QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 46 [QS. 40:46]

اَلنَّارُ یُعۡرَضُوۡنَ عَلَیۡہَا غُدُوًّا وَّ عَشِیًّا ۚ وَ یَوۡمَ تَقُوۡمُ السَّاعَۃُ ۟ اَدۡخِلُوۡۤا اٰلَ فِرۡعَوۡنَ اَشَدَّ الۡعَذَابِ
Annaaru yu’radhuuna ‘alaihaa ghuduu-wan wa’asyii-yan wayauma taquumussaa’atu adkhiluu aala fir’auna asyaddal ‘adzaab(i);

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat.
(Dikatakan kepada malaikat):
“Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.
―QS. 40:46
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Harta rampasan perang halal bagi tentara
40:46, 40 46, 40-46, Al Mu’min 46, AlMumin 46, Al Mukmin 46, AlMukmin 46, Al-Mu’min 46

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 46

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 46. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini digambarkan azab yang akan menimpa Alquran dan kaumnya yang durhaka itu di akhirat nanti.
Sejak mereka meninggal dunia sampai mereka dibangkitkan kelak, mereka akan dihadapkan ke neraka pagi petang dan terus-menerus yang demikian itu sampai Hari Kiamat.

Pada hari Kiamat dikatakanlah kepada para penjaga neraka: “Masukkanlah Alquran dan kaumnya ke dalam neraka dan timpakanlah kepada mereka siksa yang keras”.
Sebagian ulama berpendapat bahwa azab kubur itu ada dan dasarnya adalah ayat ini.
Pendapat mereka dikuatkan oleh hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim yaitu:

Bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya salah seorang kamu apabila ia meninggal dunia diperlihatkan kepadanya tempat duduknya pagi dan petang.
Jika ia termasuk ahli surga, maka (tempat duduknya itu adalah) tempat duduk ahli surga, jika ia termasuk ahli neraka maka tempat duduknya adalah tempat duduk ahli neraka.
Dikatakan kepadanya: “Inilah tempat duduk engkau sampai Allah subhanahu wa ta’ala membangkitkan engkau pada Hari Kiamat.
kemudian membaca ayat ini”.

Dari firman Allah dan hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa azab kubur itu adalah suatu kebenaran yang tidak dapat disangkal lagi dan akan dialami oleh orang kafir sampai mereka dibangkitkan kembali, setiap pagi dan petang.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka, Allah pun memelihara kaum Fir’aun yang Mukmin itu dari kekejaman tipu daya mereka, dan menampakkan neraka kepada keluarga Fir’aun pada pagi dan sore hari–di dunia, ketika berada di alam barzah.
Dan pada hari kiamat, Allah berfirman, “Masukkanlah kaum Fir’aun ke dalam neraka yang paling dahsyat azabnya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Kemudian (neraka ditampakkan kepada mereka) maksudnya, mereka dibakar oleh api neraka (pada pagi dan petang) di setiap pagi dan petang (dan pada hari terjadinya kiamat) dikatakan kepada mereka, (“Masuklah kalian) hai (Firaun dan kaumnya) menurut suatu qiraat dibaca Adkhiluu yang artinya, Masukkanlah Firaun dan kaumnya.

Ini merupakan perintah Allah kepada malaikat-malaikat-Nya (ke dalam azab yang sangat keras”) yakni azab neraka

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

dan pada hari terjadinya kiamat.
(Dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Q.S. Al-Mu’min [40]: 46)

Yakni paling keras sakitnya dan paling besar azabnya.
Ayat ini merupakan dalil pokok di kalangan mazhab ahli sunnah wal jama’ah yang menyatakan adanya azab di alam barzakh (alam kubur), yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 46)

Akan tetapi, timbul suatu pengertian bahwa tidak diragukan lagi ayat ini adalah ayat Makkiyyah, dan mereka telah menjadikannya sebagai dalil yang menunjukkan adanya azab kubur di alam barzakh.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim alias Abun Nadr, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Sa’id ibnu Amr ibnu Sa’id ibnul As, telah menceritakan kepada kami Sa’id (yakni ayahnya), dari Aisyah r.a., bahwa pernah ada seorang wanita Yahudi yang menjadi pelayannya, maka tidak sekali-kali Aisyah berbuat suatu kebaikan kepadanya, melainkan ia mendoakan bagi Aisyah, “Semoga Allah memelihara dirimu dari siksa kubur.” Aisyah r.a.
melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Rasulullah ﷺ masuk menemuinya, maka ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah siksa kubur itu ada sebelum hari kiamat?”
Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada.
Siapa yang menduga demikian?”
Aisyah menjawab, “Wanita Yahudi ini, tidak sekali-kali aku berbuat baik kepadanya melainkan dia mendoakan bagiku, ‘Semoga Allah memelihara dirimu dari siksa kubur’.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang-orang Yahudi itu pendusta dan terhadap Allah mereka lebih pendusta lagi, tiada azab sebelum hari kiamat.” Kemudian selang beberapa waktu menurut apa yang dikehendaki Allah, pada suatu hari beliau ﷺ keluar di tengah hari seraya memakai kain selimut, sedangkan kedua mata beliau memerah, lalu beliau berseru dengan suara yang sangat keras: Alam kubur itu bagaikan sepotong malam hari yang sangat gelap.
Hai manusia, sekiranya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu banyak menangis dan sedikit tertawa.
Hai manusia, mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur, karena sesungguhnya siksa kubur itu benar (adanya).

Sanad hadis ini sahih dengan syarat Bukhari dan Muslim, tetapi keduanya tidak mengetengahkannya.

Imam Ahmad meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dan Aisyah r.a.
yang menceritakan bahwa pernah ada seorang wanita Yahudi meminta-minta kepadanya, maka ia memberinya, lalu wanita Yahudi itu berdoa “Semoga Allah menyelamatkan dirimu dari siksa kubur.” Siti Aisyah r.a.
tidak suka dengan hal tersebut.
Dan ketika ia melihat Nabi ﷺdatang, maka ia menanyakan hal itu kepada Nabi ﷺ, dan Nabi ﷺ menjawab, “Tidak ada” Kemudian setelah peristiwa ini berlalu, Rasulullah ﷺ bersabda: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan disiksa di dalam kubur kalian.

Hadis ini pun dengan syarat keduanya.

Maka timbullah pertanyaan, bagaimanakah menggabungkah antara hal ini dan keadaan ayat sebagai ayat Makkiyyah yang mengandung kesimpulan dalil yang menunjukkan adanya siksa kubur?

Sebagai jawabannya dapat dikatakan bahwa ayat ini hanya menunjukkan bahwa arwah itu ditampilkan di hadapan neraka di setiap pagi dan petang di alam barzakh, dan tidak ada suatu pengertian pun yang menunjukkan menjalarnya rasa sakit arwah sampai kepada tubuh (jasad) kasarnya di alam kubur, karena hal tersebut hanya khusus terjadi pada roh.
Adapun mengenai terjadinya azab pada jasad dan rasa sakit karena azab itu, maka tiada suatu dalil pun yang menunjukkan ke arahnya melainkan hanya melalui sunnah, yaitu dalam hadis-hadis yang dapat diterima, seperti yang akan dikemukakan kemudian.

Dapat pula dikatakan bahwa sesungguhnya ayat ini hanya menunjukkan adanya azab bagi orang-orang kafir di alam barzakhnya, dan tidak mengandung suatu kepastian yang menyatakan adanya azab bagi orang mukmin di alam kuburnya karena dosa yang dilakukannya.
Di antara dalil yang memperkuat pendapat ini ialah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Umar, telah menceritakan kepada kami Yunus, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ masuk ke dalam rumahnya yang pada saat itu di hadapan Aisyah ada seorang wanita Yahudi, sedangkan Siti Aisyah berkata (kepada wanita Yahudi itu), “Apakah kamu meyakini bahwa kamu diazab dalam kuburmu?”
Maka Rasulullah ﷺ terkejut, lalu bersabda, “Sesungguhnya yang diazab (dalam kubur) hanyalah orang Yahudi.” Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu kami tinggal beberapa malam sesudah peristiwa itu, kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: Ingatlah, sesungguhnya kalian akan diazab di dalam kubur (mu).
Siti Aisyah r.a.
mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ sesudah peristiwa itu selalu memohon perlindungan kepada Allah dari azab kubur.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Muslim, dari Harun ibnu Sa’id dan Harmalah, keduanya dari Ibnu Wahb, dari Yunus ibnu Yazid Al-Aili, dari Az-Zuhri dengan sariad yang sama.

