QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 10 [QS. 40:10]

اِنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا یُنَادَوۡنَ لَمَقۡتُ اللّٰہِ اَکۡبَرُ مِنۡ مَّقۡتِکُمۡ اَنۡفُسَکُمۡ اِذۡ تُدۡعَوۡنَ اِلَی الۡاِیۡمَانِ فَتَکۡفُرُوۡنَ
Innal-ladziina kafaruu yunaadauna lamaqtullahi akbaru min maqtikum anfusakum idz tud’auna ila-iimaani fatakfuruun(a);

Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat):
“Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”.
―QS. 40:10
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka ▪ Sifat orang munafik
40:10, 40 10, 40-10, Al Mu’min 10, AlMumin 10, Al Mukmin 10, AlMukmin 10, Al-Mu’min 10

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa di akhirat nanti orang-orang kafir yang sedang meringkuk di dalam neraka merasakan azab yang amat pedih, saling benci membenci, laknat melaknati antara satu dengan yang lain, sebagaimana firman Allah:

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain.
(Q.S. Az Zuhruf: 67)

Dan firman-Nya:

Kemudian di Hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain).
(Q.S. Ankabut: 25)

Bahkan mereka membenci sekeras-kerasnya diri mereka karena perbuatan yang telah dilakukannya di dunia yang menyebabkan mereka masuk neraka, diseru oleh malaikat dan dikatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya kemurkaan dan kebencian Allah di dunia kepada orang-orang kafir, yang tetap ingkar dan membangkang ketika mereka itu diseru dan diajak untuk beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala jauh lebih besar dan mendalam jika dibandingkan dengan kebencian mereka kepada diri mereka di dalam keadaan seperti tersebut di atas.
Berkata Muhammad bin Kaab Al Qurazy: “Penghuni neraka, setelah berputus asa dari harapan-harapan mereka, malaikat Malik penjaga neraka berkata kepada mereka bahwa mereka akan kekal di neraka, berkatalah sebagian mereka kepada sebagian yang lain: “Wahai kalian! Kalian telah ditimpa azab dan bencana sebagaimana kalian saksikan, maka marilah kita semua bersabar, mudah-mudahan kesabaran itu memberi manfaat kepada kita sebagaimana halnya orang-orang yang taat kepada Allah, maka tidak sedikit manfaat diperoleh dari kesabaran itu, akhirnya bersepakatlah untuk bersabar dan tidak ada tanda akan ada perubahan mengenai nasib mereka, mereka mengeluh dan berkata sebagaimana dikisahkan di dalam Alquran:

Sama-sama bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar.
Sekali-kali tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.

(Q.S. Ibrahim [14]: 21)

Pada waktu itulah iblis berkata pada mereka sebagaimana dilukiskan di dalam Alquran:

Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan akupun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri.

(Q.S. Ibrahim [14]: 32)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang kafir akan diseru, “Sesungguhnya kebencian dan kemurkaan Allah kepada kalian itu lebih besar dari kebencian kalian kepada diri kalian sendiri yang menjadi sumber turunnya siksa.
Sebab kalian lebih memilih bersikap kafir daripada beriman ketika diajak beriman berkali-kali.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka) oleh para malaikat, sedangkan mereka membenci diri mereka sendiri sewaktu mereka dimasukkan ke dalam neraka (“Sesungguhnya kebencian Allah) kepada kalian (lebih besar daripada kebencian kalian kepada diri kalian sendiri karena kalian diseru) sewaktu di dunia (untuk beriman, lalu kalian kafir.”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan perihal orang-orang kafir, bahwa kelak di hari kiamat mereka diseru, sedangkan mereka berada di dalam pembakaran api neraka yang membakar tubuh mereka.
Saat itu mereka mulai merasakan azab Allah yang tidak terperikan.
Maka pada saat itu mereka membenci dirinya sendiri dengan kebencian yang sangat karena perbuatan-perbuatan dosa yang dahulu mereka kerjakan semasa di dunia yang menyebabkan diri mereka dimasukkan ke dalam neraka.
Lalu para malaikat memberitahukan kepada mereka saat itu, dengan pemberitahuan suara yang keras, bahwa kebencian Allah subhanahu wa ta’ala terhadap mereka sewaktu di dunia saat ditawarkan kepada mereka iman, lalu mereka kafir, jauh lebih hebat daripada kebencian kalian kepada diri sendiri, hai orang-orang yang sedang di azab, pada hari ini dan dalam keadaan seperti sekarang.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Sesungguhnya kebencian Allah kepadamu lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman, namun kamu kafir.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 10) Yakni sesungguhnya kebencian Allah kepada orang-orang yang sesat saat mereka diseru untuk beriman di dunia, namun mereka berpaling dari iman dan tidak mau menerimanya, adalah lebih besar daripada kebencian mereka kepada diri mereka sendiri ketika menyaksikan azab Allah di hari kiamat.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri, Mujahid, As-Saddi, Zar ibnu Ubaidillah Al-Hamdani, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan Ibnu Jarir At-Tabari.
Semoga rahmat Allah terlimpahkan kepada mereka semua.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 10 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 10 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 10 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:10
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.6
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim