Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 28 [QS. 68:28]

قَالَ اَوۡسَطُہُمۡ اَلَمۡ اَقُلۡ لَّکُمۡ لَوۡ لَا تُسَبِّحُوۡنَ
Qaala ausathuhum alam aqul lakum laulaa tusabbihuun(a);
berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka,
“Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu).”
―QS. Al Qalam [68]: 28

The most moderate of them said,
"Did I not say to you, ‘Why do you not exalt (Allah)?’
"
― Chapter 68. Surah Al Qalam [verse 28]

قَالَ berkata

Said
أَوْسَطُهُمْ paling baik antara mereka

(the) most moderate of them,
أَلَمْ tidakkah

"Did not
أَقُل aku katakan

I tell
لَّكُمْ bagi kalian

you,
لَوْلَا mengapa tidak

‘Why not
تُسَبِّحُونَ kamu bertasbih

you glorify (Allah)?’"

Tafsir

Alquran

Surah Al Qalam
68:28

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 28. Oleh Kementrian Agama RI


Salah seorang di antara mereka yang pernah memperingatkan mereka sebelumnya berkata,
"Bukankah telah aku anjurkan sebelum ini agar kita semua melakukan yang biasa dilakukan bapak kita dahulu, yaitu selalu bertasbih kepada Tuhan dan mensucikan-Nya, selalu mensyukuri setiap nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita dengan memberikan sebagian dari hasilnya kepada yang berhak menerima, dan selalu berdoa kepada-Nya agar kita selalu dilimpahi berkah dan karunia-Nya.
Akan tetapi, kamu sekalian tidak mengacuhkan sedikit pun anjuranku itu.
"

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 28. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Salah seorang dari mereka, yang paling bijak dan paling baik, mencela mereka seraya berkata,
"Bukankah aku telah mengatakan kepada kalian ketika kalian saling berpesan untuk melarang orang-orang miskin, ‘Apakah kalian tidak ingat Allah sehingga kalian mengubah niat tersebut’?"

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tatkala mereka melihat kebun mereka terbakar, mereka mengingkarinya,
"Sungguh, kita telah tersesat dari jalan menuju kebun kita."
Ketika mereka mengetahui bahwa itu adalah kebun mereka, mereka berkata,
"Sungguh, kita dihalangi dari memperoleh hasilnya karena niat kita untuk kikir dan menghalangi orang miskin.
” Berkatalah orang yang adil di antara mereka,
"Tidakkah aku telah mengatakan kepada kalian, hendaklah kalian memuji Tuhanmu dan mengucapkan, ‘Insya Allah?’"
Setelah mereka kembali pada jalan yang benar, mereka berkata,
"Mahasuci Tuhan kami atas apa yang menimpa kami akibat dari kezaliman kami.
Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim terhadap diri sendiri dan berniat jahat.
” Kemudian, sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain seraya saling mencela atas apa yang mereka tinggalkan dari memuji Allah dan karena berniat buruk.
Mereka berkata,
"Sungguh celaka, kita termasuk orang-orang yang melampaui batas, melarang fakir miskin, dan menyimpang dari perintah Allah.


Semoga Allah memberi sesuatu yang lebih baik daripada kebun kita karena kami telah bertobat dan mengakui kesalahan kami.
Kepada Allah semata kami berharap, memohon ampunan, dan kebaikan."
Yang demikian itu adalah akibat buruk yang Kami timpakan kepada para pemilik kebun, terjadi di dunia bagi siapa yang menyimpang dari perintah Allah dan kikir atas apa yang diberikan Allah kepadanya, dan sungguh siksa neraka lebih keras daripada siksa dunia.
Jika mereka mengetahui bahwa siksa Allah itu pedih, niscaya mereka akan berhati-hati dari sebab-sebab yang akan mengakibatkan datangnya siksa Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka) yaitu orang yang terbaik di antara mereka


("Bukankah aku mengatakan kepada kalian, mengapa tidak) kenapa tidak


(kalian bertasbih?") kepada Allah seraya bertobat kepada-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata,
"Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan).
(QS. Al-Qalam [68]: 26)

Ketika mereka sampai di kebun mereka dan telah menyaksikannya dengan mata kepala mereka sendiri dalam keadaan seperti -apa yang telah digambarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebelumnya.
Yaitu kebun yang tadinya tampak hijau, subur, lagi banyak buah-buahannya, kini telah menjadi hitam legam seperti malam yang gelap gulita, tiada sesuatu pun yang dapat diambil manfaatnya dari kebun itu.
Maka mereka berkeyakinan bahwa jalan yang mereka tempuh itu sesat, dan bukan jalan menuju kebun mereka.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan) (QS. Al-Qalam [68]: 26)

Yakni kita telah menempuh jalan yang keliru, bukan menempuh jalan yang menuju ke arah kebun kita.
Demikianlah menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya.
Kemudian mereka menyadari akan kekeliruan dugaan mereka dan mereka merasa yakin bahwa itu adalah kebun mereka sendiri.
Karena itulah mereka mengatakan:

bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya).(QS. Al-Qalam [68]: 27)

bahkan memang inilah kebun kita, tetapi kita tidak beruntung dan tidak mendapatkan hasil apa pun darinya.

Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka.
(QS. Al-Qalam [68]: 28)

Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Muhammad ibnu Ka’b, Ar-Rabi’ ibnu Anas, Ad-Dahhak, dan Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah seorang yang paling bijaksana dan paling baik dari mereka.

Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)?
(QS. Al-Qalam [68]: 28)

Mujahid, As-Saddi, dan Ibnu Juraij mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)?
(QS. Al-Qalam [68]: 28)
Yakni mengapa kalian tidak mengucapkan insya Allah sebelumnya?

As-Saddi mengatakan bahwa istisna mereka di masa itu berupa tasbih.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang dimaksud ialah ucapan seseorang insya Allah.


Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah seseorang yang paling bijaksana dari mereka mengatakan,
"Mengapa kalian tidak bertasbih kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang telah Dia limpahkan dan Dia berikan kepada kalian?"

Unsur Pokok Surah Al Qalam (القلم)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-‘Alaq.

Nama "Al-Qalam" diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "pena".

Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun" (huruf "nun").

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung.
▪ Larangan bertoleransi di bidang kepercayaan.
▪ Larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah.
▪ Nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.
▪ Kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka.
Alquran adalah peringatan bagi seluruh umat.

Audio

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qalam ayat 28 - Gambar 1 Surah Al Qalam ayat 28 - Gambar 2
Statistik QS. 68:28
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,”Kalam”) adalah surah ke-68 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah68
Nama SurahAl Qalam
Arabالقلم
ArtiPena
Nama lainNun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu2
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata301
Jumlah huruf1288
Surah sebelumnyaSurah Al-Mulk
Surah selanjutnyaSurah Al-Haqqah
Sending
User Review
4.4 (14 votes)
Tags:

68:28, 68 28, 68-28, Surah Al Qalam 28, Tafsir surat AlQalam 28, Quran Al-Qalam 28, Surah Al Qolam ayat 28

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Jinn (Jin) – surah 72 ayat 18 [QS. 72:18]

18. Kelompok ayat ini berbicara tentang kenabian, keesaan Allah dan keniscayaan Kiamat sebagai kesimpulan uraian kisah jin yang disebut pada ayat-ayat sebelumnya. Dan sesungguhnya masjid-masjid yaitu … 72:18, 72 18, 72-18, Surah Al Jinn 18, Tafsir surat AlJinn 18, Quran Al Jin 18, Aljin 18, Al-Jinn 18, Surah Al Jin ayat 18

QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 4 [QS. 52:4]

1-6. Surah až-Žàriyàt ditutup dengan penegasan jatuhnya ancaman Allah bagi mereka yang kafir. Surah at-Tùr diawali dengan kepastian jatuhnya azab bagi mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah. Penegasa … 52:4, 52 4, 52-4, Surah Ath Thuur 4, Tafsir surat AthThuur 4, Quran Ath Thur 4, At Thur 4, At-Tur 4, Surah At Thur ayat 4

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan … iblis pasukan Romawi orang-orang kafir

Pendidikan Agama Islam #20

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu … Penetapan kalender hijriah Membentuk mata uang Perluasan

Pendidikan Agama Islam #9

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … muslihat ulama jumhur mujtahid

Instagram