QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 5 [QS. 68:5]

فَسَتُبۡصِرُ وَ یُبۡصِرُوۡنَ ۙ
Fasatubshiru wayubshiruun(a);

Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat,
―QS. 68:5
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
68:5, 68 5, 68-5, Al Qalam 5, AlQalam 5, Al-Qalam 5

Tafsir surah Al Qalam (68) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Kedua ayat ini merupakan peringatan kepada kaum musyrikin dan menyatakan dengan pasti bahwa mereka benar-benar dalam keadaan sesat, karena tidak berapa lama lagi akan kelihatan kebenaran ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
Akan kelihatan kekuatan Islam dan kelemahan kaum musyrikin itu.
Kaum Muslimin akan mengalahkan mereka, dan agama Islam menjadi ajaran yang tersebar luas.
Dengan keterangan ini jelaslah bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak gila, tetapi orang-orang kafir yang menolak kebenaran dan terus menerus mengikuti hawa nafsu itulah yang kehilangan akal sehat.
Hal ini justru berbahaya bagi mereka karena sikap dan pendirian yang salah ini akan membawa kehancuran dan kehinaan bagi mereka.
Di dunia mereka akan kehilangan pengaruh dan kekuasaan seperti terjadi pada beberapa kali peperangan dengan orang Islam yaitu pada Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq.
Di akhirat mereka pasti akan menyesali kesesatan mereka karena akan mendapat siksa yang pedih karena penolakan mereka pada dakwah Nabi Muhammad ﷺ.
Pada hari Kiamat, semua perbuatan manusia dihisab, ditimbang, dan diperlihatkan kepada masing-masing mereka.
Di saat itu, kaum musyrikin melihat dengan nyata, siapakah di antara mereka yang benar, apakah Rasul yang mereka tuduh gila ataukah mereka sendiri?
Di sini tampak dengan jelas bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah yang benar, sedangkan mereka dilemparkan ke dalam neraka Jahanam.
Firman Allah:

Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu.
(Q.S. Al-Qamar [54]: 26)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dari dekat, kamu dan orang-orang kafir akan melihat siapa di antara kalian yang gila.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka kelak kamu akan melihat dan mereka pun akan melihat.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila.
(Q.S. Al-Qalam [68]: 5-6)

Yakni engkau —hai Muhammad— akan mengetahui —begitu pula orang-orang yang menentang dan mendustakamu— siapakah yang gila lagi sesat, apakah kamu atau mereka sendiri.
Ayat ini semakna dengan firman-Nya:

Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.
(Q.S. Al-Qamar [54]: 26)

Dan firman-Nya:

dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.
(Q.S. Saba’ [34]: 24)

Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa engkau akan mengetahui dan mereka akan mengetahui di hari kiamat nanti.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: siapa di antara kamu yang gila.
(Q.S. Al-Qalam [68]: 6) Makna maftun ialah gila.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan lain-lainnya.

Qatadah dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: siapa di antara kamu yang gila.
(Q.S. Al-Qalam [68]: 6) Artinya, siapakah yang teperdaya oleh bujukan setan.

Makna maftun sudah jelas, yaitu orang yang teperdaya hingga menyimpang dari jalan yang benar dan sesat jauh darinya.
Sesungguhnya huruf ba memasuki lafaz ayyukum untuk menunjukkan makna mengerjakan, yang berkaitan dengan firman-Nya:

Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat.
(Q.S. Al-Qamar [54]: 5)

Yakni kelak kamu akan mengetahui dan mereka pun akan mengetahui, lalu kamu akan dikabari dan mereka akan dikabari pula, bahwa siapakah dari kalian yang mengerjakan perbuatan fitnah; Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al Qalam (القلم)
Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al’Alaq.

Nama “Al Qalam” diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya “pena”.

Surat ini dinamai pula dengan surat “Nun” (huruf “nun”).

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung
larangan bertoleransi di bidang kepercayaan
larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah
nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap ni’mat Allah
kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka
Al Qur’an adalah peringatan bagi seluruh umat

Ayat-ayat dalam Surah Al Qalam (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Qalam (68) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Qalam (68) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Qalam (68) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Qalam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 68:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,"Kalam") adalah surah ke-68 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah 68
Nama Surah Al Qalam
Arab القلم
Arti Pena
Nama lain Nun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 2
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 301
Jumlah huruf 1288
Surah sebelumnya Surah Al-Mulk
Surah selanjutnya Surah Al-Haqqah
4.5
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/68-5









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta