Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mumtahanah (Wanita yang diuji) – surah 60 ayat 8 [QS. 60:8]

لَا یَنۡہٰىکُمُ اللّٰہُ عَنِ الَّذِیۡنَ لَمۡ یُقَاتِلُوۡکُمۡ فِی الدِّیۡنِ وَ لَمۡ یُخۡرِجُوۡکُمۡ مِّنۡ دِیَارِکُمۡ اَنۡ تَبَرُّوۡہُمۡ وَ تُقۡسِطُوۡۤا اِلَیۡہِمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ یُحِبُّ الۡمُقۡسِطِیۡنَ
Laa yanhaakumullahu ‘anil-ladziina lam yuqaatiluukum fiiddiini walam yukhrijuukum min diyaarikum an tabarruuhum watuqsithuu ilaihim innallaha yuhibbul muqsithiin(a);
Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
―QS. Al Mumtahanah [60]: 8

Daftar isi

Allah does not forbid you from those who do not fight you because of religion and do not expel you from your homes – from being righteous toward them and acting justly toward them.
Indeed, Allah loves those who act justly.
― Chapter 60. Surah Al Mumtahanah [verse 8]

لَّا tidak
Not
يَنْهَىٰكُمُ melarang kamu
(does) forbid you
ٱللَّهُ Allah
Allah
عَنِ dari/terhadap
from
ٱلَّذِينَ orang-orang yang
those who
لَمْ tidak
(do) not
يُقَٰتِلُوكُمْ memerangi kamu
fight you
فِى dalam
in
ٱلدِّينِ agama
the religion
وَلَمْ dan tidak
and (do) not
يُخْرِجُوكُم mengusir/mengeluarkan kamu
drive you out
مِّن dari
of
دِيَٰرِكُمْ rumah/kampung halaman
your homes
أَن bahwa
that
تَبَرُّوهُمْ kamu berbuat baik kepada mereka
you deal kindly
وَتُقْسِطُوٓا۟ dan kamu berlaku adil
and deal justly
إِلَيْهِمْ kepada mereka
with them.
إِنَّ sesungguhnya
Indeed,
ٱللَّهَ Allah
Allah
يُحِبُّ menyukai
loves
ٱلْمُقْسِطِينَ orang-orang yang berlaku adil
those who act justly.

Tafsir Al-Quran

Surah Al Mumtahanah
60:8

Tafsir QS. Al Mumtahanah (60) : 8. Oleh Kementrian Agama RI


Diriwayatkan bahwa Ahmad bin hanbal menceritakan kepada beberapa imam yang lain dari ‘Abdullah bin Zubair, ia berkata,
"Telah datang ke Madinah (dari Mekah) Qutailah binti ‘Abdul ‘Uzza, bekas istri Abu Bakar sebelum masuk Islam, untuk menemui putrinya Asma’ binti Abu Bakar dengan membawa berbagai hadiah.
Asma’ enggan menerima hadiah itu dan tidak memperkenankan ibunya memasuki rumahnya.

Kemudian Asma’ mengutus seseorang kepada ‘Aisyah agar menanyakan hal itu kepada Rasulullah.
Maka turunlah ayat ini yang membolehkan Asma’ menerima hadiah dan mengizinkan ibunya yang kafir itu tinggal di rumahnya.


Allah tidak melarang orang-orang yang beriman berbuat baik, mengadakan hubungan persaudaraan, tolong-menolong, dan bantu-membantu dengan orang musyrik selama mereka tidak mempunyai niat menghancurkan Islam dan kaum Muslimin, tidak mengusir kaum Muslimin dari negeri-negeri mereka, dan tidak pula berteman akrab dengan orang yang hendak mengusir itu.


Ayat ini memberikan ketentuan umum dan prinsip agama Islam dalam menjalin hubungan dengan orang-orang yang bukan Islam dalam satu negara.

Kaum Muslimin diwajibkan bersikap baik dan bergaul dengan orang-orang kafir, selama mereka bersikap dan ingin bergaul baik, terutama dengan kaum Muslimin.


Seandainya dalam sejarah Islam, terutama pada masa Rasulullah ﷺ dan masa para sahabat, terdapat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kaum Muslimin kepada orang-orang musyrik, maka tindakan itu semata-mata dilakukan untuk membela diri dari kezaliman dan siksaan yang dilakukan oleh pihak musyrik.


