QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 77 [QS. 40:77]

فَاصۡبِرۡ اِنَّ وَعۡدَ اللّٰہِ حَقٌّ ۚ فَاِمَّا نُرِیَنَّکَ بَعۡضَ الَّذِیۡ نَعِدُہُمۡ اَوۡ نَتَوَفَّیَنَّکَ فَاِلَیۡنَا یُرۡجَعُوۡنَ
Faashbir inna wa’dallahi haqqun fa-immaa nuriyannaka ba’dhal-ladzii na’iduhum au natawaffayannaka fa-ilainaa yurja’uun(a);

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.
―QS. 40:77
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
40:77, 40 77, 40-77, Al Mu’min 77, AlMumin 77, Al Mukmin 77, AlMukmin 77, Al-Mu’min 77

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 77

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasul-rasul-Nya: “Hai Rasul, hendaklah engkau sabar terhadap tindakan orang-orang musyrik yang mendustakan dan membantah ayat-ayat Allah dan bersabarlah atas gangguan don ancaman-ancaman mereka itu.
Bertakwalah kepada-Nya, mohonkanlah ampun atas segala dosa-dosamu dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu petang dan pagi.

“Wahai Rasul, jika Kami memperlihatkan kepadamu di waktu engkau masih hidup azab yang ditimpakan kepada orang-orang musyrik, seperti kekalahan mereka dalam perang Badar dan sebagainya, atau tidak kami perlihatkan kepadamu azab itu dengan mewafatkan engkau sebelum kedatangan azab itu, maka hal itu adalah sama saja, karena pada Hari Kiamat semuanya kembali kepada Kami, lalu Kami berikan kepada mereka balasan yang setimpal.

Ayat lain yang searti dengan ayat ini ialah:

Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat).
Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka.
Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka.

(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 41-42)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bersabarlah, hai Muhammad! Sesungguhnya janji Allah untuk menyiksa musuh-musuhmu adalah benar, tidak diragukan lagi.
Azab itu bisa jadi akan menimpa mereka pada saat kamu masih hidup, atau saat mereka kembali kepada Kami.
Apabila Kami memperlihatkan kepadamu sebagian azab yang Kami janjikan itu saat kamu masih hidup, maka itu pasti akan terjadi.
Dan apabila Kami mematikanmu sebelum itu, maka hanya kepada Kamilah mereka akan kembali.
Saat itu mereka kami hitung berdasarkan perbuatan yang pernah mereka lakukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah) yang akan mengazab mereka (adalah benar, maka jika Kami perlihatkan kepadamu) lafal Immaa adalah berasal dari In Syarthiyah yang diidgamkan kepada Maa Zaidah yang berfungsi mengukuhkan makna Syarat di awal Fi’il, kemudian menyusul Nun Taukid sesudahnya yang juga mengukuhkan makna syarath tadi (sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka) yakni semasa kamu masih hidup Kami menurunkan sebagian azab kepada mereka.

Jawab Syarathnya tidak disebutkan, yaitu lafal Fadzaaka, yakni maka itulah sebagian dari azab Kami (atau pun Kami wafatkan kamu) yaitu sebelum mereka diazab (namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan) lalu Kami akan mengazab mereka dengan siksaan yang sangat keras.

Jawab Syarath yang telah disebutkan di atas tadi hanyalah untuk Ma’thuf saja, yakni hanya untuk kalimah, Fa-immaa Nuriyannaka Ba’dhal Ladzii Na’iduhum, Fadzaaka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada rasul-Nya untuk bersikap sabar dalam menghadapi pendustaan orang-orang yang mendustakannya dari kalangan kaumnya.
Karena sesungguhnya Allah akan memenuhi apa yang telah Dia janjikan kepadamu, yaitu pertolongan dan kemenangan atas kaummu, serta menjadikan kesudahan yang baik hanyalah bagimu dan bagi orang-orang yang mengikutimu di dunia dan di akhirat.

maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 77)

dalam kehidupan di dunia ini, dan kejadiannya memang seperti apa yang telah dijanjikan-Nya.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menyenangkan hati Nabi ﷺ dalam Perang Badar yang dalam perang itu pemimpin dan pembesar kaum musyrik banyak yang mati.
Kemudian Allah menaklukkan kota Mekah di tangannya, juga seluruh Jazirah Arabia semasa beliau ﷺ masih hidup.

ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 77)

Lalu kami rasakan kepada mereka azab yang keras di akhirat.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 77 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 77 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 77 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:77
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.7
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta