QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 77 [QS. 28:77]

وَ ابۡتَغِ فِیۡمَاۤ اٰتٰىکَ اللّٰہُ الدَّارَ الۡاٰخِرَۃَ وَ لَا تَنۡسَ نَصِیۡبَکَ مِنَ الدُّنۡیَا وَ اَحۡسِنۡ کَمَاۤ اَحۡسَنَ اللّٰہُ اِلَیۡکَ وَ لَا تَبۡغِ الۡفَسَادَ فِی الۡاَرۡضِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُحِبُّ الۡمُفۡسِدِیۡنَ
Waabtaghi fiimaa aataakallahuddaara-aakhirata walaa tansa nashiibaka minaddunyaa wa-ahsin kamaa ahsanallahu ilaika walaa tabghil fasaada fiil ardhi innallaha laa yuhibbul mufsidiin(a);

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
―QS. 28:77
Topik ▪ Takwa ▪ Kewajiban hamba pada Allah ▪ Tugas rasul hanya menyampaikan
28:77, 28 77, 28-77, Al Qashash 77, AlQashash 77, AlQasas 77, Al Qasas 77, AlQasas 77, Al-Qasas 77

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 77

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk yang ditujukan kepada Karun oleh kaumnya.
Barangsiapa mengamalkan nasihat dan petunjuk itu akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan di akhirat kelak.

1.
Orang yang dianugerahi oleh Allah subhanahu wa ta’ala kekayaan yang berlimpah-limpah, perbendaharaan harta yang bertumpuk-tumpuk serta nikmat yang banyak, hendaklah ia memanfaatkan di jalan Allah, patuh dan taat pada perintah-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di dunia dan di akhirat.
Sabda Nabi ﷺ:

Manfaatkan yang lima sebelum datang (lawannya) yang lima; mudamu sebelum tuanmu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu.
(H.R. Baihaki dari Ibnu Abbas)

2.
Janganlah seseorang itu meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik berupa makanan, minuman dan pakaian serta kesenangan-kesenangan yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, karena baik untuk Tuhan, untuk diri sendiri maupun keluarga, semuanya itu mempunyai hak atas seseorang yang harus dilaksanakan.
Sabda Nabi Muhammad ﷺ:

Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya.
Don laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok.
(H.R. Ibnu Asakir)

3.
Seseorang harus berbuat baik sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berbuat baik kepadanya, membantu orang-orang yang berkeperluan, pembangunan mesjid.
madrasah, pembinaan rumah yatim piatu di panti asuhan dengan harta yang dianugerahkan Allah kepadanya dan dengan kewibawaan yang ada padanya, memberikan senyuman yang ramah tamah di dalam perjumpaannya dan lain sebagainya.

4.
Janganlah seseorang itu berbuat kerusakan di atas bumi, berbuat jahat kepada sesama makhluk Allah, karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan menghormati mereka, bahkan Allah tidak akan memberikan rida dan rahmat-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan jadikanlah sebagian dari kekayaan dan karunia yang Allah berikan kepadamu di jalan Allah dan amalan untuk kehidupan akhirat.
Janganlah kamu cegah dirimu untuk menikmati sesuatu yang halal di dunia.
Berbuat baiklah kepada hamba-hamba Allah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu dengan mengaruniakan nikmat-Nya.
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi dengan melampaui batas- batas Allah.
Sesungguhnya Allah tidak meridai orang-orang yang merusak dengan perbuatan buruk mereka itu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan carilah) upayakanlah (pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kalian) berupa harta benda (kebahagiaan negeri akhirat) seumpamanya kamu menafkahkannya di jalan ketaatan kepada Allah (dan janganlah kamu melupakan) jangan kamu lupa (bagianmu dari kenikmatan duniawi) yakni hendaknya kamu beramal dengannya untuk mencapai pahala di akhirat (dan berbuat baiklah) kepada orang-orang dengan bersedekah kepada mereka (sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat) mengadakan (kerusakan di muka bumi) dengan mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat.

(Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan) maksudnya Allah pasti akan menghukum mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Carilah dengan harta yang telah Allah berikan kepadamu pahala akhirat dengan melakukan amal ketaatan kepada Allah di dunia.
Jangan meninggalkan bagianmu di dunia dengan cara menolak menikmati yang halal tanpa berlebih-lebihan.
Berbuat baiklah kepada manusia dengan bersedekah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu melalui harta yang melimpah tersebut.
Jangan mencari apa yang Allah haramkan atas kalian berupa perbuatan merusak di muka bumi dan pelanggaran tehadap kaummu.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan dan Dia akan membalas mereka atas perbuatan buruk mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 77)

Maksudnya, gunakanlah harta yang berlimpah dan nikmat yang bergelimang sebagai karunia Allah kepadamu ini untuk bekal ketaatan kepada Tuhanmu dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengerjakan berbagai amal pendekatan diri kepada-Nya, yang dengannya kamu akan memperoleh pahala di dunia dan akhirat.

dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 77)

Yakni yang dihalalkan oleh Allah berupa makanan, minuman, pakaian, rumah dan perkawinan.
Karena sesungguhnya engkau mempunyai kewajiban terhadap Tuhanmu, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap dirimu sendiri, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap keluargamu, dan engkau mempunyai kewajiban terhadap orang-orang yang bertamu kepadamu, maka tunaikanlah kewajiban itu kepada haknya masing-masing.

dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 77)

Artinya, berbuat baiklah kepada sesama makhluk Allah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.

dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 77)

Yaitu janganlah cita-cita yang sedang kamu jalani itu untuk membuat kerusakan di muka bumi dan berbuat jahat terhadap makhluk Allah.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 77)


Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qashash (28) ayat 77 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 77 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 77 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Qasas (28) ayat 77 - Wira Praja (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Qasas (28) ayat 77 - Wira Praja (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 28:77
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.8
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending







Pembahasan ▪ 28:77 ▪ surat al qhasas tentang berbuat kebaikan ▪ tafsir qs al qasas 77 ▪ Qs 28:77 ▪ q s al-qashash 77 ▪ q s 28:77 ▪ qs al qashash 28:77 ▪ qs al qashash 77 ▪ surah al-qashas/28:77 ▪ ayat Q s al-qashas : 68 ▪ qs al qashas beebuat baik

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta