Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 29 [QS. 40:29]

یٰقَوۡمِ لَکُمُ الۡمُلۡکُ الۡیَوۡمَ ظٰہِرِیۡنَ فِی الۡاَرۡضِ ۫ فَمَنۡ یَّنۡصُرُنَا مِنۡۢ بَاۡسِ اللّٰہِ اِنۡ جَآءَنَا ؕ قَالَ فِرۡعَوۡنُ مَاۤ اُرِیۡکُمۡ اِلَّا مَاۤ اَرٰی وَ مَاۤ اَہۡدِیۡکُمۡ اِلَّا سَبِیۡلَ الرَّشَادِ
Yaa qaumi lakumul mulkul yauma zhaahiriina fiil ardhi faman yanshurunaa min ba’sillahi in jaa-anaa qaala fir’aunu maa uriikum ilaa maa ara wamaa ahdiikum ilaa sabiilarrasyaad(i);
Wahai kaumku! Pada hari ini kerajaan ada padamu dengan berkuasa di bumi, tetapi siapa yang akan menolong kita dari azab Allah jika (azab itu) menimpa kita?”
Fir‘aun berkata,
“Aku hanya mengemukakan kepadamu, apa yang aku pandang baik;
dan aku hanya menunjukkan kepadamu jalan yang benar.”
―QS. Al Mu’min [40]: 29

Daftar isi

O my people, sovereignty is yours today, (your being) dominant in the land.
But who would protect us from the punishment of Allah if it came to us?"
Pharaoh said,
"I do not show you except what I see, and I do not guide you except to the way of right conduct."
― Chapter 40. Surah Al Mu’min [verse 29]

يَٰقَوْمِ wahai kaumku

O my people!
لَكُمُ bagi kalian

For you
ٱلْمُلْكُ kerajaan

(is) the kingdom
ٱلْيَوْمَ hari ini

today,
ظَٰهِرِينَ berkuasa

dominant
فِى di muka

in
ٱلْأَرْضِ bumi

the land,
فَمَن maka siapa

but who
يَنصُرُنَا menolong kita

will help us
مِنۢ dari

from
بَأْسِ siksaan

(the) punishment
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah,
إِن jika

if
جَآءَنَا ia datang kepada kami

it came to us."
قَالَ berkata

Said
فِرْعَوْنُ Fir’aun

مَآ tidak

"Not
أُرِيكُمْ aku kemukakan kepadamu

I show you
إِلَّا kecuali

except
مَآ apa yang

what
أَرَىٰ aku pandang

I see
وَمَآ dan tidak

and not
أَهْدِيكُمْ aku beri petunjuk kamu

I guide you
إِلَّا kecuali

except
سَبِيلَ jalan

(to the) path
ٱلرَّشَادِ petunjuk/benar

the right."

Tafsir Quran

Surah Al Mu’min
40:29

Tafsir QS. Al-Mu’min (40) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya laki-laki beriman itu menasihati kaumnya, rakyat Mesir bahwa mereka telah diberi nikmat yang besar oleh Allah.
Mesir telah merupakan kerajaan besar yang disegani dan berpengaruh.

Oleh karena itu, nikmat itu harus dipelihara dengan beriman kepada Allah, dan bila mereka juga kafir, maka dikhawatirkan kebesaran itu akan runtuh dan mereka akan menderita."Siapakah yang akan menolong kita bila bencana itu datang?"
katanya.

Demikianlah nasihat laki-laki beriman itu kepada Fir’aun dan kaumnya.
Tetapi nasihat itu tidak diterima Fir’aun.

Ia menyatakan bahwa apa yang dikatakannya itulah yang harus diterima dan dilaksanakan, dan apa yang disampaikan dan diperintahkannya itulah yang baik dan benar.
Dengan demikian, Fir’aun memaksakan kehendaknya dan lagi-lagi bertindak sewenang-wenang.

Jawaban Fir’aun itu sesungguhnya tidak benar, karena dalam hati sanubarinya, sebenarnya ia membenarkan apa yang disampaikan Nabi Musa.
Ucapannya itu sesungguhnya hanya didorong oleh kezaliman dan kesombongannya sebagaimana dinyatakan ayat berikut:

وَجَحَدُوْا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَآ اَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَّعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya.

Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (An-Naml [27]: 14)

Apa yang dikatakan Fir’aun bahwa yang diperintahkannya kepada kaumnya adalah baik, sehingga Nabi Musa harus tetap dibunuh, juga jauh dari kebenaran.

Hal itu karena tidaklah benar dengan membunuh seseorang persoalan akan selesai, apalagi yang dibunuh itu seorang rasul Allah.
Tindakan itu justru sesat dan menyesatkan, sebagaimana dinyatakan ayat berikut:

وَاَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهٗ وَمَا هَدٰى

Dan Fir’aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk. (Thaa haa [20]: 79).

Namun demikian, para pengikut Fir’aun menerima dan mematuhi perintahnya sekalipun salah, sebagaimana diungkapkan ayat berikut:

اِلٰى فِرْعَوْنَ وَملَا۟ىِٕهٖ فَاتَّبَعُوْٓا اَمْرَ فِرْعَوْنَ وَمَآ اَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيْدٍ

Kepada Fir’aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikuti perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun bukanlah (perintah) yang benar. (Hud [11]: 97)

Tindakan Fir’aun membohongi rakyatnya dan memaksa mereka mengikuti perintahnya, serta menghasut mereka untuk mendustai rasul Allah, menjadi pelajaran bagi para pemimpin.
Pemimpin yang ingin menghalangi dan menjauhkan masyarakat dari ajaran-ajaran agama mereka boleh jadi akan mengalami nasib yang sama dengan Fir’aun.
Dalam hal ini Rasulullah memberi nasihat:Tiadalah mati imam (seorang pemimpin), di mana pada hari kematiannya itu ia telah menipu rakyatnya, melainkan ia tidak akan mencium bau surga.
Sesungguhnya keharuman surga itu bisa tercium dari jarak lima ratus tahun perjalanan.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 29. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai kaum, katanya melanjutkan,
"hari ini kerajaan di bumi Mesir adalah milik kalian, bukan milik orang lain.
Tetapi siapakah yang akan menyelamatkan kita dari azab Allah ketika datang menimpa nanti?"
Fir’aun berkata,
"Aku tidak mengajukan pendapat kepada kalian kecuali sesuai dengan apa yang aku yakini.


Dan aku, dengan pendapatku itu, tidak menunjukkan kalian kecuali ke jalan petunjuk."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai kaum, bagi kalian kekuasaan di hari ini.
Kalian berkuasa di bumi Mesir atas rakyat kalian dari Bani Israil dan lainnya, lalu siapa yang bisa menolak azab Allah dari kami bila ia datang menimpa kami?
Fir’aun berkata menjawab kaumnya:
Wahai manusia, aku tidak menunjukkan kepada kalian berupa pendapat atau nasihat, kecuali apa yang aku perlihatkan untuk diriku dan kalian di mana ia adalah kebaikan dan kebenaran.


Dan aku tidak mengajak kalian kecuali kepada jalan yang benar lagi haq.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai kaumku! Untuk kalianlah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa) artinya, dengan mengalami kemenangan, lafal Zhaahiriina berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan


(di muka bumi) di negeri Mesir.


(Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah) dari azab-Nya bila kalian membunuh kekasih-kekasih-Nya


(jika azab itu menimpa kita) tiada seorang pun yang dapat menolong kita


(Firaun berkata,
"Aku tidak mengemukakan kepada kalian, melainkan apa yang aku pandang baik,) maksudnya, aku tidak memberikan isyarat kepada kalian melainkan apa yang telah aku putuskan itu, yaitu membunuh Musa


(dan aku tiada menunjukkan kepada kalian, selain jalan yang benar") jalan yang mengandung kebenaran.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:


"Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi.
(QS. Al-Mu’min [40]: 29)

Yakni sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan nikmat kepada kalian dengan kerajaan ini dan kekuasaan di muka bumi, pengaruh yang luas dan kedudukan yang tinggi, maka peliharalah nikmat ini dengan bersyukur kepada Allah dan membenarkan utusan-Nya, dan takutlah kepada azab Allah jika kalian mendustakan utusan-Nya.

Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita! (QS. Al-Mu’min [40]: 29)

Yakni tiada gunanya bagi kalian bala tentara kalian yang banyak ini, dan tiada sesuatu pun yang dapat menyelamatkan kita dari azab Allah jika Dia menghendaki keburukan bagi kita.

Fir’aun berkata.
(QS. Al-Mu’min [40]: 29)

kepada kaumnya, menjawab saran yang dikemukakan oleh laki-laki mukmin yang saleh lagi berbakti, yang sebenarnya dialah yang lebih berhak untuk menjadi Raja Mesir daripada Fir’aun.

Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik.
(QS. Al-Mu’min [40]: 29)

Yakni tiada lain yang kukatakan kepada kalian hanyalah sebagai saran dariku menurut pandangan terbaikku.
Padahal dustalah Fir’aun itu, karena ternyata Musa ‘alaihis salam itu benar sebagai utusan Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan risalah-Nya.

Musa menjawab,
"Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata."
(QS. Al Israa [17]: 102)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan sikap Fir’aun dan kaumnya:

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya (QS. An-Naml [27]: 14)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Aku tidak mengemukakan kepadamu melainkan apa yang aku pandang baik.
(QS. Al-Mu’min [40]: 29)

Fir’aun dusta dalam kata-katanya, ia memutarbalikkan kenyataan dan khianat terhadap Allah dan utusan-Nya, juga terhadap rakyatnya;
dia menipu mereka dan bukan mengharapkan kebaikan bagi mereka.
Hal yang sama apa yang dikatakannya dalam kalimat yang selanjutnya seperti yang disitir oleh firman-Nya:

dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar.
(QS. Al-Mu’min [40]: 29)

Yakni tiadalah yang aku serukan kepadamu melainkan jalan kebenaran, padahal apa yang dikatakannya itu dusta, sekalipun kaumnya menaati dan mengikutinya.
Sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

tetapi mereka mengikuti perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar.
(QS. Hud [11]: 97)

Dan Fir’aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
(QS. Thaa haa [20]: 79)

Di dalam hadis disebutkan seperti berikut:

Tidak sekali-kali seorang pemimpin meninggal dunia, sedangkan ia dalam keadaan menipu rakyatnya di hari kematiannya, melainkan ia tidak dapat mencium baunya surga.
Dan sesungguhnya baunya surga itu benar-benar dapat tercium dari jarak perjalanan lima ratus tahun.

Hanya Allah-lah yang memberi taufik ke jalan yang benar.

Unsur Pokok Surah Al mukmin (المؤمن)

Surat Al mukmin terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai "Al mukmin" (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan "mukmin" yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir’aun telah beriman kepada Nabi Musaalaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musaalaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musaalaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula "Ghafir" (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat "Ghafir" yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa "Maha Pengampun" dan "Maha Penerima Taubat" adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai "Dzit Thaul" (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3.

Keimanan:

▪ Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya.
Dalildalil yang menunjukkan kekuasaan Allah.
▪ Sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquranul karim dan sikap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir terhadapnya.
▪ Permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka.
▪ Peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiamat.
▪ Anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin.
▪ Nikmat-nikmat Allah yang terdapat di daratan dan lautan.
▪ Janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mukmin akan menang terhadap musuhnya.

Audio Murottal

QS. Al-Mu'min (40) : 1-85 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 85 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mu'min (40) : 1-85 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 85

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mu'min ayat 29 - Gambar 1 Surah Al Mu'min ayat 29 - Gambar 2
Statistik QS. 40:29
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu’min.

Surah Al-Mu’min (Arab: المؤمن ,”Orang Yang Beriman”) atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu’min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu’min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu’min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
Sending
User Review
4.3 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

40:29, 40 29, 40-29, Surah Al Mu'min 29, Tafsir surat AlMumin 29, Quran Al Mukmin 29, AlMukmin 29, Al-Mu'min 29, Surah Al Mumin ayat 29

Video Surah

40:29


More Videos

Kandungan Surah Al Mu'min

۞ QS. 40:2 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 40:3 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Dzut Thaul (Maha Memberi) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 40:4 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 40:5 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:6 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kebenaran dan hakikat takdir • Azab orang kafir

۞ QS. 40:7 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama neraka • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 40:8 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Nama-nama surga

۞ QS. 40:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:11 Ar Rabb (Tuhan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keabadian neraka •

۞ QS. 40:12 Tauhid Uluhiyyah • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Al Kabir (Maha Besar) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:14 Tauhid Uluhiyyah • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 40:15 Arsy • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:16 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 40:17 • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 40:18 • Nama-nama hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 40:19 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 40:20 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 40:21 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:22 • Siksaan Allah sangat pedih • Al Qawiy (Maka Kuat) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:26 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:27 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:28 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 40:31 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:32 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:33 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 40:34 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 40:35 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:39 • Nama-nama surga • Keabadian surga • Keabadian neraka • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 40:40 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam

۞ QS. 40:41 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:42 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun)

۞ QS. 40:43 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah • Siksa orang kafir

۞ QS. 40:44 • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 40:45 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:46 Siksa kubur • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:47 • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 40:48 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:49 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Penjaga neraka • Sifat neraka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 40:50 • Percakapan ahli neraka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:51 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman • Keutamaan iman •

۞ QS. 40:52 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 40:53 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 40:54 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 40:55 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:56 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:57 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 40:58 • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 40:59 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:60 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 40:61 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:62 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 40:63 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:64 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:65 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hayy (Maha Hidup) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 40:66 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 40:68 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Segala sesuatu ada takdirnya •

۞ QS. 40:69 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:70 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Maksiat dan dosa

۞ QS. 40:71 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 40:72 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 40:73 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 40:74 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 40:75 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 40:76 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 40:77 • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 40:78 • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:81 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:83 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:84 • Beriman ketika datang hari kiamat • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:85 • Beriman ketika datang hari kiamat • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah,
melainkan kaum yang kafir.
QS. Yusuf [12]: 87

Siksaan yang keras & kehancuran akan dirasakan oleh orang yang terbiasa mencela orang lain dengan ucapan atau isyarat,
atau selalu menceritakan aib orang lain.
QS. Al-Humazah [104]: 1

Isa berkata
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan padaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal & dibangkitkan hidup kembali”
Itulah Isa putra Maryam, katakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah tentang kebenarannya
QS. Maryam [19]: 33-34

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Correct! Wrong!

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Correct! Wrong!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Correct! Wrong!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus Istilah Islam

assabiqunal awwalun

Siapa itu assabiqunal awwalun? Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam. Contohnya, Abu bakar ash shiddiq, utsman bin affan, ali bin abi t...

Riba

Apa itu Riba? Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara baha...

Abu Darda

Siapa itu Abu Darda? Abu al-Dardaa adalah Sahabat Nabi Muhammad. Pada awalnya, Dia adalah seorang Yahudi di Madinah. Kemudian setelah Ia mendengarkan dakwah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sal...