Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Mu'minuun

Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) surah 23 ayat 14


ثُمَّ خَلَقۡنَا النُّطۡفَۃَ عَلَقَۃً فَخَلَقۡنَا الۡعَلَقَۃَ مُضۡغَۃً فَخَلَقۡنَا الۡمُضۡغَۃَ عِظٰمًا فَکَسَوۡنَا الۡعِظٰمَ لَحۡمًا ٭ ثُمَّ اَنۡشَاۡنٰہُ خَلۡقًا اٰخَرَ ؕ فَتَبٰرَکَ اللّٰہُ اَحۡسَنُ الۡخٰلِقِیۡنَ
Tsumma khalaqnaannuthfata ‘alaqatan fakhalaqnaal ‘alaqata mudhghatan fakhalaqnaal mudhghata ‘izhaaman fakasaunaal ‘izhaama lahman tsumma ansya’naahu khalqan aakhara fatabaarakallahu ahsanul khaaliqiin(a);

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.
Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.
Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
―QS. 23:14
Topik ▪ Fir’aun menyiksa Bani Israel
23:14, 23 14, 23-14, Al Mu’minuun 14, AlMuminuun 14, Al Mukminun 14, Al-Mu’minun 14
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu'minuun (23) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian air mani itu Kami kembangkan dalam beberapa minggu sehingga menjadi segumpal darah, dari darah Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu ada bagian dalamnya yang Kami jadikan tulang belulang, dan ada bagian lain unsur daging yang Kami jadikan daging, kemudian tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, laksana pakaian penutup tubuh, kemudian Kami jadikan makhluk yang (berbentuk) lain, setelah ditiupkan Roh ke dalamnya, sehingga menjadi manusia yang sempurna, dapat berbicara, melihat, mendengar, berpikir yang tadinya hanya merupakan benda mati saja.
Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab r.a.
berkata: Keinginanku bersesuaian dengan kehendak Tuhan pada empat perkara.

Pertama: Saya usulkan pada Rasulullah ﷺ supaya di belakang Maqom Ibrahim dijadikan tempat salat maka turunlah Firman Allah:

Dan jadikanlah sebahagian maqom Ibrahim tempat salat.
(Q.S.
Al Baqarah: 152)

Kedua: Saya usulkan kepada Rasulullah ﷺ supaya istri-istrinya memasang tabir (hijab) bila kedatangan tamu laki-laki, yang kadang-kadang tidak saleh semuanya, maka turunlah Firman Allah:

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.
(Q.S.
Al Ahzab: 53)

Ketiga: Saya berkata kepada istri-istri Nabi supaya berhenti menimbulkan kesulitan kepada beliau, karena mungkin Allah akan memberi ganti dengan istri-istri yang lebih baik, maka turunlah Firman Allah:

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu.
(Q.S.
At Tahrim: 5)

Keempat: Setelah turun surah Al-Mukminun ayat 12,13 dan 14 surah Al-Mukminun, maka saya ucapkan Fatabarokallahu ahsanul Khaliqin, dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Demikian itu sesuai dengan yang diturunkan-Nya".

Al Mu'minuun (23) ayat 14 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Mu'minuun (23) ayat 14 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Mu'minuun (23) ayat 14 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setelah membuahi ovum, sperma itu Kami jadikan darah.
Darah itu pun kemudian Kami jadikan sepotong daging yang kemudian Kami bentuk menjadi tulang.
Tulang itu lalu Kami balut dengan daging.
Setelah itu, Kami menyempurnakan penciptaannya.
Akan tetapi, setelah Kami tiupkan roh Kami, ia menjadi makhluk yang durhaka dan melawan asas penciptaannya.
Betapa Mahatingginya Allah dalam kemahaagungan dan kemahakuasaan-Nya.
Tidak ada yang menyerupai-Nya dalam kemampuan mencipta, membentuk dan berkreasi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah) darah kental (lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging) daging yang besarnya sekepal tangan (dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging) menurut qiraat yang lain lafal 'Izhaaman dalam dua tempat tadi dibaca 'Azhman, yakni dalam bentuk tunggal.
Dan lafal Khalaqnaa yang artinya menciptakan, pada tiga tempat tadi bermakna Shayyarnaa, artinya Kami jadikan (kemudian Kami jadikan dia sebagai makhluk yang lain) yaitu dengan ditiupkan roh ke dalam tubuhnya.
(Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik) sebaik-baik Yang Menciptakan.
Sedangkan Mumayyiz dari lafal Ahsan tidak disebutkan, karena sudah dapat diketahui dengan sendirinya, yaitu lafal Khalqan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kemudian sperma tersebut Kami jadikan segumpal darah, yaitu darah yang merah.
Lalu segumpal darah itu setelah empat puluh hari Kami jadikan segumpal daging, yaitu sepotong daging seukuran bisa dikunyah.
Setelah itu Kami jadikan segumpal daging yang lentur tersebut menjadi tulang dan Kami bungkus tulang itu dengan daging.
Kemudian Kami tumbuhkan menjadi makhluk yang berbentuk lain yang ditiupkan ruh ke dalamnya.
Mahasuci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan yang terbaik.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah.

