Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan) – surah 58 ayat 12 [QS. 58:12]

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا نَاجَیۡتُمُ الرَّسُوۡلَ فَقَدِّمُوۡا بَیۡنَ یَدَیۡ نَجۡوٰىکُمۡ صَدَقَۃً ؕ ذٰلِکَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ وَ اَطۡہَرُ ؕ فَاِنۡ لَّمۡ تَجِدُوۡا فَاِنَّ اللّٰہَ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu idzaa naajaitumurrasuula faqaddimuu baina yadai najwaakum shadaqatan dzalika khairun lakum wa-athharu fa-in lam tajiduu fa-innallaha ghafuurun rahiimun;
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu.
Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih.
Tetapi jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
―QS. Al Mujaadilah [58]: 12

O you who have believed, when you (wish to) privately consult the Messenger, present before your consultation a charity.
That is better for you and purer.
But if you find not (the means) – then indeed, Allah is Forgiving and Merciful.
― Chapter 58. Surah Al Mujaadilah [verse 12]

يَٰٓأَيُّهَا Wahai

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
ءَامَنُوٓا۟ beriman

O you who believe! *[meaning includes next or prev. word]
إِذَا apabila

When
نَٰجَيْتُمُ kamu berbicara rahasia

you privately consult
ٱلرَّسُولَ rasul

the Messenger,
فَقَدِّمُوا۟ maka dahulukan

then offer
بَيْنَ diantara

before *[meaning includes next or prev. word]
يَدَىْ hadapan (sebelum)

before *[meaning includes next or prev. word]
نَجْوَىٰكُمْ pembicaraan rahasiamu

your private consultation,
صَدَقَةً bersedekahlah

charity.
ذَٰلِكَ demikian itu

That
خَيْرٌ lebih baik

(is) better
لَّكُمْ bagi kalian

for you
وَأَطْهَرُ dan lebih bersih

and purer.
فَإِن maka jika

But if
لَّمْ tidak

not
تَجِدُوا۟ kamu mendapatkan

you find,
فَإِنَّ maka sesungguhnya

then indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
غَفُورٌ maha Pengampun

(is) Oft-Forgiving,
رَّحِيمٌ Maha Penyayang

Most Merciful.

Tafsir

Alquran

Surah Al Mujaadilah
58:12

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 12. Oleh Kementrian Agama RI


Menurut riwayat Ibnu Abi hatim dari Ibnu ‘Abbas, diterangkan bahwa para sahabat banyak yang ingin bertanya kepada Rasulullah ﷺ, sehingga membebaninya.
Untuk meringankan bebannya, Allah menurunkan ayat ini, dengan memerintahkan bersedekah sebelum menghadap Rasulullah.


Ayat ini memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apabila mereka ingin berbicara secara rahasia dengan Rasulullah ﷺ tentang sesuatu hal yang penting, hendaklah bersedekah sebelum melakukan pembicaraan itu.
Perintah itu untuk membuktikan kebesaran Rasulullah dengan mengagungkannya, dan mendatangkan manfaat kepada fakir-miskin.

Hal ini juga untuk membedakan antara orang yang benar-benar cinta kepada Rasulullah dan mengharapkan pelajaran darinya, dengan orang munafik yang berbeda perkataan dan perbuatannya.
Di sisi lain, perintah ini mencegah orang yang datang beramai-ramai kepada Rasulullah tanpa keperluan yang sangat penting sehingga menyibukkan beliau.


Menurut Abu Muslim, Allah memerintahkan demikian karena orang-orang munafik yang mulutnya menyatakan iman, sedang hatinya tetap kafir.
Menyatakan bahwa mereka masuk Islam dengan sebenar-benarnya.

Untuk menguji pernyataan itu, maka turun perintah untuk bersedekah lebih dahulu sebelum menghadap Rasulullah.


Faedah memberi sedekah ialah mendapat pahala yang berlipat-ganda dari Allah, membersihkan dan menyucikan harta yang dimiliki, serta membersihkan jiwa dari keinginan mengumpulkan harta dan menjadikannya sebagai tujuan hidup.

