QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 55 [QS. 23:55]

اَیَحۡسَبُوۡنَ اَنَّمَا نُمِدُّہُمۡ بِہٖ مِنۡ مَّالٍ وَّ بَنِیۡنَ
Ayahsabuuna annamaa numidduhum bihi min maalin wabaniin(a);

Apakah mereka mengira bahwa Kami memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa),
―QS. 23:55
Topik ▪ Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat
23:55, 23 55, 23-55, Al Mu’minuun 55, AlMuminuun 55, Al Mukminun 55, Al-Mu’minun 55
English Translation - Sahih International
Do they think that what We extend to them of wealth and children
―QS. 23:55

 

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 55

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 55. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu telah ditipu dan diperdayakan oleh harta dan anak-anak mereka padahal harta kekayaan dan anak-anak yang banyak itu bukanlah tanda bahwa Allah meridai mereka.
Mereka membangga-banggakan harta dan kekayaan mereka terhadap kaum Muslimin yang di kala itu dalam keadaan serba kekurangan, seperti tersebut dalam firman Allah:

وَقَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًا وَّمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ

Dan mereka berkata,
“Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.”
(Saba [34]: 35)

Sebenarnya Allah memberikan kelapangan rezeki kepada orang kafir hanya semata-mata untuk menjerumuskan mereka ke lembah kemaksiatan dan kedurhakaan karena sikap mereka yang sangat congkak dan sombong terhadap ajaran yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.
Dengan harta dan anak-anak yang banyak itu mereka akan menjadi lupa daratan seakan-akan merekalah yang benar dan berkuasa.
Apa saja yang mereka lakukan adalah hak mereka walaupun dengan perbuatan itu mereka menginjak-injak hak orang lain dan menganiaya kaum yang lemah.
Tetapi pada suatu saat Allah pasti akan menyiksa mereka, karena menjadi sunnatullah bahwa kezaliman dan penganiayaan itu tidak akan kekal, bahkan akan hancur dan musnah.
Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:

فَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ

Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum.
Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.
(at-Taubah [9]: 55)

Dan firman-Nya:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ خَيْرٌ لِّاˆنْفُسِهِمْ اِنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ لِيَزْدَادُوْٓا اِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

Dan jangan sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya.
Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah;
dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan.
(Ali Imran [3]: 178)

Qatadah, seorang mufassir telah memberikan ulasannya mengenai ayat ini sebagai berikut,
“Allah telah memperdayakan orang-orang kafir itu dengan harta dan anak-anak mereka.
Hai anak Adam, janganlah kamu menganggap seseorang terhormat karena harta kekayaan dan anak-anaknya, tetapi hormatilah dia karena iman dan amal saleh.”
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya Allah telah membagi-bagi akhlak di antara kamu sebagai-mana Dia telah membagi-bagikan rezeki di antara kamu.
Sesungguhnya Allah memberikan nikmat dunia kepada orang yang diridai-Nya dan kepada orang yang tidak diridai-Nya.
Dan Dia tidak memberikan keteguhan beragama melainkan kepada yang Ia rida.
Dan barangsiapa yang Allah berikan kepadanya keteguhan beragama, berarti Allah meridainya.
Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak Islam seorang hamba kecuali bila telah Islam pula batin dan lidahnya, tidak beriman dia kecuali tetangganya merasa aman terhadap kejahatannya.
Para sahabat bertanya,
“Apakah kejahatannya itu, ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab,
“Penipuan dan kezalimannya.”
(Riwayat Ahmad)