Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 6 [QS. 23:6]

اِلَّا عَلٰۤی اَزۡوَاجِہِمۡ اَوۡ مَا مَلَکَتۡ اَیۡمَانُہُمۡ فَاِنَّہُمۡ غَیۡرُ مَلُوۡمِیۡنَ ۚ
Ilaa ‘ala azwaajihim au maa malakat aimaanuhum fa-innahum ghairu maluumiin(a);
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki;
maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
―QS. Al Mu’minuun [23]: 6

Daftar isi

Except from their wives or those their right hands possess, for indeed, they will not be blamed –
― Chapter 23. Surah Al Mu’minuun [verse 6]

إِلَّا kecuali

Except
عَلَىٰٓ atas/terhadap

from
أَزْوَٰجِهِمْ isteri-isteri mereka

their spouses
أَوْ atau

or
مَا apa (budak)

what
مَلَكَتْ memiliki

possess
أَيْمَٰنُهُمْ tangan kanan mereka

their right hands
فَإِنَّهُمْ maka sesungguhnya mereka

then indeed, they
غَيْرُ budak/tidak

(are) not
مَلُومِينَ tercela

blameworthy.

Tafsir

Alquran

Surah Al Mu’minuun
23:6

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Menjaga kemaluan dari perbuatan keji.
Dalam ayat ini Allah menerangkan sifat kelima dari orang mukmin yang berbahagia, yaitu suka menjaga kemaluannya dari setiap perbuatan keji seperti berzina, mengerjakan perbuatan kaum Lut (homoseksual), onani, dan sebagainya.

Bersanggama yang diperbolehkan oleh agama hanya dengan istri yang telah dinikahi dengan sah atau dengan jariahnya (budak perempuan) yang di-peroleh dari jihad fisabilillah, karena dalam hal ini mereka tidak tercela.


Akan tetapi, barangsiapa yang berbuat di luar yang tersebut itu, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Dalam ayat ini dan yang sebelumnya Allah menjelaskan bahwa kebahagiaan seorang hamba Allah itu tergantung kepada pemeliharaan kemaluannya dari berbagai penyalahgunaan supaya tidak termasuk orang yang tercela dan melampaui batas.


Menahan ajakan hawa nafsu, jauh lebih ringan daripada menanggung akibat dari perbuatan zina itu.

Allah telah memerintahkan Nabi-Nya supaya menyampaikan perintah itu kepada umatnya, agar mereka menahan pan-dangannya dan memelihara kemaluannya dengan firman:

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya;
yang demikian itu, lebih suci bagi mereka.
Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
(an-Nur [24]: 30)

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kecuali dengan cara perkawinan yang sah atau pemilikan budak[1].
Mereka tidak dilarang melakukan hal itu.



[1] Pada zaman dahulu perbudakan adalah sesuatu yang lumrah.
Seorang laki-laki bebas memilih berapa saja dari budak yang dimiliki untuk dijadikan istri.


Islam membolehkan perbudakan akibat perang yang dibenarkan agama, apabila pihak musuh melakukan hal yang sama.
Hal ini berdasarkan pada asas perlakukan setimpal.


Apabila pihak musuh tidak melakukan perbudakan, umat Islam pun dilarang melakukannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kecuali dengan para istri dan hamba sahaya yang mereka miliki.
Bukan sesuatu yang tercela dan terlarang berhubungan intim dan bermesraan dengan mereka karena Allah telah menghalalkannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kecuali terhadap istri-istri mereka)


(atau terhadap budak yang mereka miliki) yakni hamba sahaya wanita yang mereka tawan dari peperangan


(maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela) bila mereka mendatanginya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki;
maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 5-7)

Artinya, orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari perbuatan yang diharamkan.
Karena itu mereka tidak terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah, seperti zina dan liwat.
Dan mereka tidak mendekati selain dari istri-istri mereka yang dihalalkan oleh Allah bagi mereka, atau budak-budak perempuan yang mereka miliki dari tawanan perangnya.
Barang siapa yang melakukan hal-hal yang dihalalkan oleh Allah, maka tiada tercela dan tiada dosa baginya.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

maka sesungguhnya mereka tidak tercela dalam hal ini.
Barang siapa mencari yang di balik itu.


Yakni selain istri dan budak perempuannya.

maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdul A’la, telah men­ceritakan kepada kami Sa’id, dari Qatadah, bahwa pernah ada seorang wanita mengambil budak laki-lakinya (sebagai kekasihnya) dan mengatakan bahwa ia melakukan perbuatannya itu karena bertakwilkan kepada firman Allah yang mengatakan:
atau budak yang mereka miliki. Lalu ia ditangkap dan dihadapkan kepada Khalifah Umar ibnul Khattab r.a., dan orang-orang dari kalangan sahabat Nabi ﷺ mengatakan bahwa perempuan itu menakwilkan suatu ayat dari Kitabullah dengan takwil yang menyimpang.
Kemudian budak laki-laki itu dihukum pancung, dan Khalifah Umar berkata kepada wanita itu,"Engkau sesudah dia, haram bagi setiap orang muslim."

Asar ini berpredikat garib lagi munqati’, disebutkan oleh Ibnu Jarir di dalam tafsir permulaan surat Al-Maidah, padahal kalau dikemukakan dalam tafsir ayat ini lebih cocok.
Sesungguhnya Khalifah Umar men­jatuhkan sangsi haram terhadap wanita tersebut bagi kaum laki-laki muslim, sebagai pembalasan terhadap perbuatannya, yaitu dengan menimpakan hukuman yang bertentangan dengan niat yang ditujunya.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Syafii dan orang-orang yang mendukungnya telah mengambil ayat ini sebagai dalil dari pendapatnya yang mengatakan bahwa mastrubasi itu haram, yaitu firman-Nya:

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri atau budak yang mereka miliki.

Imam Syafii mengatakan bahwa perbuatan mastrubasi itu di luar kedua perkara tersebut.
Karena itu, mastrubasi haram hukumnya.
Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

Mereka berdalilkan pula dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hasan ibnu Arafah dalam kitab Juz-nya yang terkenal.


Ia me­ngatakan, telah menceritakan kepadaku Ali ibnu Sabit Al-Jazari, dari Maslamah ibnu Ja’far, dari Hassan ibnu Humaid, dari Anas ibnu Malik, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Ada tujuh macam orang yang Allah tidak mau memandang mereka kelak di hari kiamat dan tidak mau membersihkan mereka (dari dosa-dosanya), dan tidak menghimpunkan mereka bersama orang-orang yang beramal (baik), dan memasukkan mereka ke neraka bersama orang-orang yang mula-mula masuk neraka, terkecuali jika mereka bertobat, dan barang siapa yang bertobat, Allah pasti menerima tobatnya.
Yaitu orang yang kawin dengan tangan­nya (mastrubasi), kedua orang yang terlibat dalam homoseks, pecandu minuman khamr, orang yang memukuli kedua orang tuanya hingga keduanya meminta tolong, orang yang meng­ganggu tetangga-tetangganya sehingga mereka melaknatinya, dan orang yang berzina dengan istri tetangganya.

Hadis berpredikat garib, di dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang tidak dikenal karena kemisteriannya.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Al mukminuun (المؤمنون)

Surat Al-mukminun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al mukminuun",
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

▪ Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

▪ Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya.
Rasulrasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik.
▪ Pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda.

Kisah:

▪ Kisah Nuh `alaihis salam.
▪ Kisah Hud `alaihis salam.
▪ Kisah Musa `alaihis salam dan Harun `alaihis salam.
▪ Kisah Isa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mukmin yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat.
▪ Proses kejadian manusia.
▪ Tanda-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan.
▪ Nikmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

QS. Al-Mu'minuun (23) : 1-118 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 118 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mu'minuun (23) : 1-118 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 118

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mu'minuun ayat 6 - Gambar 1 Surah Al Mu'minuun ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 23:6
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu’minuun.

