QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 35 [QS. 40:35]

الَّذِیۡنَ یُجَادِلُوۡنَ فِیۡۤ اٰیٰتِ اللّٰہِ بِغَیۡرِ سُلۡطٰنٍ اَتٰہُمۡ ؕ کَبُرَ مَقۡتًا عِنۡدَ اللّٰہِ وَ عِنۡدَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا ؕ کَذٰلِکَ یَطۡبَعُ اللّٰہُ عَلٰی کُلِّ قَلۡبِ مُتَکَبِّرٍ جَبَّارٍ
Al-ladziina yujaadiluuna fii aayaatillahi bighairi sulthaanin ataahum kabura maqtan ‘indallahi wa’indal-ladziina aamanuu kadzalika yathba’ullahu ‘ala kulli qalbi mutakabbirin jabbaarin;

(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka.
Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman.
Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.
―QS. 40:35
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Nabi saw. sebagai saksi, pembawa kabar gembira dan peringatan
40:35, 40 35, 40-35, Al Mu’min 35, AlMumin 35, Al Mukmin 35, AlMukmin 35, Al-Mu’min 35

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 35

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian di jelaskan pula siapakah yang dimaksud dengan “orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu”,
yakni orang-orang yang memperdebatkan tentang kebenaran ayat-ayat Allah yang telah disampaikan oleh para Rasul-Nya.
Mereka berusaha terus menerus untuk membatalkan keterangan ayat-ayat Allah dengan tujuan mendustakan-Nya.
Akan tetapi cara mereka untuk mematahkan kebenaran ayat Allah itu tidak masuk akal, tidak ditunjang oleh alasan dan keterangan yang tepat.
Yang selalu mereka kemukakan sebagai dalih untuk mendustakan Rasul itu adalah adat kebiasaan nenek moyang mereka yang juga tidak percaya kepada Rasul.
Sikap bertaklid semacam itu tidak bisa diterima oleh akal yang sehat dan pikiran yang jernih”.
Perdebatan yang semata-mata didorong oleh sikap fanatik kepada nenek moyang itu, sangat dibenci dan dimurkai Allah dan orang-orang yang beriman.

Dikatakan orang-orang beriman benci kepada cara berpikir demikian ialah karena bila seseorang mukmin juga meniru jalan pikiran orang musyrik itu, maka Allah pasti akan mencap hatinya, sehingga tidak tahu lagi akan kebenaran.
Kemarahan Allah akibat sikap taklid ini akan disusul dengan datangnya siksaan.
Sedang kemarahan orang mukmin harus ditunjukkan dengan sikap menjauhi mereka, dan berhati-hati dengan pergaulan mereka, dan cenderung untuk memperturutkan jalan pikiran mereka baik dalam soal-soal agama maupun duniawi.

Kemudian Allah menerangkan Sunatullah (ketetapan Allah) yang harus belaka bagi mereka yakni Allah akan mencap hati setiap orang sombong sebagaimana Dia juga mencap orang yang suka melampaui batas dan suka menentang kebenaran-Nya tanpa alasan yang kuat.
Pengertian Jabbar (yang suka berbuat sewenang-wenang), maksudnya ialah orang yang enggan mentauhidkan Allah membenarkan Rasul-Nya dan berlagak sombong dan membenarkan diri tanpa mau mendengarkan kebenaran yang disampaikan kepadanya.
Sikap sombong inilah sumber dari perbuatan melampaui batas, ragu-ragu dan suka menentang atau membicarakan (memperdebatkan) ayat-ayat Tuhan dengan tidak mengemukakan dalil-dalil.
Dalam ayat ini dikaitkan sombong itu dengan perbuatan hati, karena memang sombong itu bertahta di hati sanubari, sedang sekalian anggota tubuh yang lain mengikuti saja.
Sebab itulah Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging bila dia baik, baiklah seluruh tubuhnya Bila dia jahat (rusak).
rusaklah seluruh tubuh.
Ketahuilah dia itulah hati.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang mendebat ayat-ayat Allah tanpa ada bukti yang datang kepada mereka, tabiat suka mendebat yang ada pada mereka itu sungguh amat dibenci oleh Allah dan orang-orang Mukmin.
Dengan cara seperti inilah Allah akan menutup hati yang arogan dan otoriter terhadap sesama.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah) yaitu mukjizat-mukjizatnya, kalimat ayat ini menjadi Mubtada (tanpa alasan) tanpa argumentasi (yang datang kepada mereka.

Amat besar) dosa perdebatan mereka itu, lafal Kabura ini menjadi Khabar dari Mubtada (kemurkaan -bagi mereka- di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman.

Demikianlah) sebagaimana disesatkan-Nya mereka (Allah mengunci mati) artinya, menyesatkan (hati setiap orang yang sombong lagi sewenang-wenang) dapat dibaca Qalbin Mutakabbirin atau Qalbi Mutakabbirin.

Manakala kalbu seseorang merasa sombong, maka takaburlah pemiliknya, dan demikian pula sebaliknya.

Lafal Kullun menurut dua qiraat di atas menunjukkan makna tiap-tiap orang yang memiliki kalbu yang sesat, jadi bukan ditujukan kepada semua orang.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam firman selanjutnya disebutkan:

(yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 35)

Yaitu orang-orang yang menolak kebenaran dengan kebatilan, dan membantah bukti-bukti tanpa dalil dan alasan dari Allah subhanahu wa ta’ala Maka sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala sangat benci terhadap orang yang berperilaku demikian.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 35)

Maksudnya, orang-orang yang beriman pun membenci orang-orang yang sifatnya demikian.
Karena sesungguhnya orang yang bersifat demikian mata hatinya telah dikunci oleh Allah, sehingga ia sesudah itu tidak lagi dapat mengenal kebaikan dan tidak lagi mengingkari kemungkaran.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang sombong.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 35) ‘

Yakni tidak mau mengikuti perkara yang hak karena merasa besar diri.

lagi sewenang-wenang.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 35)

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari Ikrimah, juga dari Asy-Sya’bi; keduanya mengatakan bahwa seorang manusia itu belum dinamakan sebagai seorang yang berlaku sewenang-wenang sebelum ia membunuh dua orang (tanpa alasan yang dibenarkan).

Abu Imran Al-Juni dan Qatadah mengatakan bahwa pertanda orang-orang yang berlaku sewenang-wenang itu ialah suka membunuh tanpa alasan yang hak; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 35 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 35 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 35 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:35
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.7
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs 40:35

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim