Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 20 [QS. 56:20]

وَ فَاکِہَۃٍ مِّمَّا یَتَخَیَّرُوۡنَ
Wafaakihatin mimmaa yatakhai-yaruun(a);
dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,
―QS. Al Waaqi’ah [56]: 20

And fruit of what they select
― Chapter 56. Surah Al Waaqi’ah [verse 20]

وَفَٰكِهَةٍ dan buah-buahan

And fruits
مِّمَّا dari apa

of what
يَتَخَيَّرُونَ mereka pilih

they select,

Tafsir

Alquran

Surah Al Waaqi’ah
56:20

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 20. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini mengungkapkan jenis minuman dan makanan di dalam surga yaitu berupa buah-buahan yang mereka kehendaki dan daging burung yang mereka sukai, yang membangkitkan selera karena lezat rasanya, sebagaimana firman Allah:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ فِيْهَآ اَنْهٰرٌ مِّنْ مَّاۤءٍ غَيْرِ اٰسِنٍ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهٗ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى وَلَهُمْ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ

Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa;
di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungaisungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni.
Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka.
(Muhammad [47]: 15)


Firman dalam ayat lain:

وَاَمْدَدْنٰهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَّلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَ

Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
(ath-Thur [52]: 22)

Tafsir QS. Al Waaqi’ah (56) : 20. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Para pelayan itu juga membawakan buah-buahan, dengan berbagai macam jenis yang dapat mereka pilih dan lihat, dan daging burung yang mereka inginkan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang memilih buah-buahan dan daging burung sesuai keinginan mereka.
Di sisi mereka ada pasangan bermata indah seperti mutiara yang tersimpan karena begitu bersih dan indah sebagai balasan amal saleh mereka di dunia.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan buah-buahan dari apa yang mereka inginkan dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 20-21)

Para pelayan surga itu mengelilingi mereka dengan membawa segala macam buah-buahan yang dipilih oleh mereka.
Ayat ini merupakan dalil yang menunjukkan boleh memakan buah-buahan dengan memilihnya terlebih dahulu sebelum menyantapnya.


Hal ini diperkuat dengan hadis Ikrasy ibnuZu-aib yang diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli rahimahullah di dalam kitab musnadnya, bahwa:


telah menceritakan kepada kami Al-Abbas ibnul Walid At-Tursi, telah menceritakan kepada kami Al-Ala ibnul Fadl ibnu Abdul Malik ibnu Abu Saumah, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Ikrasy, dari ayahnya (yaitu Ikrasy Ibnu Zu-aib) yang menceritakan bahwa Murrah mengutusnya untuk membawa harta zakat mereka kepada Rasulullah ﷺ Ketika tiba di Madinah, ia menjumpai Rasulullah ﷺ sedang duduk di antara orang-orang Muhajirin dan orang-orang Ansar.
Ia datang kepadanya dengan membawa unta-unta zakat yang jumlahnya cukup banyak.
Beliau ﷺ bertanya,
"Siapakah lelaki ini?"
Aku (Ikrasy) menjawab,
"Ikrasy ibnu Zu-aib."
Beliau ﷺ bersabda,
"Apakah nasab tidak diberlakukan lagi (dalam penyebutan nama)?"
Maka aku kaitkan nasabku demi Rasulullah ﷺ kepada Murrah, lalu kukatakan kepadanya,
"Ini adalah harta zakat dari Murrah ibnu Ubaid."
Maka Rasulullah ﷺ tersenyum dan bersabda:
Ini adalah ternak (dari) kaumku, dan ini adalah ternak zakat (dari) kaumku.
Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan agar unta zakat itu diberi tanda dengan cap zakat, lalu digabungkan bersama-sama unta zakat lainnya.
Setelah itu beliau memegang tanganku dan mengajakku pergi ke rumah Ummu Salamah, dan beliau bertanya,
"Apakah ada makanan?"
Maka kami disuguhi semangkuk makanan berupa.
sarid (roti dicampur dengan kuah gulai) dan wazar (daging yang diiris kecil-kecil).
Rasulullah ﷺ makan dari mangkuk itu, sedangkan aku makan dengan menjulurkan tangan­ku ke semua bagian dari mangkuk itu.
Lalu Rasulullah ﷺ memegang tangan kananku dengan tangan kirinya dan bersabda,
"Hai Ikrasy, makan­lah dari satu tempat, karena sesungguhnya makanan ini semuanya sama!"
Seusai makan kami disuguhi sebaki buah-buahan yang berisikan buah kurma yang sudah disale atau kurma yang masih segar—Ubaidillah ragu yang mana di antara keduanya—, lalu aku makan dari satu tempat saja.
Tetapi Rasulullah ﷺ menjulurkan tangannya ke seluruh baki itu dan bersabda:
Hai Ikrasy, makanlah dari bagian mana yang kamu sukai, karena sesungguhnya buah ini tidak satu macam.
Sesudah itu didatangkan kepada kami air, dan Rasulullah ﷺ membasuh tangannya, lalu mengusapkan kedua telapak tangannya yang masih basah itu kepada wajah dan kedua tangan serta kepalanya sebanyak tiga kali.
kemudian bersabda:
Hai Ikrasy, ini adalah wudu karena telah memakan makanan (daging) yang telah dimasak.

Demikian pula hal yang diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Ibnu Majah secara panjang lebar, dari Muhammad ibnu Basysyar, dari Abul Huzail alias Al-Ala ibnul Fadl dengan sanad yang sama.
Lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, kami tidak mengenalnya melainkan hanya melalui hadis Abul Huzail.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bahz ibnu Asad dan Affan;
Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Syaiban, ketiga-tiganya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Sabit yang mengatakan bahwa sahabat Anas r.a. pernah bercerita bahwa Rasulullah ﷺ adalah seorang yang senang kepada ru-ya, adakalanya seseorang mengalami ru-ya (mimpi yang baik), lalu ia menanyakan takwilnya kepada Nabi ﷺ karena ia tidak mengetahuinya.
Dan apabila Nabi ﷺ memuji mimpi yang dialaminya itu dengan pujian yang baik, maka orang yang bersangkutan amat senang dengan mimpinya itu.


Pada suatu hari datanglah seorang wanita, kemudian berkata,
"Wahai Rasulullah, aku telah melihat dalam mimpiku seakan-akan aku didatangi dan dikeluarkan dari Madinah, lalu dimasukkan ke dalam surga.
Kemudian aku mendengar suara gemuruh yang membuat surga bergetar karenanya.
Ketika kulihat, ternyata penyebabnya adalah si Fulan bin Fulan dan si Anu bin Anu."
Wanita itu menyebutkan sebanyak dua belas orang sahabat Nabi ﷺ yang telah diutus oleh Nabi ﷺ dalam suatu pasukan khusus sebelum itu.
Kedua belas orang itu dimasukkan ke dalam surga, semuanya memakai pakaian yang berdebu dan pada bagian lehernya penuh dengan darah.
Lalu dikatakan (kepada para malaikat),
"Bawalah mereka ke Sungai Al-Baidakh atau Al-Baizakh."
Selanjutnya mereka dibenamkan ke dalam sungai itu, dan mereka dikeluarkan darinya, sedangkan rupa mereka bagaikan rembulan di malam purnama.

Dan disuguhkan kepada mereka sebuah piring besar terbuat dari emas yang berisikan buah kurma, lalu mereka memakannya sepuas mereka.
Maka tidak sekali-kali mereka membalikkan bagian dari piring besar itu, melainkan mereka memakan buah-buahan sepuas mereka, dan wanita itu ikut makan bersama-sama mereka.

Kemudian datanglah pembawa berita dari pasukan khusus itu (kepada Nabi ﷺ) dan menceritakan apa yang dialami oleh pasukan itu yang kisahnya persis dengan kisah dalam mimpi itu.
Disebutkan bahwa telah gugur dari pasukan itu si Anu dan si Fulan hingga semuanya berjumlah dua belas orang.
Maka Rasulullah ﷺ memanggil wanita itu dan bersabda kepadanya,
"Ceritakanlah (kembali) mimpimu itu!"
Wanita itu menceritakan mimpinya, bahwa lalu didatangkanlah si Fulan dan si Fulan (ke dalam surga) yang jumlah orangnya sama persis dengan apa yang diberitakan oleh si pembawa berita dari pasukan tersebut.

Hadis ini berdasarkan lafaz yang ada pada Abu Ya’la.
Al-Hafiz Ad-Diya mengatakan bahwa sanad hadis ini dengan syarat Imam Muslim.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mu’az ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Madini, telah menceritakan kepada kami Raihan ibnu Sa’id, dari Abbad ibnu Mansur, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma, dari Sauban yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya seseorang itu apabila memetik suatu buah dari surga, maka dari tempat yang dipetiknya itu muncul lagi buah lainnya.

Unsur Pokok Surah Al Waaqi’ah (الواقعة)

Surat Al Waaqi’ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Thaa Haa.

Dinamai "Al Waaqi’ah" (Harl kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Huru hara di waktu terjadinya hari kiamat.
▪ Manusia di waktu berhisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan.
▪ Bantahan Allah terhadap keingkaran orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab.
Alquran berasal dari Lauh Mahfuuzh.

Lain-lain:

▪ Gambaran tentang surga dan neraka

Audio

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 96 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Waaqi'ah (56) : 1-96 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 96

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Waaqi'ah ayat 20 - Gambar 1 Surah Al Waaqi'ah ayat 20 - Gambar 2
Statistik QS. 56:20
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Waaqi’ah.

Surah Al-Waqi’ah (Arab: الواقعه, “Hari Kiamat”) adalah surah ke-56 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 96 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah56
Nama SurahAl Waaqi’ah
Arabالواقعة
ArtiHari Kiamat
Nama lainIdza waqa’at
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu46
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat96
Jumlah kata370
Jumlah huruf1756
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rahman
Surah selanjutnyaSurah Al-Hadid
Sending
User Review
4.8 (8 votes)
Tags:

56:20, 56 20, 56-20, Surah Al Waaqi'ah 20, Tafsir surat AlWaaqiah 20, Quran Al Waqiah 20, AlWaqiah 20, Al-Waqi'ah 20, Surah Al Waqiah ayat 20

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 14 [QS. 39:14]

13-14. Katakanlah pula wahai Nabi, kepada manusia, “Sesungguhnya aku takut akan murka Allah dan azab yang menimpa pada hari yang sangat besar lagi dahsyat yaitu hari Kiamat jika aku durhaka kepada Tuh … 39:14, 39 14, 39-14, Surah Az Zumar 14, Tafsir surat AzZumar 14, Quran Az-Zumar 14, Surah Az Zumar ayat 14

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 155 [QS. 3:155]

Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kamu, tidak ikut berperang atau lari dari medan perang, ketika terjadi pertemuan, yaitu pertempuran, antara dua pasukan itu, yakni pasukan mukmin dan … 3:155, 3 155, 3-155, Surah Ali Imran 155, Tafsir surat AliImran 155, Quran Al Imran 155, Surah Ali Imran ayat 155

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah …. al-Humazah al-Ma’un al-Kautsar al-Qari’ah Ali Imron Benar! Kurang tepat! Tempat berkumpulnya manusia

Pendidikan Agama Islam #22

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah … bersikap ikhlas bersikap santai menyadari dan menerima keadaan

Pendidikan Agama Islam #23

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui … hadits asmaul

Instagram