Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mulk (Kerajaan) – surah 67 ayat 15 [QS. 67:15]

ہُوَ الَّذِیۡ جَعَلَ لَکُمُ الۡاَرۡضَ ذَلُوۡلًا فَامۡشُوۡا فِیۡ مَنَاکِبِہَا وَ کُلُوۡا مِنۡ رِّزۡقِہٖ ؕ وَ اِلَیۡہِ النُّشُوۡرُ
Huwal-ladzii ja’ala lakumul ardha dzaluulaa faamsyuu fii manaakibihaa wakuluu min rizqihi wa-ilaihinnusyuur(u);
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.
Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

―QS. Al Mulk [67]: 15

Daftar isi

It is He who made the earth tame for you – so walk among its slopes and eat of His provision – and to Him is the resurrection.
― Chapter 67. Surah Al Mulk [verse 15]

هُوَ dan Dia
He
ٱلَّذِى yang
(is) the One Who
جَعَلَ menjadikan
made
لَكُمُ bagi kalian
for you
ٱلْأَرْضَ bumi
the earth
ذَلُولًا mudah dipergunakan
subservient,
فَٱمْشُوا۟ maka berjalanlah kamu
so walk
فِى di/pada
in
مَنَاكِبِهَا segala penjuru
(the) paths thereof
وَكُلُوا۟ dan makanlah
and eat
مِن dari
of
رِّزْقِهِۦ sebagian rizki-Nya
His provision,
وَإِلَيْهِ dan kepada-Nya
and to Him
ٱلنُّشُورُ dibangkitkan kembali
(is) the Resurrection.

Tafsir Al-Quran

Surah Al Mulk
67:15

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 15. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan nikmat Allah yang tiada terhingga yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia, dengan menyatakan bahwa Allah telah menciptakan bumi dan memudahkannya untuk mereka, sehingga mereka dapat mengambil manfaat yang tidak terhingga untuk kepentingan hidup mereka.
Dia menciptakan bumi itu bundar dan melayang-layang di angkasa luas.

Manusia tinggal di atasnya seperti berada di tempat yang datar terhampar, tenang, dan tidak bergoyang.
Dengan perputaran bumi terjadilah malam dan siang, sehingga manusia dapat berusaha pada siang hari dan beristirahat pada malam hari.

Bumi memancarkan sumber-sumber mata air, yang mengalirkan air untuk diminum manusia dan binatang ternak peliharaannya.



Dengan air itu pula manusia mengairi kebun-kebun dan sawah-sawah mereka, demikian pula kolam-kolam tempat mereka memelihara ikan.

Dengan air itu pula mereka mandi membersihkan badan mereka yang telah kotor, sehingga mereka merasa segar dan nyaman.
Diciptakan-Nya pula bukit-bukit, lembah-lembah, gunung-gunung yang menghijau yang menyejukkan hati orang yang memandangnya.

Dari celah-celah bukit itu mengalirlah sungai-sungai dan di antara bukit-bukit dan lembah-lembah itu manusia membuat jalan-jalan yang menghubungkan suatu negeri dengan negeri yang lain.
Alangkah banyaknya nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada manusia.

Seandainya Allah menahan suatu nikmat saja kepada manusia, misalnya tidak memberikan udara yang akan dihirup, manusia akan mengalami penderitaan yang sangat.
Siapakah yang dapat mengingkari nikmat Allah yang demikian banyaknya itu?


Menurut para saintis, bumi yang diseliputi atmosfer sangat dinamis.

Proses-proses geologi yang mencakup dari proses erosi, pengendapan, naik-turun muka laut, gempa bumi, pergerakan magma, sampai ke letusan gunung api dalam rentang waktu jutaan tahun telah memungkinkan terjadinya cebakan-cebakan mineral maupun energi.
Di bagian lain, laut dan atmosfer pun tak kalah dinamisnya.
Interaksinya dengan daratan dan perjalanannya bersama bulan mengitari matahari membentuk iklim dan musim.
Proses-proses dinamis yang melibatkan daratan-laut dan atmosfer tersebut memungkinkan terjadinya siklus hidrologi yang pada gilirannya menurunkan hujan dan menyebabkan kesuburan tanah serta terbentuknya cadangan air baik di danau, sungai maupun dalam tanah.
Oksigen dan air yang merupakan kebutuhan vital manusia tersedia melimpah dan amat mudah didapatkannya.



Ayat ini menyatakan bahwa dengan sifat rahman-Nya kepada seluruh umat manusia, maka Allah bukan saja telah menyediakan seluruh sarana dan prasarana bagi manusia.
Ia juga telah memudahkan manusia untuk hidup di permukaan bumi.
Manusia diperintahkan Allah untuk berjalan di permukaan bumi untuk mengenali baik tempatnya, penghuninya, manusianya, hewan dan tumbuhannya.


Manusia tidak saja diberi udara, tumbuhan, hewan, dan cuaca yang menyenangkan, tapi juga diberi perlengkapan dan kenyamanan untuk mencari rezeki di bumi dengan segala yang ada di atasnya maupun terkandung di dalamnya.



Setelah Allah menerangkan bahwa alam ini diciptakan untuk manusia dan memudahkannya untuk keperluan mereka, maka Dia memerintahkan agar mereka berjalan di muka bumi, untuk memperhatikan keindahan alam, berusaha mengolah alam yang mudah ini, berdagang, beternak, bercocok tanam dan mencari rezeki yang halal.
Sebab, semua yang disediakan Allah itu harus diolah dan diusahakan lebih dahulu sebelum dimanfaatkan bagi keperluan hidup manusia.


Dengan memahami ayat ini, dapat dikemukakan hal-hal yang berikut:


1. Allah memerintahkan agar manusia berusaha dan mengolah alam untuk kepentingan mereka guna memperoleh rezeki yang halal.
Hal ini berarti bahwa tidak mau berusaha dan bersifat pemalas bertentangan dengan perintah Allah.


2. Karena berusaha dan mencari rezeki itu termasuk melaksanakan perintah Allah, maka orang yang berusaha dan mencari rezeki adalah orang yang menaati Allah, dan hal itu termasuk ibadah.
Dengan perkataan lain bahwa berusaha dan mencari rezeki itu bukan mengurangi ibadah, tetapi memperkuat dan memperbanyak ibadah itu sendiri.


Diriwayatkan oleh Ahmad dari ‘Umar bin al-Khaththab, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah bersabda:


Jika kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki-Nya kepada burung.
Pergi mencari rezeki dengan perut yang kosong, dan petang hari ia kembali ke sarangnya dengan perut yang berisi penuh.
(Riwayat at-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, dan Abu Dawud dari ‘Umar bin al-Khaththab)


Hadis ini menunjukkan bahwa waktu sejak pagi hari sampai petang adalah waktu untuk mencari rezeki, seperti yang telah dilakukan burung.
Jika manusia benar-benar mau berusaha sejak pagi sampai petang pasti Allah memberinya rezeki.
Mereka tidak akan kelaparan.
Dari hadis ini juga dapat dipahami bahwa orang yang tidak mau berusaha tidak akan diberi rezeki oleh Allah.


Diriwayatkan oleh al-hakim dan at-Tirmidzi dari Mu’awiyah bin Qurrah, ia berkata,
"Pada suatu hari ‘Umar bin Khaththab lewat di perkampungan suatu kaum, lalu beliau bertanya kepada kaum itu,
"Siapakah kamu?"
Mereka menjawab,
"Kami adalah orang-orang yang bertawakal kepada Allah."
Umar berkata,
"Kamu bukanlah orang-orang yang bertawakal kepada Allah, melainkan orang-orang yang telah dimakan karat.
Adapun orang yang bertawakal kepada Allah ialah orang yang menanamkan benih ke dalam tanah, lalu ia bertawakal kepada Allah."


Dalam mencari rezeki ajaran Islam memberikan beberapa pedoman:


1. Agar setiap manusia berusaha mencukupkan keperluan dirinya dan keluarganya.
Oleh karena itu, orang yang berangkat dari rumahnya pagi hari untuk mencari rezeki, termasuk orang yang didoakan oleh Nabi Muhammad agar diberkahi Allah.
Bahwa Nabi Muhammad ﷺ berkata,
"Wahai Allah, berkatilah umatku yang berangkat berusaha pagi-pagi."
(Riwayat at-Tirmidzi dari sakhr bin al-Gamidi)


2. Dalam berusaha itu hendaklah mencari yang halal.
Maksudnya ialah mencari rezeki dengan cara-cara yang halal, tidak dengan mencuri, menipu, korupsi, dan sebagainya.
Rezeki yang dicari itu adalah rezeki yang halal, bukan yang haram, seperti khamar, bangkai, dan sebagainya, sesuai dengan hadis:
Dari Ali bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya, dalam mencari yang halal."
(Riwayat ath-thabrani)


Hadis yang lain menerangkan:


Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda,
"Mencari rezeki yang halal wajib bagi setiap orang muslim."
(Riwayat ath-thabrani)


Pada akhir ayat, Allah memberi peringatan kepada manusia bahwa semua makhluk akan kembali kepada-Nya pada hari Kiamat, dan pada waktu itu akan ditimbang semua perbuatan manusia.
Amal baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedangkan perbuatan buruk akan dibalas dengan azab neraka.
Oleh karena itu, hendaklah manusia selalu mawas diri, berusaha melaksanakan amal saleh sebanyak mungkin dan menilai serta meneliti perbuatan-perbuatan yang akan dikerjakan, berusaha memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telanjur dilakukan atau yang tanpa disadari bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan yang dilarang Allah.
Maka setiap muslim seyogyanya mencari rezeki yang halal saja, jangan sekali-kali memakan rezeki yang diperoleh dengan cara yang haram atau bendanya sendiri adalah benda yang haram.
Ingatlah bahwa semua makhluk tanpa ada kecualinya akan kembali kepada-Nya.
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dialah yang telah menundukkan bumi sehingga memudahkan kalian.
Maka, jelajahilah di seluruh pelosoknya dan makanlah dari rezeki yang dikeluarkan dari bumi itu untuk kalian.


Hanya kepada-Nyalah kalian akan dibangkitkan untuk diberi balasan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah-lah yang telah menjadikan bumi itu mudah dan terhampar untuk kalian tinggali.
Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki Allah yang telah Allah keluarkan dari bumi itu untuk kalian.


Hanya kepada-Nya kalian akan dibangkitkan untuk dihisab dan dibalas.
Ayat ini merupakan anjuran mencari rezeki dan usaha, menjadi dalil bahwa Allah-lah yang layak disembah semata.


Tiada sekutu bagi-Nya, bukti akan kekuasaan-Nya, bukti akan berbagai nikmat yang diberikan-Nya, juga ayat ini menjadi peringatan untuk tidak memuja dunia.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kalian) mudah untuk dipakai berjalan di atas permukaannya


(maka berjalanlah di segala penjurunya) pada semua arahnya


(dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya) yang sengaja diciptakan buat kalian.


(Dan hanya kepada-Nyalah kalian dibangkitkan) dari kubur untuk mendapatkan pembalasan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya.
(QS. Al-Mulk [67]: 15)

Maksudnya, berjalanlah kalian ke mana pun yang kamu kehendaki di berbagai kawasannya, serta lakukanlah perjalanan mengelilingi semua daerah dan kawasannya untuk keperluan mata pencaharian dan perniagaan.
Dan ketahuilah bahwa upaya kalian tidak dapat memberi manfaat sesuatu pun bagi kalian kecuali bila Allah memudahkannya bagi kalian.


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.
(QS. Al-Mulk [67]: 15)

Maka berupaya dengan menempuh sarananya tidaklah bertentangan dengan citra tawakal kepada Allah.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Haiwah, telah menceritakan kepadaku Bakar ibnu Amr;
ia pernah mendengar Abdullah ibnu Hubairah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abus Sahm Al-Habsyani mengatakan bahwa ia pernah mendengar Umar ibnul Khattab mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Dia akan memberimu rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung;
burung pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang di petang hari dalam keadaan perut kenyang.

Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui hadis Ibnu Hubairah;
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.


Maka di dalam hadis ini dikukuhkan adanya keberangkatan di petang dan pagi hari untuk mencari rezeki disertai dengan rasa tawakalnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena Dialah Yang Menundukkan, Yang Memperjalankan, dan Yang Menjadikan penyebab adanya rezeki itu.

Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
(QS. Al-Mulk [67]: 15)

Yakni dikembalikan kelak di hari kiamat.
Ibnu Abbas, Mujahid, As-Saddi, dan Qatadah mengatakan bahwa manakibuha artinya daerah-daerah yang jauh, daerah-daerah pedalamannya, dan seluruh kawasannya.
Ibnu Abbas dan Qatadah mengatakan pula bahwa manakibuha artinya gunung-gunungnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Hakkam Al-Azdi, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Qatadah, dari Yunus ibnu Jubair, dari Basyir ibnu Ka’b, bahwa ia membaca ayat ini, yaitu firman-Nya:
maka berjalanlah di segala penjurunya.
(QS. Al-Mulk [67]: 15)
Lalu ia berkata kepada budak perempuan yang telah melahirkan anak darinya,
"Jika engkau mengetahui makna manakibuha, berarti engkau merdeka."
Lalu budak perempuannya itu menjawab,
"Manakibuha artinya pegunungannya."
Lalu Basyir ibnu Ka’b bertanya kepada Abu Darda mengenai maknanya, maka Abu Darda menjawab,
"Manakibuha artinya daerah pegunungannya."

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mulk (67) Ayat 15

DZALUUL
ذَلُول

Dzaluul adalah mufrad, jamaknya dzulul. Berasal dari kata adz dzillah atau dzalla-yadzullu yang berarti rendah, hina, tunduk, patuh, belas kasihan, mudah dan sebagainya.

Al Husain bin Muhammad Ad Damaaghani mengatakan asal lafaz ini dengan berbagai perubahannya di dalam Al Qur’an mengandung beberapa makna, yaitu sedikit, tawaddu’, lemah lembut, kehinaan, terbentang dan tersedia, terbelenggu, yang menurut dan patuh, ka’bah atau kedudukan.

Disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 71;
Al Mulk (67), ayat 15.
Lafaz dzaluul yang terdapat dalam kedua ayat ini berbeda maknamenurut subjek perbincangan.

1. Dalam surah Al Baqarah, lafaz dzaluul dikaitkan dengan Al Baqarah yaitu sapi betina, Allah berfirman:

نَّهَا بَقَرَةٌ لَّا ذَلُولٌ تُثِيرُ ٱلْأَرْضَ وَلَا تَسْقِى ٱلْحَرْثَ

Ibnu Qutaibah berkata,
"Daaban dzaluul ialah hewan yang jinak.
Baqaratul laa dzaluul ialah sapi betina yang tidak jinak."

Dalam Tafsir Asy Sya’rawi, al baqarah adz dzaluul ialah sapi betina yang sudah terlatih mengerjakan kewajibannya tanpa rasa susah.

Dalam ayat ini, sifat pertama bagi sapi itu adalah ia tidak terlatih, tidak ada yang mengendalikannya dan tidak digunakan untuk bekerja, ia berkeliaran secara alami tanpa ada penunggunya."

Dalam Tafsir Al Misbah, makna baqaratul laa dzaluul adalah sapi yang tidak jinak, maknanya belum pernah ada yang menuntun atau membebaninya dengan pekerjaan tertentu.

Kesimpulannya, dzaluul bermakna yang menurut dan jinak, sedangkan makna baqaratul laa dzaluul adalah sapi yang tidak jinak.

2. Dalam surah Al Mulk, lafaz dzaluul disandarkan kepada al ardh (bumi), Allah berfirman:

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا

Dalam Safwah Al Tafasir, dzaluul pada ayat ini bermakna lunak dan mudah dijadikan tempat berjalan."

Az Zujjaj berkata,
makna dzaluul adalah mudah, artinya Allah menjadikan bumi satu kemudahan bagi kamu berjalan di bukitnya, apabila kamu bisa berjalan di atas bukitnya, ia lebih mudah darinya (berjalan).
Dalam Tafsir Al Azhar, dzaluul diartikan dengan rendah, maknanya bumi rendah di bawah kaki manusia atau di bawah pijakan manusia.
Bagaimana tingginya gunung, apabila manusia mendakinya, namun puncak gunung itu terletak di bawah kaki manusia juga.

Kesimpulannya, maksud dzaluul dalam ayat ini bermakna bumi yang rendah dan mudah dijadikan tempat berjalan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:239

Unsur Pokok Surah Al Mulk (الملك)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thuur.

Nama "Al Mulk" diambil dari kata "Al Mulk" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan.

Dinamai pula surat ini dengan " Tabaarak" (Maha Suci).

Keimanan:

▪ Hidup dan mati ujian bagi manusia.
▪ Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan.
▪ Perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta.
▪ Azab yang diancamkan kepada orang-orang kafir.
▪ Dan janji Allah kepada orang-orang mukmin.
▪ Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezeki.
▪ Peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada nikmat Allah.

Audio Murottal

QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mulk ayat 15 - Gambar 1 Surah Al Mulk ayat 15 - Gambar 2
Statistik QS. 67:15
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mulk.

Surah Al-Mulk (Arab: الملك ,”Kerajaan”) adalah surah ke-67 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Nomor Surah 67
Nama Surah Al Mulk
Arab الملك
Arti Kerajaan
Nama lain Al-Mani’ah” (yang mencegah), Al-Waqiyah” (yang menahan), Al-Munjiyah, (yang menyelamatkan), Al-Mann’ah (yang sangat menahan). Tabarak (Maha Suci)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 77
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 30
Jumlah kata
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah At-Tahrim
Surah selanjutnya Surah Al-Qalam
Sending
User Review
4.9 (13 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
67:15, 67 15, 67-15, Surah Al Mulk 15, Tafsir surat AlMulk 15, Quran Al-Mulk 15, Surah Al Mulk ayat 15
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 67:15

More Videos

Kandungan Surah Al Mulk

۞ QS. 67:1 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 67:2 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 67:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAl Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 67:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 67:5 • Nama-nama neraka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 67:6 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 67:7 • Memasuki neraka • Sifat neraka

۞ QS. 67:8 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Memasuki neraka • Penjaga neraka • Sifat neraka •

۞ QS. 67:9 • Percakapan ahli neraka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:10 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:11 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 67:12 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 67:13 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 67:14 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 67:15 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 67:16 • Kekuasaan Allah • Cacian Allah terhadap orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:17 • Kekuasaan Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:18 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Rahman (Maha Pengasih) •

۞ QS. 67:20 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 67:21 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:22 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 67:24 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 67:25 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 67:26 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Waktu kiamat tidak diketahui

۞ QS. 67:27 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 67:28 • Azab orang kafir • Cacian Allah terhadap orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 67:29 Al Rahman (Maha Pengasih) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:30 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Cacian Allah terhadap orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

Ayat Pilihan

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami & Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam,
dan Kami berikan kepadanya Injil & Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun & kasih sayang.
QS. Al-Hadid [57]: 27

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya,
hanyalah ulama (orang yang mengetahui kebesaran & kekuasaan Allah).
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
QS. Fatir [35]: 28

Engkau masukkan malam ke dalam siang & Engkau masukkan siang ke dalam malam.
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati,
Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)
QS. Ali ‘Imran [3]: 27

Janganlah harta & anak yang dimiliki orang-orang munafik yang kalian lihat, membuat kalian tertarik & terpesona. Sungguh yang diberikan mereka itu, Allah hendak timpakan kesulitan,
karena mereka menyimpannya demi duniawi tanpa mau menginfakkannya
QS. At-Taubah [9]: 55

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa wada'na 'angka wizrak

''dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,''
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

+

Array

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyrah laka sadrak

''Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?''
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Murtad

Apa itu Murtad? Murtad adalah sikap mengganti atau meninggalkan suatu agama yang dilakukan oleh seseorang, sehingga ia menjadi ingkar terhadap agama yang diyakini sebelumnya. Murtad berasal dari b...

syarak

Apa itu syarak? sya.rak hukum yang bersendi ajaran Islam; hukum Islam; kawin menurut syarak; pembagian warisan menurut syarak … •

Al-Jumu’ah

Apa itu Al-Jumu’ah? Surah Al-Jumu’ah (bahasa Arab:الجمعة) adalah surah ke-62 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Jumu’ah yang bukan b...