QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 11 [QS. 40:11]

قَالُوۡا رَبَّنَاۤ اَمَتَّنَا اثۡنَتَیۡنِ وَ اَحۡیَیۡتَنَا اثۡنَتَیۡنِ فَاعۡتَرَفۡنَا بِذُنُوۡبِنَا فَہَلۡ اِلٰی خُرُوۡجٍ مِّنۡ سَبِیۡلٍ
Qaaluuu rabbanaa amattana-aatsnataini wa-ahyaitana-aatsnataini faa’tarafnaa bidzunuubinaa fahal ila khuruujin min sabiilin;

Mereka menjawab:
“Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami.
Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”
―QS. 40:11
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Keutamaan berhati-hati dalam berbuat jujur
40:11, 40 11, 40-11, Al Mu’min 11, AlMumin 11, Al Mukmin 11, AlMukmin 11, Al-Mu’min 11

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang kafir setelah mendengar seruan malaikat bahwa kebencian Allah di dunia kepada mereka jauh lebih besar dari pada kebencian mereka kepada diri mereka sendiri dan kepada teman-teman akrab mereka, dan tertahan lagi rasanya, azab yang amat pedih menimpa mereka.
Mereka berkata: “Wahai Tuhan, Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali.
Engkau menjadikan kami dalam keadaan mati lalu menghidupkan kami dengan meniupkan roh ke dalam rahim ibunya, kemudian mematikan kami di dunia setelah ajal kami berakhir, dan di akhirat nanti kami dihidupkan kembali dengan mengembalikan run kami untuk dibangkitkan.
Keadaan seperti tersebut di atas ditegaskan juga di ayat lain.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 28)

Setelah orang kafir itu menyaksikan kekuasaan Allah, mematikan dan menghidupkan mereka berulang kali sadarlah mereka dan serta merta mengakui kesalahan-kesalahan di dunia mengingkari hari berbangkit dan mengerjakan dosa-dosa yang tak terhitung banyaknya untuk menebus kesalahan-kesalahan mereka itu.
Mereka meminta supaya dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh dan tidak akan mengerjakan lagi kesalahan dan dosa.
Permintaan seperti ini, disebutkan juga di ayat yang lain sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (alangkah) ngerinya jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 12)

Ya Tuhan kami; Keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 107)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang kafir itu berkata, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali:
mati dari kehidupan dunia dan mati dari kehidupan kami di alam Barzah.
[1] Engkau juga telah menghidupkan kami dua kali:
hidup di dunia dan hidup setelah kami dibangkitkan dari kubur.
Lalu apakah ada jalan bagi kami untuk keluar dari siksaan ini?”

[1] Pengertian tentang kehidupan di alam barzah–sebuah kehidupan yang tidak kita ketahui hakikat sebenarnya–dapat dipahami melalui dua firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut.
Pertama, mengenai keluarga Fir’aun yang terdapat dalam ayat 46 surat ini yang artinya berbunyi:
“Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang hari, dan pada hari kiamat.
Para malaikat diperintahkan, ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras’.” Kedua, dalam ayat 169 surat Alu ‘Imran yang artinya berbunyi:
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati.
Mereka bahkan hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka menjawab, “Ya Rabb kami, Engkau telah mematikan kami dua kali) yakni dua kali mati (dan telah menghidupkan kami dua kali pula) yakni dua kali hidup.

Karena sesungguhnya sebelum itu mereka berupa mani, dalam keadaan mati, kemudian mereka dijadikan hidup, lalu mereka dimatikan lagi, lalu mereka dihidupkan lagi pada hari berbangkit (lalu kami mengakui dosa-dosa kami) yaitu dosa keingkaran kami terhadap adanya hari berbangkit.

(Maka adakah untuk keluar) dari neraka lalu kembali lagi ke dunia, supaya kami dapat menjalani ketaatan kepada Rabb kami (sesuatu jalan”) yakni jalan keluar, maka jawaban mereka adalah tidak ada.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka menjawab, “Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula).” (Q.S. Al-Mu’min [40]: 11)

Ats-Tsauri mengatakan dari Abu Ishaq, dari Abul Ahwas, dari Ibnu Mas’ud r.a., bahwa ayat ini semakna dengan firman-Nya:

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu di kembalikan?
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 28)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Abu Malik; ini adalah pendapat yang benar dan tidak diragukan atau dibimbangkan lagi kebenarannya.

Qatadah mengatakan bahwa mereka dimatikan di dunia, kemudian dihidupkan kembali dalam kubur mereka untuk menjalani pertanyaan (kuburan).
Kemudian mereka dimatikan dan dihidupkan kembali pada hari kiamat.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa mereka dihidupkan ketika diambil perjanjian dari mereka saat mereka masih berada di dalam sulbi Adam ‘alaihis salam Kemudian mereka diciptakan di dalam rahim, lalu dimatikan, kemudian dihidupkan kembali pada hari kiamat.

Kedua pendapat yang dikatakan oleh As-Saddi dan Ibnu Zaid ini lemah, karena yang tersimpulkan darinya hanyalah tiga kali kehidupan dan tiga kali kematian.
Pendapat yang benar adalah yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas serta orang-orang yang mengikuti pendapat keduanya.

Makna yang dimaksud ialah bahwa orang-orang kafir meminta untuk dikembalikan ke dunia saat mereka berdiri di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala di padang mahsyar, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”(Q.S. As-Sajdah [32]: 12)

Maka mereka tidak diperkenankan, kemudian bilamana mereka melihat neraka dengan mata kepala mereka sendiri berada di hadapannya dan menyaksikan azab dan pembalasan Allah yang ada di dalamnya, maka mereka kembali meminta dengan permintaan yang sangat untuk dapat dikembalikan ke dunia, tetapi tidak diperkenankan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman, ” (tentulah kami melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya.
Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya.
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.
(Q.S. Al-An’am [6]: 27-28)

Apabila mereka telah masuk neraka dan merasakan sentuhan api neraka, luapan apinya, palu-palu godamnya, dan belenggu-belenggunya, maka permintaan mereka untuk dapat dikembalikan ke dunia jauh lebih memelas dan lebih kuat lagi daripada yang sebelumnya.

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?
Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
(Q.S. Faathir [35]: 37)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia).
Maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.
Allah berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 107-108)

Dan dalam surat Al-Mu’min ini disebutkan ungkapan permohonan belas kasihan mereka yang mendahului perkataan mereka yang disebutkan dalam ayat-ayat di atas, yaitu ucapan mereka yang disitir oleh firman-Nya:

Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 11)

Yakni Kekuasaan-Mu Mahabesar, karena sesungguhnya Engkau telah menghidupkan kami sesudah kami mati, kemudian Engkau matikan lagi kami, kemudian Engkau hidupkan kembali kami.
Maka Engkau Mahakuasa atas apa yang Engkau kehendaki.
Kami telah mengakui dosa-dosa kami, dan sesungguhnya kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri semasa di dunia.

Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 11)

Yaitu apakah Engkau perkenankan kami untuk dapat kembali ke dunia, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa untuk memberlakukan hal tersebut, agar kami dapat mengerjakan selain dari apa yang pernah kami kerjakan dahulu.
Jika ternyata kami masih kembali kepada perbuatan semula, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang aniaya.
Lalu mereka dijawab, “Tiada jalan untuk kembali ke dunia bagi kalian.” Kemudian Allah menyebutkan alasan tertolaknya permintaan mereka, “Watak kalian itu tidak mau menerima kebenaran dan kebenaran tidak cocok bagi watak kalian, bahkan watak kalian selalu menentang dan mem­bangkang terhadapnya.” Karena itu, disebutkan dalam firman berikutnya:

Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah.
Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 12)

Yakni demikianlah yang akan kamu lakukan bila kamu dikembalikan ke dunia, seperti juga yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang telah dilarang mereka mengerjakannya.
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.
(Q.S. Al-An’am [6]: 28)


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.7
Ratingmu: 4.9 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim