Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Muzzammil (Orang yang berselimut) – surah 73 ayat 4 [QS. 73:4]

اَوۡ زِدۡ عَلَیۡہِ وَ رَتِّلِ الۡقُرۡاٰنَ تَرۡتِیۡلًا ؕ
Au zid ‘alaihi warattilil quraana tartiilaa;
atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.
―QS. Al Muzzammil [73]: 4

Or add to it, and recite the Qur’an with measured recitation.
― Chapter 73. Surah Al Muzzammil [verse 4]

أَوْ atau

Or
زِدْ lebih

add
عَلَيْهِ atasnya

to it,
وَرَتِّلِ dan bacalah

and recite
ٱلْقُرْءَانَ Al Qur’an

the Quran
تَرْتِيلًا perlahan-lahan

(with) measured rhythmic recitation.

Tafsir

Alquran

Surah Al Muzzammil
73:4

Tafsir QS. Al Muzzammil (73) : 4. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya membaca Alquran secara seksama (tartil).
Maksudnya ialah membaca Alquran dengan pelan-pelan, bacaan yang fasih, dan merasakan arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca itu, sehingga berkesan di hati.

Perintah ini dilaksanakan oleh Nabi ﷺ.
Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca Alquran dengan tartil, sehingga surah yang dibacanya menjadi lebih lama dari ia membaca biasa.


Dalam hubungan ayat ini, Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mugaffal, bahwa ia berkata:


Aku melihat Rasulullah ﷺ pada hari penaklukan kota Mekah, sedang menunggang unta beliau membaca Surah al-Fath di mana dalam bacaan itu beliau melakukan tarji’ (bacaan lambat dengan mengulang-ulang).
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari ‘Abdullah bin Mugaffal)


Pengarang buku Fathul Bayan berkata,
"Yang dimaksud dengan tartil ialah kehadiran hati ketika membaca, bukan asal mengeluarkan bunyi dari tenggorokan dengan memoncong-moncongkan muka dan mulut dengan alunan lagu, sebagaimana kebiasaan yang dilakukan pembaca-pembaca Alquran zaman sekarang.

Membaca yang seperti itu adalah suatu bacaan yang dilakukan orang-orang yang tidak mengerti agama."


Membaca Alquran secara tartil mengandung hikmah, yaitu terbukanya kesempatan untuk memperhatikan isi ayat-ayat yang dibaca dan di waktu menyebut nama Allah, si pembaca akan merasakan kemahaagungan-Nya.

Ketika tiba pada ayat yang mengandung janji, pembaca akan timbul harapan-harapan, demikian juga ketika membaca ayat ancaman, pembaca akan merasa cemas.


Sebaliknya membaca Alquran secara tergesa-gesa atau dengan lagu yang baik, tetapi tidak memahami artinya adalah suatu indikasi bahwa si pembaca tidak memperhatikan isi yang terkandung dalam ayat yang dibacanya.

Tafsir QS. Al Muzzammil (73) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang yang melipat diri dengan selimut, bangunlah pada malam hari untuk melakukan salat.
Kurangilah waktu tidurmu.


Isilah–dengan salat–seperdua malam atau kurang sedikit hingga mencapai sepertiganya.
Atau tambahkanlah waktunya hingga mencapai duapertiga dari waktu malam itu.


Bacalah Alquran secara perlahan-lahan sehingga jelas huruf dan saat berhentinya.
Bacalah dengan bacaan yang baik dan benar.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang yang berselimut dengan kainnya, bangunlah untuk mendirikan shalatpada malam hari kecuali sedikit daripadanya.
Bangunlah pada pertengahan malam, atau kurang sedikit dari pertengahannya hingga sepertiga, atau lebih dari setengahnya hingga dua pertiga malam.


Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan, jelas huruf dan waqafnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Atau lebih dari seperdua) hingga mencapai dua pertiganya, pengertian yang terkandung di dalam lafal au menunjukkan makna boleh memilih.


(Dan bacalah Alquran itu) mantapkanlah bacaannya


(dengan perlahan-lahan.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.
(QS. Al-Muzzammil [73]: 4)

Maksudnya, bacalah Alquran dengan tartil (perlahan-lahan) karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkan makna yang dibaca, dan memang demikianlah bacaan yang dilakukan oleh Nabi ﷺ Sehingga Siti Aisyah r.a. mengatakan bahwa Nabi ﷺ bila membaca Alquran yaitu perlahan-lahan sehingga bacaan beliau terasa paling Iama dibandingkan dengan orang Lain.


Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui sahabat Anas r.a., bahwa ia pernah ditanya tentang bacaan yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ Maka ia menjawab, bahwa bacaan Alquran yang dilakukan oleh beliau panjang.
Bila beliau membaca:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Fatihah [1]: 1)
Maka beliau memanjangkan bismillah, dan memanjangkan Ar-Rahman dan juga memanjangkan bacaan Ar-Rahim.

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Ummu Salamah r.a., bahwa ia pernah ditanya tentang qiraat Rasulullah ﷺ Maka Ummu Salamah menjawab bahwa beliau membaca Alquran ayat demi ayat yang setiap ayatnya berhenti:

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segalapuji bagi Allah Tuhan semesta alam, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan.
(QS. Al-Fatihah [1]: 1-4)

Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Daud serta Imam Turmuzi.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, dari Sufyan, dari Asim, dari Zar, dari Abdullah ibnu Amr, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Dikatakan kepada pembaca Alquran,
"Bacalah dengan suara indah dan perlahan-lahan sebagaimana engkan membacanya dengan tartil sewaktu di dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu berada di akhir ayat yang kamu baca!"

Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini kalau tidak hasan, sahih.

Dalam pembahasan yang terdahulu pada permulaan tafsir telah disebutkan hadishadis yang menunjukkan anjuran membaca Alquran dengan bacaan tartil dan suara yang indah, seperti hadis berikut:

Hiasilah Alquran dengan suara kalian!

Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan bacaan Alquran.

Dan Rasulullah ﷺ pernah bersabda setelah mendengar suara Abu Musa Al-Asy’ari membaca Alquran:

Sesungguhnya orang ini telah dianugerahi suara yang indah seperti suara seruling keluarga Daud.

Maka Abu Musa menjawab,
"Seandainya aku mengetahui bahwa engkau mendengarkan bacaanku, tentulah aku akan melagukannya dengan lagu yang terindah untukmu."

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa ia telah mengatakan,
"Janganlah kamu membacanya dengan bacaan seperti menabur pasir, jangan pula membacanya dengan bacaan tergesa-gesa seperti membaca puisi (syair).
Berhentilah pada hal-hal yang mengagumkan, dan gerakkanlah hati untuk meresapinya, dan janganlah tujuan seseorang dari kamu hanyalah akhir surat saja."
Diriwayatkan oleh Al-Bagawi.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Murrah;
ia pernah mendengar Abu Wa-il mengatakan, bahwa seseorang datang kepada Ibnu Mas’ud, lalu berkata,
"Tadi malam aku telah membaca surat Al-Mufassal (surat-surat yang pendek) dalam satu rakaat."
Maka Ibnu Mas’ud menjawab,
"Berarti bacaanmu seperti bacaan terhadap syair (tergesa-gesa).
Sesungguhnya aku telah mengetahui surat-surat yang bacaannya digandengkan oleh Rasulullah ﷺ di antara surat-surat Al-Mufassal itu."
Lalu Ibnu Mas’ud menyebutkan dua puluh surat dari surat Al-Mufassal, dua surat tiap rakaatnya.

Unsur Pokok Surah Al Muzzammil (المزمل)

Surat Al Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qalam.

Dinamai "Al Muzzammil" (orang yang berselimut) diambil dari perkataan "Al Muzzammil" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dirnaksud dengan "orang yang berkemul" ialah Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

▪ Petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan oleh Rasulullah ﷺ untuk menguatkan rohani guna persiapan menerima wahyu, yaitu dengan bangun di malam hari untuk shalat tahajjud, membaca Alquran dengan tartil.
▪ Bertasbih dan bertahmid.
▪ Perintah bersabar terhadap celaan orang-orang yang mendustakan Rasul.
▪ Akhirnya kepada umat Islam diperintahkan untuk shalat tahajjud, berjihad di jalan Allah, membaca Alquran, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membelanjakan harta di jalan Allah dan memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Audio

QS. Al-Muzzammil (73) : 1-20 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 20 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Muzzammil (73) : 1-20 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 20

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muzzammil ayat 4 - Gambar 1 Surah Al Muzzammil ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 73:4
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muzzammil.

Surah Al-Muzzammil (Arab: المزمّل ,”Orang Yang Berselimut”) adalah surah ke-73 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 20 ayat.
Dinamakan Al Muzzammil yang berarti “Orang yang berselimut” di ambil dari kata Al Muzzammil yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan orang yang berselimut ialah Nabi Muhammad ﷺ.

Nomor Surah73
Nama SurahAl Muzzammil
Arabالمزمل
ArtiOrang yang berselimut
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu3
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat20
Jumlah kata300
Jumlah huruf853
Surah sebelumnyaSurah Al-Jinn
Surah selanjutnyaSurah Al-Muddassir
Sending
User Review
4.8 (12 votes)
Tags:

73:4, 73 4, 73-4, Surah Al Muzzammil 4, Tafsir surat AlMuzzammil 4, Quran Al Muzammil 4, Al Muzamil 4, Al-Muzzammil 4, Surah Al Muzamil ayat 4

▪ q s 73:4
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 70 [QS. 15:70]

Nasihat Nabi Lut tidak membuat para pendurhaka itu mengurungkan niat. Dengan angkuh dan sombong mereka berkata, “Dan bukankah kami sejak awal telah melarangmu, wahai Lut, dari melindungi manusia; yakn … 15:70, 15 70, 15-70, Surah Al Hijr 70, Tafsir surat AlHijr 70, Quran Al-Hijr 70, Surah Al Hijr ayat 70

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 77 [QS. 2:77]

Ayat sebelumnya menguraikan sikap sebagian orang-orang Yahudi yang menyem bunyikan kekafiran dan berpura-pura memeluk Islam, sedang ayat ini mengingat kan mereka dan siapa pun yang berperilaku seperti … 2:77, 2 77, 2-77, Surah Al Baqarah 77, Tafsir surat AlBaqarah 77, Quran Al-Baqarah 77, Surah Al Baqarah ayat 77

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … permasalahan perdebatan peradaban

Kuis Agama Islam #31

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan … Tauhid Akhlaq Aqidah Ilmu kalam Al-Yakiin Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #3

Dalam Islam, pakaian harus … mewah dan menarik mahal dan bagus bersih, rapi dan sopan Mewah dan bersih bermerek Benar!

Instagram