Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 40 [QS. 68:40]

سَلۡہُمۡ اَیُّہُمۡ بِذٰلِکَ زَعِیۡمٌ
Salhum ai-yuhum bidzalika za’iimun;
Tanyakanlah kepada mereka,
“Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?”
―QS. Al Qalam [68]: 40

Ask them which of them, for that (claim), is responsible.
― Chapter 68. Surah Al Qalam [verse 40]

سَلْهُمْ tanyakan pada mereka

Ask them,
أَيُّهُم siapa di antara mereka

which of them
بِذَٰلِكَ terhadap demikian itu

for that
زَعِيمٌ bertanggung jawab

(is) responsible.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qalam
68:40

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 40. Oleh Kementrian Agama RI


Kemudian Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir dengan maksud mencela cara-cara yang mereka lakukan,
"Hai Orang-orang kafir, jika kamu mempunyai kitab yang menerangkan apa yang kamu katakan itu, perlihatkanlah kepada kami.
Jika benar bahwa Allah telah berjanji kepadamu yang ditetapkan dengan sumpah bahwa kamu akan memperoleh semua yang kamu inginkan, cobalah buktikan sumpah itu.

Jika kamu mempunyai seseorang yang dapat menjamin kebenaran perkataanmu itu cobalah tunjukkan kepada kami orangnya."


Pertanyaan dan permintaan Nabi kepada orang-orang kafir itu menyebabkan mereka bungkam seribu bahasa, karena mereka tidak akan sanggup menjawab dan memenuhi permintaan itu.

Kenyataannya mereka menyembah berhala atau patung.
Patung dan berhala itu mereka buat sendiri, dan mereka tahu bahwa patung dan berhala itu tidak akan dapat menjamin yang mereka katakan, seakan-akan mereka tidak berdaya lagi mempertahankan pendapat mereka.


Kata za’im (sesuatu yang bertanggung jawab) yang terdapat dalam akhir ayat ini maksudnya adalah orang yang menjamin bahwa sesuatu pasti terlaksana dan penuh kebenaran.
Bila seorang mengatakan sesuatu atau menjanjikan sesuatu, maka seorang za’im menjamin bahwa perkataan orang itu adalah perkataan yang benar, atau janji yang telah dijanjikannya itu pasti ditepati.

Orang-orang kafir Mekah diminta untuk mengemukakan siapa yang menjamin kebenaran perkataan mereka yang mengatakan bahwa Allah menyamakan balasan yang diterima orang-orang beriman dengan balasan yang mereka terima, padahal Allah tidak pernah mengatakan yang demikian itu.

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 40. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tanyakan orang-orang musyrik, hai Muhammad,
"Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab atas keputusan itu?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, tanyakanlah kepada orang-orang musyrik itu,
"Siapa di antara mereka yang menjadi penanggung dan jaminan bahwa dengan hukum itu akan berlaku sebagaimana yang mereka katakan?
Ataukah, mereka memiliki tuhan yang akan menjamin apa yang mereka katakan, memastikan bahwa mereka akan mendapatkan apa yang diminta?
Maka, datangkanlah jika mereka benar dalam sangkaannya."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tanyakanlah kepada mereka,
"Siapakah di antara mereka terhadap hal tersebut) hukum atau keputusan yang mereka ambil buat diri mereka sendiri, yaitu bahwasanya mereka kelak di akhirat akan diberi pahala yang lebih utama dari orang-orang mukmin


(yang bertanggung jawab?") yang menanggungnya bagi mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Setelah menyebutkan perihal orang-orang yang memiliki kebun-kebun di dunia dan pembalasan azab yang menimpa mereka akibat kedurhakaan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menentang perintah-Nya, berikutnya Allah menyebutkan perihal orang yang bertakwa kepada-Nya dan taat kepada perintah-Nya, bahwa mereka di negeri akhirat akan mendapat taman-taman surga yang penuh dengan kenikmatan dan tidak akan musnah, tidak akan ada habis-habisnya serta tiada putus-putusnya kenikmatan yang ada di dalamnya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir).
(QS. Al-Qalam [68]: 35)

Yakni apakah pantas jika Kami menyamakan antara orang-orang muslim dan orang-orang kafir dalam hal pembalasan?
Tentu saja tidak, demi Tuhan yang memiliki bumi dan langit.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Mengapa kamu (berbuat demikian), bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
(QS. Al-Qalam [68]: 36)

Maksudnya, mengapa kamu bisa mempunyai kesimpulan seperti itu?
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Atau adakah kamu mempunyai sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?
Sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya.
(QS. Al-Qalam [68]: 37-38)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa apakah di tangan kalian terdapat sebuah kitab yang diturunkan dari langit, yang dipelajari, dihafalkan dan beredar di tangan kalian secara turun-temurun dari pendahulu sampai ke generasi berikutnya hingga sampai pada kalian, yang isinya memperkuat dan mengukuhkan apa yang kamu sangkakan itu?

Sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya.
Atau apakah kamu memperoleh janji-janji yang diperkuat dengan sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari kiamat;
sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan (sekehendak hatimu)?
(QS. Al-Qalam [68]: 38-39)

Yaitu apakah kamu mempunyai janji dan ikraryangdikukuhkan dari sisi Kami?

sesungguhnya kamu benar-benar dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?
(QS. Al-Qalam [68]: 39)

Yakni sesungguhnya kamu dapat memperoleh apa yang kamu ingini dan apa yang kamu sukai.

Tanyakanlah kepada mereka,
"Siapakah di antara mereka yang bertanggungjawab terhadap keputusan yang diambil itu?"
(QS. Al-Qalam [68]: 40)

Artinya, katakanlah kepada mereka bahwa siapakah yang akan menjamin dan bertanggung jawab terhadap keputusan itu?

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan itu?

Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu?
(QS. Al-Qalam [68]: 41)

Yaitu berhalaberhala dan tandingan-tandingan (yang mereka ada-adakan).

Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang benar.
(QS. Al-Qalam [68]: 41)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Qalam (68) Ayat 40

ZA’IIM
زَعِيم

Ism fii’il mufrad, jamaknya zu’amaa bermakna pemimpin, penjamin, yang bertanggungjawab dan jenderal dalam tentara.

At Tabari berkata,
”Asal makna za’iim dalam bahasa Arab ialah yang melaksanakan urusan suatu kaum, begitu juga dengan al kafil yaitu yang menguruskan dan al hamil yaitu penanggung.
Oleh karena itu, pemimpin suatu kaum ialah za’iimuhum yaitu pemimpin dan pengurus mereka.

Disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Yusuf (12) ayat 72;
Al Qalam (68), ayat 40.

Ibn Abbas, Sa’id bin Jubair, Qatadah, Ad Dahhak dan Mujahid mengatakan makna za’iim ialah kafil yaitu penjamin dan orang yang bertanggungjawab.

Al Kalbi berkata,
az za’iim menurut bahasa penduduk Yaman ialah al kafil yaitu penjamin.

Al Baidawi berkata,
"Ia bermakna kafil (penjamin) bagi yang mengembalikannya.
Sedangkan lafaz az za’iim kembali kepada al mu’adzdzin (penyeru) seperti pendapat Mujahid."

Ibn Katsir berkata,
ayat:

وَلِمَن جَآءَ بِهِۦ حِمْلُ بَعِيرٍ

adalah dari bab Al Ji’aalah (upah, hadiah atau komisi) dan ayat

وَأَنَا۠ بِهِۦ زَعِيمٌ

adalah dari bab Ad Dimaan dan Al Kafaalah (penjamin).

Al Baidawi berpendapat, dibolehkan memberi upah atau menjamin untuki memberikan komisi sebelum selesainya pekerjaan.

Al Khazin berkata,
amalan ini adalah sah dalam syari’at mereka dan juga diamalkan oleh Rasulullah.
Beliau berkata al hamiilul ghaarim dan hamiilul kafiil bermakna penjamin adalah yang membayar hutang dan penjamin adalah yang menanggung.

Begitu juga makna dalam surah Al Qalam, Allah berfirman:

سَلْهُمْ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ

Sa’id Hawwa menafsirkannya, "Katakanlah kepada mereka siapa yang menjamin dan bertanggungjawab dengan hal ini, sekiranya mereka tidak memiliki penjamin dan tidak pula perkara itu sedernikian, mengapa mereka mendustakan sehingga mereka tidak beriman, bertakwa dan beramal."

Kesimpulannya, lafaz za’iim di dalam Al Quran memiliki makna al kafil atau penjamin dan yang bertanggungjawab atas suatu perkara.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 255-256

Unsur Pokok Surah Al Qalam (القلم)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-‘Alaq.

Nama "Al-Qalam" diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "pena".

Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun" (huruf "nun").

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung.
▪ Larangan bertoleransi di bidang kepercayaan.
▪ Larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah.
▪ Nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.
▪ Kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka.
Alquran adalah peringatan bagi seluruh umat.

Audio

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qalam ayat 40 - Gambar 1 Surah Al Qalam ayat 40 - Gambar 2
Statistik QS. 68:40
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,”Kalam”) adalah surah ke-68 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah68
Nama SurahAl Qalam
Arabالقلم
ArtiPena
Nama lainNun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu2
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata301
Jumlah huruf1288
Surah sebelumnyaSurah Al-Mulk
Surah selanjutnyaSurah Al-Haqqah
Sending
User Review
4.8 (12 votes)
Tags:

68:40, 68 40, 68-40, Surah Al Qalam 40, Tafsir surat AlQalam 40, Quran Al-Qalam 40, Surah Al Qolam ayat 40

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Muthaffifin (Orang-orang yang curang) – surah 83 ayat 13 [QS. 83:13]

13. Itulah orang yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, yaitu Al-Qur’an yang berisi ajaran Islam yang mulia, dia berkata sembari menertawakannya, “Itu adalah dongeng dan bualan orang-orang d … 83:13, 83 13, 83-13, Surah Al Muthaffifin 13, Tafsir surat AlMuthaffifin 13, Quran Al-Tatfif 13, Al Tatfif 13, Al Mutafifin 13, Surah Al Mutafifin ayat 13

QS. Adz Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan) – surah 51 ayat 9 [QS. 51:9]

9. Dengan sifat dan sikap yang ingkar dari orang-orang musyrik tersebut, mereka semakin dipalingkan darinya, yaitu dari Al-Qur’an dan Rasul, sehingga mereka semakin jauh dan benar-benar sebagai orang … 51:9, 51 9, 51-9, Surah Adz Dzaariyaat 9, Tafsir surat AdzDzaariyaat 9, Quran adz dzariyat 9, Az Zariyat 9, Surah Az Zariyat ayat 9

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Benar! Kurang tepat!

+

Array

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #11

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat

Pendidikan Agama Islam #25

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَAyat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat … 2 5 4 3 6 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:وَوَضَعْنَا

Instagram