QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 61 [QS. 28:61]

اَفَمَنۡ وَّعَدۡنٰہُ وَعۡدًا حَسَنًا فَہُوَ لَاقِیۡہِ کَمَنۡ مَّتَّعۡنٰہُ مَتَاعَ الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ثُمَّ ہُوَ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ مِنَ الۡمُحۡضَرِیۡنَ
Afaman wa’adnaahu wa’dan hasanan fahuwa laaqiihi kaman matta’naahu mataa’al hayaatiddunyaa tsumma huwa yaumal qiyaamati minal muhdhariin(a);

Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi, kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
―QS. 28:61
Topik ▪ Zuhud ▪ Dunia penjara orang mukmin dan surga orang kafir ▪ Pahala Iman
28:61, 28 61, 28-61, Al Qashash 61, AlQashash 61, AlQasas 61, Al Qasas 61, AlQasas 61, Al-Qasas 61

Tafsir surah Al Qashash (28) ayat 61

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 61. Oleh Kementrian Agama RI

Susunan kata-kata dalam ayat ini, berbentuk pertanyaan untuk meyakinkan, sehingga orang-orang yang kafir itu dengan penuh kesadaran akan mengakui mana yang lebih baik.
Apakah orang-orang yang akan dijanjikan Allah, apabila mereka itu taat kepada-Nya menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya akan dikaruniai nikmat di akhirat nanti yang tidak pernah dilihat oleh mata, di dengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati seseorang.
Manusia yang berjanji itu akan terpenuhi harapannya karena Allah itu selalu memenuhi janji-Nya dan tidak pernah menyalahi-Nya, sebagaimana firman-Nya di dalam Alquran:

Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 9)

Mana yang lebih baik antara orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhkan larangan-Nya dengan orang-orang yang memilih kesenangan duniawi tetapi tidak menaati perintah Allah dan mengerjakan larangan-larangan-Nya.
Menurut akal yang sehat, tentunya golongan pertama lebih baik dari golongan kedua.
Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir itu diberi kesenangan duniawi, tetapi di akhirat nanti dimasukkan ke dalam neraka, seburuk-buruk tempat tinggal sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Jahannam itu, seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 66)

Sedang orang-orang mukmin yang sabar dan tabah menghadapi cobaan dunia yang tidak enteng itu, karena yakin akan janji Allah, tetapi di akhirat nanti mereka dimasukkan ke dalam surga tempat tinggal yang baik, peristirahatan yang indah, mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Penghuni-penghuni surga pada hari itu, paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 24)

Dan firman-Nya:

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman) yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula).
(Q.S. Ar Ra’d: 35)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang yang beriman dan beramal saleh yang berhak mendapatkan janji baik Allah berupa pahala dan surga–dan dia pasti akan mendapatkannya–tidaklah sama dengan orang kafir yang mengerjakan keburukan serta tertipu oleh kesenangan dunia dan perhiasannya.
Orang kafir itu pun termasuk di antara mereka yang akan dihadirkan untuk dihitung dan binasa dalam siksaan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik lalu ia memperolehnya) janji yang dimaksud adalah surga (sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi) yang dalam waktu dekat pasti akan lenyap (kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret) ke dalam neraka.

Orang yang dimaksud pada lafal pertama adalah orang Mukmin dan pada lafal kedua adalah orang kafir maksudnya tidak ada persamaan di antara keduanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang yang Kami janjikan kepadanya dengan surga atas ketaatannya, lalu dia mendapatkan dan merengkuh janji tersebut, sama dengan orang yang Kami berik kenikmatan dunia lalu dia pun menikmatinya, dia lebih mementingkan kesenangan dunia di atas akhirat, kemudian di Hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang dihadirkan untuk dihisab dan mendapatkan balasan??
Kedua kubu tersebut tidaklah sama.
Maka hendaknya orang yang berakal memilih untuk dirinya apa yang lebih patut untuk dipilih, yaitu menaati Allah dan mencari ridha-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga), lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi, kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
(Q.S. Al-Qashash [28]: 61)

Maksudnya, apakah orang yang beriman lagi membenarkan apa yang telah dijanjikan oleh Allah berupa pahala yang pasti diperolehnya sebagai imbalan atas amal-amal saleh yang dikerjakannya, sama dengan orang yang kafir lagi mendustakan hari pertemuan dengan Allah serta mendustakan janji dan ancaman-Nya, dan yang diperolehnya hanyalah kenikmatan hidup di dunia yang sangat sebentar.

kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?
(Q.S. Al-Qashash [28]: 61)

Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa makna muhdarin ialah orang-orang yang diazab.
Kemudian ada pula yang mengatakan bahwa sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan perbandingan antara Rasulullah ﷺ dan Abu Jahal.
Menurut pendapat yang lainnya lagi antara Hamzah, Ali di suatu pihak, dan di pihak lain Abu Jahal.
Kedua riwayat ini diketengahkan oleh Mujahid.
Makna lahiriah ayat menunjukkan pengertian umum, perihalnya sama dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala saat menceritakan perihal orang mukmin yang masuk surga saat ia melihat temannya yang berada di dasar neraka, sedangkan dia berada di tingkatan yang tinggi di surga, lalu orang mukmin itu mengatakan sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:

jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
(Q.S. As-Saffat [37]: 57)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka).
(Q.S. As-Saffat [37]: 158)


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Qashash (28) Ayat 61

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid.
Menurut sumber riwayat lain, ayat ini (al-Qashash: 61) turun sebagai penjelasan perihal perbedaan antara Hamzah (paman Nabi) dan Abu Jahl.
Bahwa ayat, a fa maw wa’adnaahu wa’dan hasanaa… (maka apakah orang yang kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik [surge]…) (al-Qashash: 61) turun sebagai penjelasan perihal perbedaan antara Nabi dan Abu Jahl bin Hisyam.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Qashash (القصص)
Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan “Al Qashash”,
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata “Al Qashash” yang berarti “cerita”.

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musa ‘alaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, ya’ni pengalaman­nya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musa ‘alaihis salam telah selamat dari pengejar­an orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat­ sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barangsiapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam per­juangannya menghadapi musuh-musuh agama.
Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musa ‘alaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentu­an itu
alam adalah fana hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kem­bali kepada Allah
Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil
Musa a.s. dilemparkan ke sungai Nil
seorang Qibthi terbunuh oleh Musa a.s.
Musa a.s. di Mad-yan
Musa a.s. menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur
kisah Karun.

Lain-lain:

Al Qur’an menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ
akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat
hikmah Al Qur’an diturunkan secara berangsur­ angsur
hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman
Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri
Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya
keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka dihari kiamat
pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia
Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan
janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Al Qashash (88 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qashash (28) ayat 61 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 61 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qashash (28) ayat 61 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qashash - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 88 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 28:61
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-'Ankabut
4.4
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta