Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 11 [QS. 68:11]

ہَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِیۡمٍ
Hammaazin masy-syaa-in binamiimin;
suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
―QS. Al Qalam [68]: 11

Daftar isi

(And) scorner, going about with malicious gossip –
― Chapter 68. Surah Al Qalam [verse 11]

هَمَّازٍ pencela

Defamer
مَّشَّآءٍۭ berjalan

going about
بِنَمِيمٍ dengan fitnah

with malicious gossip,

Tafsir Quran

Surah Al Qalam
68:11

Tafsir QS. Al-Qalam (68) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah mengingatkan dan memerintahkan Nabi Muhammad agar:

1. Tidak mengikuti keinginan orang-orang yang mudah mengucapkan sumpah, karena yang suka bersumpah itu hanyalah seorang pendusta.

Sedangkan dusta itu pangkal kejahatan dan sumber segala macam perbuatan maksiat.
Oleh karena itu pula, agama Islam menyatakan bahwa dusta itu salah satu dari tanda-tanda orang munafik.

Nabi Muhammad bersabda, sebagaimana diriwayatkan Bukhari:Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga:
jika berbicara, ia berdusta, jika dipercaya, ia khianat, dan jika berjanji, ia tidak menepati janjinya.
(Riwayat Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan An-Nasa’i dari Abu Hurairah)

Orang yang suka bersumpah adalah orang yang tidak baik.

Orang yang tidak baik pikiran dan maksudnya kepada orang lain menyangka bahwa orang lain demikian pula kepadanya.
Oleh karena itu, untuk meyakinkan orang lain akan kebenaran dirinya, ia pun bersumpah.

2. Tidak mengikuti orang yang berpikiran hina dan menyesatkan, seperti ajakan mengikuti agama mereka dalam beberapa hal.

3. Tidak mengikuti orang yang selalu mencela orang lain, dan menyebut-nyebut keburukan orang lain baik secara langsung atau tidak.

4. Tidak mengikuti orang-orang yang suka memfitnah seperti mempengaruhi orang agar tidak senang kepada seseorang yang lain, dan berusaha menimbulkan kekacauan.
Allah menyatakan bahwa fitnah dengan pengertian kekacauan itu lebih besar akibatnya dari pembunuhan.

وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ

Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu.
Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.
(Al-Baqarah [2]: 191)

5. Tidak mengikuti orang-orang yang suka melarang perbuatan baik dan menghalangi orang lain berbuat kebaikan atau dia sendiri tidak suka berbuat baik.

6. Tidak mengikuti orang yang biasa mengerjakan perbuatan yang melampaui batas, seperti orang-orang yang suka melanggar perintah Allah dan tidak menghentikan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya.
Allah ﷻ berfirman:

وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَا وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. (An-Nisa’ [4]: 14)

7. Tidak mengikuti orang-orang yang biasa mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat karena ia adalah orang yang tidak mempunyai harga diri dan akhlak yang baik.
Perbuatan dosa itu akan menghilangkan harga diri dan bertentangan dengan akhlak yang mulia.
Allah tidak menyukai orang-orang yang suka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa.
Dia berfirman:

وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِيْنَ يَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَهُمْ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا اَثِيْمًا

Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa.
(An-Nisa’ [4]: 107)

8. Tidak mengikuti orang-orang yang suka berbuat kejam dan tidak mempunyai sifat belas kasihan.
Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Oleh karena itu, sifat kejam dan tidak mempunyai rasa belas kasihan berlawanan dengan sifat-sifat Allah.
Salah satu sebab agama Islam tersiar dengan cepat di Jazirah Arab ialah karena sikap Nabi Muhammad yang lemah-lembut.
Seandainya ia bersikap kasar dan kejam, niscaya orang akan menghindarinya.
Allah ﷻ berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.
Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
(Ali ‘Imran [3]: 159)

9. Tidak mengikuti orang-orang yang tidak diketahui asal-usulnya, yaitu:

1. Orang-orang yang tidak diketahui keadaannya, dari mana asalnya, apa pekerjaannya, bagaimana budi pekertinya, dan sebagainya.

2. Orang yang tidak diketahui asal usulnya dan tidak jelas maksud dan tujuannya serta apa motif yang ada di balik ajakannya.

Tafsir QS. Al Qalam (68) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Jangan tinggalkan sikapmu yang berbeda dengan setiap orang yang banyak bersumpah, hina, banyak mencela, suka menebar isu yang dapat memecah belah masyarakat, banyak menghalangi perbuatan baik, melampaui batas lagi banyak dosa, keras hati dan kasar serta terkenal dengan kejahatannya, melebihi sifat-sifatnya yang tercela itu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, janganlah engkau patuhi orang yang banyak bersumpah dusta dan hina, yang banyak mencela manusia, yang berjalan ke sana dan kemari menyebarkan fitnah, yang suka menukil perkataan sebagian orang untuk disampaikan kepada sebagian lainnya dengan tujuan hendak berbuat kerusakan antara mereka, yang sangat kikir mengeluarkan harta, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas dalam bermusuhan dengan sesama manusia, yang banyak melanggar yang haram, yang banyak melakukan dosa, yang sangat kufur, yang keji dan kasar, yang terkenal kejahatannya karena ia mempunyai banyak harta dan anak lalu bersikap durhaka dan sombong, enggan menerima kebenaran.
Apabila dibacakan kepadanya salah satu ayat-ayat Al-Qur’an, ia mendustakannya.


Dia berkata,
"Ini adalah dongeng dan khurafat orang-orang dahulu kala."
Ayat ini kendati pun turun berkaitan dengan sebagian orang-orang musyrik seperti Al-Walid bin Al-Mughirah.


Akan tetapi, di dalamnya mengandung peringatan bagi seorang muslim untuk tidak menyerupai sifat-sifat tercela ini.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang banyak mencela) atau sering mengumpat


(yang kian ke mari menghambur fitnah) yakni berjalan ke sana dan ke mari di antara orang-orang dengan maksud merusak mereka, yakni menghasut mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang banyak mencela.
(QS. Al-Qalam [68]: 11)


Menurut Ibnu Abbas dan Qatadah, artinya suka mengumpat.

yang kian kemari menghambur fitnah.
(QS. Al-Qalam [68]: 11)

Yakni orang yang berjalan di antara manusia kian kemari menghambur fitnah dan mengadu domba di antara mereka, dan menebarkan hasutan di antara orang-orang yang sedang bersitegang (bermusuhan).
Perbuatan ini dinamakan dengan sebutan al-haliqah, yakni yang mencukur habis amal kebaikan.
Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui hadis Mujahid, dari Tawus, dari Ibnu Abbas yang mengatakan:

bahwa Rasulullah ﷺ melewati dua buah kuburan, lalu bersabda:
Sesungguhnya penghuni kedua kuburan ini benar-benar sedang diazab, dan keduanya diazab bukanlah karena mengerjakan dosa besar.
Salah seorangnya mempunyai kebiasaan tidak pernah bersuci sehabis buang air kecilnya, sedangkan yang lainnya mempunyai kebiasaan berjalan kian kemari menghambur hasutan (mengadu domba).

Jamaah selain keduanya telah mengetengahkan hadis ini dalam kitabnya masing-masing melalui berbagai jalur dari Mujahid dengan sanad yang sama.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepacia kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Ibrahim, dari Hammam, bahwa Huzaifah pernah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Tidak dapat masuk surga orang yang banyak mengadu domba.

Jamaah telah meriwayatkannya di dalam kitab masing-masing kecuali Ibnu Majah melalui berbagai jalur dari Ibrahim dengan sanad yang sama.


Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami As-Sauri, dari Mansur, dari Ibrahim, dari Hammam, dari Huzaifah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Tidak dapat masuk surga orang yang banyak mangadu domba.

Juga telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa’id Al-Qattan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Ahwal, dari AL-A’masy, telah menceritakan kepadaku Ibrahim enam puluh tahun yang silam, dari Hammam ibnul Haris yang mengatakan bahwa seorang lelaki berlalu di hadapan Huzaifah, lalu dikatakan kepada Huzaifah bahwa sesungguhnya lelaki ini suka melaporkan pembicaraan kepada para amir (penguasa).
Maka Huzaifah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda;
Tidak dapat masuk surga orang yang banyak mangadu domba (menghasut).

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Hisyam, telah menceritakan kepada kami Mahdi, dari Wasil Al-Ahdab, dari Abu Wa’il yang mengatakan bahwa disampaikan kepada Huzaifah perihal seorang lelaki yang suka mengadu domba.
Maka Huzaifah mengatakan, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Tidak dapat masuk surga orang yang banyak mangadu domba.

Dan Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Ibnu Khaisam, dari Syahr ibnu Abu Hausyab, dari Asma binti Yazid ibnus Sakan, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
"Maukah aku beritakan kepada kalian tentang orang yang paling baik dari kalian?"
Mereka menjawab,
"Tentu kami mau, ya Rasulullah."
Rasulullah ﷺ bersabda:
(Yaitu) orang-orang yang apabila terselip rasa ria, maka ia segera ingat kepada Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
Maukah aku beri tahukan kalian tentang orang yang paling buruk di antara kalian.
(Yaitu) orang-orang yang suka berjalan kian kemari menghambur hasutan (mengadu domba) dan yang membuat kerusakan di antara orang-orang yang menjalin kasih sayang lagi selalu mengharapkan terjadinya masalah di kalangan orang-orang yang tidak berdosa.

Ibnu Majah meriwayatkannya dari Suwaid ibnu Sa’id, dari Yahya ibnu Sulaim, dari Ibnu Khaisam dengan sanad yang sama.


Imam Ahmad telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ibnu Abu Husain, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Abdur Rahman ibnu Ganam yang menyampaikannya kepada Nabi ﷺ:
Hamba-hamba Allah yang pilihan ialah orang-orang yang apabila dalam hatinya terselip rasa ria, maka ia segera ingat kepada Allah.
Dan hamba-hamba Allah yang paling buruk ialah orang-orang yang berjalan ke sana kemari menebar hasutan (mengadu domba), yang memecah belah di antara orang-orang yang menjalin kasih sayang lagi selalu menginginkan terjadinya kesulitan di kalangan orang-orang yang tidak berdosa.

Unsur Pokok Surah Al Qalam (القلم)

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-‘Alaq.

Nama "Al-Qalam" diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya "pena".

Surat ini dinamai pula dengan surat "Nun" (huruf "nun").

Keimanan:

▪ Nabi Muhammad ﷺ bukanlah orang yang gila melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung.
▪ Larangan bertoleransi di bidang kepercayaan.
▪ Larangan mengikuti orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang dicela Allah.
▪ Nasib yang dialami pemilik-pemilik kebun sebagai contoh orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.
▪ Kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka.
▪ Alquran adalah peringatan bagi seluruh umat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Qalam (52 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Qalam (68) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Qalam ayat 11 - Gambar 1 Surah Al Qalam ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 68:11
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Qalam.

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,”Kalam”) adalah surah ke-68 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat.
Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Nomor Surah 68
Nama Surah Al Qalam
Arab القلم
Arti Pena
Nama lain Nun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 2
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 301
Jumlah huruf 1288
Surah sebelumnya Surah Al-Mulk
Surah selanjutnya Surah Al-Haqqah
Sending
User Review
4.3 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

68:11, 68 11, 68-11, Surah Al Qalam 11, Tafsir surat AlQalam 11, Quran Al-Qalam 11, Surah Al Qolam ayat 11

Video Surah

68:11


Load More

Kandungan Surah Al Qalam

۞ QS. 68:2 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:3 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 68:5 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:6 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:7 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 68:8 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 68:9 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:10 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 68:15 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:16 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:19 • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 68:20 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 68:29 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:32 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:33 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 68:34 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya •

۞ QS. 68:35 • Derajat para pemeluk agama • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh •

۞ QS. 68:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:38 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:39 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:40 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 68:41 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:42 • Hari tersingkapnya betis • Kedahsyatan hari kiamat • Para makhluk sujud kepada Allah • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan •

۞ QS. 68:43 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:44 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:45 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 68:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 68:47 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 68:48 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:49 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:50 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 68:51 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 68:52 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

Ayat Pilihan

Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.
Sesungguhnya hanya kepada Allahlah kalian akan kembali.
QS. Al-Ma’idah [5]: 48

Wahai umat manusia,
sungguh kalian membutuhkan Allah dalam segala hal.
Hanya Allahlah yang Mahakaya & tidak membutuhkan keberadaan ciptaan-Nya.
Oleh karena itu,
Dia berhak mendapatkan puja & puji dalam segala situasi.
QS. Fatir [35]: 15

Allah tidak akan mengubah nasib suatu bangsa dari susah menjadi bahagia,
atau dari kuat menjadi lemah,
sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan keadaan yang akan mereka jalani.
QS. Ar-Ra’d [13]: 11

Sungguh dosa itu atas orang yang berbuat zalim kepada manusia & melampaui batas di muka bumi tanpa hak.
Mereka mendapat azab.
Tapi orang yang sabar & memaafkan,
sungguh (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal yang diutamakan.
QS. Asy-Syura [42]: 42-43

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

+

Array

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Correct! Wrong!

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus Istilah Islam

Al Mu’iid

Apa itu Al Mu’iid? Allah itu Al-Mu’id ◀ Artinya adalah Allah itu adalah yang Maha Mengembalikan. Yaitu Allah adalah berkuasa untuk mengembalikan segala sesuatu atas kehendak-Nya. Misal ...

Maryam

Apa itu Maryam? Surah Maryam adalah surah ke-19 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad...

Al-Insyiqaq

Apa itu Al-Insyiqaq? Surah Al-Insyiqaq adalah surah ke-84 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar. Dinamai A...