Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qiyaamah (Kiamat) – surah 75 ayat 39 [QS. 75:39]

فَجَعَلَ مِنۡہُ الزَّوۡجَیۡنِ الذَّکَرَ وَ الۡاُنۡثٰی
Faja’ala minhuzzaujainidz-dzakara wal ants(a);
lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.

―QS. Al Qiyaamah [75]: 39

And made of him two mates, the male and the female.
― Chapter 75. Surah Al Qiyaamah [verse 39]

فَجَعَلَ maka/lalu Dia jadikan

Then made
مِنْهُ daripadanya

of him
ٱلزَّوْجَيْنِ dua jodoh/pasang

two kinds,
ٱلذَّكَرَ laki-laki

(the) male
وَٱلْأُنثَىٰٓ dan perempuan

and the female.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qiyaamah
75:39

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 39. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan kembali tentang asal mula penciptaan manusia, yaitu ia diciptakan dari setetes air mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim) Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakan, dan menyempurnakannya.
Allah juga menjadikan dari padanya sepasang laki-laki dan perempuan.


Ayat ini mengingatkan manusia yang ingkar bagaimana air mani itu diciptakan Allah menjadi daging yang dengannya manusia diciptakan dengan sempurna melalui proses kehamilan.
Adalah hal yang mudah juga bagi Allah menghidupkan manusia, kemudian mematikan dan menghidupkannya kembali.


Sperma laki-laki dan sel telur perempuan bercampur menjadi satu sehingga tercipta manusia yang sempurna, lengkap dengan penglihatan dan pendengaran, baik dari jenis laki-laki maupun perempuan.
Maka apakah manusia tidak pernah memikirkan bahwa sang Pencipta dari segala proses kejadian itu mampu pula menghancurkan dunia ini kemudian menciptakan hari Kiamat serta manusia yang telah mati dibangkitkan hidup kembali?


Ini suatu penegasan bagi manusia yang mau berpikir andaikata masih ragu-ragu tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali manusia yang telah mati.

Tafsir QS. Al Qiyaamah (75) : 39. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Lalu ia dijadikan berpasang-pasangan, laki-laki dan perempuan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah manusia yang mengingkari kebangkitan ini mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja, tidak diperintah dan tidak dilarang, tidak dihisab dan tidak disiksa?
Bukankah manusia ini dahulu hanya setetes air mani yang hina yang ditumpahkan ke dalam rahim, kemudian air mani itu menjadi segumpal darah, lalu dengan kekuasaan Allah diciptakanlah dan disempurnakanlah ia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Dia menjadikannya sepasang, yaitu laki-laki dan perempuan.


Bukankah Tuhan yang menciptakan yang demikian ini berkuasa pula mengembalikan ciptaan setelah hancur?
Tentu, sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala Mahakuasa atas hal itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Lalu Allah menjadikan daripadanya) dari air mani yang telah menjadi segumpal darah, segumpal daging


(sepasang) dua jenis


(laki-laki dan perempuan) terkadang menjadi satu dan terkadang tersendiri.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 36)

As-Saddi mengatakan, makna yang dimaksud ialah apakah manusia mengira bahwa dirinya tidak dibangkitkan hidup kembali?
Menurut Mujahid, Imam Syafii, dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, maknanya apakah manusia mengira bahwa dia tidak dikenakan perintah dan larangan?
Tetapi makna lahiriah ayat menunjukkan pengertian umum yang mencakup kedua keadaan tersebut.
Dengan kata Lain, dapat disebutkan bahwa tidaklah ia dibiarkan begitu saja di dunia ini tanpa dikenakan perintah dan larangan, dan tidak dibiarkan pula di dalam kuburnya dengan sia-sia tanpa dibangkitkan kembali;
bahkan dia dikenai perintah dan larangan di dunia ini, lalu digiring kembali kepada Allah di hari kemudian setelah dibangkitkan.

Makna yang dimaksud ialah menguatkan adanya hari berbangkit dan sekaligus menyanggah pendapat orang yang mengingkarinya dari kalangan orang-orang yang sesat, bodoh, lagi pengingkar kebenaran.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan hal yang menunjukkan adanya hari berbangkit itu melalui penciptaan manusia dari permulaannya:

Bukankah dia dahulu setetes mani (nutfah) yang ditumpahkan (ke dalam rahim)?
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 37)

Artinya, tidakkah manusia ingat bahwa asal dirinya adalah nutfah yang lemah berupa air mani yang dipancarkan dari sulbi ke dalam rahim.

kemudian nutfah itu menjadi ‘alaqah, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 38)

Yakni lalu jadilah ia ‘alaqah, kemudian diberi bentuk, lalu ditiupkan firman berikutnya:

lalu Allah menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 39)

Lalu disebutkan pula dalam firman berikutnya:

Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 40)

Yaitu bukankah Tuhan yang menciptakan makhluk yang sempurna ini dari nutfah yang lemah berkuasa pula untuk mengembalikannya hidup seperti semula ketika Dia menciptakannya?

Kekuasaan mengembalikan hidup seperti semula ini adakalanya tersimpulkan melalui analogi prima bila dikaitkan dengan permuiaan penciptaan, atau adakalanya melalui analogi sepadan.
Ada dua pendapat mengenainya, yang tersimpulkan dari makna firman-Nya:

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikannya (menghidupkannya) kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya.
(Ar-Rum:
27)

Tetapi pendapat pertamalah yang lebih terkenal, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam tafsir surat Ar-Rum keterangannya dengan lengkap;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabah, telah menceritakan kepada kami Syababah, dari Syu’bah, dari Musa ibnu Abu Aisyah, dari seseorang, bahwa dia berada di atas puncak rumah membaca Alquran dengan suara yang keras.
Manakala bacaannya sampai pada firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 40)
Maka ia mengucapkan,
"Mahasuci Engkau, ya Allah, bukan demikian."
Ketika ia ditanya mengenai hal itu, maka ia menjawab bahwa dirinya pernah mendengar Rasulullah ﷺ mengucapkan demikian.

Abu Daud rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Musa ibnu Abu Aisyah yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki salat di atas rumahnya, dan manakala ia membaca firman-Nya:
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 40)
Lalu ia berkata,
"Mahasuci Engkau, bukan demikian."
Kemudian mereka bertanya kepadanya tentang hal tersebut.
Ia menjawab, bahwa dirinya telah mendengar Rasulullah ﷺ mengatakannya.

Hadis ini diriwayatkan secara tunggal oleh Imam Abu Daud, dan mengenai nama sahabat yang tidak disebutkan tidak menjadi masalah bagi hadis ini (sebab semua sahabat dinilai adil).

Imam Abu Daud mengatakan pula:


telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnu Muhammad Az-Zuhri, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepadaku Ismail ibnu Umayyah;
bahwa ia mendengar seorang Badui mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda,
"Barang siapa dari kamu membaca surat At-Tin, lalu bacaannya sampai pada firman Allah subhanahu wa ta’ala:
‘Bukankah Allah adalah Hakim yang seadil-adilnya?
‘ (QS. At-Tin [95]: 8)
Hendaklah ia menjawab:
‘Bukan demikian yang sebenarnya, dan aku termasuk orang-orang yang menyaksikan hal tersebut.’ Dan barang siapa yang membaca firman-Nya:
‘Aku bersumpah dengan hari kiamat (QS. Al-Qiyaamah [75]: 1).
Lalu bacaannya sampai pada firman-Nya:
‘Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?’ (QS. Al-Qiyaamah [75]: 40)
Hendaklah ia mengucapkan, ‘Bukan demikian sebenarnya.’ Dan barang siapa yang membaca surat Al-Mursalat, lalu bacaannya sampai pada firman Allah subhanahu wa ta’ala:
‘Maka kepada perkataan apakah selain Alquran ini mereka beriman?’ (QS. Al-Mursalat [77]: 50)
Hendaklah iamengucapkan:
‘Kami beriman kepada Allah’."

Imam Ahmad meriwayatkan ini dari Sufyan ibnu Uyaynah, dan Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Ibnu Abu Umar ibnu Sufyan ibnu Uyaynah dengan sanad yang sama.
Syu’bah telah meriwayatkannya dari Ismail ibnu Umayyah yang mengatakan bahwa aku bertanya kepada Ismail,
"Siapakah yang menceritakan ini kepadamu?"
Ia menjawab,
"Seorang lelaki yang jujur, dari Abu Hurairah."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bisyr, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 40)
Telah diceritakan kepada kami, bahwa Rasulullah ﷺ apabila membaca ayat ini selalu mengucapkan:
Bukan demikian sebenarnya, Mahasuci Engkau.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Az-Zubairi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abu Ishaq, dari Muslim Al-Batin.
dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa bacaannya pernah sampai pada firman-Nya:
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian
"berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
(QS. Al-Qiyaamah [75]: 40)
Lalu Ibnu Abbas mengucapkan,
"Mahasuci Engkau, hal yang sebenarnya bukan demikian."

Unsur Pokok Surah Al Qiyaamah (القيامة)

Surat Al Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Qari‘ah.

Dinamai "Al Qiyaamah" (hari kiamat) diambil dari perkataan "Al Qiyaamah" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Kepastian terjadinya hari kiamat dan huru-hara yang terjadi padanya.
▪ Jaminan Allah terhadap ayat-ayat Alquran dalam dada Nabi sehingga Nabi tidak lupa tentang urutan arti dan pembacaannya.
▪ Celaan Allah kepada orang-orang musyrik yang lebih mencintai dunia dan meninggalkan akhirat.
▪ Keadaan manusia di waktu sakaratul maut.

Ayat-ayat dalam Surah Al Qiyaamah (40 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 40 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qiyaamah (75) : 1-40 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 40

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qiyaamah ayat 39 - Gambar 1 Surah Al Qiyaamah ayat 39 - Gambar 2
Statistik QS. 75:39
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qiyaamah.

Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة , “Hari Kiamat”) adalah surah ke-75 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Qari’ah.
Kata Al-Qiyamah (hari kiamat) diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah75
Nama SurahAl Qiyaamah
Arabالقيامة
ArtiKiamat
Nama lainLa uqsimu bi yaumil qiyamah
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu31
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat40
Jumlah kata144
Jumlah huruf676
Surah sebelumnyaSurah Al-Muddassir
Surah selanjutnyaSurah Al-Insan
Sending
User Review
4.7 (11 votes)
Tags:

75:39, 75 39, 75-39, Surah Al Qiyaamah 39, Tafsir surat AlQiyaamah 39, Quran Al Qiyamah 39, Al-Qiyamah 39, Surah Al Qiyamah ayat 39

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 30 [QS. 76:30]

30. Terkadang ada yang merasa memiliki kemampuan untuk mewujudkan kehendaknya, Allah menampik anggapan tersebut. Tetapi kamu tidak mampu menempuh jalan itu, kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, … 76:30, 76 30, 76-30, Surah Al Insaan 30, Tafsir surat AlInsaan 30, Quran Al Insan 30, Al-Insan 30, Surah Al Insan ayat 30

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 63 [QS. 56:63]

63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar d … 56:63, 56 63, 56-63, Surah Al Waaqi’ah 63, Tafsir surat AlWaaqiah 63, Quran Al Waqiah 63, AlWaqiah 63, Al-Waqi’ah 63, Surah Al Waqiah ayat 63

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Fungsi pakaian adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

+

Array

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Benar! Kurang tepat!

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … qada nasib baik

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … pelindung pewaris penyemangat penyinar di alam kubur sebuah petunjuk Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #27

Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun. 23 13 22 20 10 Benar! Kurang tepat! Surah yang terpendek dalam Alquran

Instagram