Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Qashash (Kisah) - surah 28 ayat 15 [QS. 28:15]

وَ دَخَلَ الۡمَدِیۡنَۃَ عَلٰی حِیۡنِ غَفۡلَۃٍ مِّنۡ اَہۡلِہَا فَوَجَدَ فِیۡہَا رَجُلَیۡنِ یَقۡتَتِلٰنِ ٭۫ ہٰذَا مِنۡ شِیۡعَتِہٖ وَ ہٰذَا مِنۡ عَدُوِّہٖ ۚ فَاسۡتَغَاثَہُ الَّذِیۡ مِنۡ شِیۡعَتِہٖ عَلَی الَّذِیۡ مِنۡ عَدُوِّہٖ ۙ فَوَکَزَہٗ مُوۡسٰی فَقَضٰی عَلَیۡہِ ٭۫ قَالَ ہٰذَا مِنۡ عَمَلِ الشَّیۡطٰنِ ؕ اِنَّہٗ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِیۡنٌ
Wadakhalal madiinata ‘ala hiini ghaflatin min ahlihaa fawajada fiihaa rajulaini yaqtatilaani hadzaa min syii’atihi wahadzaa min ‘aduu-wihi faastaghaatsahul-ladzii min syii’atihi ‘alaal-ladzii min ‘aduu-wihi fawakazahu muusa faqadha ‘alaihi qaala hadzaa min ‘amalisy-syaithaani innahu ‘aduu-wun mudhillun mubiinun;
Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi;
yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan yang seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir‘aun).
Orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk (mengalahkan) orang yang dari pihak musuhnya, lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu.
Dia (Musa) berkata,
“Ini adalah perbuatan setan.
Sungguh, dia (setan itu) adalah musuh yang jelas menyesatkan.”
―QS. Al Qashash [28]: 15

Daftar isi

And he entered the city at a time of inattention by its people and found therein two men fighting:
one from his faction and one from among his enemy.
And the one from his faction called for help to him against the one from his enemy, so Moses struck him and (unintentionally) killed him.
(Moses) said,
"This is from the work of Satan.
Indeed, he is a manifest, misleading enemy."
― Chapter 28. Surah Al Qashash [verse 15]

وَدَخَلَ dan (Musa) masuk

And he entered
ٱلْمَدِينَةَ kota

the city
عَلَىٰ atas

at
حِينِ sewaktu

a time
غَفْلَةٍ lalai/lengah

(of) inattention
مِّنْ dari

of
أَهْلِهَا penduduknya

its people
فَوَجَدَ maka dia mendapatkan

and found
فِيهَا di dalamnya (kota)

therein
رَجُلَيْنِ dua orang laki-laki

two men
يَقْتَتِلَانِ keduanya perang/berkelahi

fighting each other;
هَٰذَا ini (orang)

this
مِن dari

of
شِيعَتِهِۦ golongannya

his party
وَهَٰذَا dan ini (orang)

and this
مِنْ dari

of
عَدُوِّهِۦ musuhnya

his enemy.
فَٱسْتَغَٰثَهُ maka meminta tolong kepadanya

And called him for help
ٱلَّذِى yang

the one who
مِن dari

(was) from
شِيعَتِهِۦ golongannya

his party
عَلَى atas

against
ٱلَّذِى (orang) yang

the one who
مِنْ dari

(was) from
عَدُوِّهِۦ musuhnya

his enemy,
فَوَكَزَهُۥ maka meninjunya

so Musa struck him with his fist *[meaning includes next or prev. word]
مُوسَىٰ Musa

so Musa struck him with his fist *[meaning includes next or prev. word]
فَقَضَىٰ lalu menentukan/mati

and killed him. *[meaning includes next or prev. word]
عَلَيْهِ atasnya (musuhnya)

and killed him. *[meaning includes next or prev. word]
قَالَ (Musa) berkata

He said,

Tafsir Quran

Surah Al Qashash
28:15

Tafsir QS. Al-Qashash (28) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Pada suatu hari, Musa menyelinap masuk ke kota tanpa diketahui orang banyak, ketika orang-orang sedang tidur siang hari sesudah waktu Zuhur.
Di sana ia melihat dua orang sedang berkelahi, yang seorang dari kaum Bani Israil dan seorang lagi dari penduduk asli negeri Mesir yang dianggapnya sebagai musuh karena selalu menghina dan menganggap rendah golongan Bani Israil.

Orang yang berasal dari Bani Israil berteriak meminta tolong untuk melepaskan diri dari kekejaman lawannya.

Didorong rasa fanatik kepada kaumnya, dengan cepat Musa memburu orang Mesir itu.

Karena amarah dan tanpa memikirkan akibat perbuatannya, Musa memukul orang Mesir itu dengan sekuat tenaga.
Akibat pukulan itu, orang Mesir itu roboh seketika dan mati.

Sebenarnya Musa tidak berniat sama sekali hendak membunuhnya, tetapi ternyata orang itu mati hanya dengan sekali pukulan saja.
Musa amat menyesal atas ketelanjurannya dan menganggap tindakannya itu salah, tindakan yang tergopoh-gopoh.

Dia berkata kepada dirinya sendiri bahwa perbuatannya adalah perbuatan setan yang selalu memperdayakan manusia agar melakukan kezaliman dan maksiat.
Sesungguhnya ia telah terperosok masuk perangkap setan yang menjadi musuh manusia dan selalu berusaha untuk menyesatkannya.

Tafsir QS. Al Qashash (28) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Musa memasuki Mesir pada saat para penduduknya dalam keadaan lengah.
Di sana, ia menemukan dua orang lelaki sedang berkelahi.


Yang satu berasal dari kalangan Bani Israil dan yang lain adalah pengikut Fir’aun.
Orang Bani Israil itu meminta bantuan Musa melawan musuhnya.


Musa pun membantunya dengan memukul pengikut Fir’aun dengan kepalan tangannya.
Ia pun akhirnya mati, padahal Musa tidak bermaksud membunuhnya.


Musa merasa bersalah dan mengatakan,
"Keberanianku melakukan hal ini sungguh merupakan perbuatan setan.
Sungguh, setan adalah musuh yang amat jelas permusuhan dan kesesatannya. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Musa masuk kota secara sembunyi-sembunyi saat penduduknya lengah.
Dia melihat dua orang sedang bertikai, salah satunya dari kaum Musa Bani Israil, sedangkan yang lainnya dari kaum Fir’aun.


Orang yang berasal dari kaum Musa meminta bantuan kepada Musa atas orang yang berasal dari kaum Fir’aun.
Maka Musa memukulnya dengan seluruh telapak tangannya lalu dia mati.


Musa berkata saat membunuhnya:
Ini adalah godaan setan, dia menggugah kemarahanku sampai aku memukul orang ini hingga dia mati.
Sesungguhnya setan adalah musuh bagi manusia, menyesatkan dari jalan yang lurus, permusuhannya kentara.


Perbuatan yang dilakukan oleh Musa ini terjadi sebelum dia menjadi Nabi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan masuklah) Musa


(ke kota) yakni ke kota Firaun, yaitu kota Memphis, sesudah sekian lama ia meninggalkannya


(ketika penduduknya sedang lengah) yaitu, pada saat orang-orang istirahat di siang hari


(maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi, yang seorang dari bangsanya) dari kalangan Bani Israel


(dan seorang lagi dari musuhnya) yakni, seorang bangsa Mesir.
Pada mulanya orang Mesir itu menghina warga Bani Israel itu sewaktu orang Mesir itu menyuruhnya untuk membawa kayu bakar ke dapur raja Firaun.


(Maka orang yang dari bangsanya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya) Musa berkata kepada orang Mesir itu,
"Lepaskanlah dia dan biarkan dia pergi!".
Menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa orang Mesir itu berkata kepada Musa,
"Sungguh aku berniat untuk menyeretnya ke hadapanmu"


(lalu Musa meninjunya) memukulnya dengan kepalan tangannya.
Musa sangat kuat lagi keras pukulannya


(dan musuhnya itupun mati).
Musa telah membunuhnya, padahal Musa tidak bermaksud untuk membunuh, lalu ia menguburnya di dalam pasir


(Musa berkata,
"Ini adalah) membunuh orang ini


(perbuatan setan) yang telah menggelorakan amarahku


(sesungguhnya setan itu adalah musuh) bagi anak Adam


(yang menyesatkan) dia


(lagi nyata.") permusuhannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah menceritakan tentang masa bayi Musa, lalu Allah menceritakan masa dewasanya, bahwa setelah Musa berusia dewasa, Dia menganugerahkan kepadanya hikmah dan ilmu.
Menurut Mujahid ditafsirkan dengan kenabian.

Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
(QS. Al-Qashash [28]: 14)

Selanjutnya Allah menceritakan penyebab atau latar belakang yang menghantarkan Musa sampai kepada tingkatan kenabian dan diajak berbicara langsung oleh-Nya sesuai dengan apa yang telah ditakdirkan untuknya, yaitu keterlibatannya dalam kasus pembunuhan terhadap seorang Egypt.
Peristiwa inilah yang melatarbelakangi keluarnya dia dari negeri Mesir menuju ke negeri Madyan.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah.
(QS. Al-Qashash [28]: 15)

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ata Al-Khurrasani, dari Ibnu Abbas, bahwa hal tersebut terjadi antara waktu magrib dan isya.
Ibnul Munkadir meriwayatkan dari Ata ibnu Yasar, dari Ibnu abbas bahwa hal itu terjadi di tengah hari.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair Ikrimah, As-Saddi, dan Qatadah.

maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi.
(QS. Al-Qashash [28]: 15)

Yakni keduanya terlibat dalam perkelahian saling memukul dan saling memaki.

yang seorang dari golongannya.
(QS. Al-Qashash [28]: 15)


Yaitu dari kalangan kaum Bani Israil.


dan seorang (lagi) dari musuhnya.
(QS. Al-Qashash [28]: 15)

Yakni dari kaum Egypt.
Demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas, Qatadah, As-Saddi, dan Muhammad ibnu Ishaq.
Lalu orang Bani Israil meminta tolong kepada Musa ‘alaihis salam, dan Musa menjumpai kesempatan yang baik untuk menolong bangsanya karena saat itu orang-orang sedang lengah.
Lalu ia mendekati orang Egypt itu,

lalu Musa meninjunya dan matilah musuhnya itu.
(QS. Al-Qashash [28]: 15)

Menurut Mujahid, makna wakazahu ialah memukulnya dengan kepalan tinjunya.
Qatadah mengatakan bahwa Musa memukul orang Egypt itu dengan tongkat yang dipegangnya sehingga matilah dia, yakni pukulannya itu menyebabkan kematian orang Mesir tersebut.

Unsur Pokok Surah Al Qashash (القصص)

Surat Al Qashash terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai dengan "Al Qashash",
karena pada ayat 25 surat ini terdapat kata "Al Qashash" yang berarti "cerita".

Ayat ini menerangkan bahwa setelah Nabi Musaalaihis salam bertemu dengan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam ia menceritakan cerita yang berhubungan dengan dirinya sendiri, yakni pengalamannya dengan Fir’aun, sampai waktu ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari bangsa Qibthi tanpa disengaja, Syu’aib ‘alaihis salam menjawab bahwa Musaalaihis salam telah selamat dari pengejaran orang-orang zalim.

Turunnya ayat 25 surat ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad ﷺ dan bagi sahabat-sahabat yang melakukan hijrah ke Madinah, yang menambah keyakinan mereka, bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang menang, sebab ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa yang berhijrah dari tempat musuh untuk mempertahankan keimanan, pasti akan berhasil dalam perjuangannya menghadapi musuh-musuh agama.

Kepastian kemenangan bagi kaum muslimin itu, ditegaskan pada bagian akhir surat ini yang mengandung bahwa setelah hijrah ke Madinah kaum muslimin akan kembali ke Mekah sebagai pemenang dan penegak agama Allah.
Surat Al-Qashash ini adalah surat yang paling lengkap memuat cerita Nabi Musaalaihis salam sehingga menurut suatu riwayat, surat ini dinamai juga surat Musa.

Keimanan:

▪ Allah Yang menentukan segala sesuatu dan manusia harus ridha dengan ketentuan itu.
▪ Alam adalah fana, hanyalah Allah saja Yang Kekal dan semuanya akan kembali kepada Allah.
▪ Allah mengetahui isi hati manusia baik yang dilahirkan ataupun yang disembunyikannya.

Kisah:

▪ Kekejaman Fir’aun dan pertolongan serta karunia Allah kepada Bani Israil.
Musa `alaihis salam dilemparkan ke sungai Nil.
▪ Seorang Qibthi terbunuh oleh Musa `alaihis salam.
Musa `alaihis salam di Mad-yan.
Musa `alaihis salam menerima perintah Allah menyeru Fir’aun di bukit Thur.
▪ Kisah Karun.

Lain-lain:

Alquran menerangkan kisah nabi-nabi dan umat-umat dahulu sebagai bukti kerasulan Muhammad ﷺ.
▪ Akhli kitab yang beriman dengan Nabi Muhammad ﷺ diberi pahala dua kali lipat.
Hikmah Alquran diturunkan secara berangsur-angsur.
▪ Hanya Allah-lah yang memberi taufik kepada hamba-Nya untuk beriman.
▪ Allah menghancurkan penduduk sesuatu negeri adalah karena kezaliman penduduknya sendiri.
▪ Allah tidak mengazab sesuatu umat sebelum diutus rasul kepadanya.
▪ Keadaan orang-orang kafir dan sekutu-sekutu mereka di hari kiamat.
▪ Pergantian siang dan malam adalah rahmat dari Allah bagi manusia.
▪ Allah membalas kebaikan dengan berlipat ganda, sedang balasan kejahatan adalah seimbang dengan apa yang telah dilakukan.
▪ Janji Allah akan kemenangan Nabi Muhammad ﷺ

Audio Murottal

QS. Al-Qashash (28) : 1-88 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 88 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Qashash (28) : 1-88 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 88

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qashash ayat 15 - Gambar 1 Surah Al Qashash ayat 15 - Gambar 2
Statistik QS. 28:15
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qashash.

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,”Cerita-Cerita”) adalah surah ke-28 dalam Alquran.
Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat.
Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

“Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami.
Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: ‘Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.’”

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat.
Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir’aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Nomor Surah 28
Nama Surah Al Qashash
Arab القصص
Arti Kisah
Nama lain Musa dan Fir’aun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 49
Juz Juz 20
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 88
Jumlah kata 1443
Jumlah huruf 5933
Surah sebelumnya Surah An-Naml
Surah selanjutnya Surah Al-‘Ankabut
Sending
User Review
4.4 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

28:15, 28 15, 28-15, Surah Al Qashash 15, Tafsir surat AlQashash 15, Quran AlQasas 15, Al Qasas 15, AlQasas 15, Al-Qasas 15, Surah Al Qasas ayat 15

Video Surah

28:15


More Videos

Kandungan Surah Al Qashash

۞ QS. 28:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 28:6 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 28:7 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:9 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:13 • Allah menepati janji

۞ QS. 28:15 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 28:16 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 28:17 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:20 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:21 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:22 Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 28:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:25 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:28 • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 28:30 Tauhid Rububiyyah • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:31 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 28:32 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:33 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:34 • Sifat Kalam (berfirman)

۞ QS. 28:35 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 28:36 • Mendustai Allah

۞ QS. 28:37 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 28:38 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:39 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 28:40 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 28:41 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Penghinaan orang kafir terhadap Allah • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:42 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 28:43 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 28:46 • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:47 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 28:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 28:50 • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 28:52 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 28:53 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:54 • Amal shaleh sebagai pelebur dosa-dosa kecil • Pelebur dosa kecil • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 28:56 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 28:57 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:58 • Al Warits (Yang mewariskan alam) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 28:59 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:60 • Sifat surga dan kenikmatannya • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 28:61 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 28:62 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:63 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:64 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 28:65 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 28:66 • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 28:67 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 28:68 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 28:69 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 28:70 Tauhid Uluhiyyah • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 28:71 Tauhid Uluhiyyah • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 28:72 Tauhid Uluhiyyah • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 28:73 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:74 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan •

۞ QS. 28:75 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 28:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 28:77 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 28:78 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 28:79 • Macam-macam fitnah

۞ QS. 28:80 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 28:81 • Azab orang kafir

۞ QS. 28:82 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 28:83 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 28:84 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin

۞ QS. 28:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 28:86 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 28:87 Ar Rabb (Tuhan) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 28:88 • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama para nabi

Ayat Pilihan

Dia ciptakan langit tanpa tiang yang kamu lihat & Dia letakkan gunung supaya bumi tak goyangkan kamu, dan kembangbiakkan padanya segala jenis binatang.
Dan Kami turunkan hujan, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuhan yang baik
QS. Luqman [31]: 10

Segala puja & puji kita persembahkan kepada Allah semata,
karena Dialah Yang menciptakan & memelihara seluruh makhluk.
QS. Al-Fatihah [1]: 2

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri kepada sesama,
yaitu orang yang tidak memiliki rasa belas kasih & orang yang selalu memuji diri sendiri.
QS. An-Nisa’ [4]: 36

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) orang yang nafkahkan harta di jalan Allah ialah serupa sebutir benih yang tumbuhkan 7 bulir, pada tiap bulir 100 biji. Allah lipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dikehendaki. Allah Maha Luas karuniaNya
QS. Al-Baqarah [2]: 261

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Correct! Wrong!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Correct! Wrong!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

+

Array

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Correct! Wrong!

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

Shuhaib Ar-Rumi

Siapa itu Shuhaib Ar-Rumi? Shuhaib bin Sinan ar-Rumi , atau lebih dikenal Shuhaib ar-Rumi, adalah mantan budak dari Kerajaan Byzantium yang menjadi sahabat nabi dan sebagai salah satu dari pemeluk Isl...

ratib

Apa itu ratib? ra.tib puji-pujian atau doa kepada Tuhan yang diucapkan berulang-ulang, seperti lailahaillallah, Allahu akbar; zikir … •

barzanji

Apa itu barzanji? bar.zan.ji bacaan puji-pujian yang berisi riwayat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. … •