Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mumtahanah (Wanita yang diuji) - surah 60 ayat 11 [QS. 60:11]

وَ اِنۡ فَاتَکُمۡ شَیۡءٌ مِّنۡ اَزۡوَاجِکُمۡ اِلَی الۡکُفَّارِ فَعَاقَبۡتُمۡ فَاٰتُوا الَّذِیۡنَ ذَہَبَتۡ اَزۡوَاجُہُمۡ مِّثۡلَ مَاۤ اَنۡفَقُوۡا ؕ وَ اتَّقُوا اللّٰہَ الَّذِیۡۤ اَنۡتُمۡ بِہٖ مُؤۡمِنُوۡنَ
Wa-in faatakum syayun min azwaajikum ilal kuffaari fa’aaqabtum faaatuul-ladziina dzahabat azwaajuhum mitsla maa anfaquu waattaquullahal-ladzii antum bihi mu’minuun(a);
Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan mereka maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan.
Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman.
―QS. Al Mumtahanah [60]: 11

Daftar isi

And if you have lost any of your wives to the disbelievers and you subsequently obtain (something), then give those whose wives have gone the equivalent of what they had spent.
And fear Allah, in whom you are believers.
― Chapter 60. Surah Al Mumtahanah [verse 11]

وَإِن dan jika

And if
فَاتَكُمْ berlalu/lari padamu

have gone from you
شَىْءٌ sesuatu

any
مِّنْ dari

of
أَزْوَٰجِكُمْ isteri-isterimu

your wives
إِلَى kepada

to
ٱلْكُفَّارِ orang-orang kafir

the disbelievers
فَعَاقَبْتُمْ lalu kamu mengalahkan

then your turn comes,
فَـَٔاتُوا۟ maka berikanlah

then give
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(to) those who
ذَهَبَتْ pergi/lari

have gone,
أَزْوَٰجُهُم isteri-isteri mereka

their wives,
مِّثْلَ seperti/sebesar

(the) like
مَآ apa

(of) what
أَنفَقُوا۟ mereka belanjakan

they had spent.
وَٱتَّقُوا۟ dan bertakwalah

And fear
ٱللَّهَ Allah

Allah
ٱلَّذِىٓ yang

(in) Whom,
أَنتُم kamu

you,
بِهِۦ kepada-Nya

[in Him]
مُؤْمِنُونَ orang-orang yang beriman

(are) believers.

Tafsir Quran

Surah Al Mumtahanah
60:11

Tafsir QS. Al-Mumtahanah (60) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan hukum seorang istri mukminat yang murtad dan lari dari suaminya ke daerah kafir, sedang ia belum mengembalikan mahar yang pernah diterima dari suaminya yang Mukmin itu.
Jika si suami menyerang daerah kafir, kemudian dapat menawan bekas istrinya, maka bekas istrinya itu boleh diambilnya kembali dengan mengganti mahar yang telah diterima oleh istri dari suami yang kafir.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim dari Al-hasan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan peristiwa Ummul hakam binti Abi Sufyan yang telah murtad dan melarikan diri dari suaminya, kemudian ia menikah dengan seorang laki-laki dari Bani tsaqif.
Ayat ini memerintahkan agar mas kawin yang diterima Ummul hakam dari suaminya yang kafir itu diganti dan diambilkan dari hasil rampasan perang, dan Ummul hakam kembali kepada suaminya semula (yang Muslim).

Menurut riwayat Ibnu ‘Abbas, mas kawin itu diambil dan diberikan kepada suami yang kafir sebelum harta rampasan perang dibagi lima sebanyak yang pernah diberikan suami yang kafir kepada perempuan yang lari itu.

Pada akhir ayat ini Allah memerintahkan agar kaum Muslimin bertakwa dan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya, baik yang diterangkan pada ayat di atas, maupun yang disebut pada ayat-ayat yang lain serta yang terdapat di dalam hadis, jika mereka beriman kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya.

Tafsir QS. Al Mumtahanah (60) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan jika sebagian istri kalian lari kepada orang-orang kafir, lalu kalian mengalahkan mereka dalam perang, maka berikanlah kepada orang-orang yang istrinya lari sebanyak mahar yang mereka telah bayar.
Bertakwalah kalian kepada Allah yang kalian yakini.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan jika sebagian istri kalian bergabung bersama orang-orang kafir dan orang-orang kafir itu tidak memberikan mahar yang telah kalian bayarkan kepada bekas istri kalian, kemudian kalian dapat mengalahkan mereka, berikanlah harta rampasan atau lainnya kepada orang-orang muslim yang ditinggalkan istri-istri mereka (karena menjadi kafir), sebagaimana mereka telah memberikan mahar kepada wanita-wanita itu sebelumnya.
Takutlah kepada Allah yang kepada-Nya kalian beriman.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan jika seseorang dari istri-istri kalian lari) seorang atau lebih di antara istri-istri kalian.
Atau sebagian dari mahar mereka luput dari kalian, karena mereka lari


(kepada orang-orang kafir) dalam keadaan murtad


(lalu kalian mengalahkan mereka) maksudnya, memerangi mereka kemudian kalian memperoleh ganimah


(maka bayarkanlah kepada orang-orang yang istrinya lari itu) dari ganimah yang kalian peroleh


(mahar sebanyak yang telah mereka bayar) karena sebagian dari mahar tersebut tidak sempat mereka terima dari pihak orang-orang kafir.


(Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya kalian beriman) kemudian orang-orang mukmin itu benar-benar mengerjakan apa yang telah diperintahkan kepada mereka, yaitu memberikan ganti rugi mahar kepada orang-orang kafir, dan juga kepada orang-orang mukmin yang istrinya lari, kemudian hukum ini sesudah itu ditiadakan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan jika seseorang dari istri-istrimu lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu mengalahkan mereka, maka bayarkanlah kepada orang-orang yang lari istrinya itu mahar sebanyak yang telah mereka bayar.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 11)

Mujahid dan Qatadah mengatakan bahwa ha! ini berkenaan dengan orang-orang kafir yang tidak terikat dengan kaum muslim dalam suatu perjanjian perdamaian.
Yaitu apabila ada seorang wanita dari kalangan kaum muslim pergi bergabung dengan mereka, sedangkan mereka tidak membayarkan sesuatu pun kepada suami wanita yang lari itu.
Maka apabila ada seorang wanita dari kalangan mereka datang kepada kaum muslim, tidak dibayarkan kepada suaminya mahar yang telah dibelanjakannya, sebelum mereka membayar pula mahar wanita muslim yang melarikan diri itu kepada suaminya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Yunus, dari Az-Zuhri yang mengatakan bahwa orang-orang mukmin mengakui hukum Allah ini.
Oleh karenanya mereka menunaikan apa yang diperintahkan kepada mereka, yaitu membayar pembelanjaan yang telah dikeluarkan oleh kaum musyrik kepada istri-istri mereka.
Tetapi kaum musyrik menentang hukum itu dan tidak mau mengakui hukum Allah yang menetapkan agar mereka menunaikan apa yang diwajibkan atas mereka, yaitu menunaikan pembelanjaan kepada kaum muslim yang istrinya lari kepada mereka.
Untuk itulah maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan jika seseorang dari istri-istrimu lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu mengalahkan mereka, maka bayarkanlah kepada orang orang yang lari istrinya itu mahar sebanyakyang telah mereka bayar.
Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya kamu beriman.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 11)

Untuk itu seandainya sesudah ayat ini diturunkan ada seorang wanita dari kaum muslim lari kepada kaum musyrik, maka kaum mukmin berkewajiban membayarkan kepada suaminya mahar yang telah dibelanjakannya.
Pengembalian ini diambil dari beban yang pernah dibayarkan oleh kaum muslim kepada mereka sebagai tebusan dari istri-istri mereka yang berhijrah ke negeri kaum muslim.
Adapun bila masih ada lebihannya, maka dikembalikan kepada mereka.
Yang dimaksud dengan beban ialah mahar yang masih ada di tangan mereka dari kaum muslim sebagai tebusan buat mereka karena mereka telah kehilangan istri-istrinya yang telah beriman dan bergabung dengan kaum muslim di negeri hijrah.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan ayat ini, bahwajika ada seorang wanita istri seorang lelaki dari kalangan kaum Muhajirin bergabung dengan orang-orang kafir, maka Rasulullah ﷺ memerintahkan agar lelaki itu diberi gantinya semisal dengan jumlah mahar yang telah ia belanjakan, dan dananya diambil dari ganimah.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid.

lalu kamu mengalahkan mereka.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 11)


Yakni kamu beroleh ganimah dari Quraisy atau dari lainnya.

maka bayarkanlah kepada orang-orang yang lari istrinya itu mahar sebanyakyang telah mereka bayar.
(QS. Al-Mumtahanah [60]: 11)

Yaitu mahar misilnya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Masruq, Ibrahim, Qatadah, Muqatil, Ad-Dahhak, Sufyan ibnu Husain, dan juga Az-Zuhri.
Pendapat ini tidaklah bertentangan dengan pendapat yang pertama.
Dengan kata lain, jika dapat direalisasikan pengembaliannya melalui cara yang pertama, maka itulah yang lebih utama;
dan jika tidak, maka diambil dari ganimah yang diperoleh dari tangan kaum kuffar.
Dalam hal ini terdapat keluasan dan pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Mumtahanah (60) Ayat 11

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari al-Hasan bahwa ayat ini (al-Mumtahanah: 11) turun berkenaan dengan Ummul Hakam binti Abi Sufyan yang murtad (kemudian melarikan diri dari suaminya), bahkan kemudian menikah dengan seorang laki-laki bangsa Tsaqif.
(Dalam Hadits ini dikemukakan pula bahwa) tidak seorangpun wanita dari bangsa Quraisy yang murtad selain Ummul Hakam.
Ayat ini (al-Mumtahanah: 11) memerintahkan untuk membayar maskawin dari ganimah kepada laki-laki yang dintinggal istrinya yang murtad.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Mumtahanah (الممتحنة)

Surat Al-Mumtahanah terdiri atas 13 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Ahzab.

Dinamai "Al Mumtahanah" (wanita yang diuji), diambil dari kata "Famtahinuuhunna" yang berarti "maka ujilah rnereka",
yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Hukum:

▪ Larangan mengadakan hubungan persahabatan dengan orang-orang kafir yang memusuhi Islam, sedang dengan orang-orang kafir yang tidak memusuhi Islam boleh mengadakan persahabatan.
▪ Hukum perkawinan bagi orang-orang yang pindah agama.

Kisah:

▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam bersama kaumnya sebagai contoh dan teladan bagi orang-orang mukmin.

Audio Murottal

QS. Al-Mumtahanah (60) : 1-13 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 13 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mumtahanah (60) : 1-13 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 13

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mumtahanah ayat 11 - Gambar 1 Surah Al Mumtahanah ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 60:11
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mumtahanah.

Surah Al-Mumtahanah (bahasa Arab:الممتحنة, “Perempuan Yang Diuji”) adalah surah ke-60 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 13 ayat.
Dinamakan Al Mumtahanah yang berarti Wanita yang diuji di ambil dari kata “Famtahinuuhunna” yang berarti maka ujilah mereka, yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Nomor Surah 60
Nama Surah Al Mumtahanah
Arab الممتحنة
Arti Wanita yang diuji
Nama lain Al-Imtihān, Al-Mawaddah
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 91
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 13
Jumlah kata 325
Jumlah huruf 1560
Surah sebelumnya Surah Al-Hasyr
Surah selanjutnya Surah As-Saff
Sending
User Review
4.2 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

60:11, 60 11, 60-11, Surah Al Mumtahanah 11, Tafsir surat AlMumtahanah 11, Quran Al-Mumtahanah 11, Surah Al Mumtahanah ayat 11

Video Surah

60:11


More Videos

Kandungan Surah Al Mumtahanah

۞ QS. 60:1 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Bersikap keras terhadap orang kafir • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam • Hukum memohon bantuan orang musyrik

۞ QS. 60:2 • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam

۞ QS. 60:3 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 60:4 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan • Islam agama para nabi

۞ QS. 60:5 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Memohon ampun •

۞ QS. 60:6 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat •

۞ QS. 60:7 • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 60:9 • Hukum memohon bantuan orang musyrik

۞ QS. 60:10 • Keluasan ilmu Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Dua kalimat syahadat, bukti lahiriah keimanan seseorang •

۞ QS. 60:12 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 60:13 • Hukum memohon bantuan orang musyrik

Ayat Pilihan

Mengapa tidak pergi sekelompok orang dari setiap golongan mereka untuk perdalam pengetahuan mereka tentang agama & untuk memberikan peringatan kepada kaumnya apabila kaumnya telah kembali kepada mereka, agar mereka dapat menjaga dirinya
QS. At-Taubah [9]: 122

Ini termasuk kurnia Tuhan untuk mencoba apa aku bersyukur atau mengingkari.
Dan siapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia
QS. An-Naml [27]: 40

Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara & menguasai) manusia.
Raja manusia. Sembahan manusia.
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin & manusia
QS. An-Nas [114]: 1-6

Yang ciptakan mati & hidup untuk suatu tujuan,
yaitu menguji siapa yang paling benar perbuatannya & paling tulus niatnya.
Dia Mahaperkasa yang tak ada sesuatu pun dapat mengalahkan-Nya,
Maha Pengampun terhadap orang-orang yang teledor
QS. Al-Mulk [67]: 2

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Correct! Wrong!

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Arti fana adalah ...

Correct! Wrong!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Kamus Istilah Islam

Ummu Aiman

Siapa itu Ummu Aiman? Namanya adalah Barakah binti Tsa’labah bin Amru bin Hishan bin Malik bin Salmah bin Amru bin Nu’man Al-Habasyiyah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewarisi...

Mullabasyi

Apa itu Mullabasyi? Mullabasyi adalah lembaga yang berwenang menunjuk pejabat tinggi agama dalam Islam Syi’ah. Lembaga ini didirikan pada periode akhir dinasti Shafawiyyah, namun secara perlahan...

istidlal

Apa itu istidlal? is.tid.lal pembuktian; pencarian rujukan tekstual pada ayat-ayat Alquran atau hadis … •