Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qamar (Bulan) – surah 54 ayat 49 [QS. 54:49]

اِنَّا کُلَّ شَیۡءٍ خَلَقۡنٰہُ بِقَدَرٍ
Innaa kulla syai-in khalaqnaahu biqadarin;
Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

―QS. Al Qamar [54]: 49

Daftar isi

Indeed, all things We created with predestination.
― Chapter 54. Surah Al Qamar [verse 49]

إِنَّا sesunguhnya

Indeed, [We]
كُلَّ setiap

every
شَىْءٍ sesuatu

thing
خَلَقْنَٰهُ Kami menciptakannya

We created it
بِقَدَرٍ dengan/menurut ukuran

by a measure.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qamar
54:49

Tafsir QS. Al Qamar (54) : 49. Oleh Kementrian Agama RI


Seluruh makhluk diciptakan-Nya sesuai ketentuan dan hukumhukum yang telah ditetapkan-Nya.
Karena itu bila seseorang dihukum karena ketetapan dan hukum-hukumnya itu.

Dan segala sesuatu akan terjadi sesuai ketetapan-Nya.
Dalam ayat lain Allah juga berfirman mengenai ketetapan atau takdir yaitu:

وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا

Dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuranukurannya dengan tepat.
(al-Furqan [25]: 2)


Tetapi manusia wajib berusaha, ketentuan-Nya diserahkan kepada Allah sesuai firman Allah:


وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰى .
وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰى

Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).
(an-Najm [53]: 39-40)


Dalam hadis sahih yang diriwayatkan Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah:
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah.
Bila sesuatu menimpamu, maka katakanlah, Allah telah menetapkannya.

Apa yang Dia kehendaki, Dia kerjakan, dan jangan kamu berkata:
seandainya aku berbuat begini maka akan begitu.
Sesungguhnya kata
"seandainya"
membuka (kemungkinan pada) perbuatan setan.

Sesuai dengan hadis Rasulullah ﷺ:
Rasullah saw bersabda:
segala sesuatu ditetapkan ukurannya bahkan kelemahan dan kecerdasan.
(Riwayat Imam Ahmad dan Muslim dari Ibnu ‘Umar) Allah ﷻ berfirman:


لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Baginya (manusia) ada malaikatmalaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya.

Mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(ar-Ra’d [13]: 11)

Tafsir QS. Al Qamar (54) : 49. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran yang sesuai dengan hikmah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran yang telah Kami tentukan.
Ilmu dan catatan Kami telah mendahuluinya di Lauhulmahfudz.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya segala sesuatu itu Kami) dinashabkan oleh Fi’il yang terdapat pada firman selanjutnya yang berfungsi menafsirkannya


(ciptakan menurut ukuran) masing-masing.
Menurut suatu qiraat lafal Kulla dibaca KuIlu dan dianggap sebagai Mubtada, sedangkan Khabarnya adalah lafal Khalaqnaahu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
(QS. Al-Qamar [54]: 49)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

dan Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.
(QS. Al-Furqaan [25]: 2)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan dan yang menyempurnakan (penciptaan-Nya) dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.
(QS. Al-A’la [87]: 1-3)

Yakni Dia telah menentukan ukuran masing-masing makhluk-Nya dan memberi petunjuk kepada semua makhluk-Nya.
Karena itulah maka para imam dari kalangan Ahlus Sunnah menyimpulkan dalil dari ayat ini yang membuktikan akan kebenaran dari takdir Allah yang terdahulu terhadap makhluk-Nya.
Yaitu pengetahuan Allah subhanahu wa ta’ala akan segala sesuatu sebelum kejadiannya dan ketetapan takdir-Nya terhadap mereka sebelum mereka diciptakan oleh-Nya.
Dan dengan ayat ini serta ayat-ayat lainnya yang semakna, juga hadishadis yang sahih, kalangan Ahlus Sunnah membantah pendapat golongan Qadariyah, yaitu suatu golongan yang muncul di penghujung masa para sahabat.
Kami telah membicarakan hal ini dengan rinci berikut semua hadis yang berkaitan dengannya di dalam Syarah Kitabul Iman, bagian dari Syarah Imam Bukhari.
Berikut ini kami akan mengetengahkan sebagian hadishadis yang berkaitan dengan ayat yang mulia ini.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Sufyan As-Sauri, dari Ziad ibnu Ismail As-Sahmi, dari Muhammad ibnu Abbad ibnu Ja’far, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa orang-orang musyrik Quraisy datang kepada Nabi ﷺ dengan tujuan berdebat dengannya dalam masalah takdir, maka turunlah ayat:
(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya.
(Dikatakan kepada mereka),
"Rasakanlah sentuhan api neraka."
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
(QS. Al-Qamar [54]: 48-49)

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Turmuzi serta Ibnu Majah melalui hadis Waki’ dari Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama.

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Ad-Dahhak ibnu Makhlad, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnul Haris, dari Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa ayat-ayat berikut tiada lain diturunkan berkaitan dengan ahli qadar, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka.
(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya.
(Dikatakan kepada mereka),
"Rasakanlah sentuhan api neraka."
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
(QS. Al-Qamar [54]: 47-49)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Saleh Al-Intaki, telah menceritakan kepadaku Qurrah ibnu Habib, dari Kinanah, telah menceritakan kepadaku Jarir ibnu Hazim, dari Sa’id ibnu Amr ibnu Ja’dah, dari Ibnu Zurarah, dari ayahnya, dari Nabi ﷺ, bahwa beliau membaca firman-Nya:
(Dikatakan kepada mereka),
"Rasakanlah sentuhan api neraka."
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya.
(QS. Al-Qamar [54]: 48-49)
Lalu Nabi ﷺ bersabda:

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan sebagian dari umatku yang kelak ada di akhir zaman, mereka mendustakan takdir Allah.

Telah menceritakan pula kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Syuja’ Al-Jazari, dari Abdul Malik ibnu Juraij, dari Ata ibnu Abu Rabah yang mengatakan bahwa ia datang kepada Ibnu Abbas yang saat itu sedang menimba air dari sumur zamzam, sedangkan bagian bawah kainnya kebasahan.
Lalu aku berkata kepadanya, bahwa sebagian orang ada yang membicarakan masalah takdir.
Maka Ibnu Abbas berkata,
"Benarkah mereka telah membicarakannya?"
Aku menjawab,
"Ya."
Maka dia berkata,
"Demi Allah, tiadalah ayat berikut diturunkan melainkan berkenaan dengan mereka,"
yaitu firman-Nya:
Rasakanlah sentuhan api neraka’.
Sesunguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
(QS. Al-Qamar [54]: 48-49)
Mereka adalah seburuk-buruk umat ini, maka janganlah kamu jenguk orang-orang sakit mereka, jangan pula kamu menyalatkan orang-orang mati mereka.
Dan jika kamu menjumpai seseorang dari mereka, coloklah matanya dengan kedua jarimu.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini melalui jalur lain yang sebagiannya ada yang berpredikat marfu‘.
Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Al-Auzai’, dari sebagian saudara-saudaranya, dari Muhammad ibnu Ubaidul Makki, dari Abdullah ibnu Abbas yang mengatakan bahwa pernah dikatakan kepadanya perihal seorang lelaki yang baru tiba di kalangan mereka, lelaki itu mendustakan takdir.
Maka Ibnu Abbas berkata,
"Tunjukkanlah (tuntunlah) aku kepadanya —yang saat itu Ibnu Abbas telah buta—."
Mereka bertanya,
"Hai Abul Abbas, apakah yang hendak engkau lakukan terhadapnya?"
Ibnu Abbas menjawab,
"Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya jika aku dapat menangkapnya, aku benar-benar akan menggigit hidungnya hingga putus.
Dan sesungguhnya jika yang kutangkap itu adalah lehernya, aku benar-benar akan meremukkan kepalanya, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Seakan-akan (diperlihatkan) kepadaku kaum wanita musyrik.
Itulah permulaan syirik yang terjadi di kalangan umat ini.
Dan demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, sungguh benar-benar akan membinasakan diri mereka sendiri buruknya pendapat mereka, hingga mereka berani mengatakan bahwa Allah tidak menakdirkan kebaikan sebagaimana mereka pun tidak percaya bahwa Allah menakdirkan keburukan’."

Kemudian Imam Ahmad meriwayatkannya dari Abul Mugirah, dari Al-Auza’i, dari Al-Ala ibnul Hajjaj, dari Muhammad ibnu Ubaid, lalu disebutkan hal yang semisal, tetapi mereka tidak ada yang mengetengahkannya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id, dari Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Abu Sakhr, dari Nafi’ yang mengatakan bahwa Ibnu Umar mempunyai sahabat dari kalangan penduduk Umar berkirim surat kepadanya yang menyebutkan,
"Sesungguhnya telah sampai kepadaku suatu berita yang mengatakan bahwa engkau telah memperbincangkan sesuatu mengenai takdir, maka sejak sekarang engkau tidak usah lagi berkirim surat kepadaku (putuslah hubunganku denganmu), karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Kelak di kalangan umatku akan ada beberapa kaum yang mendustakan takdir’."

Abu Daud telah meriwayatkan hadis ini dari Imam Ahmad Ibnu Hambal dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad telah mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Anas ibnu Iyad, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Abdullah maula Gafrah, dari Abdullah ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Bagi tiap-tiap umat ada Majusinya, dan Majusinya umatku ialah orang-orang yang mengatakan tidak ada takdir.
Jika mereka sakit, jangan kalian jenguk;
dan jika mereka mati, jangan kalian saksikan (menghadiri) jenazah mereka.

Tiada seorang pun dari Sittah yang mengetengahkan hadis ini dari jalur tersebut.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Rasyidin, dari Abu Sakhr Humaid ibnu Ziad, dari Nafi’, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Kelak di kalangan umat ini terdapat kutukan.
Ingatlah, hal itu terjadi di kalangan orang-orang yang mendustakan takdir dan kaum Zindiq.

Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkan hadis ini melalui Abu Sakhr alias Humaid ibnu Ziad dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi menilai hadis ini hasan sahih garib.

Imam Ahmad mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnut Tabba’, telah menceritakan kepadaku Malik, dari Ziad ibnu Sa’d, dari Amr ibnu Muslim, dari Tawus Al-Yamani yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Umar mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Segala sesuatu terjadi berdasarkan takdir hingga kelemahan dan kepandaian.

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini secara munfarid melalui Malik.


Di dalam hadis sahih telah disebutkan sebagai berikut:

Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu lemah.
Jika kamu tertimpa suatu perkara, maka katakanlah,
"Allah telah menakdirkan (nya), apa yang Dia kehendaki pasti terjadi."
Dan janganlah kamu mengatakan bahwa seandainya aku melakukan anu, niscaya hal ini tidak terjadi.
Karena sesungguhnya law (mengandai-andai) membuka pintu masuk bagi perbuatan setan.

Di dalam hadis yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepadanya:

Ketahuilah bahwa sekiranya umat ini bersatu untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah bagimu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu.
Dan seandainya mereka bersatu untuk menimpakan mudarat kepadamu dengan sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah atas dirimu, niscaya mereka tidak dapat menimpakan mudarat itu kepadamu.
Telah kering semua pena dan semua lembaran telah ditutup.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Siwar, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Mu’awiyah, dari Ayyub.
ibnu Ziad, telah menceritakan kepadaku Ubadah ibnul Walid ibnu Ubadah, telah menceritakan kepadaku ayahku, bahwa ia menjenguk Ubadah yang sedang sakit yang menurut pendapatnya tidak ada harapan lagi untuk dapat sembuh.
Lalu ia berkata,
"Wahai Ayahku, berwasiatlah kepadaku dan bersungguh-sungguhlah bagiku."
Maka Ubadah mengatakan,
"Dudukkanlah aku."
Setelah mereka mendudukkannya, ia berkata,
"Hai Anakku, sesungguhnya engkau masih belum merasakan manisnya iman dan masih belum sampai kepada hakikat ilmu mengenai Allah sebelum engkau beriman kepada takdir, takdir yang baik dan takdir yang buruk."
Aku bertanya,
"Hai Ayahku, bagaimanakah caranya agar aku dapat mengetahui takdir yang baik dan takdir yang buruk?"
Ia menjawab,
"Perlu engkau ketahui bahwa apa yang luput darimu sudah menjadi takdir tidak akan mengenai dirimu, dan apa yang mengenai dirimu sudah menjadi takdir tidak akan luput darimu.
Hai Anakku, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya yang pertama diciptakan oleh Allah ialah Al-Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’ Maka di saat itu juga Al-Qalam bergerak menulis tentang semua makhluk yang akan terjadi sampai hari kiamat.

Hai Anakku, jika engkau mati dalam keadaan tidak beriman terhadapnya, niscaya masuk nerakalah kamu."

Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini dari Yahya ibnu Musa Al-Balkhi, dari Abu Daud At-Tayalisi, dari Abdul Wahid ibnu Sulaim, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Al-Walid ibnu Ubadah, dari ayahnya dengan sanad yang sama.
Lalu Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih garib.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Mansur, dari Rib’i ibnu Khirasy, dari seorang lelaki, dari Ali ibnu Abu Talib yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Tidaklah seseorang di antara kalian beriman sebelum beriman kepada empat perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusannya yang Dia utus dengan membawa kebenaran;
beriman kepada adanya hari berbangkit sesudah mati;
dan beriman dengan takdir yang baik dan takdir yang buruk.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi melalui hadis An-Nadr ibnu Syumail, dari Syu’bah, dari Mansur dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan.
Dan Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui Abu Daud At-Tayalisi dari Syu’bah, dari Mansur, dari Rib’i, dan Ah, lalu Turmuzi mengatakan bahwa riwayat ini menurutku lebih sahih .
Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah melalui hadis Syarik, dari Mansur, dari Rib’i, dari Ali dengan sanad yang sama

Di dalam kitab Sahih Muslim telah disebutkan melalui riwayat Abdullah ibnu Wahb dan lain-lainnya, dari Abu Hani’ Al-Khaulani dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Amryang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Sesungguhnya Allah telah menulis semua takdir makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jarak lima puluh ribu tahun.


Ibnu Wahb menambahkan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam hadisnya:

dan adalah ‘Arasy-Nya di atas air.
(Hud:
7)

Imam Turmuzi telah meriwayatkan pula hadis ini, dan ia mengatakan bahwa predikat hadis ini kalau tidak hasan, sahih, atau garib.

Unsur Pokok Surah Al Qamar (القمر)

Surat Al Qamar terdiri atas 55 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath Thaariq.

Nama "Al Qamar" (bulan) diambil dari perkataan "Al Qamar" yang terdapat pada ayat yang pertama surat ini.
Pada ayat ini diterangkan tentang terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

▪ Pemberitaan bahwa datangnya hari kiamat sudah dekat.
▪ Semua yang ada pada alam adalah dengan ketetapan Allah.
▪ Kehendak Allah pasti berlaku.
▪ Tiap-tlap pekerjaan manusia dicatat oleh malaikat.

Kisah:

▪ Kisah kaum yang mendustakan rasulrasul di masa dahulu, seperti kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan Fir’aun.

Lain-lain:

▪ Orang-orang kafir dikumpulkan di akhirat dalam keadaan hina dan akan menerima balasan yang setimpal.
▪ Celaan terhadap orang-orang yang tidak memperhatikan ayat-ayat Alquran.