Di Mekah, Rasulullah dan para sahabat disiksa dan dianiaya oleh orang-orang musyrik, sampai mereka terpaksa hijrah ke Madinah.
Sesampai di Madinah, mereka pun dimusuhi oleh orang Yahudi yang bersekutu dengan orang-orang musyrik, sekalipun telah dibuat perjanjian damai antara mereka dengan Rasulullah.

Oleh karena itu, Rasulullah terpaksa mengambil tindakan keras terhadap mereka.
Demikian pula ketika kaum Muslimin berhadapan dengan kerajaan Persia dan Romawi, orang-orang kafir di sana telah memancing permusuhan sehingga terjadi peperangan.


Jadi ada satu prinsip yang perlu diingat dalam hubungan orang-orang Islam dengan orang-orang kafir, yaitu boleh mengadakan hubungan baik, selama pihak yang bukan Islam melakukan yang demikian pula.
Hal ini hanya dapat dibuktikan dalam sikap dan perbuatan kedua belah pihak.


Di Indonesia prinsip ini dapat dilakukan, selama tidak ada pihak agama lain bermaksud memurtadkan orang Islam atau menghancurkan Islam dan kaum Muslimin.

Tafsir QS. Al Mumtahanah (60) : 8. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik dan menjalin hubungan dengan orang-orang kafir yang tidak memerangi dan mengusir kalian dari negeri kalian.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dan menjalin hubungan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah tidak melarang kalian, orang-orang mukmin, untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang kafir yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak pula mengusir kalian dari kampung halaman kalian.
Sesungguhnya, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil dalam perkataan dan perbuatan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Allah tiada melarang kalian terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian) dari kalangan orang-orang kafir


(karena agama dan tidak mengusir kalian dari negeri kalian untuk berbuat baik kepada mereka) lafal an tabarruuhum menjadi badal isytimal dari lafal alladziina


(dan berlaku adil) yaitu melakukan peradilan


(terhadap mereka) dengan secara adil.
Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah untuk berjihad melawan mereka.


(Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil) yang berlaku adil.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah tiada melarang kamu terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 8)

Yakni mereka tidak membantu (orang-orang) untuk memerangi dan mengusirmu.
Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa Allah tidak melarang kamu menjalin hubungan baik dengan orang-orang kafir yang tidak memerangimu karena agama, seperti kaum wanita dan orang-orang lemah dari mereka.

untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 8)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Urwah, dari Fatimah bintil Munzir, dari Asma binti Abu Bakar r.a. yang menceritakan,
"Ibuku datang, sedangkan dia masih dalam keadaan musyrik di masa terjadinya perjanjian perdamaian dengan orang-orang Quraisy.
Maka aku datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku datang, ingin berhubungan dengan diriku, bolehkah aku berhubungan dengannya?’ Nabi ﷺ bersabda,
"Ya, bersilaturahmilah kepada ibumu’."


Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan pula hadis ini.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Arim, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Mus’ab ibnuSabit, telah menceritakan kepada kami Amir ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Qatilah datang menemui anak perempuannya (yaitu Asma binti Abu Bakar) dengan membawa hadiah-hadiah berupa keju, obat penyamak kulit, dan minyak samin, sedangkan ibunya masih dalam keadaan musyrik.
Maka Asma pada mulanya menolak menerima kedatangan ibunya, dan masuk ke dalam rumahnya, lalu bertanya kepada Aisyah r.a. Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Allah tiada melarangmu terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 8), hingga akhit ayat.
Maka Nabi ﷺ memerintahkan kepada Asma agar menerima hadiah ibunya itu dan mempersilakan ibunya masuk ke dalam rumahnya.


Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim melalui hadis Mus’ab Ibnu Sabit dengan sanad yang sama.


Menurut riwayat lain, Imam Ahmad dan Ibnu Jarir, disebutkan bahwa ibu Asma bernama Qatilah binti Abdul Uzza ibnu Sa’d ibnu Bani Malik ibnu Hasal.


Ibnu Abu Hatim menambahkan pula bahwa hal itu terjadi di masa gencatan senjata antara orang-orang Quraisy dan Rasulullah ﷺ

Abu Bakar alias Ahmad ibnu Amr ibnu Abdul Khaliq Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Qatadah Al-Adawi, dari keponakan Az-Zuhri, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah dan Asma, bahwa keduanya pernah menceritakan,
"Ibu kami datang kepada kami ke Madinah, sedangkan dia masih dalam keadaan musyrik di masa gencatan senjata yang ada antara Rasulullah ﷺ dan orang-orang Quraisy.
Maka kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya ibu kami datang ke Madinah untuk menemui kami, bolehkah kami menghubungkan silaturahmi dengannya?’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Ya, bersilaturahmilah kamu berdua kepadanya’."


Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa hadis ini kami tidak mengenalnya diriwayatkan dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah kecuali hanya melalui jalur ini.

Menurut hemat kami, hadis ini munkar dengan teks yang berbunyi demikian, karena sesungguhnya ibu Siti Aisyah adalah Ummu Ruman, ia seorang muslimah dan ikut berhijrah.
Sedangkan ibunya Asma adalah lainnya, sebagaimana yang disebutkan namanya dalam hadis-hadis sebelumnya;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 8)

Tafsir ayat ini telah disebutkan di dalam surat Al-Hujurat.


Dan sehubungan dengan hal ini kami ketengahkan sebuah hadis sahih yang menyebutkan:

Orang-orang yang berlaku adil (kelak) berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya berada di sebelah kanan ‘Arasy;
(yaitu) orang­ orang yang berlaku adil dalam keputusan hukum mereka, berlaku adil terhadap keluarga dan apa yang dikuasakan kepada mereka.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Mumtahanah (60) Ayat 8

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Asma’ binti Abi Bakr bahwa Qatilah (seorang kafir) datang kepada Asma’ binti Abi Bakr (anak kandungnya).
Setelah itu Asma’ bertanya kepada Rasulullah ﷺ: “Bolehkah saya berbuat baik kepadanya?” Rasulullah ﷺ menjawab:
“Ya (boleh).” Ayat ini (al-Mumtahanah: 8) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memusuhi agama Allah.

Diriwayatkan oleh Ahmad, al-Bazzar, dan al-Hakimdishahihkan oleh al-Hakim-, yang bersumber dari ‘Abdullah bin az-Zubair bahwa Siti Qatilah, istri Abu Bakr yang telah diceraikan pada zaman jahiliyyah, datang kepada anaknya, Asma’ binti Abi Bakr, membawa bingkisan.
Asma’ menolak pemberian itu, bahkan ia tidak memperkenankan ibunya masuk ke dalam rumahnya.
Setelah itu ia mengutus seseorang kepada ‘Aisyah (saudaranya) agar menanyakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk menerimanya dengan baik serta menerima pula bingkisannya.
Ayat ini (al-Mumtahanah: 8) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang kafir yang tidak memusuhi agama Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mumtahanah (60) Ayat 8

DIYAAR
لدِّيَار

Lafaz diyaar adalah jamak dari ad daar mencakup arti tempat yang di dalamnya bangunan dan halaman, rumah, negeri, suku dan nama untuk kota nabi Muhammad.

Al Fairuz berkata,
"Ad Daar juga digunakan makna dunia dan akhirat dengan ungkapan Daar ad dunya dan Daar al aakhirah, Daar as salaam maknanya syurga dan Daar al bawaar maksudnya neraka"

Lafaz diyaar disebut secara bersendirian sebanyak satu kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 5.
Disebut empat kali dan disambungkan dengan dhamir kum yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 84;
An Nisaa (4), ayat 66;
Al Mumtahanah (60), ayat 8 dan 9.
Sekali pula disambungkan dengan dhamir na yaitu dalam surah Al Baqarah (2), ayat 246.
Sepuluh kali disambungkan dengan dhamir hum yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 85, 243;
Ali Imran (3), ayat 195;
Al Anfaal (8), ayat 47;
Hud (11), ayat 67, 94;
Al Hajj (22), ayat 40;
Al Ahzab (33), ayat 27;
Al Hasyr (59), ayat 2 dan 8.

At Tabari berkata,
"Ia bermakna masaakin atau rumah-rumah tempat tinggal maksudnya mereka bolak-balik diantara negeri dan rumah mereka.

Dalam Tafsir Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an, Al Qurtubi menukilkan dari At Tabari dimana mereka mengelilingi antara negeri-negeri untuk mencari dan membunuh mereka yang selalu pergi dan datang.

Ibnu Abbas berkata,
"Mereka berjalan dan pulang pergi diantara negeri-negeri dan rumah-rumah."

Al Farra’ berkata, "Mereka membunuh mereka diantara rumah-rumah mereka.

Kesimpulannya diyaar bermakna negeri-negeri atau rumah-rumah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:229-230

Unsur Pokok Surah Al Mumtahanah (الممتحنة)

Surat Al-Mumtahanah terdiri atas 13 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Ahzab.

Dinamai "Al Mumtahanah" (wanita yang diuji), diambil dari kata "Famtahinuuhunna" yang berarti "maka ujilah rnereka",
yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Hukum:

▪ Larangan mengadakan hubungan persahabatan dengan orang-orang kafir yang memusuhi Islam, sedang dengan orang-orang kafir yang tidak memusuhi Islam boleh mengadakan persahabatan.
▪ Hukum perkawinan bagi orang-orang yang pindah agama.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam bersama kaumnya sebagai contoh dan teladan bagi orang-orang mukmin.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mumtahanah (13 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Mumtahanah (60) : 1-13 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 13 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Mumtahanah (60) : 1-13 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 13

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mumtahanah ayat 8 - Gambar 1 Surah Al Mumtahanah ayat 8 - Gambar 2
Statistik QS. 60:8
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mumtahanah.

Surah Al-Mumtahanah (bahasa Arab:الممتحنة, “Perempuan Yang Diuji”) adalah surah ke-60 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 13 ayat.
Dinamakan Al Mumtahanah yang berarti Wanita yang diuji di ambil dari kata “Famtahinuuhunna” yang berarti maka ujilah mereka, yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Nomor Surah 60
Nama Surah Al Mumtahanah
Arab الممتحنة
Arti Wanita yang diuji
Nama lain Al-Imtihān, Al-Mawaddah
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 91
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 13
Jumlah kata 325
Jumlah huruf 1560
Surah sebelumnya Surah Al-Hasyr
Surah selanjutnya Surah As-Saff
Sending
User Review
4.7 (13 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
60:8, 60 8, 60-8, Surah Al Mumtahanah 8, Tafsir surat AlMumtahanah 8, Quran Al-Mumtahanah 8, Surah Al Mumtahanah ayat 8
▪ Tafsir qs 60:8
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 60:8

More Videos

Kandungan Surah Al Mumtahanah

۞ QS. 60:1 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Bersikap keras terhadap orang kafir • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam • Hukum memohon bantuan orang musyrik

۞ QS. 60:2 • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam

۞ QS. 60:3 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 60:4 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama para nabi

۞ QS. 60:5 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Memohon ampun •

۞ QS. 60:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat •

۞ QS. 60:7 • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 60:9 Hukum memohon bantuan orang musyrik

۞ QS. 60:10 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Dua kalimat syahadat, bukti lahiriah keimanan seseorang •

۞ QS. 60:12 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 60:13 Hukum memohon bantuan orang musyrik

Ayat Pilihan

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya,
kepada orang miskin & orang yang dalam perjalanan
dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
QS. Al-Isra’ [17]: 26

Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu,
dan bertakwalah kepada Allah & ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya.
Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
QS. Al-Baqarah [2]: 223

Perkataan yang baik & pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima).
Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
QS. Al-Baqarah [2]: 263

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS. Al-Qasas [28]: 50

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

+

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

Ammar bin Yasir

Siapa itu Ammar bin Yasir? Ammar bin Yasir (570-657) (Arab:عمار بن ياسر) adalah Sahabat Nabi Muhammad. Biografi Ammar bin Yasir adalah anak dari Sumayyah binti Khayyat dan Yasir bin Amir yan...

Idulfitri

Apa itu Idulfitri? Idul.fit.ri hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan ۞ Variasi nama: Idul fitri … • Idul fitri

Subhanallah

Apa itu Subhanallah? Subhanallah (bahasa Arab: سبحان الله) adalah frasa dalam bahasa Arab yang sering diterjemahkan menjadi
“Maha suci Allah”. Subhanallah merupakan kalimat tasbi...