Surah Al-Mu’minun (Arab: المؤمنون‎, “Orang-Orang Yang Beriman”) adalah surah ke-23 dari Alquran, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu’minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu’minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
Sending
User Review
4.8 (12 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

23:6, 23 6, 23-6, Surah Al Mu'minuun 6, Tafsir surat AlMuminuun 6, Quran Al Mukminun 6, Al-Mu’minun 6, Surah Al Muminun ayat 6

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Mu’minuun

۞ QS. 23:1 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 23:2 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Pentingnya berbuat dengan teliti

۞ QS. 23:4 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:5 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:8 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:9 • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 23:10 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:11 • Nama-nama surga • Keabadian surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:15 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 23:16 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 23:17 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:18 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 23:23 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 23:24 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:26 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:27 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir

۞ QS. 23:28 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 23:29 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:32 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 23:33 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:36 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:37 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:38 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:39 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:40 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:43 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 23:44 • Kewajiban beriman pada para rasul • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:46 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:48 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:49 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 23:51 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 23:52 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 23:53 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 23:54 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 23:55 • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:56 • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 23:57 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:58 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman

۞ QS. 23:59 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:60 Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dilihat dari akhirnya

۞ QS. 23:61 • Pahala iman

۞ QS. 23:62 • Lembaran catatan amal perbuatan • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim • Menggunakan hak rukhshah (dispensasi)

۞ QS. 23:63 • Azab orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 23:64 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:65 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:66 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:68 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:69 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:70 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:71 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:72 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 23:74 • Azab orang kafir

۞ QS. 23:75 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 23:76 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:77 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 23:79 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 23:80 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAl MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan)

۞ QS. 23:81 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 23:82 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:83 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:84 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 23:85 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:86 ArsyAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:87 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:88 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:89 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 23:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:91 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Al Wahid (Maha Esa) •

۞ QS. 23:92 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:93 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:94 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 23:95 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 23:96 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 23:97 Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 23:98 Ar Rabb (Tuhan) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 23:99 Ar Rabb (Tuhan) • Ketakutan pada kematian • Saat kematian orang kafir

۞ QS. 23:100 • Saat kematian orang kafir • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 23:101 • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 23:102 • Pahala iman • Penimbangan amal perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 23:103 • Penimbangan amal perbuatan • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka

۞ QS. 23:104 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 23:105 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 23:106 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 23:107 Ar Rabb (Tuhan) • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 23:108 • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 23:109 Ar Rabb (Tuhan) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 23:111 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 23:115 • Sifat Kamal (sempurna) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 23:116 Tauhid UluhiyyahArsyAr Rabb (Tuhan) • Al Haq (Maha Benar) • Al Muta’ali (Maha Luhur)

۞ QS. 23:117 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 23:118 Ar Rabb (Tuhan) • Ampunan Allah dan rahmatNya

Ayat Pilihan

Berkatalah Muhammad (kepada mereka):

“Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit & di bumi & Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
QS. Al-Anbiya [21]: 4

Dan sekali-kali bukanlah harta & bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun,
tetapi orang yang beriman & mengerjakan amal saleh,
mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda
QS. Saba’ [34]: 37

Ya Tuhan kami,
jauhkan azab jahannam dari kami,
sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.
Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap & tempat kediaman.
QS. Al-Furqan [25]: 65-66

Kami telah kemukakan amanat kepada langit, bumi & gunung,
maka semua enggan memikul amanat itu & mereka khawatir akan mengkhianatinya,
dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim & amat bodoh
QS. Al-Ahzab [33]: 72

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Kamus

Sijjin

Apa itu Sijjin? Sijjin (سِجِّين) dan illiyyin (عِلِّيِّين) adalah dua kitab yang disebutkan dalam Alquran surah Al-Muthaffifin. Sijjin merupakan kitab yang mencatat segala perbuatan o...

malim

Apa itu malim? ma.lim (1) orang alim; ulama; guru agama Islam; (2) pemimpin; penunjuk jalan; (3) pawang … •

Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab

Siapa itu Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab? Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab ( سالم بن عبد الله بن عمر بن الخطاب‎, ) (106 H/724 M) adalah seorang ulama ahli f...