Audio

QS. Al-Qamar (54) : 1-55 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 55 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qamar (54) : 1-55 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 55

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qamar ayat 49 - Gambar 1 Surah Al Qamar ayat 49 - Gambar 2
Statistik QS. 54:49
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qamar.

Surah Al-Qamar (Arab: القمر , “Bulan”) adalah surah ke-54 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 55 ayat.
Dinamakan Al-Qamar yang berarti Bulan berasal dari kata Al-Qamar yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pada ayat ini diterangkan tentang terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad ﷺ.

Nomor Surah54
Nama SurahAl Qamar
Arabالقمر
ArtiBulan
Nama lainIqtarabat
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu37
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat55
Jumlah kata342
Jumlah huruf1470
Surah sebelumnyaSurah An-Najm
Surah selanjutnyaSurah Ar-Rahman
Sending
User Review
4.8 (16 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

54:49, 54 49, 54-49, Surah Al Qamar 49, Tafsir surat AlQamar 49, Quran Al-Qamar 49, Surah Al Qomar ayat 49

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Qamar

۞ QS. 54:1 • Kiamat telah dekat • Terbelahnya bulan di masa Rasul

۞ QS. 54:2 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 54:3 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:6 • Tugas-tugas malaikat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 54:7 • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 54:8 • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 54:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 54:11 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:12 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:13 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman

۞ QS. 54:14 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 54:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:17 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 54:19 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:20 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:21 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:22 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 54:26 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:30 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:31 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:32 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 54:34 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 54:35 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 54:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 54:37 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:38 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:39 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:40 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 54:42 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Muqtadir (Maha Kuasa) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 54:43 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:44 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 54:45 • Azab orang kafir

۞ QS. 54:46 • Nama-nama hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:47 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:48 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 54:49 • Kebenaran dan hakikat takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 54:50 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 54:51 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 54:52 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 54:53 • Tugas-tugas malaikat • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 54:54 • Pahala iman • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 54:55 • Pahala iman • Al Muqtadir (Maha Kuasa) • Al Maliik (Raja) • Sifat surga dan kenikmatannya •

Ayat Pilihan

Kami akan bacakan (Alquran) kepadamu (Muhammad) sehingga kau tak akan lupa,
kecuali jika Allah menghendaki.
Sungguh, Dia mengetahui yang terang & yang tersembunyi.
Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (dunia & akhirat)
QS. Al-A’la [87]: 6-8

Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu.
Kepada Allah sajalah kami bertawakkal.
Ya Tuhan kami,
berilah keputusan antara kami & kaum kami dengan hak (adil)
dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
QS. Al-A’raf [7]: 89

wanita yang sholehah,
ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,
oleh karena Allah telah memelihara (mereka).
QS. An-Nisa’ [4]: 34

Allah berfirman kepada Musa,
“Aku telah kabulkan apa yang kau minta. Ini karunia untukmu. Sebelumnya, Kami juga telah berimu karunia lain tanpa diminta, ketika Kami ilhamkan kepada ibumu sebuah ilham yang kelak merupakan sumber hidupmu”
QS. Ta Ha [20]: 36-38

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus

Syura

Apa itu Syura? Syura (bahasa Arab: شورى‎ shūrā) adalah sebuah kata Arab untuk “konsultasi”. Al-Qur’an dan Muhammad mendorong Muslim untuk memutuskan urusan mereka dalam konsu...

Al Jamii’

Apa itu Al Jamii’? Allah itu Al-Jami’ . Artinya Yang Maha Mengumpulkan/Menghimpun, yaitu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang terbesar at...

Al Mu’iid

Apa itu Al Mu’iid? Allah itu Al-Mu’id . Artinya adalah Allah itu adalah yang Maha Mengembalikan. Yaitu Allah adalah berkuasa untuk mengembalikan segala sesuatu atas kehendak-Nya. Misal ad...