Alangkah sengsaranya golongan kiri itu) ungkapan ini mengandung makna yang menghinakan kedudukan mereka, karena mereka dimasukkan ke dalam neraka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan kamu menjadi tiga golongan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 7)

Yakni kelak di hari kiamat manusia terbagi menjadi tiga golongan, suatu golongan berada di sebelah kanan ‘Arasy.
Mereka adalah orang-orang yang dahulu keluar dari lambung kanan Adam, dan buku catatan amal mereka diberikan kepada mereka dari arah kanan mereka, lalu mereka digiring ke sebelah kanan.
Menurut As-Saddi, golongan ini seluruhnya adalah ahli surga.
Sedangkan golongan lainnya berada di sebelah kiri Arasy, mereka adalah orang-orang yang dahulunya keluar dari lambung kiri Adam;
buku catatan amal mereka diberikan kepada mereka dari arah kirinya, lalu mereka digiring ke arah kiri.
Mereka adalah seluruh penduduk neraka, semoga Allah melindungi kita dari perbuatan mereka.
Segolongan lainnya adalah orang-orang yang paling dahulu berada di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala Mereka merupakan golongan yang lebih khusus, lebih beruntung dan lebih dekat kepada-Nya daripada Ashabul yamin, mereka adalah para pemimpin Ashabul yamin.
Di kalangan mereka terdapat para rasul, para nabi, para siddiqin, dan para syuhada;
jumlah mereka sedikit bila dibandingkan dengan jumlah Ashabul yamin.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Yaitu golongan kanan.
Alangkah mulianya golongan kanan itu.
Dan golongan kiri.
Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 8-10)

Pembagian mereka dalam tiga klasifikasi disebutkan pula di akhir surat ini, yaitu di saat mereka dihadirkan di hari kiamat.
Hal yang semisal disebutkan juga di dalam firman-Nya:

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.
(QS. Faathir [35]: 32), hingga akhir ayat.

Pengertian ini berdasarkan-salah satu di antara dua pendapat sehubungan dengan golongan orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Jabir Al-Ju’fi, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan kamu menjadi tiga golongan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 7)
Bahwa makna yang dimaksud adalah seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan, dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan.
(QS. Faathir [35]: 32)

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa tiga golongan ini adalah orang-orang yang disebutkan di dalam akhir surat ini dan surat Fathir.


Yazid Ar-Raqqasyi mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang makna firman-Nya:
dan kamu menjadi tiga golongan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 7)
Ibnu Abbas menjawab bahwa azwajan ialah golongan.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan kamu menjadi tiga golongan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 7)
Yakni tiga golongan, katanya.


Menurut Maimun ibnu Mahran, tiga gelombang.


Ubaidillah Al-Ataki telah meriwayatkan dari Usman ibnu Suraqah (anak lelaki bibinya Umar ibnul Khattab) tentang makna firman-Nya:
dan kamu menjadi tiga golongan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 7)
Bahwa yang dua golongan masuk surga, sedangkan yang satu golongan masuk neraka.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnus Sabah, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Abu Saur, dari Sammak, dari An-Nu’man ibnu Basyir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh).
(QS. At-Takwir [81]: 7)
Lalu beliau ﷺ bersabda bahwa mereka adalah orang-orang yang bersekutu;
tiap-tiap orang dari setiap kaum (golongan) mengerjakan amal perbuatan yang semisal dengan golongannya.
Demikian itu karena di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala telah disebutkan:
dan kamu menjadi tiga golongan.
Yaitu golongan kanan.
Alangkah mulianya golongan kanan itu.
Dan golongan kiri.
Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Dan orang-orang yang dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 7-10)
Bahwa mereka adalah para duraba (sekutu).

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Al-Barra Al-Ganawi, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, dari Mu’az ibnu Jabal, bahwa Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Yaitu golongan kanan.
Alangkah mulianya golongan kanan itu.
Dan golongan kiri.
Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 8-9)
Lalu beliau ﷺ melakukan genggaman sebanyak dua kali seraya bersabda:
Golongan ini untuk surga dan aku tidak peduli, dan golongan ini untuk neraka dan aku tidak peduli.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Abu Imran, dari Al-Qasim ibnu Muhammad ibnu Aisyah, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Tahukah kalian, siapakah orang-orang yang paling terdahulu menuju naungan Allah di hari kiamat?
Para sahabat menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Yaitu orang-orang yang apabila diberi hak, menerimanya;
dan apabila diminta hak, memberinya;
dan mereka memutuskan hukum bagi orang lain sebagaimana hukum yang mereka berlakukan terhadap diri mereka sendiri.

Muhammad ibnu Ka’b dan Abu Hirzah alias Ya’qub ibnu Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 10)
Bahwa mereka adalah para nabi.

As-Saddi mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang menghuni surga yang tertinggi.
Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu(masuk surga).
(A)-Waqi’ah:
10)
Bahwa Yusya’ ibnu Nun adalah orang yang paling dahulu beriman kepada Musa dan orang yang beriman dari keluarga Yasin lebih dahulu beriman kepada Isa, serta Ali ibnu Abu Talib adalah orang yang paling dahulu beriman kepada Muhammad Rasulullah ﷺ

Ibnu Abu Hatim meriwayat­kannya dari Muhammad ibnu Harun Al-Fallas, dari Abdullah ibnu Ismail Al-Madaini Al-Bazzar, dari Sufyan ibnud Dahhak Al-Madaini, dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Ibnu Abu Nujaih dengan sanad yang sama.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Hammad, bahwa telah menceritakan kepada kami Mahran, dari Kharijah, dari Qurrah, dari Ibnu Sirin sehubungan dengan makna firman-Nya:
Orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 10)
Yang dimaksud adalah orang-orang yang pernah salah menghadap ke arah dua kiblat.

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui hadis Kharijah.
Al-Hasan dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 10)
Yakni dari tiap-tiap umat.


Al-Auza’i telah meriwayatkan dari Us’man ibnu Abu Saudah, bahwa ia membaca firman-Nya:
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 10-11)
Kemudian ia mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang paling dahulu berangkat ke masjid dan orang-orang yang paling dahulu keluar untuk berjihad di jalan Allah.

Semua pendapat di atas sahih, karena sesungguhnya yang dimaksud dengan sabiqin ialah orang-orang yang paling bersegera dalam mengerjakan kebaikan sebagaimana yang diperintahkan kepada mereka, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 133)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Berlomba-lombalah kamu untuk meraih ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
(QS. Al-Hadid:
21)

Barang siapa yang paling dahulu berbuat kebajikan di dunia ini, maka di akhirat ia termasuk orang-orang yang paling dahulu mendapatkan kemuliaan, yaitu surga, karena sesungguhnya balasan itu sesuai dengan jenis amal perbuatannya;
dan sebagaimana engkau berbuat, maka engkau mendapat balasannya.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 9 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 9 - Gambar 2
Statistik QS. 56:9
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.5 (11 votes)
Tags:

56:9, 56 9, 56-9, Surah Al Waaqi'ah 9, Tafsir surat AlWaaqiah 9, Quran Al Waqiah 9, AlWaqiah 9, Al-Waqi'ah 9, Surah Al Waqiah ayat 9

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 73 [QS. 38:73]

73-74. Sempurnalah kejadian Adam, lalu dengan serta-merta para malaikat itu bersujud semuanya sebagai bentuk penghormatan kepadanya dan bukti ketaatan kepada perintah Allah. Mereka semua bersujud, kec … 38:73, 38 73, 38-73, Surah Shaad 73, Tafsir surat Shaad 73, Quran Shad 73, Sad 73, Surah Shad ayat 73

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 159 [QS. 6:159]

Penjelasan tentang nasib orang kafir pada hari Kiamat yang terdapat pada ayat di atas dilanjutkan dengan penjelasan tentang ada kelompokkelompok sesat pada ayat ini. Sesungguhnya orang-orang yang meme … 6:159, 6 159, 6-159, Surah Al An ‘aam 159, Tafsir surat AlAnaam 159, Quran Al Anaam 159, Al Anam 159, AlAnam 159, Al An’am 159, Surah Al Anam ayat 159

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … 155 154 114 150 100 Benar! Kurang tepat! Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah

Pendidikan Agama Islam #2

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Al Jamii’ Al ‘Aziz Al Azhar Al Akhir Al ‘Azim Benar!

Pendidikan Agama Islam #24

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan … tidak melaksanakan apa-apa yang penting bahagia menjauhi

Instagram