Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 50 [QS. 23:50]

وَ جَعَلۡنَا ابۡنَ مَرۡیَمَ وَ اُمَّہٗۤ اٰیَۃً وَّ اٰوَیۡنٰہُمَاۤ اِلٰی رَبۡوَۃٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَّ مَعِیۡنٍ
Waja’alnaaabna maryama wa-ummahu aayatan waaawainaahumaa ila rabwatin dzaati qaraarin wama’iinin;

Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
―QS. 23:50
Topik ▪ Keutamaan nabi Ibrahim as.
23:50, 23 50, 23-50, Al Mu’minuun 50, AlMuminuun 50, Al Mukminun 50, Al-Mu’minun 50

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 50

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah menjadikan Isa putra Maryam suatu tanda yang menunjukkan kepada kekuasaan Allah yang dapat menciptakan seorang manusia hanya dari seorang ibu saja tanpa ayah, dan memberi kemampuan kepada seorang bayi berbicara sebelum waktunya, dan memberi mukjizat kepadanya, dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir, menghidupkan seorang yang sudah mati tiga hari dari kuburannya, membuat burung yang terbang dari tanah liat dan sebagainya.
Ibunya pula yaitu Maryam dijadikan tanda bukti kekuasaan Allah, karena hamil tanpa disentuh manusia, Maryam dan putranya disejajarkan dengan tanda kekuasaan Allah sebagaimana dalam firman-Nya:

Dan (Ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami, dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
(Q.S.
Al Anbiya: 91)

Dan Kami memberi tempat kediaman dan melindungi mereka di suatu dataran tanah yang tinggi di daerah Palestina yang mempunyai padang-padang rumput dan sumber-sumber air jernih yang mengalir.
Nabi Isa dan Maryam selama hidupnya tidak pernah keluar dari Palestina atau Syam, dan siapa yang mengatakan bahwa Nabi Isa pergi ke Rabwah dekat Lahore di Pakistan dan meninggal dunia di sana, maka dugaan yang demikian tidak mempunyai dasar sama sekali.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian, Kami menciptakan ‘Isa putra Maryam yang dikandung oleh bundanya tanpa proses berhubungan dengan laki-laki.
Kelahiran ‘Isa tanpa ayah itu merupakan bukti yang jelas mengenai kemahakuasaan Kami.
Maryam pun Kami tempatkan di tebing tinggi terhampar yang baik untuk tempat tinggal.
Di sana terdapat persediaan air yang cukup sebagai sarana utama penunjang kehidupan yang mudah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan telah Kami jadikan putra Maryam) yakni Nabi Isa (beserta ibunya suatu tanda) kekuasaan Kami.
Dalam ayat ini tidak disebutkan dua tanda karena keduanya terlibat dalam satu tanda itu, yaitu Maryam dapat melahirkan Nabi Isa tanpa suami (dan Kami menempatkan keduanya di suatu tanah tinggi) yakni tempat di dataran tinggi, yaitu di Baitulmakdis, atau di Damaskus, atau di Palestina, sehubungan dengan hal ini banyak pendapat mengenainya (yang datar) rata tanahnya sehingga para penghuninya menetap dengan nyaman (dan mempunyai banyak sumber air) yang mengalir lagi jernih sebagai suatu kenyataan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami jadikan Isa putra Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata atas kekuasaan Kami.
Yaitu Kami menciptakannya tanpa seorang bapak.
Dan Kami jadikan untuk mereka tempat tinggi yang datar, penuh dengan rumput dan sumber air bersih yang mengalir yang nampak oleh mata.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang hamba dan Rasul-Nya, Isa putra Maryam ‘alaihis salam Allah menjadikan keduanya sebagai tanda yang menunjuk­kan kekuasaan-Nya bagi manusia.
Yang dimaksud dengan ayat (tanda) ialah hujah yang kuat, yang membuktikan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala atas segala sesuatu.
Karena sesungguhnya Allah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu, dan Dia menciptakan Hawa dari laki-laki tanpa perempuan, dan menciptakan Isa dari perempuan tanpa laki-laki, sedangkan semua manusia lainnya diciptakan melalui laki-laki dan perempuan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang memiliki banyak padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.

Ad-Dahhak, telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa rabwah artinya tanah tinggi, yang biasanya memiliki tumbuh-tumbuhan yang terbaik.
Hal yang sama dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair dan Qatadah.

Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

yang datar yang memiliki banyak padang rumput.
Yakni yang subur tanahnya.

dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.

Yaitu air yang berlimpah ruah.

Menurut Mujahid, makna qararin ialah tanah yang datar.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

yang datar yang banyak memiliki padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
Maksudnya, memiliki banyak air yang merata.

Mujahid mengatakan —demikian pula Qatadah— bahwa ma’in artinya sumber air yang mengalir.

Ulama tafsir berbeda pendapat mengenai tempat dataran tinggi ini, di manakah ia berada secara persisnya.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa tempat ini tiada lain di Mesir, sebab air yang mengalir pasti berada di bawah dataran tinggi yang padanya terdapat perkampungan.
Seandainya perkampungan itu bukan di dataran tingginya, tentulah terendam oleh air sungai.
Telah diriwayatkan pula dari Wahb ibnu Munabbih hal yang semisal.
Akan tetapi, pendapat ini jauh sekali dari kebenaran.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan melalui Sa’id ibnu Musayyab sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang memiliki banyak padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
bahwa tanah tersebut terletak di Damsyiq (Damaskus).

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diriwayatkan hal yang semisal dari Abdullah ibnu Salam, Al-Hasan, Zaid ibnu Aslam, dan Khalid ibnu Ma’ dan.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Israil, dari Sammak, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

yang datar yang banyak memiliki padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
Yaitu sungai-sungai Damaskus.

Lais ibnu Abu Sulaim meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:

dan Kami lindungi mereka di suatu tanah tinggi.
Yakni Isa dan ibunya saat keduanya mengungsi di daerah pedalaman Damaskus dan sekitarnya.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Bisyr ibnu Rafi, dari Abu Abdullah (anak laki-laki paman Abu Hurairah) yang telah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah berkata sehubungan dengan makna firman-Nya:

di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak memiliki padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
Bahwa tempat tersebut adalah Ramlah, bagian dari negeri Palestina.

Pendapat yang paling mendekati kebenaran dalam masalah ini ialah menurut apa yang diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan Kami lindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang memiliki banyak padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.
(Al Mu’minun: 50) Bahwa ma’in ialah air yang mengalir alias sungai.
Seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
(Maryam:24)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ad-Dahhak dan Qatadah:

di suatu tanah tinggi yang datar yang memiliki banyak padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir
Yakni Baitul Maqdis.

Pendapat ini menurut hemat saya adalah pendapat yang kuat, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Karena hal inilah yang disebutkan di dalam ayat yang lain, sedangkan Al-Qur’an itu sebagian darinya menafsirkan sebagian yang lainnya.
Pendapat ini lebih utama dari pada apa yang ditafsirkan oleh hadis-hadis sahih dan juga oleh asar-asar.


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Al Mu'minuun (23) ayat 50 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Mu'minuun (23) ayat 50 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Mu'minuun (23) ayat 50 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 118 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.8
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/23-50







Pembahasan ▪ QS 23:50 dan artinya

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta