Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan) – surah 58 ayat 5 [QS. 58:5]

اِنَّ الَّذِیۡنَ یُحَآدُّوۡنَ اللّٰہَ وَ رَسُوۡلَہٗ کُبِتُوۡا کَمَا کُبِتَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ وَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَاۤ اٰیٰتٍۭ بَیِّنٰتٍ ؕ وَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ عَذَابٌ مُّہِیۡنٌ ۚ
Innal-ladziina yuhaadduunallaha warasuulahu kubituu kamaa kubital-ladziina min qablihim waqad anzalnaa aayaatin bai-yinaatin walilkaafiriina ‘adzaabun muhiinun;
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh orang-orang sebelum mereka.
Dan sungguh, Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata.
Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menghinakan.

―QS. Al Mujaadilah [58]: 5

Indeed, those who oppose Allah and His Messenger are abased as those before them were abased.
And We have certainly sent down verses of clear evidence.
And for the disbelievers is a humiliating punishment.
― Chapter 58. Surah Al Mujaadilah [verse 5]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
يُحَآدُّونَ (mereka) menentang

oppose
ٱللَّهَ Allah

Allah
وَرَسُولَهُۥ dan rasulnya

and His Messenger
كُبِتُوا۟ mereka dihinakan

(will) be disgraced
كَمَا sebagaimana

as
كُبِتَ dihinakan

were disgraced
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those
مِن dari

before them. *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلِهِمْ sebelum mereka

before them. *[meaning includes next or prev. word]
وَقَدْ dan sesungguhnya

And certainly
أَنزَلْنَآ Kami menurunkan

We have sent down
ءَايَٰتٍۭ ayat-ayat

Verses
بَيِّنَٰتٍ jelas/nyata

clear.
وَلِلْكَٰفِرِينَ dan bagi orang-orang kafir

And for the disbelievers
عَذَابٌ azab

(is) a punishment
مُّهِينٌ menghinakan

humiliating.

Tafsir

Alquran

Surah Al Mujaadilah
58:5

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini memperingatkan manusia yang menentang Allah dan rasul-Nya, dengan memilih hukum yang berlaku pada dirinya, bukan hukum yang telah ditetapkan Allah dan rasul-Nya, dan memeluk agama yang bukan agama yang disyariatkan-Nya.
Mereka akan ditimpa azab berupa kehinaan selama hidup di dunia, sebagaimana telah ditimpakan kepada orang-orang dahulu yang mengingkari para rasul yang diutus Allah kepada mereka.


Ayat ini merupakan kabar gembira dan menambah semangat kaum Muslimin yang sedang mengalami tekanan dari orang-orang yang bersekutu dalam Perang Ahzab.
Pada waktu itu, orang-orang Yahudi, orang-orang musyrik Mekah, dan orang-orang munafik bersatu dan bersekutu menghadapi kaum Muslimin, sehingga jumlah mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah kaum Muslimin.

Karena semangat kaum Muslimin yang tinggi dan keyakinan mereka akan pertolongan Allah yang akan diberikan kepada mereka, maka mereka dapat mengalahkan tentara yang bersekutu itu.


Ayat ini merupakan peringatan kepada para pemimpin bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat, apakah mereka telah menjalankan hukumhukum Allah dalam pemerintahan mereka.

Sebab, Allah telah menegaskan bahwa hukum dan agama yang boleh dianut manusia hanyalah agama Islam.
Selain dari itu, manusia dilarang mengikuti dan menganutnya.

Allah ﷻ berfirman:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.
Tetapi barang siapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
(Al-Ma’idah [5]: 3)


Agama Islam yang dimaksud ialah agama yang didakwahkan Nabi Muhammad yang diterima dari Allah.


Sementara itu mengenai hal-hal yang telah ditentukan, para penguasa atau orang-orang yang mewakili rakyatnya dibolehkan menetapkan hukumhukum lain yang mengatur kehidupan masyarakatnya, selama hukum itu tidak bertentangan dengan hukum yang telah ditetapkan Allah.


Diterangkan bahwa Allah telah menurunkan ayat-ayat-Nya kepada Nabi Muhammad, yang mengemukakan dalildalil dan bukti-bukti yang kuat akan kebenaran agama beserta hukumhukum-Nya.
Tidak seorang pun yang dapat mematahkan dalildalil dan bukti-bukti, sekalipun mereka masih tetap ingkar dan melanggar hukumhukum itu.


Dari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa Allah memerintahkan kepada manusia terutama kepada cerdik-pandai agar mempelajari dan membahas hukumhukum Allah, menggunakan akal, pikiran, dan pengalaman mereka, bahkan dengan seluruh kemampuan yang ada pada mereka.
Kemudian memberikan penilaian yang tepat dan objektif.


Dalam ayat ke-4 yang lalu dikatakan,
"Wa lil-kafirina ‘adhabun alim"
(dan bagi orang-orang kafir azab yang pedih), sedangkan pada ayat kelima ini dikatakan,
"Wa lil kafirina ‘adhabun muhin"
(dan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan).
Yang dimaksud dengan orang-orang kafir pada ayat ke-4 ialah orang-orang mukmin yang melanggar ketentuan-ketentuan.
Mereka memperoleh azab yang pedih sebagai pelajaran bagi mereka agar segera bertobat dan menyadari kesalahan mereka.
Sedangkan yang dimaksud dengan orang kafir pada ayat kelima ini ialah orang yang benar-benar kafir, tidak beriman.
Bagi mereka azab yang menimbulkan kehinaan selama kehidupan dunia, seperti hilangnya rasa malu pada diri mereka, merasa biasa melakukan perbuatan terlarang, merasa biasa berbuat curang dan melakukan perbuatan keji.
Orang yang seperti itu biasanya adalah orang yang berkuasa yang dapat melakukan semua yang dikehendakinya, tetapi orang lain tidak lagi mempunyai penghargaan dalam arti yang sebenarnya pada mereka.
Banyak lagi bentuk penghinaan yang lebih berat yang mereka terima.

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya benar-benar telah terhinakan seperti halnya orang-orang sebelum mereka.
Kami telah menurunkan bukti-bukti kebenaran yang jelas.


Karenanya, orang-orang yang mengingkarinya akan mendapatkan siksa yang sangat menghinakan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya, orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, enggan melaksanakan perintah keduanya niscaya mereka akan direndahkan dan dihinakan sebagaimana direndahkan dan dihinakannya umat sebelumnya yang menentang Allah dan rasul-Nya.
Sungguh Kami telah menurunkan bukti dan hujah nyata yang menunjukkan bahwa syariat dan hukum Allah adalah benar, sedangkan bagi orang-orang mendustakan ayat-ayat itu ada siksa yang menghinakan di neraka Jahanam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya orang-orang yang menentang) orang-orang yang melawan


(Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan) mereka pasti akan memperoleh kehinaan


(sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan) karena mereka menentang rasulrasul mereka.


(Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas) yang menunjukkan kebenaran Rasul.


(Dan bagi orang-orang yang kafir) yang ingkar kepada ayat-ayat itu


(ada azab yang menghinakan) yaitu siksaan yang membuat mereka hina.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya serta mengingkari syariat-Nya.

pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka mendapat kehinaan.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 5)

Yakni mereka dihina, dilaknat, dan direndahkan, sebagaimana yang telah dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka sebelum mereka.

Sungguh Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 5)

Yaitu yang jelas lagi gamblang;
tiada yang mengingkari dan tiada yang menentangnya kecuali hanya orang yang kafir, pendurhaka, lagi sombong.

Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 5)

sebagai pembalasan dari kesombongan mereka yang tidak mau mengikuti syariat Allah dan tidak mau tunduk patuh kepada-Nya.

Unsur Pokok Surah Al Mujaadilah (المجادلة)

Surat Al-Mujadilah terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Munafiqun.

Surat ini dinamai "Al Mujaadilah (wanita yang mengajukan gugatan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut riwayat bemama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah ﷺ dan dia menuntut supaya beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.

Dinamai juga surah "Al Mujaadalah" yang berarti "perbantahan".

Keimanan:

Hukum zhihar dan sangsi-sangsi bagi orang yang melakukannya bila ia menarik kembali perkataannya.
▪ Larangan menjadikan musuh Allah sebagai teman.

Lain-lain:

▪ Menjaga adab sopan santun dalam suatu majlis pertemuan.
Adab sopan santun terhadap Rasulullah ﷺ

Ayat-ayat dalam Surah Al Mujaadilah (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mujaadilah ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Mujaadilah ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 58:5
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mujaadilah.

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”) adalah surah ke-58 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.
Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

Surah ini mempunyai ciri berbeda dari surah lain dalam Alquran.
Dalam setiap ayat dalam surah ini, selalu terdapat lafaz Jalallah (lafaz ALLAH).
Ada dalam satu ayat hanya terdiri dari satu lafaz, ada yang dua, atau tiga, dan bahkan ada yang lima lafaz, seperti pada ayat 22 dalam surah ini.

Nomor Surah58
Nama SurahAl Mujaadilah
Arabالمجادلة
ArtiWanita yang mengajukan gugatan
Nama lainal-Mujadalah (Perbantahan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu105
JuzJuz 28
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat22
Jumlah kata475
Jumlah huruf2046
Surah sebelumnyaSurah Al-Hadid
Surah selanjutnyaSurah Al-Hasyr
Sending
User Review
4.6 (20 votes)
Tags:

58:5, 58 5, 58-5, Surah Al Mujaadilah 5, Tafsir surat AlMujaadilah 5, Quran AlMujadilah 5, Al Mujadilah 5, Al-Mujadilah 5, Surah Al Mujadilah ayat 5

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 48 [QS. 7:48]

Dan orang-orang di atas A’ra f, yaitu tempat yang tertinggi, menyeru penghuni neraka yang dahulu mendustakan ayat Allah dan Rasul-Nya dan senantiasa membanggakan harta bendanya, penghuni neraka terseb … 7:48, 7 48, 7-48, Surah Al A’raaf 48, Tafsir surat AlAraaf 48, Quran Al Araf 48, Al-A’raf 48, Surah Al Araf ayat 48

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 50 [QS. 41:50]

50. Dan sifat buruk manusia yang lain adalah jika Kami berikan kepada-nya suatu rahmat atau hal-hal yang menyenangkan mereka dari Kami setelah ditimpa kesusahan sebelumnya, pastilah dengan bangga dia … 41:50, 41 50, 41-50, Surah Fushshilat 50, Tafsir surat Fushshilat 50, Quran Fushilat 50, Fusilat 50, Fussilat 50, Surah Fusilat ayat 50

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًاArti dari kalimat di atas adalah … Kebodohan mendekati kekayaan Kekufuran mendekati kemiskinan Kebodohan mendekatkan pada

Pendidikan Agama Islam #8

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … boleh sunnah haram mubah makruh Benar! Kurang tepat! Orang yang menceritakan hadits disebut …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … seluruh tubuh kecuali wajah dan kaki dari siku ke lutut dari leher ke pergelangan kaki

Instagram