QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 19 [QS. 40:19]

یَعۡلَمُ خَآئِنَۃَ الۡاَعۡیُنِ وَ مَا تُخۡفِی الصُّدُوۡرُ
Ya’lamu khaa-inatal a’yuni wamaa tukhfiish-shuduur(u);

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
―QS. 40:19
Topik ▪ Sikap orang munafik terhadap Islam
40:19, 40 19, 40-19, Al Mu’min 19, AlMumin 19, Al Mukmin 19, AlMukmin 19, Al-Mu’min 19

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dia mengetahui penglihatan mata yang khianat dan pandangan yang curang.

Berkata Ibnu `Abbas memberikan contoh penglihatan mata seorang yang khianat: “Seorang laki-laki berada di tengah-tengah kaumnya, maka lewatlah di dekat mereka seorang perempuan.
Ia memperlihatkan kepada kaumnya bahwa ia memejamkan matanya dan tidak melihat wanita yang lewat itu.
Kalau kaumnya tidak memperhatikannya ia membuka matanya melihat wanita itu.
Tetapi kalau kaumnya melihat dia, ia menunduk lagi menyembunyikan pandangannya.
Penglihatan khianat yang curang seperti itu, Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui bahwa di dalam hati laki-laki itu tersembunyi niat ingin melihat aurat wanita yang lewat itu.
Begitu juga Allah Mengetahui apa yang disembunyikan di dalam hati.
Hal ini dijelaskan juga dalam ayat lain, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
(Q.S. At-Taghaabun [64]: 4)

Dan firman-Nya:

Jika kamu menyembunyikan apa yang ada di hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahuinya.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 29)

Kalau yang tersembunyi rapat seperti bisikan hati, diketahui oleh Allah subhanahu wa ta’ala, tentunya lebih-lebih lagi yang nyata yang ada di sekitar kita yang ada di langit dan di bumi, yang diturunkan dari langit dan apa yang naik dari padanya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala

Allah mengetahui apa-apa yang di hadapkan mereka dan apa-apa yang di belakang mereka.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 255)

Dan firman-Nya:

Dan (Allah) mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan.
(Q.S. At Tagabun : 4)

Dan firman-Nya lagi

Dan (Allah) mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya.
(Q.S. Saba’ [34]: 2)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui pandangan mata yang berkhianat dan semua apa yang tersimpan di dalam dada.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia mengetahui) Allah mengetahui (mata yang khianat) ketika mencuri pandang melihat hal-hal yang diharamkan (dan apa yang disembunyikan oleh hati) yang tersimpan di dalam kalbu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 19)

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang Pengetahuan-Nya Yang sempurna lagi meliputi segala sesuatu, yang besar, yang kecil, yang agung, yang hina, yang lembut dan yang paling kecil.
Ayat ini merupakan peringatan bagi manusia agar selalu merasa di bawah pengawasan Allah, sehingga mereka merasa malu dari Allah dengan malu yang sebenar-benarnya, dan bertakwa kepada-Nya dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan merasa berada dalam pengawasan-Nya dengan perasaan seseorang yang mengetahui bahwa Dia melihatnya.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui pandangan mata yang khianat, sekalipun pada lahiriahnya menampakkan pandangan yang jujur.
Dan Dia mengetahui apa yang tersembunyi di balik lubuk hati berupa detikan hati dan semua rahasia yang ada di dalamnya.

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 19) Dia adalah seorang lelaki yang memasuki rumah suatu ahli bait yang di dalamnya ada seorang wanita yang cantik, atau wanita yang cantik itu berlalu di hadapannya; maka apabila keluarga si wanita itu lengah, ia melirikkan pandangannya ke wanita itu.
Dan apabila mereka mengawasinya, maka ia menundukkan pandangan matanya dari wanita itu.
Bila mereka lengah, ia memandangnya; dan bila mereka mengawasi­nya, ia menunduk.
Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati lelaki seperti itu, dia menginginkan seandainya saja ia dapat melihat farji wanita cantik itu.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: (pandangan) mata yang khianat.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 19) Yakni lirikan mata.
Seorang lelaki berkata, “Aku telah melihat,” padahal dia tidak melihat.
Atau, “Aku tidak melihat,” padahal dia melihat.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui pandangan mata saat melihat, apakah pandangan itu jujur ataukah khianat.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah.

Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan apa yang disembunyikan oleh hati.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 19) Dia mengetahui bahwa jika kamu mempunyai kemampuan untuk menguasainya (si wanita cantik yang dipandangmu), apakah kamu akan berbuat zina dengannya ataukah tidak.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan apa yang disembunyikan oleh hati.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 19) Yakni rasa waswas.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'min (40) Ayat 19

A’YUN
أَعْيُن

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufradnya adalah ‘ain. Menurut Ibn Asy Sukayt, ‘ain bermakna “sesuatu yang dengannya seseorang dapat melihat dan memandang.”

Ibn Saydah berkata,
‘Ain adalah orang yang dikirim untuk mencari berita dan ia dinamakan dzii al ‘ainain

Sedangkan Ar Razi berkata,
makna ‘ain ialah indera penglihatan.

Ia juga bermakna “kekuatan penglihatan. Makna lafaz ini juga berbeda-beda dari sudut penggunaannya. Apabila ia disandarkan kepada al-maa’ atau ‘ainul maa’ artinya adalah “mata air.” Apabila disandarkan kepada rumah maa bid daari ‘ain artinya “tiada siapapun di rumah itu'” Apabila disandarkan pula kepada an nafis bermakna “yang amat berharga.” Ia juga bermakna mata-mata, ilmu, matahari, kemuliaan dan sebagainya.

Lafaz a’yun disebut 22 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah :
-Al Maa’idah (5), ayat 83;
-Al A’raaf (7), ayat 116, 179, 195;
-Al­ Anfaal (8), ayat 44;
-At Taubah (9), ayat 92,
-Hud (11), ayat 31, 37;
-Al Kahfi (18), ayat 101;
-Al­ Anbiyaa (21), ayat 61;
-Al Mu’minuun (23), ayat 27;
-Al Furqaan (25), ayat 74;
-As Sajadah (32), ayat 17;
-Al Ahzab (33), ayat 19, 51;
-Yaa Siin (36), ayat 66;
-Al Mu’min (40), ayat 19;
-Az Zukhruf (43), ayat 71;
-Ath Thuur (52), ayat 48;
-Al Qamar (54), ayat 14, 37.

Dalam surah Al Furqaan, lafaz a’yun dikaitkan dengan dzurriyyatinaa qurrah.

Ibn Katsir menafsirkannya dengan “anak-anak yang menyembah Engkau dan membaguskan ibadah mereka kepadamu serta tidak durhaka kepada kami” Beliau menukilkan pandangan ‘Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam, yang berpendapat maksudnya ialah “memohon kepada Allah bagi isteri­ isteri dan anak-anak mereka supaya diberi petunjuk Islam.”

Dalam surah As Sajadah, beliau menafsirkannya dengan “kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata” sebagaimana yang dinukilkan dari Al Hasan Al Basri.”

Imam Asy Syawkani menafsirkan kata a’yun yang terdapat pada kisah Nabi Nuh (dalam surah Hud, ayat 37) yang dikaitkan dengan lafaz tajri dan wasna’ al fulk dengan “mata-mata malaikat yang selalu melidungi mereka,” karena kata a’yun bermakna alat penglihatan yang mayoritasnya digunakan untuk menjaga dan memperhatikan serta mengawasi sesuatu. A’yun yang dikaitkan dengan wasna’ al jul itu bermakna “dengan pandangan kami dan kasih sayang kami kepadamu.”

Dalam surah Al Kahfi, ayat 101, lafaz a’yun dikaitkan dengan kata ghitaa’, maksudnya ialah mereka yang di dunia ini buta akan dalil-dalil kekuasaan Allah dan keesaan Nya bahkan mereka tidak melihat dan memikirkannya.

Lafaz ini juga dikaitkan dengan ad dam sebagaimana yang terdapat dalam surah At-Taubah, ayat 92 dan Al Maa’idah, ayat 83.

At Tabari menafsirkan maksudnya “mata yang darinya keluar air mata” dan ayat ini diturunkan kepada Raja Najasyi dan para pengikutnya yang menangis karena melihat kebenaran Al Qur’an yang dibacakan kepada mereka.

Sedangkan dalam surah At Taubah, yang dimaksudkan adalah Bani Muqarrin dari kabilah Muzaynah yang menangis karena sedih disebabkan tiada sesuatu yang mereka dapat nafkahkan dan sumbangkan untuk berjihad di jalan Allah.

Kesimpulannya, makna dan maksud lafaz a’yun yang terdapat di dalam Al Qur’an dapat dilihat dari dua sisi.

Pertama, sudut zahir di mana ia adalah alat penglihatan.

Kedua, sudut maknawi yang tersirat, ia bermakna penjagaan, kasih sayang, diri yang mendapat petunjuk atau kesesatan dan sebagainya. Semua itu berdasarkan kepada konteks sandaran lafaz a’yun itu dan hubungannya dengan kalimat lain dalam suatu ayat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:11

Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.9
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim