QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 114 [QS. 23:114]

قٰلَ اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا قَلِیۡلًا لَّوۡ اَنَّکُمۡ کُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ
Qaala in labitstum ilaa qaliilaa lau annakum kuntum ta’lamuun(a);

Allah berfirman:
“Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”
―QS. 23:114
Topik ▪ Zuhud ▪ Singkatnya umur dunia ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
23:114, 23 114, 23-114, Al Mu’minuun 114, AlMuminuun 114, Al Mukminun 114, Al-Mu’minun 114

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 114

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 114. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa memang benar mereka itu tinggal di dunia hanya sebentar.
Andai kata mereka menyadari hal itu semasih mereka tinggal di dunia, bahwa mereka hidup di dalamnya hanya sebentar, sedang kehidupan yang dihadapinya adalah kehidupan yang tiada ada batasnya, tentunya mereka itu akan berbuat sesuai dengan yang demikian itu.

Diriwayatkan di dalam satu Hadis Marfu’ bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka; berfirmanlah Dia, “Wahai penghuni surga!, berapa lama engkau hidup di dunia ?, mereka menjawab, “Kami tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari”.
Allah berfirman, “Alangkah baiknya engkau sekalian menunaikan dan memanfaatkan waktu yang sehari itu, atau tidak sampai satu hari itu.
Engkau sekalian memperoleh rahmat Ku, rida Ku dan surga Ku.
Tinggallah kamu sekalian di dalam surga (bersenang-senang) untuk selama-lamanya.
Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Wahai penghuni neraka!, berapa lamakah kamu tinggal hidup di dunia?, mereka menjawab, “Kami tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari”.
Allah berfirman, “Alangkah jahatnya kamu sekalian melintasi waktu yang sehari atau yang tidak sampai satu hari itu.
Kamu sekalian menerima murka Ku dan memasuki neraka Ku.
Tinggallah di dalam neraka untuk selama-lamanya”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah berkata lagi kepada mereka, “Kalian hidup di dunia hanya sebentar saja.
Kalau saja kalian mengetahui akibat kekufuran dan sikap durhaka dan bahwa kenikmatan dunia itu sangat sedikit, kalian tentu sudah beriman dan taat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berfirmanlah) Allah subhanahu wa ta’ala melalui lisan malaikat Malik.

Menurut qiraat yang lain lafal Qaala dibaca Qul, artinya katakanlah.

(“Tiada lain) (kalian tinggal hanya sebentar saja, kalau kalian sesungguhnya mengetahui”) lama masa tinggal kalian itu, sedikit sekali jika dibandingkan keabadian kalian di dalam neraka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah berfirman kepada mereka :
Kalian tidak tinggal di dunia melainkan hanya sebentar saja.
Jika sekiranya kalian sabar di dalamnya untuk taat kepada Allah niscaya kalian akan beruntung dengan mendapatkan surga, kalau sekiranya di sisi kalian terdapat ilmu tentang itu.
Hal itu terjadi karena waktu mereka di dunia hanya sebentar saja jika dibandingkan dengan panjangnya waktu mereka di dalam neraka, yakni selama-lamanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah berfirman, “Kalian tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja.”

Yaitu dalam waktu yang relatif pendek.

“Kalau kalian sesungguhnya mengetahui.”

Yakni kalau kalian mengetahui, tentulah kalian tidak akan memilih dunia yang fana dengan meninggalkan akhirat yang kekal, tentulah kalian tidak akan memperlakukan diri kalian dengan perlakuan seburuk ini, dan tentulah kalian tidak berhak mendapat murka Allah dalam waktu yang relatif pendek itu.
Dan seandainya kalian bersabar dalam menjalani ketaatan kepada Allah dan menyembah-Nya seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman, tentulah kalian akan beruntung memperoleh keberhasilan yang sama seperti mereka.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Wazir, telah menceritakan kepada kami Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Safwan, dari Aifa’ ibnu Abdul Kala’i, bahwa ia pernah mendengar Aifa’ berkhotbah di hadapan orang banyak, yang antara lain ia mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah setelah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka, berfirmanlah Dia, ‘Hai ahli surga, berapa tahunkah kalian tinggal di bumi?’ Mereka men­jawab, ‘Kami tinggal selama sehari atau setengah hari.’ (Allah berfirman), ‘Alangkah baiknya apa yang kalian pertukarkan dalam waktu sehari atau setengah hari itu dengan rahmat, rida dan surga-Ku.
Sekarang tinggallah di dalam surga untuk selama-lamanya.
‘ Kemudian Allah berfirman, ‘Hai ahli neraka, berapa tahunkah kalian tinggal di bumi?
‘ Mereka menjawab ‘Kami tinggal hanya satu atau setengah hari.’ Allah berfirman, ‘Alangkah buruknya apa yang kalian pertukarkan dalam waktu sehari atau setengah hari itu dengan neraka dan murka-Ku.
Sekarang tinggallah kalian di dalam neraka untuk selama-lamanya’.”


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 114 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 114 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 114 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:114
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah23
Nama SurahAl Mu'minuun
Arabالمؤمنون
ArtiOrang-orang mukmin
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu74
JuzJuz 18
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat118
Jumlah kata1055
Jumlah huruf4486
Surah sebelumnyaSurah Al-Hajj
Surah selanjutnyaSurah An-Nur
4.6
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending









Video

Error 403 The request cannot be completed because you have exceeded your quota. : quotaExceeded

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta