Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 82 [QS. 56:82]

وَ تَجۡعَلُوۡنَ رِزۡقَکُمۡ اَنَّکُمۡ تُکَذِّبُوۡنَ
Wataj’aluuna rizqakum annakum tukadz-dzibuun(a);
dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 82

And make (the thanks for) your provision that you deny (the Provider)?
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 82]

وَتَجْعَلُونَ dan kamu menjadikan

And you make
رِزْقَكُمْ rezki kamu

your provision
أَنَّكُمْ sesungguhnya kamu

that you
تُكَذِّبُونَ kamu mendustakan

deny.

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:82

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 82. Oleh Kementrian Agama RI


Allah mencela orang-orang yang meremehkan Alquran, yang memandangnya sebagai ucapan manusia biasa, mereka juga mencemoohkan orang-orang yang berpegang kepada Alquran dan tidak membelanya bila ada orang-orang yang menghinanya.
Selanjutnya Allah ﷻ mencela orang yang tidak mensyukuri nikmat-nikmat Tuhan yang dikaruniakan kepada mereka, malahan nikmat-nikmat tersebut mereka sambut dengan mendustakannya.

Dalam ayat yang lain yang sama maksudnya Allah ﷻ berfirman:

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ اِلَّا مُكَاۤءً وَّتَصْدِيَةً

Dan salat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. (al-Anfal [8]: 35)

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 82. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Lalu, yang seharusnya mensyukuri rezeki, kalian malah mendustakan Alquran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kalian menggantikan syukur yang harus kalian panjatkan atas nikmat-nikmat Allah dengan mendustakan dan kufur kepada-Nya.
Dalam ini, terdapat penolakan terhadap orang yang menganggap remeh dan tidak memedulikan perintah yang dimuat dalam Alquran.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kalian menjadikan rezeki yang diberikan kepada kalian) yaitu berupa air hujan, kalian membalasnya


(dengan mendustakan) rezeki yang diberikan Allah kepada kalian berupa air hujan itu karena kalian telah mengatakan,
"Kami di beri hujan oleh bintang anu".

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 82)

Sebagian ulama mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 82)
Yakni terima kasihmu ialah dengan mendustakan.
Dengan kata lain, dapat disebutkan air susu dibalas dengan air tuba.


Telah diriwayatkan pula dari Ali dan Ibnu Abbas, bahwa keduanya membaca ayat ini dengan bacaan berikut:
"Dan kamu ungkapkan rasa syukur kalian dengan mendustakan,"
seperti yang akan dijelaskan kemudian.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari Al-Haisam ibnu Addi, bahwa menurut dialek kabilah Azd Syanu-ah bila disebutkan Razaqa Fulanun artinya si Fulan bersyukur.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abdul Ala, dari Abu Abdur Rahman, dari Ali r.a. yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda sehubungan dengan makna firman-Nya:
Kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan).(QS. Al-Waqi’ah [56]: 82), maksudnya, kamu membalas rezeki yang Allah berikan dengan mendustakan-Nya;
kamu katakan,
"Kami telah diberi hujan oleh bintang anu dan oleh bintang anu."

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari ayahnya, dari Mukhawwil ibnu Ibrahim An-Nahdi dan Ibnu Jarir, dari Muhammad ibnul Musanna, dari Ubaidillah ibnu Musa dan dari Ya’qub ibnu Ibrahim, dari Yahya ibnu Abu Bukair, ketiga-tiganya dari Israil dengan sanad yang semisal secara marfu‘.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi, dari Ahmad ibnu Mani’, dari Husain ibnu Muhammad Al-Marwazi dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.
Sufyan As-Sauri telah meriwayatkannya dari Abdul A’ la dan tidak me-rafa’-kannya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abu Abu Bisyr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa tidak sekali-kali suatu kaum diberi hujan melainkan pada pagi harinya sebagian dari mereka ada yang kafir;
mereka mengatakan bahwa kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu.
Lalu Ibnu Abbas membacakan firman-Nya:
kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 82)

Sanad asar ini sahih sampai kepada Ibnu Abbas.


Malik telah meriwayatkan di dalam kitab Muwatta’, dari Saleh ibnu Kaisan, dari Ubaidillah ibnu Abdullah ibnu Atabah ibnu Mas’ud, dari Zaid ibnu Khalid Al-Juhani yang mengatakan bahwa kami salat Subuh bersama Rasulullah ﷺ di Hudaibiyah, seusai turun hujan di malam harinya.
Setelah selesai, beliau membalikkan tubuhnya menghadap kepada kami (para makmum), lalu bertanya,
"Tahukah kalian, apakah yang dikatakan oleh Tuhan kalian?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Allah berfirman,
"Di pagi hari ini ada sebagian hamba-hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan sebagian lainnya kafir.
Adapun orang yang mengatakan, ‘Kami diberi hujan berkat karunia Allah dan rahmat-Nya,
"
maka dia adalah orang yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang.
Dan adapun orang yang mengatakan, ‘Kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu,
"
maka dia adalah orang yang kafir kepada-Ku dan percaya kepada bintang-bintang."

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini dan juga Abu Daud dan Nasai semuanya melalui hadis Malik dengan sanad yang sama.

Muslim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Salamah Al-Muradi dan Amr ibnu Sawad, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Wahb, dari Amr ibnul Haris, bahwa Abu Yunus pernah menceritakan hadis berikut dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Tidak sekali-kali Allah menurunkan dari langit suatu berkah (hujan).
melainkan pada pagi harinya ada segolongan manusia yang mengingkarinya.
Hujan diturunkan dan mereka mengatakan bahwa itu berkat adanya bintang anu dan bintang anu.

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini secara tunggal melalui jalur ini.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Ibrahim ibnul Haris At-Taimi, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya Allah benar-benar mencurahkan nikmat kepada suatu kaum di pagi hari atau di petang hari, tetapi seusai itu kaum yang kafir (ingkar) kepada nikmat itu mengatakan bahwa kami telah diberi hujan oleh bintang anu dan bintang anu.

Muhammad ibnu Ibrahim mengatakan bahwa lalu ia menuturkan hadis ini kepada Sa’id ibnul Musayyab, maka ia menjawab bahwa kami pun telah mendengarnya dari Abu Hurairah.


Telah menceritakan pula kepadaku seseorang yang menyaksikan Umar ibnul Khattab r.a. melakukan istisqa, ketika ia membaca doa istisqa, ia berpaling ke arah Al-Abbas, lalu bertanya,
"Hai Abbas, hai paman Rasulullah, berapa lama lagikah kemunculan bintang surayya?"

Para ulama mengatakan bahwa mereka menduga bahwa bintang surayya itu melintang di ufuk langit sesudah kejatuhannya selama tujuh hari.
Kelanjutan asar di atas menyebutkan bahwa belum lagi tujuh hari berlalu, mereka diberi hujan.

Pertanyaan yang diajukan oleh Umar ini mengandung pengertian menanyakan kebiasaan waktu munculnya bintang tersebut yang biasanya dibarengi dengan turunnya hujan sebagai Sunnatullah.
Tetapi bukan berarti bahwa bintang itulah yang menyebabkan turunnya hujan, karena keyakinan seperti ini jelas dilarang.
Dan dalam pembahasan yang terdahulu telah dikemukakan sesuatu hal yang menyangkut hadishadis ini dalam tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya.
(QS. Faathir [35]: 2)

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ismail ibnu Umayyah menurut keyakinanku atau lainnya, bahwa Rasulullah ﷺ mendengar seorang lelaki yang baru mendapat hujan di kalangan kaumnya mengatakan,
"Kami diberi hujan oleh gugusan bintang Asad (Leo)."
Maka Nabi ﷺ bersabda menyangkalnya:
Kamu dusta, bahkan hujan itu adalah rezeki dari Allah.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Saleh As-Sirari, telah menceritakan kepada kami Abu Jabir Muhammad ibnu Abdul Malik Al-Audi, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnuz Zubair, dari Al-Qasim, dari Abu Umamah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Tidaklah suatu kaum diberi hujan di malam harinya melainkan pada pagi harinya kaum itu mengingkarinya.
Kemudian Nabi ﷺ membaca firman-Nya:
kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 82)
Seseorang dari mereka mengatakan bahwa kami diberi hujan oleh bintang anu dan anu.

Menurut hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa’id secara marfu‘ disebutkan:

Seandainya manusia mengalami paceklik selama tujuh tahun, lalu diberi hujan, tentulah mereka mengatakan bahwa kami diberi hujan oleh bintang mujadda’.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 82)
Yakni ucapan mereka tentang bintang-bintang itu.
Mereka mengatakan."Kami diberi hujan oleh bintang anu dan bintang anu."
Maka demikian pula dijawab,
"Katakanlah oleh kalian bahwa hujan itu adalah dari sisi Allah dan rezeki dari-Nya."


Hal yang’sama dikatakan oleh Ad-Dahhak dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Qatadah mengatakan bahwa Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa seburuk-buruk apa yang diambil oleh suatu kaum buat diri mereka sendiri ialah tidaklah mereka diberi rezeki berupa Kitabullah, melainkan hanya mendustakannya.
Makna yang dimaksud dari ucapan Al-Hasan ini ialah dan kalian jadikan bagian kalian dari Kitabullah ialah dengan mendustakannya.
Karena itulah dalam ayat sebelumnya disebutkan:
Maka apakah kamu menganggap remeh saja Alquran ini?
Kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 81-82)

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 82 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 82 - Gambar 2
Statistik QS. 56:82
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.6 (14 votes)
Tags:

56:82, 56 82, 56-82, Surah Al Waaqi'ah 82, Tafsir surat AlWaaqiah 82, Quran Al Waqiah 82, AlWaqiah 82, Al-Waqi'ah 82, Surah Al Waqiah ayat 82

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 152 [QS. 37:152]

151-153. Wahai Nabi Muhammad, ingatlah sesungguhnya di antara kebo-hongannya yang lain adalah bahwa mereka benar-benar mengatakan, “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dia ti … 37:152, 37 152, 37-152, Surah Ash Shaffaat 152, Tafsir surat AshShaffaat 152, Quran Al-Shaffat 152, AshShaffat 152, Ash Shafat 152, Ash Shaffat 152, Surah Ash Shaffat ayat 152

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 91 [QS. 21:91]

91. Dan ingatlah kisah Maryam, seorang perempuan salehah, yang memelihara kehormatannya dari berbuat zina, bahkan dari sentuhan laki-laki. Lalu Kami tiupkan roh dari Kami ke dalam rahim-nya sehingga i … 21:91, 21 91, 21-91, Surah Al Anbiyaa 91, Tafsir surat AlAnbiyaa 91, Quran Al-Anbya 91, Al Anbiya 91, Alanbiya 91, Al-Anbiya’ 91, Surah Al Anbiya ayat 91

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

+

Array

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? Nabi Yusuf ‘Alaihissalam Nabi Adam ‘Alaihissalam Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Nabi Yakub ‘Alaihissalam Nabi

Pendidikan Agama Islam #5

Lawan kata dari jujur ​​adalah … muslihat takwa ajur kebohongan riya’ Benar! Kurang tepat! Bekerja tepat waktu adalah salah satu

Pendidikan Agama Islam #4

Aurat dari tubuh pria adalah mulai … dari pusar ke lutut dari siku ke lutut dari leher ke pergelangan kaki

Instagram