Yakni kemudian Kami jadikan air mani yang terpancarkan dari tulang sulbi laki-laki dan dari tulang dada perempuan segumpal darah mereka yang berbentuk memanjang.

Ikrimah mengatakan bahwa 'alaqah adalah darah.

lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.

Yaitu berupa segumpal daging yang tidak berbentuk dan tidak pula beralur.

dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.

Artinya, Kami beri bentuk sehingga mempunyai kepala, dua tangan dan dua kaki berikut tulang-tulangnya, otot-ototnya, dan urat-uratnya.

Ulama lain membacanya 'azman, bukan 'izaman, menurut Ibnu Abbas artinya tulang sulbi.

Di dalam kitab sahih disebutkan melalui Abuz Zanad, dari Al-A'raj dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Semua jasad anak Adam hancur kecuali bagian bawah dari tulang punggungnya, karena dari tulang itu dia diciptakan dan dari tulang itu pula dia akan dibangkitkan kembali.

lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.

Yakni Kami jadikan baginya daging yang menutupinya, mengikatnya dan memperkuatnya.

Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.

Yaitu kemudian Kami tiupkan ke dalam tubuhnya roh, hingga ia dapat bergerak hidup dan menjadi makhluk lain yang mempunyai pendengaran, penglihatan, perasaan, gerak, dan getaran.

Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Musafir, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Hassan, telah menceritakan kepada kami An-Nadr ibnu Kasir maula Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnu Ali, dari ayahnya, dari Ali ibnu Abu Talib r.a.
yang mengatakan, bahwa apabila nutfah (di dalam rahim) telah menjalani masa empat bulan, Allah memerintahkan malaikat untuk meniupkan roh ke dalam janin yang berada di dalam tiga kegelapan (tiga lapis pelindung­nya).
Yang demikian itulah makna yang dimaksud oleh firman-Nya: Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.
(Al Mu’minun: 14) Yakni Kami tiupkan roh ke dalamnya.

Telah diriwayatkan pula dari Abu Sa'id Al-Khudii, bahwa makna yang dimaksud ialah peniupan roh ke dalam tubuh janin.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.
Maksudnya, Kami tiupkan roh ke dalam tubuhnya.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Asy-Sya'bi, Al-Hasan, Abul Aliyah, Ad-Dahhak, Ar-Rabi' ibnu Anas, As-Saddi, dan Ibnu Zaid, kemudian dipilih oleh Ibnu Jarir.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.
Yaitu Kami pindahkan dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain hingga terlahirlah ia dalam rupa bayi.
Lalu ia tumbuh menjadi anak-anak, kemudian mencapai usia balig, lalu menjadi dewasa, dan selanjutnya memasuki usia tua, kemudian usia pikun.

Pada garis besarnya tidak ada pertentangan di antara pendapat-pendapat tersebut, karena sesung­guhnya sejak ditiupkan roh ke dalam tubuh si janin, maka dimulailah perubahan-perubahan itu dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Ahmad mengatakan di dalam kitab musnadnya:

telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Zaid ibnu Wahb, dari Abdullah ibnu Mas'ud r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada kami: Sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar dihimpun­kan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari (dalam bentuk nutfah), kemudian berupa 'alaqah dalam masa yang sama, kemudian dalam bentuk segumpal daging dalam masa yang sama, kemudian diutus seorang malaikat kepadanya, maka malaikat itu meniupkan roh ke dalam tubuhnya dan diperintahkan untuk mencatat empat kalimat (perintah), yaitu tentang rezekinya, ajalnya, dan amal perbuatannya, serta apakah dia termasuk orang yang celaka atau orang yang bahagia.
Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar mengerjakan amal perbuatan ahli surga sehingga tiada jarak antara dia dan surga selain hanya satu hasta, tetapi suratan takdir telah mendahuluinya (bahwa dia termasuk ahli neraka), maka pada akhirnya ia mengerjakan perbuatan ahli neraka dan dimasukkanlah dia ke dalamnya.
Dan sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar mengerjakan amal perbuatan ahli neraka, sehingga tiada jarak antara dia dan neraka selain satu hasta, tetapi suratan takdir telah men­dahuluinya (bahwa dia termasuk ahli surga), maka pada akhirnya ia mengamalkan perbuatan ahli surga dan dimasukkanlah dia ke dalamnya.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui hadis Sulaiman ibnu Mahran Al-A'masy.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, dari Al-A'masy dari Abu Khaisamah yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud r.a.
pernah berkata, "Sesungguhnya nutfah itu bila telah memasuki rahim, maka menyebarlah ia ke segenap rambut dan kuku, lalu tinggal selama empat puluh hari, setelah itu ia turun ke dalam rahim dan berubah menjadi 'alaqah."

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Husain ibnul Hasan, telah menceritakan kepada kami Abu Kadinah, dari Ata ibnus Sa-ib, dari Al-Qasim ibnu Abdur Rahman, dari ayahnya, dari Abdullah yang menceritakan bahwa seorang Yahudi bersua dengan Rasulullah ﷺ yang sedang berbicara dengan para sahabatnya.
Kemudian orang-orang Quraisy berkata, "Hai orang Yahudi, sesungguhnya orang ini (maksudnya Nabi ﷺ) mengakui dirinya sebagai seorang nabi." Maka orang Yahudi itu berkata, "Sungguh aku akan menanyainya tentang sesuatu yang tidak diketahui oleh seorang pun kecuali hanya oleh seorang nabi." Orang Yahudi itu datang kepada Nabi ﷺ dan duduk di dalam majelisnya, lalu bertanya, "Hai Muhammad, dari apakah manusia diciptakan ?"
Maka Nabi ﷺ menjawab: Hai orang Yahudi, manusia diciptakan dari gabungan antara air mani laki-laki dan air mani perempuan.
Air mani laki-laki berbentuk kental, darinya tercipta tulang dan otot-otot, sedangkan air mani perempuan berbentuk encer, darinya tercipta daging dan darah.
Maka si Yahudi itu berkata, "Memang demikianlah dikatakan oleh orang-orang (para nabi) sebelum kamu."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Amr, dari AbutTufail, dari Huzaifah ibnu Usaid Al-Gifari yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Malaikat masuk ke dalam nutfah sesudah nutfah menetap di dalam rahim selama empat puluh malam, lalu malaikat bertanya, "Wahai Tuhanku, apakah yang harus saya catat?
Apakah dia termasuk orang celaka atau orang bahagia, apakah dia laki-laki atau perempuan?"
Maka Allah berfirman, memerintah­kannya untuk menulis laki-laki atau perempuan, dan malaikat itu menulis pula amal perbuatannya, sepak terjangnya, musi­bahnya, dan rezekinya.
Kemudian lembaran itu dilipat, maka tiada penambahan atas apa yang telah tertulis dan tiada pula pengurangan.

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini di dalam kitab sahihnya melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr ibnu Dinar dengan sanad yang sama dan lafaz yang semisal.
Dan dari jalur lain melalui Abut Tufail Amir ibnu Wasilah, dari Huzaifah ibnu Usaid, dari Abu Syarihah Al-Gifari dengan lafaz yang semisal.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdah, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Abu Bakar, dari Anas, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya Allah menugaskan seorang malaikat untuk menjaga rahim, maka malaikat itu berkata, "Wahai Tuhanku, masih berupa nutfah, wahai Tuhanku, telah menjadi 'alaqah, wahai Tuhanku, telah menjadi segumpal daging.” Apabila Allah berkehendak untuk menciptakannya, malaikat itu bertanya, "Wahai Tuhanku, apakah dia laki-laki atau perempuan?
Apakah dia celaka atau bahagia?
Dan bagaimanakah dengan rezekinya dan ajalnya ?"
Rasulullah ﷺ bersabda, "Yang demikian itu dicatat di dalam rahim ibunya.”

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab sahih masing-masing melalui hadis Hammad ibnu Zaid dengan sanad yang sama.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

Setelah Allah menyebutkan tentang kekuasaan-Nya dan kelembutan­Nya dalam menciptakan nutfah ini dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain dan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain sehingga terbentuklah seperti bentuk manusia yang lengkap dan sempurna, maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Habib, telah menceritakan kepada kami Abu Daud, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Zaid, dari Anas yang mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab pernah mengatakan, "Aku bersesuaian dengan Tuhanku dalam empat perkara.
Ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: 'Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah' (Al Mu’minun: 12), hingga akhir ayat.
Maka aku berkata, 'Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.' Lalu turunlah firman selanjutnya, yaitu:

'Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik'.

Demikian itu karena surat ini Makkiyyah, sedangkan Zaid ibnu Sabit menjadi juru tulis wahyu hanyalah setelah Rasulullah ﷺ di Madinah.
Demikian pula masuk islamnya sahabat Mu'az ibnu Jabal, hanyalah setelah Rasulullah ﷺ berada di Madinah.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'minuun (23) Ayat 14

ALAQAH
عَلَقَة

Lafaz ini adalah dalam bentuk mufrad, jamaknya ialah 'alaq.

Al Razi dan Al Fayruz berkata,
'alaqah adalah bahagian dari al 'alaq dan al 'alaq bermakna dan darah yang tebal atau beku.

Alaqah juga bermakna lintah berwarna hitam yang berada di air yang menghisap darah dan segumpal darah beku.

Lafaz 'alaqah disebut sebanyak 5 kali di dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-Al Hajj (22), ayat 5;
-Al Mu'minuun (23), ayat 14, 14;
-Al Mu'min (40), ayat 67;
-Al Qiyamah (75), ayat 38.

Asy Syawkani berkata,
"Ia bermakna darah beku yang berwarna merah tua yang berasal dari mani."

Al Maraghi menjelaskan ia adalah seketul darah beku, atau disebut dengan blastocyst, dimana penciptaan itu bermula dari setetes air mani, kemudian berubah menjadi darah yang kental selama 40 hari di dalam rahim dengan izin Allah."

Dalam kitab "Kayfa Yunfakhu Al Ruh, dijelaskan 'alaqah bermula kira-kira pada hari ke-7.
Dalam fase ini janin tergantung kepada beberapa perkara. Pertama, ia bergantung kepada dinding rahim yang begitu halus.
Kedua, kepada sel-sel makanan dan vitamin yang begitu halus.
Ketiga, pada dinding ari­ari yang begitu halus.
Keempat, pada sumber makanan bayi yang disalurkan dari ari-ari kepada bayi.

Tambahan pula, setiap ketergantungan itu dapat dilihat melalui gambarnya masing­masing. Fase ini memerlukan masa kira-kira dua minggu dan berakhir pada akhir minggu ketiga. Oleh karena itu, tidak dapat diragukan lagi kelebihan dari fase ini adalah sifatnya yang 'alaqah (ketergantungan). Pemberian nama 'alaqah pada fase ini begitu sesuai dan begitu dalam maknanya, karena adanya proses tergantung itu.

Ilmu kedektoran modern hingga kini menyebut fase ini dengan fase al inbat (pertumbuhan) yang dimisalkan kepada tanaman yang memulai pertumbuhannya dari akar umbi dalam bumi, tetapi penamaan fase ini dengan 'alaqah lebih berkesan karena tanaman memulai pertumbuhannya dari bawah ke atas, sedangkan janin mengawali pertumbuhannya dari atas ke bawah, karena ia tergantung pada dinding rahim yang paling atas, maka ia lebih sesuai dinamakan 'alaqah, yang secara bahasa bermakna tergantung.

Demikian pula keadaan janin pada fase ini berbentuk 'alaqah atau ulat (kepompong) yang selalunya hidup dalam air. Dari segi bentuknya maka ulat dan janin memiliki kesamaan bentuk, yaitu bentuk 'alaqah yakni panjang dan berdiameter. Sedangkan dari segi lingkungan, ulat hidup dalam air; sementara janin hidup dalam cairan amnion."

Kesimpulannya, lafaz 'alaqah bermakna seketul daging yang merah lagi kental seperti lintah penghisap darah yang letaknya tergantung di dalam rahim.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:376-377

Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu 'minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai "Al Mu'minuun",
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu'min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu'min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni'mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.


Gambar Kutipan Surah Al Mu’minuun Ayat 14 *beta

Surah Al Mu'minuun Ayat 14



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Mu'minuun

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.8
Rating Pembaca: 4.8 (20 votes)
Sending







✔ q s al muminun ayat 14 tentang ilmu, QS 23 ayat 23, QS 23: 14-16, tafsir almuminun ayat 14