Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mulk (Kerajaan) – surah 67 ayat 1 [QS. 67:1]

تَبٰرَکَ الَّذِیۡ بِیَدِہِ الۡمُلۡکُ ۫ وَ ہُوَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرُۨ ۙ
Tabaarakal-ladzii biyadihil mulku wahuwa ‘ala kulli syai-in qadiirun;
Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
―QS. Al Mulk [67]: 1

Blessed is He in whose hand is dominion, and He is over all things competent –
― Chapter 67. Surah Al Mulk [verse 1]

تَبَٰرَكَ Maha Suci

Blessed is
ٱلَّذِى yang

He
بِيَدِهِ di tangan-Nya

in Whose Hand
ٱلْمُلْكُ kerajaan

(is) the Dominion,
وَهُوَ dan Dia

and He
عَلَىٰ atas

(is) over
كُلِّ segala

every
شَىْءٍ sesuatu

thing
قَدِيرٌ Maha Kuasa

All-Powerful.

Tafsir

Alquran

Surah Al Mulk
67:1

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa Allah Yang Mahasuci dan yang tidak terhingga rahmat-Nya, adalah penguasa semua kerajaan dunia yang fana ini dengan segala macam isinya, dan kerajaan akhirat yang terjadi setelah lenyapnya kerajaan dunia.
Allah ﷻ berfirman:

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.

Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki.
Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
(al-Ma’idah [5]: 17)


Firman Allah yang lain :

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ .
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ .

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. (al-Fatihah [1]: 2-4)


Allah adalah penguasa kerajaan dunia.

Hal ini berarti bahwa Dialah yang menciptakan seluruh alam ini beserta segala yang terdapat di dalamnya.
Dia pulalah yang mengembangkan, menjaga kelangsungan wujudnya, mengatur, mengurus, menguasai, dan menentukan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai yang dikehendaki-Nya.

Dalam mengatur, mengurus, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan wujud alam ini, Allah menetapkan hukumhukum dan peraturan-peraturan.
Semua wajib tunduk dan mengikuti hukumhukum dan peraturan yang dibuat-Nya itu tanpa ada pengecualian sedikit pun.

Apa dan siapa saja yang tidak mau tunduk dan patuh, serta mengingkari hukumhukum dan peraturan-peraturan itu pasti akan binasa atau sengsara.


Hukum dan peraturan Allah yang berlaku di alam ini ada dua;
pertama, sunatullah yang merupakan hukum dan ketentuan Allah yang berlaku di alam semesta ini, baik bagi makhluk hidup maupun benda mati, baik bagi manusia maupun bagi hewan, tumbuh-tumbuhan, dan benda yang tidak bernyawa, baik bagi bumi dengan segala isinya maupun bagi seluruh planet-planet yang beredar di jagat raya yang tiada terbatas luasnya.
Di antara hukum dan peraturan Allah itu ialah api membakar, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, hukum Pascal, dan, hukum Archimedes.
Manusia hidup memerlukan oksigen, makan dan minum, baik berupa makanan dan minuman jasmani maupun rohani.
Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial.
Tiap-tiap planet, termasuk bumi, mempunyai daya tarik-menarik dan berjalan pada garis edarnya yang telah ditentukan;
dan banyak lagi hukumhukum dan peraturan-peraturan Allah, baik yang telah diketahui manusia maupun yang belum diketahuinya.


Pelanggaran terhadap hukum dan peraturan Allah berarti kesengsaraan dan kebinasaan bagi yang melanggarnya.
Seperti memasukkan tangan ke dalam api berakibat terbakarnya tangan tersebut, dan merusak alam atau menebang hutan yang melampaui batas berakibat banjir dan kerugian bagi manusia.
Bahkan bintang-bintang dan meteor yang menyalahi hukum Allah akan mengalami kehancuran.


Kedua, agama Allah, yang berisi petunjuk-petunjuk bagi manusia.
Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk itu, manusia akan hidup bahagia di dunia dan di akhirat.
Agama yang berisi petunjuk-petunjuk itu diturunkan Allah kepada para rasul yang telah diutus-Nya, sejak dari Nabi Adam sampai kepada Nabi Muhammad, sebagai nabi dan rasul Allah yang terakhir, penutup dari segala rasul dan nabi.
Manusia yang hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad, sampai akhir zaman, wajib mengikuti agama yang dibawanya jika mereka ingin hidup selamat, berbahagia di dunia dan di akhirat .


Demikianlah Allah yang menguasai, mengurus, mengatur, dan menjaga kelangsungan wujud alam ini, menetapkan undang-undang dan ketentuan-ketentuan, sehingga dengan demikian terlihat semuanya teratur rapi, indah, dan bermanfaat bagi manusia.
Apabila seorang warga negara wajib tunduk dan patuh kepada semua hukum dan ketentuan yang berlaku di negaranya, tentu ia harus lebih wajib lagi tunduk dan patuh kepada hukum dan peraturan Allah yang menciptakan, memberi nikmat, dan menjaganya.
Jika suatu negara menetapkan sanksi bagi setiap warga negara yang melanggar hukum dan peraturan yang telah ditetapkannya, maka Allah lebih menetapkan sanksi dan mengadili dengan seadil-adilnya setiap makhluk yang mengingkari hukum dan peraturan yang telah dibuat-Nya.


Di samping sebagai penguasa kerajaan dunia, Allah juga menguasai kerajaan akhirat, yang ada setelah kehancuran seluruh kerajaan dunia.
Kerajaan akhirat merupakan kerajaan abadi;
dimulai dari terjadinya hari Kiamat, hari kehancuran dunia dan pembangkitan manusia dari kubur.
Kemudian mereka dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk diadili dan ditimbang amal dan perbuatannya.
Dari pengadilan itu diputuskan;
bagi yang iman dan amal salehnya lebih berat dibandingkan dengan kesalahan yang telah diperbuatnya, maka ia diberi balasan dengan surga, tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan.
Sebaliknya jika perbuatan jahat yang telah dikerjakannya selama hidup di dunia lebih berat dari iman dan amal saleh yang telah dilakukannya, maka balasan yang mereka peroleh adalah neraka, tempat yang penuh kesengsaraan yang tiada tara.
Kehidupan di akhirat, baik di surga maupun di neraka, adalah kehidupan yang kekal.
Di surga Allah melimpahkan kenikmatan dan kebahagiaan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sedangkan di neraka Allah menimpakan siksaan yang sangat berat kepada orang-orang kafir dan berbuat jahat.


Allah ﷻ berfirman:

بَلٰى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَّاَحَاطَتْ بِهٖ خَطِيْۤـَٔتُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ .
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Bukan demikian! Barang siapa berbuat keburukan, dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka.
Mereka kekal di dalamnya, Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga.
Mereka kekal di dalamnya.
(al-Baqarah [2]: 81-82)


Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah sebagai penguasa kerajaan dunia dan kerajaan akhirat, Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tidak ada suatu apa pun yang dapat menandingi kekuasaan-Nya dan tidak ada suatu apa pun yang dapat luput dari kekuasaan-Nya itu.

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tuhan yang memiliki kendali seluruh makhluk itu Mahatinggi dan keberkahan-Nya terus bertambah.
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Amat banyak kasih sayang serta kemuliaan yang Allah berikan kepada makhluk-Nya.
Yang di-Tangan-Nya seluruh kerajaan dunia dan akhirat.


Keduanya berada di bawah kekuasaan-Nya.
Perintah dan ketetapan-Nya berjalan di dua tempat tersebut.


Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Dari ayat ini bisa diambil faedah tetapnya sifat tangan bagi Allah dengan penyematan yang layak dengan kemahagagahan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maha Suci Allah) Maha Suci dari sifat-sifat semua makhluk


(Yang di tangan kekuasaan-Nyalah) yang berada dalam pengaturan-Nyalah


(segala kerajaan) segala kekuasaan dan pengaruh


(dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala mengagungkan diri-Nya Yang Mahamulia dan memberitahukan bahwa di tangan kekuasaan-Nyalah semua kerajaan.
Yakni Dialah Yang Mengatur semua makhluk menurut apa yang dikehendaki-Nya, tiada akibat bagi apa yang telah diputuskan-Nya, dan tiada yang menanya tentang apa yang diperbuat-Nya karena keperkasaan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan keadilan-Nya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
(QS. Al-Mulk [67]: 1)


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat berikutnya:

Yang menjadikan mati dan hidup.
(QS. Al-Mulk [67]: 2)

Sebagian ulama menyimpulkan dari makna ayat ini bahwa maut itu adalah hal yang konkret, karena ia adalah makhluk (yang diciptakan).
Makna ayat ialah bahwa Allah-lah yang menciptakan makhluk dari tiada menjadi ada untuk menguji mereka, siapakah di antara mereka yang paling baik amal perbuatannya, seperti apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu.
(QS. Al-Baqarah [2]: 28)

Keadaan yang pertama dinamakan mati, yaitu al- ‘adam (ketiadaan), dan pertumbuhan ini dinamakan hidup.
Karena itulah dalam firman berikutnya di sebutkan:


kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali.
(QS. Al-Baqarah [2]: 28)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar‘ah, telah menceritakan kepada kami Safwan, telah menceritakan kepada kami Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Khulaid, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
Yang menjadikan mati dan hidup.
(QS. Al-Mulk [67]: 2)
Bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah menghinakan anak Adam dengan mati, dan menjadikan dunia negeri kehidupan, lalu negeri kematian.
Dan Dia menjadikan akhirat sebagai negeri pembalasan, lalu negeri kekekalan.

Ma’mar telah meriwayatkan hadis ini dari Qatadah.

Unsur Pokok Surah Al Mulk (الملك)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thuur.

Nama "Al Mulk" diambil dari kata "Al Mulk" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan.

Dinamai pula surat ini dengan " Tabaarak" (Maha Suci).

Keimanan:

▪ Hidup dan mati ujian bagi manusia.
▪ Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan.
▪ Perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta.
Azab yang diancamkan kepada orang-orang kafir.
▪ Dan janji Allah kepada orang-orang mukmin.
▪ Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezeki.
▪ Peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada nikmat Allah.

Audio

QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mulk ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Mulk ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 67:1
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mulk.

Surah Al-Mulk (Arab: الملك ,”Kerajaan”) adalah surah ke-67 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Nomor Surah67
Nama SurahAl Mulk
Arabالملك
ArtiKerajaan
Nama lainAl-Mani’ah” (yang mencegah), Al-Waqiyah” (yang menahan), Al-Munjiyah, (yang menyelamatkan), Al-Mann’ah (yang sangat menahan). Tabarak (Maha Suci)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu77
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat30
Jumlah kata
Jumlah huruf
Surah sebelumnyaSurah At-Tahrim
Surah selanjutnyaSurah Al-Qalam
Sending
User Review
4.3 (13 votes)
Tags:

67:1, 67 1, 67-1, Surah Al Mulk 1, Tafsir surat AlMulk 1, Quran Al-Mulk 1, Surah Al Mulk ayat 1

▪ qs al-mulk
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 39 [QS. 22:39]

39. Selama 13 tahun di Mekah Allah membela orang yang beriman dengan menguatkan hati mereka untuk bersabar dalam menghadapi hinaan, boikot, pengusiran dan percobaan pembunuhan yang dilakukan orang-ora … 22:39, 22 39, 22-39, Surah Al Hajj 39, Tafsir surat AlHajj 39, Quran Al-Haj 39, Alhaj 39, Al Haj 39, Al-Hajj 39, Surah Al Hajj ayat 39

QS. Ad Dukhaan (Kabut) – surah 44 ayat 30 [QS. 44:30]

30-31. Dan dengan penenggelaman Fir‘aun dan bala tentaranya sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dengan kekuasaan Kami dari siksaan yang menghinakan, dari siksaan Fir‘aun dan bala tentaranya … 44:30, 44 30, 44-30, Surah Ad Dukhaan 30, Tafsir surat AdDukhaan 30, Quran AdDukhan 30, Ad Dukhan 30, Ad-Dukhan 30, Surah Ad Dukhan ayat 30

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada bulan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal, di Tahun Gajah. Lalu pada tanggal 17 Rabiul Awal ini merupakan hari ketika Rasulullah hijrah atau meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah ...

Benar! Kurang tepat!

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #12
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #12 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #12 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #5

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang … optimis disiplin jujur independent parsial Benar! Kurang tepat! Orang yang

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 32

Kuis Agama Islam #31

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan … Tanya Jawab Debat Pidato

Instagram