Dapat pula dikatakan bahwa sesungguhnya ayat ini menunjukkan arwah diazab di alam barzakhnya, tetapi bukan berarti tubuh kasar yang ada di dalam kuburnya ikut merasakannya.
Ketika hal mengenai ini diwahyukan kepada Nabi ﷺ, maka barulah Nabi ﷺ memohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Bukhari telah meriwayatkan melalui hadis Syu’bah, dari Asy’as, dari Ibnu Abusy Sya’sa, dari ayahnya, dari Masruq, dari Aisyah r.a.
bahwa pernah ada seorang wanita Yahudi masuk menemuinya, lalu wanita Yahudi itu mengatakan, “Kami berlindung kepada Allah dari azab kubur.” Maka Aisyah r.a.
menanyakan azab kubur itu kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau menjawab: Benar, azab kubur itu adalah hak (benar).
Siti Aisyah r.a.
mengatakan bahwa tidak sekali-kali ia melihat Rasulullah ﷺ sesudah peristiwa itu bila telah selesai dari salatnya, melainkan memohon perlindungan dari azab kubur.

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ dengan segera membenarkan berita yang disampaikan oleh wanita Yahudi tersebut dan mengakuinya.
Sedangkan dalam hadis-hadis yang sebelumnya dinyatakan bahwa pada mulanya beliau ﷺ mengingkari hal tersebut, hingga turunlah kepadanya wahyu yang menerangkannya.
Barangkali keduanya merupakan dua peristiwa —hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui— dan hadis-hadis mengenai azab kubur banyak sekali.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: pada pagi dan petang.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 46) Maksudnya, di setiap pagi dan petang selama dunia masih berputar.
Dikatakan kepada mereka, “Hai kaum Fir’aun, inilah tempat tinggal kalian,” dengan nada mencemoohkan dan kecaman serta menghina mereka.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa mereka (Fir’aun dan kaumnya) sekarang berada di dalam neraka di setiap pagi dan petang hingga hari kiamat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Al-Muharibi, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Abdur Rahman ibnu Sarwan, dari Huzail, dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a.
yang mengatakan bahwa sesungguhnya arwah para syuhada berada di dalam perut burung-burung hijau yang terbang bebas di dalam surga membawa mereka ke mana pun yang mereka kehendaki.
Dan sesungguhnya arwah anak-anak kecil kaum mukmin berada di dalam perut burung-burung pipit yang terbang bebas di dalam surga membawa mereka sekehendak mereka, lalu burung-burung itu hinggap di lentera-lentera yang bergantung di ‘Arasy.
Dan sesungguhnya arwah Fir aun dan kaumnya berada di dalam perut burung-burung hitam yang setiap pagi dan petang pergi ke neraka Jahanam.
Yang demikian itulah pengertian ‘ditampakkan kepada mereka neraka pada pagi dan petang’.

Ats-Tsauri telah meriwayatkannya dari Abu Qais, dari Abul Huzail ibnu Syurahbil, dari perkataan Ibnu Mas’ud r.a.
sehubungan dengan nasib arwah Fir’aun dan kaumnya.

Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi di dalam hadis Isra melalui riwayat Harun Al-Abdi, dari Abu Sa’id Al-Khudn r.a., dari Rasulullah ﷺ yang antara lain disebutkan bahwa kemudian aku dibawa pergi menuju ke tempat sejumlah banyak orang yang semuanya laki-laki.
Tiap orang dari mereka mempunyai perut sebesar rumah yang besar; mereka dalam keadaan terbelenggu dengan memakai pakaian kaum Fir’aun, dan kaum Fir’aun ditampakkan kepada mereka neraka di setiap pagi dan petang.

dan pada hari terjadinya kiamat.
(Dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Q.S. Al-Mu’min [40]: 46)

Fir’aun bersama kaumnya seperti unta yang terkena racun; mereka menumbukkan dirinya pada batu dan pohon, sedangkan mereka tidak sadar dengan perbuatannya itu.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnu Akhram, telah menceritakan kepada kami Amir ibnu Mudrik Al-Harisi, telah menceritakan’ kepada kami Atabah ibnu Yaqzhan, dari Qais ibnu Muslim, dari Tariq, dari Syihab, dari Ibnu Mas’ud r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda, “Tidak sekali-kali seseorang berbuat kebaikan dari kalangan orang muslim ataupun orang kafir, melainkan Allah memberi balasan.” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah balasan orang kafir itu?”
Nabi ﷺ menjawab: jika dia telah menyambung tali persaudaraan atau memberikan suatu sedekah atau mengerjakan kebaikan, maka Allah memberinya balasan berupa harta, anak, kesehatan, dan lain sebagainya yang serupa.
Kami bertanya, “Lalu apakah balasan baginya di negeri akhirat nanti?”
Rasulullah ﷺ menjawab: Azab tanpa penderitaan (yang harus diterimanya) Lalu beliau ﷺ membaca firman-Nya: Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 46)

Al-Bazzar telah meriwayatkan hadis ini di dalam kitab musnadnya, dari Zaid ibnu Akhram, kemudian ia mengatakan bahwa kami tidak mengetahui Zaid ibnu Akhram mempunyai isnad selain hadis ini.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul Karim ibnu Abu Umair, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Muhammad Al-Fazzari Al-Balkhi yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Al-Auza’i saat ditanya oleh seorang lelaki yang mengatakan kepadanya, “Semoga Allah merahmatimu, kami telah melihat banyak burung yang keluar dari dalam laut menuju ke arah barat.
Burung-burung itu berbulu putih, gelombang demi gelombang; tiada yang mengetahui bilangannya kecuali hanya Allah subhanahu wa ta’ala Dan apabila hari telah petang, burung-burung itu kembali dalam keadaan hitam legam bulunya.” Al-Auza’i mengatakan, “Kamu telah menyaksikannya dengan mata kepalamu sendiri?”
Lelaki itu menjawab, “Benar.” Maka Al-Auza’i mengatakan bahwa sesungguhnya di dalam perut burung-burung itu terdapat arwah Fir’aun dan kaumnya, ditampakkan kepada mereka neraka di setiap pagi dan petang, lalu kembali ke sarang mereka, sedangkan bulu mereka telah hangus terbakar hingga menjadi hitam.
Di malam hari bulu hitam itu rontok, lalu muncul kembali bulu putihnya, setelah itu burung-burung itu pergi lagi menuju ke neraka setiap pagi, dan petangnya kembali ke sarangnya.
Demikianlah kebiasaan yang terjadi pada mereka di dunia.
Apabila kiamat telah terjadi, Allah berfirman: Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 46) Al-Auza’i mengatakan bahwa mereka (Fir’aun dan bala tentaranya) berjumlah kurang lebih enam ratus ribu personel.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Nafi’, dari Ibnu Umar r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya seseorang di antara kalian apabila mati, ditampakkan kepadanya setiap pagi dan petang kedudukannya.
Jika dia termasuk ahli surga, maka surgalah yang ditampakkan kepadanya; dan jika dia ahli neraka, maka yang ditampakkan kepadanya adalah neraka.
Lalu dikatakan kepadanya, “Inilah tempatmu kelak sampai Allah membangkitkan kamu untuk menempatinya di hari kiamat.”

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab sahih masing-masing melalui hadis Malik dengan sanad yang sama.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 46 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 46 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 46 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:46
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.6
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim