QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 47 [QS. 40:47]

وَ اِذۡ یَتَحَآجُّوۡنَ فِی النَّارِ فَیَقُوۡلُ الضُّعَفٰٓؤُا لِلَّذِیۡنَ اسۡتَکۡبَرُوۡۤا اِنَّا کُنَّا لَکُمۡ تَبَعًا فَہَلۡ اَنۡتُمۡ مُّغۡنُوۡنَ عَنَّا نَصِیۡبًا مِّنَ النَّارِ
Wa-idz yatahaajjuuna fiinnaari fayaquuludh-dhu’afaa-u lil-ladziina-astakbaruu innaa kunnaa lakum taba’an fahal antum mughnuuna ‘annaa nashiiban minannaar(i);

Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri:
“Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?”
―QS. 40:47
Topik ▪ Neraka ▪ Percakapan ahli neraka ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
40:47, 40 47, 40-47, Al Mu’min 47, AlMumin 47, Al Mukmin 47, AlMukmin 47, Al-Mu’min 47

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar menceritakan kepada orang musyrik Mekah tentang malapetaka yang telah menimpa Alquran dan kaumnya, azab kubur dan azab akhirat yang akan menimpa mereka nanti, agar berita itu menjadi pelajaran bagi mereka sehingga mereka sadar dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Perintah itu ialah: “Wahai Muhammad, ceritakanlah kepada orang-orang musyrik Mekah tentang keadaan orang-orang kafir yang mengingkari seruan Rasul di dalam neraka nanti, mereka berbantah-bantahan di dalam neraka.
Para penyembah mohon pertolongan kepada sembahannya agar diselamatkan dari azab neraka yang sedang menimpa mereka, atau menguranginya, tetapi sembaban-sembahan itu berlepas diri dari permintaan itu, karena mereka sendiri tidak berdaya mengurangi atau mengelakkan diri dari azab yang sedang menimpa mereka itu.
Para penyembah berhala itu menempelak sembahan-sembahan itu dengan mengatakan: “Kami adalah penyembah-penyembahmu waktu di dunia dahulu, kami adalah penjaga-penjagamu yang selalu taat kepadamu dan mencukupkan segala keperluanmu, sehingga kami mengingkari seruan Rasul yang disampaikan kepada kami.
Sekiranya kami tidak menyembah kamu semasa hidup di dunia dahulu, tentulah kami akan mengikuti seruan Rasul, sehingga kami tidak dimasukkan ke dalam neraka seperti sekarang ini.
Apakah kamu mau menghindarkan kami dari azab ini atau meringankannya dengan kesediaan kamu memikul sebagian dari azab yang telah menimpa kami ini?.
Seandainya bukan karena kamu sekalian, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatkan pula kepada mereka, wahai Muhammad, ketika para penghuni neraka saling berdebat di dalamnya.
Orang-orang lemah di antara mereka, yaitu para pengikut, berkata kepada orang-orang kuat, yaitu para pemimpin, “Dahulu, di dunia, kami adalah pengikut kalian.
Dapatkah kalian menanggung sebagian dari azab neraka yang kami derita ini?”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (ketika mereka berbantah) yaitu ketika orang-orang kafir saling berbantah-bantahan (dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, “Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikut kalian) lafal Taba’an adalah bentuk jamak dari lafal Taabi’un (maka dapatkah kalian menghindarkan) artinya menolak (dari kami sebagian) yakni suatu bagian dari (azab api neraka?”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perdebatan dan bantah-bantahan yang terjadi di antara sesama penghuni neraka, sedangkan Fir’aun dan kaumnya termasuk dari mereka.
Maka orang-orang yang lemah (yaitu para pengikut) berkata kepada orang-orang yang menyombongkan dirinya (yaitu para pemimpin dan tetua serta pembesar mereka):

Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 47)

Yakni kami menaati apa yang kamu serukan kepada kami semasa di dunia untuk melakukan kekufuran dan kesesatan.

maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebagian azab api neraka?
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 47)

Yaitu sebagian dari azab yang kamu tanggung oleh dirimu sebagai ganti dari kami.

Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab, “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka.” (Q.S. Al-Mu’min [40]: 48)

Maksudnya, kami tidak dapat menanggung sesuatu azab pun untuk mewakili kalian, sudah cukuplah bagi kami azab yang kami terima dan pembalasan yang kami tanggung.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.7
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim