QS. Al Muzzammil (Orang yang berselimut) – surah 73 ayat 17 [QS. 73:17]

فَکَیۡفَ تَتَّقُوۡنَ اِنۡ کَفَرۡتُمۡ یَوۡمًا یَّجۡعَلُ الۡوِلۡدَانَ شِیۡبَۨا
Fakaifa tattaquuna in kafartum yauman yaj’alul wildaana syiiban;

Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
―QS. 73:17
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Kedahsyatan hari kiamat ▪ Iman adalah ucapan dan perbuatan
73:17, 73 17, 73-17, Al Muzzammil 17, AlMuzzammil 17, Al Muzammil 17, Al Muzamil 17, Al-Muzzammil 17

Tafsir surah Al Muzzammil (73) ayat 17

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Muzzammil (73) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang kafir tidak takut kepada datangnya hari Kiamat.
Padahal pada hari itu, mereka tidak akan merasa aman karena kekufuran mereka.
Mereka tidak sanggup menolak azab Tuhan pada hari yang sangat dahsyat yang menjadikan anak-anak muda beruban.
Langit pun pada hari itu terpecah-belah.
Hal itu menunjukkan sangat dahsyatnya hari tersebut.
Kedatangan hari tersebut, yaitu turunnya azab Tuhan kepada orang kafir dan pahala Tuhan berupa nikmat kepada orang mukmin, adalah janji Tuhan yang pasti dipenuhi-Nya.
Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bagaimana kalian dapat membela diri jika kalian tetap tidak mempercayai adanya azab yang pada hari itu anak-anak muda–karena ketakutannya–berubah menjadi tua dan lemah?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka bagaimanakah kalian dapat memelihara diri kalian jika tetap kafir) di dunia (kepada hari) lafal yauman menjadi maf’ul kedua dari lafal tattaquuna.

Yakni memelihara diri dari azab hari itu.

Atau dengan kata lain, dengan benteng apakah kalian memelihara diri dari azab pada hari itu (yang menjadikan anak-anak beruban) lafal syiiban bentuk jamak dari lafal asyyab, dikatakan anak-anak beruban, sebagai gambaran tentang hari itu yang penuh dengan kengerian yang sangat mencekam, hari yang dimaksud adalah hari kiamat.

Bentuk asal lafal syiiban adalah syuyban, dengan memakai harakat damah pada huruf syin.

Kemudian harakat itu diganti menjadi kasrah demi untuk menyelaraskannya dengan huruf ya yang jatuh sesudahnya, sehingga jadilah syiiban.

Dikatakan di dalam menggambarkan hari yang penuh dengan malapetaka, yaumun yusyiibu nawaashial athfaali, yakni hari yang dapat membuat ubun-ubun anak-anak beruban.

Ungkapan ini adalah ungkapan majaz atau kata kiasan.

Akan tetapi boleh juga makna yang terkandung di dalam ayat ini dimaksud adalah makna hakiki bukan majazi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 17)

Dapat ditakwilkan bahwa lafaz yauman merupakan ma’mul dari lafaz tattaqima, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari qiraat Ibnu Mas’ud, yang artinya “maka bagimanakah kamu takut, hai manusia, akan dapat memelihara dirimu jika tetap kafir kepada Allah dan mendustakan-Nya dalam menghadapi hari yang dapat menjadikan anak-anak beruban?”
Dapat pula ditakwilkan sebagai ma’mul dari lafaz kafartum.
Atas dasar makna yang pertama, arti ayat ialah “maka bagaimanakah kamu akan mendapat keamanan dari hari yang kegemparannya sangat dahsyat itu jika kamu tetap kafir?”.
Dan menurut makna yang kedua, artinya “maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir dan ingkar kepada hari kiamat?”.
Keduanya baik, tetapi yang lebih utama adalah pendapat yang pertama; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Maka firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 17)

Yakni karena kegemparan, keguncangan, dan huru-hara yang terjadi di hari itu sangat dahsyat.
Yang demikian itu terjadi di saat Allah berfirman kepada Nabi Adam, “Kirimkanlah orang-orang yang akan dimasukkan ke dalam neraka !” Adam bertanya, “Berapakah jumlahnya?”
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dari tiap seribu orang sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang dimasukkan ke dalam neraka, sedangkan yang seorang ke dalam surga.”

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ay’yub Al-Allaf, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Nafi’ ibnu Yazid.
telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Ata Al-Khurrasani, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari ibnu Abbas r.a.
yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya: Kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 17) Lalu beliau ﷺ bersabda: Demikian itn terjadi di hari kiamat, yaitu hari yang padanya Allah berfirman kepada Adam, “Bangkitlah dan kirimkanlah dari keturunanmu orang-orang yang akan dimasukkan ke dalam neraka !” Adam bertanya, “Dari berapakah jumlah mereka, Ya Tuhanku?”
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dari seliap seribu orang sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang, sedangkan yang seorangnya selamat.” Maka hal itu terasa berat di kalangan kaum muslim, dan Rasulullah ﷺ dapat membaca mereka, lalu beliau ﷺ melanjutkan sabdanya pada saat melihat rasa keberatan ini di wajah mereka: Sesungguhnya keturunan Adam itu banyak sekali, dan sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj termasuk keturunan Adam, dan sesungguhnya tidaklah mati seseorang dari mereka sebelum menebarkan dari sulbinya seribu orang anak.
Maka kiriman ke neraka itu adalah mereka dan orang-orang yang serupa dengan mereka, sedangkan surga untuk kalian.

Hadis ini garib, dan telah disebutkan keterangan mengenai hadis-hadis ini dalam permulaan tafsir surat Al-Hajj.


Informasi Surah Al Muzzammil (المزمل)
Surat Al Muzzammil terdiri atas 20 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qalam.

Dinamai “Al Muzzammil” (orang yang berselimut) diambil dari perkataan “Al Muzzammil” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dirnaksud dengan “orang yang berkemul” ialah Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Petunjuk-petunjuk yang harus dilakukan oleh Rasulullah ﷺ untuk menguatkan rohani guna persiapan menerima wahyu, yaitu dengan bangun di malam hari untuk shalat tahajjud, membaca Al Qur’an dengan tartil
bertasbih dan bertahmid
perintah bersabar terhadap celaan orang-orang yang mendustakan Rasul.
Akhirnya kepada umat Islam diperintahkan untuk shalat tahajjud, berjihad di jalan Allah, membaca Al Qur’an, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membelanjakan harta di jalan Allah dan memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Ayat-ayat dalam Surah Al Muzzammil (20 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Muzzammil (73) ayat 17 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Muzzammil (73) ayat 17 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Muzzammil (73) ayat 17 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Muzzammil - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 20 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 73:17
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muzzammil.

Surah Al-Muzzammil (Arab: المزمّل ,"Orang Yang Berselimut") adalah surah ke-73 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 20 ayat.
Dinamakan Al Muzzammil yang berarti "Orang yang berselimut" di ambil dari kata Al Muzzammil yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan orang yang berselimut ialah Nabi Muhammad S.A.W.

Nomor Surah 73
Nama Surah Al Muzzammil
Arab المزمل
Arti Orang yang berselimut
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 3
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 20
Jumlah kata 300
Jumlah huruf 853
Surah sebelumnya Surah Al-Jinn
Surah selanjutnya Surah Al-Muddassir
4.5
Ratingmu: 4.5 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta