Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan) – surah 58 ayat 9 [QS. 58:9]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا تَنَاجَیۡتُمۡ فَلَا تَتَنَاجَوۡا بِالۡاِثۡمِ وَ الۡعُدۡوَانِ وَ مَعۡصِیَتِ الرَّسُوۡلِ وَ تَنَاجَوۡا بِالۡبِرِّ وَ التَّقۡوٰی ؕ وَ اتَّقُوا اللّٰہَ الَّذِیۡۤ اِلَیۡہِ تُحۡشَرُوۡنَ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu idzaa tanaajaitum falaa tatanaajau bil-itsmi wal ‘udwaani wama’shiyatirrasuuli watanaajau bil birri wattaqwa waattaquullahal-ladzii ilaihi tuhsyaruun(a);
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul.
Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa.
Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali.

―QS. Al Mujaadilah [58]: 9

O you who have believed, when you converse privately, do not converse about sin and aggression and disobedience to the Messenger but converse about righteousness and piety.
And fear Allah, to whom you will be gathered.
― Chapter 58. Surah Al Mujaadilah [verse 9]

يَٰٓأَيُّهَا wahai

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ءَامَنُوٓا۟ beriman

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
إِذَا apabila

When
تَنَٰجَيْتُمْ kamu bicara rahasia

you hold secret counsel
فَلَا maka jangan

then (do) not
تَتَنَٰجَوْا۟ kamu bicara rahasia

hold secret counsel
بِٱلْإِثْمِ dengan berbuat dosa

for sin
وَٱلْعُدْوَٰنِ dan permungsuhan

and aggression
وَمَعْصِيَتِ dan mendurhakai

and disobedience
ٱلرَّسُولِ rasul

(to) the Messenger,
وَتَنَٰجَوْا۟ dan berbicara rahasia

but hold secret counsel
بِٱلْبِرِّ dengan kebaikan

for righteousness
وَٱلتَّقْوَىٰ dan takwa

and piety.
وَٱتَّقُوا۟ dan bertakwalah

And fear
ٱللَّهَ Allah

Allah,
ٱلَّذِىٓ orang-orang yang

the One Who,
إِلَيْهِ kepada-Nya

to Him
تُحْشَرُونَ kamu dikembalikan

you will be gathered.

Tafsir

Alquran

Surah Al Mujaadilah
58:9

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 9. Oleh Kementrian Agama RI


Kemudian Allah menghadapkan perintahnya kepada orang-orang yang beriman agar jangan sekali-kali mengadakan perundingan rahasia di antara mereka dengan tujuan berbuat dosa, mengadakan permusuhan, dan mendurhakai Allah dan rasul.


Jika mereka mengadakan perundingan rahasia juga, hal itu diperbolehkan, tetapi yang dibicarakan di dalam perundingan itu hanyalah kebajikan, membahas cara-cara yang baik, mengerjakan perbuatan-perbuatan takwa, dan menghindarkan diri dari perbuatan mungkar.

Perlu diketahui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.
Oleh karena itu, betapa pun rahasianya perundingan yang dilakukan, pasti diketahui-Nya.

وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَا وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ

Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan. (an-Nisa’ [4]: 14)


Dalam satu hadis diterangkan sebagai berikut:


Apabila kamu bertiga, maka janganlah dua orang di antara kamu itu berbisik-bisik tanpa mengajak yang ketiga sehingga kamu bergabung dengan orang lain, karena sikap itu menyedihkan perasaannya.

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 9. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang mempercayai Allah dan Rasul-Nya, apabila kalian mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kalian lakukan itu demi berbuat dosa, menyakiti orang lain atau melanggar perintah Rasul! Sebaliknya, lakukanlah pembicaraan rahasia itu dalam hal saling berpesan untuk berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa! Kemudian takutlah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kalian akan digiring setelah dibangkitkan dari kematian!

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan rasul-Nya serta orang-orang yang mengamalkan syariat-Nya, apabila kalian berbincang satu sama lain secara rahasia, maka janganlah membicarakan pembicaraan yang mengandung dosa, mengandung permusuhan terhadap yang lain, atau mengandung pembangkangan terhadap perintah Rasulullah.
Berbincanglah tentang hal-hal yang mengandung kebaikan, ketaatan, dan kebajikan.


Takutlah kepada Allah dengan melakukan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Hanya kepada-Nya semata semua amal perbuatan, perkataan kalian akan dikembalikan.


Dia akan memperhitungkannya untuk kalian dan memberi balasan setimpal atas hal itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kalian membicarakan tentang berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada rasul.
Dan bicarakanlah tentang berbuat kebaikan dan takwa.
Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian akan dikembalikan).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian dalam firman berikutnya Allah subhanahu wa ta’ala mendidik hamba-hamba-Nya yang beriman agar janganlah mereka menjadi seperti orang-orang kafir dan orang-orang munafik.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 9)

Yakni sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengerti dari kalangan kaum kuffar Ahli Kitab, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam kesesatannya dari kalangan orang-orang munafik.

Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa.
Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 9)

Yaitu lalu Dia memberitahukan kepada kalian semua amal perbuatan dan ucapan kalian, Allah telah mencatatnya atas kalian dan akan membalaskannya terhadap kalian.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bahz dan Affan, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Safwan ibnu Muharriz yang mengatakan bahwa aku sedang memegang tangan Ibnu Umar saat ada seorang lelaki menghadap jalannya, lalu lelaki itu bertanya,
"Apakah yang pernah engkau dengar dari Rasulullah ﷺ tentang pembicaraan rahasia kelak di hari kiamat?"
Ibnu Umar menjawab, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya Allah mendekat kepada seorang mukmin, lalu meletakkan naungan-Nya kepada orang mukmin itu dan menutupinya dari penglihatan manusia.
Lalu Allah memeriksa semua dosanya dan berfirman kepadanya,
"Tahukah kamu dosa anu?
Tahukah kamu dosa anu?
Tahukah kamu dosa anu?"
Dan manakala semua dosanya telah disebutkan dan diakuinya serta dia merasa dalam dirinya bahwa pastilah dirinya akan binasa, maka Allah berfirman,
"Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu ketika di dunia, dan Aku mengampuninya bagimu di hari ini."
Kemudian diberikanlah kepadanya kitab catatan amalamal kebaikannya.
Dan adapun orang-orang kafir dan orang-orang munafik, maka para saksi mengatakan,
"Mereka adalah orang-orang yang mendustakan Tuhan mereka.
Ingatlah, laknat Allah menimpa orang-orang yang zalim."

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di dalam kitab sahih masing-masing melalui Qatadah.

Unsur Pokok Surah Al Mujaadilah (المجادلة)

Surat Al-Mujadilah terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Munafiqun.

Surat ini dinamai "Al Mujaadilah (wanita yang mengajukan gugatan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut riwayat bemama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah ﷺ dan dia menuntut supaya beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.

Dinamai juga surah "Al Mujaadalah" yang berarti "perbantahan".

Keimanan:

Hukum zhihar dan sangsi-sangsi bagi orang yang melakukannya bila ia menarik kembali perkataannya.
▪ Larangan menjadikan musuh Allah sebagai teman.

Lain-lain:

▪ Menjaga adab sopan santun dalam suatu majlis pertemuan.
Adab sopan santun terhadap Rasulullah ﷺ

Ayat-ayat dalam Surah Al Mujaadilah (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mujaadilah ayat 9 - Gambar 1 Surah Al Mujaadilah ayat 9 - Gambar 2
Statistik QS. 58:9
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mujaadilah.

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”) adalah surah ke-58 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.
Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

Surah ini mempunyai ciri berbeda dari surah lain dalam Alquran.
Dalam setiap ayat dalam surah ini, selalu terdapat lafaz Jalallah (lafaz ALLAH).
Ada dalam satu ayat hanya terdiri dari satu lafaz, ada yang dua, atau tiga, dan bahkan ada yang lima lafaz, seperti pada ayat 22 dalam surah ini.

Nomor Surah58
Nama SurahAl Mujaadilah
Arabالمجادلة
ArtiWanita yang mengajukan gugatan
Nama lainal-Mujadalah (Perbantahan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu105
JuzJuz 28
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat22
Jumlah kata475
Jumlah huruf2046
Surah sebelumnyaSurah Al-Hadid
Surah selanjutnyaSurah Al-Hasyr
Sending
User Review
4.2 (10 votes)
Tags:

58:9, 58 9, 58-9, Surah Al Mujaadilah 9, Tafsir surat AlMujaadilah 9, Quran AlMujadilah 9, Al Mujadilah 9, Al-Mujadilah 9, Surah Al Mujadilah ayat 9

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 68 [QS. 15:68]

Melihat sikap dan gelagat para pendurhaka yang mendatangi rumahnya, Nabi Lut berkata, “Sesungguhnya mereka yang ada di rumahku adalah tamuku yang harus kita hormati bersama. Maka, jangan kamu memperma … 15:68, 15 68, 15-68, Surah Al Hijr 68, Tafsir surat AlHijr 68, Quran Al-Hijr 68, Surah Al Hijr ayat 68

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah … Annisa Al Balad Asy-Syams Al-Lail Al-Fajr Benar! Kurang tepat! Surah Ad-Dhuha termasuk

Pendidikan Agama Islam #12

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Hafsah Zainab Aisyah Saudah Sofia Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #3

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Zaid bin Haritsah

Instagram