QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 8 [QS. 28:8]

فَالۡتَقَطَہٗۤ اٰلُ فِرۡعَوۡنَ لِیَکُوۡنَ لَہُمۡ عَدُوًّا وَّ حَزَنًا ؕ اِنَّ فِرۡعَوۡنَ وَ ہَامٰنَ وَ جُنُوۡدَہُمَا کَانُوۡا خٰطِئِیۡنَ
Fal taqathahu aalu fir’auna liyakuuna lahum ‘aduu-wan wahazanan inna fir’auna wahaamaana wajunuudahumaa kaanuu khaathi-iin(a);

Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.
Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
―QS. 28:8
Topik ▪ Pahala Iman
28:8, 28 8, 28-8, Al Qashash 8, AlQashash 8, AlQasas 8, Al Qasas 8, AlQasas 8, Al-Qasas 8

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 8

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Benarlah apa yang dijanjikan Allah kepada ibu Musa Setelah anak itu dibungkus badannya dengan bendungan (kain pembalut bayi) dan dimasukkan ke dalam peti agar jangan tenggelam, di lemparkanlah dia ke sungai Nil dan dibawalah dia oleh arus sungai itu ke istana Firaun yang dibangun di tepi sungai itu.
Kebetulan saja di waktu itu salah seorang keluarga Firaun sedang berada di sana.
Ketika melihat sebuah peti, terapung-apung hanya dibawa arus sungai, diambilnya peti itu dibawanya kepada istrinya Firaun lalu dibukanya agar diketahui isinya.
Alangkah terkejutnya dia ketika melihat bahwa isi peti itu adalah seorang bayi dan ketika itu juga timbullah kasih sayangnya kepada bayi itu.
Dengan cepat dibawanya bayi itu kepada Firaun.
Tanpa ragu-ragu Firaun memerintahkan kepada istrinya supaya anak itu dibunuhnya karena dia takut kalau-kalau bayi itu keturunan seorang Bani Israil.
Tetapi istri Firaun membujuknya agar tidak membunuhnya.
Siapa tahu di belakang hari anak itu akan berjasa kepada Firaun dan kerajaannya.
Akhirnya Firaun mengizinkan supaya diasuh dan dipelihara oleh istrinya.

Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa diizinkannya anak itu diasuh di istana Firaun adalah supaya anak itu bila telah besar nanti akan menjadi musuhnya yang paling besar yang akan menumbangkan kekuasaannya, bukan sebagai seorang yang akan berjasa dan berbakti kepadanya.
Demikianlah Allah menakdirkan bagi keruntuhan kekuasaan Firaun.
Dipungutnya sendiri seorang anak yang akan menentangnya dan mencelakakannya di belakang hari, sebagai balasan atas kesombongan dan kelalimannya dan tindakan kejamnya terhadap Bani Israil.
Memang sesungguhnya Firaun dan Haman sebagai tangan kanannya demikian pula tentaranya, telah berbuat kesalahan besar dengan melakukan kekejaman itu.
Sudah sewajarnyalah Allah menghancurkan kekuasaannya dengan perantaraan seorang anak dari Bani Israil yang dihinakannya itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bayi itu kemudian dipungut oleh keluarga Fir’aun agar, dengan demikian, akan terwujud takdir Allah yang hendak menjadikan Musa sebagai rasul yang melawan Fir’aun dan keluarganya, dan yang akan menjadi sumber kedukaan mereka dengan menganggap batil kepercayaan mereka serta mendobrak tirani mereka.
Sesungguhnya Fir’aun, Haman dan para pengikut mereka adalah orang-orang yang berdosa, yang sangat zalim dan perusak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka ia dipungut) berikut petinya pada keesokan harinya (oleh keluarga) yakni pembantu-pembantu (Firaun) lalu peti itu diletakkan di hadapan Firaun dan Musa dikeluarkan dari dalam peti, di kala itu Musa sedang mengisap jempolnya dari jempol itu keluar air susu (yang akibatnya dia bagi mereka akan menjadi) pada akhirnya Musa akan menjadi (musuh) kelak akan membunuh kaum laki-laki mereka (dan kesedihan) karena akan menindas kaum wanita mereka.

Lafal Hazanan di sini bermakna Isim Fa’il karena diambil dari lafal Hazinahu yang semakna dengan lafal Ahzanahu.

(Sesungguhnya Firaun dan Haman) pembantu Firaun (beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah).

Lafal Khathi-ina berasal dari Al Khathi-ah, artinya orang-orang yang durhaka, maka mereka dihukum oleh perbuatannya sendiri.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Akibatnya adalah apa yang ditakdirkan oleh Allah, di mana Musa akhirnya menjadi musuh bagi mereka dengan menyelisihi agama mereka, memasukkan mereka dalam kesulitan dengan menenggelamkan mereka, melenyapkan kerajaan mereka melalui tangannya.
Sesungguhnya Fir’aun, Haman dan bala tentaranya adalah orang-orang yang berbuat dosa lagi musyrik.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah istri Fir’aun membuka peti itu, ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi laki-laki yang sangat tampan, lucu serta bercahaya, dan Allah menjatuhkan rasa cinta ke dalam hati istri Fir’aun terhadap Musa saat memandangnya.
Demikian itu merupakan kehendak Allah yang telah menakdirkan istri Fir’aun sebagai orang yang bahagia dan menakdirkan suaminya sebagai orang yang celaka.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.
(Al Qashash:8), hingga akhir ayat.

Muhammad ibnu Ishaq dan lain-lainnya mengatakan bahwa huruf lam dalam ayat ini mengandung makna aqibah (akibat), bukan lam ta’lil (penyebab) karena mereka tidak berniat untuk mencari musuh dan kesedihan dengan memungut bayi itu.
Tidak diragukan lagi bahwa makna lahiriah lafaz memang menunjukkan pengertian itu.
Tetapi jika ditinjau dari segi konteksnya, sesungguhnya lam tersebut tetap bermakna ta’lil, dengan pengertian bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan mereka memungutnya sebagai musuh dan kesedihan bagi mereka, sehingga pengertiannya lebih kuat dalam membatalkan sikap hati-hati mereka terhadapnya.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
(Al Qashash:8)

Telah diriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar ibnu Abdul Aziz bahwa ia menulis sepucuk surat kepada suatu kaum dari kalangan golongan Qadariyah untuk menyanggah kedustaan mereka terhadap keputusan Allah dan takdir-Nya yang telah berada di dalam pengetahuan-Nya yang terdahulu pasti akan terlaksana, yaitu tentang masalah Musa menurut pengetahuan Allah yang terdahulu ditetapkan sebagai musuh dan kesedihan bagi Fir’aun.
Allah telah berfirman: dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.
(Al Qashash:6) Kalian telah mengatakan bahwa seandainya Allah menghendaki, bisa saja Fir’aun menjadi penolong dan pendukung Musa.
Padahal Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman: yang akhirnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.
(Al Qashash:8)


Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qashash (28) ayat 8 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 8 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 8 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”28-8″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 28:8
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah28
Nama SurahAl Qashash
Arabالقصص
ArtiKisah
Nama lainMusa dan Fir’aun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu49
JuzJuz 20
Jumlah ruku'9 ruku'
Jumlah ayat88
Jumlah kata1443
Jumlah huruf5933
Surah sebelumnyaSurah An-Naml
Surah selanjutnyaSurah Al-'Ankabut
4.5
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Qs al-qasas ayat 8 ▪ Quran surah 28 ayat 8 ▪ surat al qoshoh ayat 8

Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta