QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 102 [QS. 23:102]

فَمَنۡ ثَقُلَتۡ مَوَازِیۡنُہٗ فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ
Faman tsaqulat mawaaziinuhu fa-uula-ika humul muflihuun(a);

Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.
―QS. 23:102
Topik ▪ Hisab ▪ Penimbangan amal perbuatan ▪ Tauhid Rububiyyah
23:102, 23 102, 23-102, Al Mu’minuun 102, AlMuminuun 102, Al Mukminun 102, Al-Mu’minun 102

Tafsir surah Al Mu'minuun (23) ayat 102

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’minuun (23) : 102. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa orang-orang yang berat timbangan amal kebaikannya yaitu orang-orang yang beriman dan banyak berbuat amal saleh, mereka itulah orang-orang yang beruntung dan berbahagia.
Pada hari kiamat nanti, seseorang sebelum ditetapkan tempatnya, apakah ia dimasukkan ke dalam surga atau ke dalam neraka, maka lebih dahulu ia akan dihadapkan kepada suatu pengadilan yang akan memberi keputusan yang seadil-adilnya.
Tidak akan terjadi kecurangan di dalamnya, karena yang menjadi hakimnya ialah Allah subhanahu wa ta’ala sendiri.
Berbeda halnya dengan pengadilan di dunia ini.
Seseorang yang bersalah adakalanya diputuskan tidak bersalah, karena pintarnya bersilat lidah, memutar balikkan keadaan atau karena kelicikan pembelanya, sehingga hakimnya terkicuh olehnya.
Begitu pula sebaliknya, orang yang benar ada kemungkinan diputuskan bahwa dialah yang bersalah dan tidak benar.
Setiap keputusan di dunia ini yang tidak adil akan mentah kembali dan akan diputuskan sekali lagi di akhirat dengan seadil-adilnya.
Segala sangkut paut yang belum beres di dunia ini akan diselesaikan nanti di akhirat dengan seadil-adilnya.
Setelah selesai melalui pengadilan dan sangkut paut masing-masing telah dibereskan maka untuk mengetahui kadar kebaikan dan kejahatan masing-masing diadakan timbangan sebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat di Hari Kiamat.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 47)

Barang siapa yang berat timbangan amal kebaikannya, berbahagialah ia.
Sejalan dengan ayat 102 ini firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
(Q.S. Al Qariah: 6-7)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Oleh karena itu, amal adalah ukuran penghargaan Allah kepada manusia.
Siapa yang memiliki akidah yang benar dan amal saleh yang bernilai dalam timbangan Allah, akan beruntung.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Barang siapa yang berat timbangannya) karena amal-amal kebaikan (maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan) yakni orang-orang yang beruntung.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Barangsiapa yang banyak kebaikannya dan berat timbangannya ketika dihisab, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan dengan surga.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yakni, barang siapa yang timbangan amal kebaikannya berat, sedangkan timbangan amal keburukannya ringan, walaupun hanya dengan satu kebaikan.
Demikian menurut pendapat Ibnu Abbas.

Maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberun­tungan.

Yakni orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang selamat dari neraka dan masuk surga.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang berhasil meraih apa yang didambakannya dan selamat dari keburukan yang dihindarinya.


Informasi Surah Al Mu'minuun (المؤمنون)
Surat Al Mu ‘minuun terdiri atas 118 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamai “Al Mu’minuun”,
karena permulaan surat ini menerangkan bagaimana seharus­nya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan keten­ teraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad ﷺ

Keimanan:

Kepastian hari berbangkit dan hal-hal yang terjadi pada hari kiamat
Allah tidak memerlukan anak atau sekutu.

Hukum:

Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya
rasul-rasul semuanya menyuruh manusia memakan makanan yang halal lagi baik
pokok-pokok agama yang dibawa para nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda

Kisah:

Kisah Nuh a.s.
kisah Hud a.s.
kisah Musa a.s. dan Harun a.s.
kisah Isa a.s.

Lain-lain:

Tujuh perkara yang harus dipenuhi oleh seorang mu’min yang ingin mendapat keberuntungan hidup di dunia maupun di akhirat
proses kejadian manusia
tanda­-tanda orang yang bersegera kepada kebaikan
ni’mat Allah yang dianugerahkan kepada manusia wajib disyukuri.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 102 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 102 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'minuun (23) ayat 102 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'minuun - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 118 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 23:102
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'minuun.

Surah Al-Mu'minun (Arab: المؤمنون‎, "Orang-Orang Yang Beriman") adalah surah ke-23 dari al-Qur'an, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Mu'minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka di dunia.
Demikian tingginya sifat-sifat itu, hingga ia telah menjadi akhlak bagi Nabi Muhammad s.a.w.

Nomor Surah 23
Nama Surah Al Mu'minuun
Arab المؤمنون
Arti Orang-orang mukmin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 74
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 118
Jumlah kata 1055
Jumlah huruf 4486
Surah sebelumnya Surah Al-Hajj
Surah selanjutnya Surah An-Nur
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim