Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 26 [QS. 68:26]

فَلَمَّا رَاَوۡہَا قَالُوۡۤا اِنَّا لَضَآلُّوۡنَ
Falammaa ra-auhaa qaaluuu innaa ladhaalluun(a);
Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata,
“Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,
―QS. Al Qalam [68]: 26

But when they saw it, they said,
"Indeed, we are lost;
― Chapter 68. Surah Al Qalam [verse 26]

فَلَمَّا maka tatkala

But when
رَأَوْهَا mereka melihatnya

they saw it,
قَالُوٓا۟ mereka berkata

they said,
إِنَّا sesungguhnya Kami

"Indeed, we
لَضَآلُّونَ benar-benar orang-orang yang sesat

(are) surely lost.

Tafsir

Alquran

Surah Al Qalam
68:26

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 26. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah sampai di kebun, mereka pun tercengang karena kebun itu telah musnah dan habis terbakar.
Mereka mengira bahwa yang terbakar itu bukan kebun mereka, karena kebun mereka yang dipenuhi tanaman-tanaman yang subur dan buahnya lebat, telah waktunya untuk dipetik.

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 26. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tatkala mereka melihat kebun-kebun itu hitam terbakar, dengan goncang mereka berkata,
"Kita sungguh telah tersesat! Ini bukan kebun kita! Atau ini memang kebun kita, tetapi kita telah terhalangi untuk melihatnya."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tatkala mereka melihat kebun mereka terbakar, mereka mengingkarinya,
"Sungguh, kita telah tersesat dari jalan menuju kebun kita.” Ketika mereka mengetahui bahwa itu adalah kebun mereka, mereka berkata,
"Sungguh, kita dihalangi dari memperoleh hasilnya karena niat kita untuk kikir dan menghalangi orang miskin.
” Berkatalah orang yang adil di antara mereka,
"Tidakkah aku telah mengatakan kepada kalian, hendaklah kalian memuji Tuhanmu dan mengucapkan, ’Insya Allah?’” Setelah mereka kembali pada jalan yang benar, mereka berkata,
"Mahasuci Tuhan kami atas apa yang menimpa kami akibat dari kezaliman kami.
Sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim terhadap diri sendiri dan berniat jahat.
” Kemudian, sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain seraya saling mencela atas apa yang mereka tinggalkan dari memuji Allah dan karena berniat buruk.
Mereka berkata,
"Sungguh celaka, kita termasuk orang-orang yang melampaui batas, melarang fakir miskin, dan menyimpang dari perintah Allah.


Semoga Allah memberi sesuatu yang lebih baik daripada kebun kita karena kami telah bertobat dan mengakui kesalahan kami.
Kepada Allah semata kami berharap, memohon ampunan, dan kebaikan.
” Yang demikian itu adalah akibat buruk yang Kami timpakan kepada para pemilik kebun, terjadi di dunia bagi siapa yang menyimpang dari perintah Allah dan kikir atas apa yang diberikan Allah kepadanya, dan sungguh siksa neraka lebih keras daripada siksa dunia.
Jika mereka mengetahui bahwa siksa Allah itu pedih, niscaya mereka akan berhati-hati dari sebab-sebab yang akan mengakibatkan datangnya siksa Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tatkala mereka melihat kebun itu) dalam keadaan hangus terbakar


(mereka berkata,
"Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat.") Bukankah ini kebun kita.
Kemudian setelah mereka mengetahui, bahwa itu adalah benar-benar kebun mereka, lalu mereka mengatakan:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata,
"Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan).
(QS. Al-Qalam [68]: 26)

Ketika mereka sampai di kebun mereka dan telah menyaksikannya dengan mata kepala mereka sendiri dalam keadaan seperti -apa yang telah digambarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebelumnya.
Yaitu kebun yang tadinya tampak hijau, subur, lagi banyak buah-buahannya, kini telah menjadi hitam legam seperti malam yang gelap gulita, tiada sesuatu pun yang dapat diambil manfaatnya dari kebun itu.
Maka mereka berkeyakinan bahwa jalan yang mereka tempuh itu sesat, dan bukan jalan menuju kebun mereka.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan) (QS. Al-Qalam [68]: 26)

Yakni kita telah menempuh jalan yang keliru, bukan menempuh jalan yang menuju ke arah kebun kita.
Demikianlah menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya.
Kemudian mereka menyadari akan kekeliruan dugaan mereka dan mereka merasa yakin bahwa itu adalah kebun mereka sendiri.
Karena itulah mereka mengatakan:

bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya).(QS. Al-Qalam [68]: 27)

bahkan memang inilah kebun kita, tetapi kita tidak beruntung dan tidak mendapatkan hasil apa pun darinya.

Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka.
(QS. Al-Qalam [68]: 28)

Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Muhammad ibnu Ka’b, Ar-Rabi’ ibnu Anas, Ad-Dahhak, dan Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah seorang yang paling bijaksana dan paling baik dari mereka.

Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)?
(QS. Al-Qalam [68]: 28)

Mujahid, As-Saddi, dan Ibnu Juraij mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)?
(QS. Al-Qalam [68]: 28)
Yakni mengapa kalian tidak mengucapkan insya Allah sebelumnya?

As-Saddi mengatakan bahwa istisna mereka di masa itu berupa tasbih.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang dimaksud ialah ucapan seseorang insya Allah.


Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah seseorang yang paling bijaksana dari mereka mengatakan,
"Mengapa kalian tidak bertasbih kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang telah Dia limpahkan dan Dia berikan kepada kalian?"

Unsur Pokok Surah Al Qalam (القلم)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-‘Alaq.

Nama "Al-Qalam" diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "pena".

Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun" (huruf "nun").

Keimanan:

Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung.
▪ Larangan bertoleransi di bidang kepercayaan.
▪ Larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah.
▪ Nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.
▪ Kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka.
Alquran adalah peringatan bagi seluruh umat.

Audio

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qalam ayat 26 - Gambar 1 Surah Al Qalam ayat 26 - Gambar 2
Statistik QS. 68:26
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,”Kalam”) adalah surah ke-68 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah68
Nama SurahAl Qalam
Arabالقلم
ArtiPena
Nama lainNun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu2
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat52
Jumlah kata301
Jumlah huruf1288
Surah sebelumnyaSurah Al-Mulk
Surah selanjutnyaSurah Al-Haqqah
Sending
User Review
4.2 (12 votes)
Tags:

68:26, 68 26, 68-26, Surah Al Qalam 26, Tafsir surat AlQalam 26, Quran Al-Qalam 26, Surah Al Qolam ayat 26

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 50 [QS. 9:50]

Sifat munafik yang lain adalah bahwa jika engkau, wahai Nabi Muhammad, mendapat kebaikan seperti kemenangan dalam peperangan, juga kebaikan-kebaikan yang lain, mereka, kaum munafikin, tidak senang; te … 9:50, 9 50, 9-50, Surah At Taubah 50, Tafsir surat AtTaubah 50, Quran At-Taubah 50, Surah At Taubah ayat 50

QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 31 [QS. 76:31]

31. Dan Dia akan memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki yang dinilai-Nya wajar menerimanya, ke dalam rahmat-Nya yaitu surga. Adapun bagi orang-orang zalim yang begitu mantap kezalimannya maka disedia … 76:31, 76 31, 76-31, Surah Al Insaan 31, Tafsir surat AlInsaan 31, Quran Al Insan 31, Al-Insan 31, Surah Al Insan ayat 31

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar? Ibnu Kholdun Ibnu Batutah Al Khawarizmi Ibnu Sina Ibnu Miskawaih Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #5

Lawan kata dari jujur ​​adalah … takwa muslihat kebohongan ajur riya’ Benar! Kurang tepat! Bekerja tepat waktu adalah salah satu

Pendidikan Agama Islam #29

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta? Nabi Sulaiman Nabi Nuh Nabi Musa Nabi Ibrahim Nabi Isa Benar! Kurang

Instagram