Suka bersedekah dapat mengurangi kesengsaraan orang-orang fakir dan dapat pula meninggikan kalimat Allah.
Harta yang disedekahkan itu langsung diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, tidak diberikan kepada Nabi ﷺ, karena di antara tujuan sedekah itu ialah mengagungkan Rasulullah ﷺ dan meringankan beban hidup fakir-miskin.


Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa jika orang yang akan menghadap Rasulullah ﷺ itu tidak mempunyai sesuatu yang akan disedekahkan, sedangkan ia memerlukan sekali bertemu dengan beliau, maka Allah memberikan keringanan kepadanya dengan tidak mengharuskannya bersedekah.


Sedekah yang dimaksud di sini adalah sedekah sunah, bukan sedekah wajib, dan jumlahnya pun tidak ditentukan, hanya menurut keikhlasan dan kesanggupan yang memberi.
Yang ditekankan ayat ini ialah agar kaum Muslimin suka bersedekah, tidak kikir, dan sadar bahwa harta yang mereka peroleh itu semata-mata sebagai alat untuk mencari keridaan Allah.
Keharusan memberi sedekah dalam ayat ini untuk menguji kemauan orang-orang munafik yang baru masuk Islam.


Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 12. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang-orang yang mempercayai Allah dan Rasul-Nya, apabila kalian hendak melakukan pembicaraan khusus dengan Rasulullah, maka bersedekahlah lebih dahulu karena hal itu lebih baik bagi kalian dan lebih dapat membersihkan hati.
Apabila kalian tidak mempunyai sesuatu yang disedekahkan, maka Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang-orang yang senantiasa yakin pada Allah dan Rasul-Nya serta beramal sesuai syari’at-Nya.
Apabila kalian ingin melakukan pembicaraan dengan Rasulullah secara rahasia maka berikanlah sedekah terlebih dahulu kepada orang-orang yang membutuhkan.


Itu adalah lebih baik bagi kalian karena di dalamnya terkandung pahala serta dapat menyucikan hati kalian dari dosa.
Jika kalian tidak mendapat sesuatu dari yang disedekahkan, maka kalian tidak berdosa jika tidak memberi apa pun.


Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan Maha Penyayang kepada mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul) yakni kalian bermaksud untuk melakukannya dengan dia


(hendaklah kalian mengeluarkan sebelum pembicaraan kalian itu) sebelum pembicaraan khusus itu diadakan


(sedekah.
Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian dan lebih bersih) artinya lebih membersihkan dosa-dosa kalian


(jika kalian tidak menemukan) apa yang kalian sedekahkan


(maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun) terhadap pembicaraan khusus yang akan kalian lakukan itu


(lagi Maha Penyayang) terhadap kalian.
Makna yang dimaksud, tiada dosa bagi kalian untuk melakukan pembicaraan khusus itu sekalipun tanpa sedekah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, bahwa apabila seseorang dari mereka hendak melakukan pembicaraan khusus dengan Rasulullah ﷺ, hendaklah ia terlebih dahulu mengeluarkan sedekah sebelumnya untuk membersihkan dan menyucikan dirinya serta mempersiapkan diri agar menjadi orang yang layak untuk mendapat perhatian khusus.


Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih bersih.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

jika kamu tiada memperoleh (yang akan disedekahkan).
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)

Yaitu terkecuali orang yang tidak mampu bersedekah karena ia miskin.

maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)

Maka tiada yang diperintahkan untuk itu kecuali hanya orang yang mampu melakukannya.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul?
(QS. Al-Mujadilah [58]: 13)

Yakni apakah kamu takut bila hukum ini tetap diberlakukan atas kamu, yaitu wajib mengeluarkan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul?

Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi tobat kepadamu, maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya;
dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 13)

Maka di-mansukh-lah kewajiban hal tersebut atas mereka dengan turunnya ayat ini.
Menurut suatu pendapat, sebelum ayat di atas di-mansukh tiada seorang pun yang mengamalkannya selain Ali ibnu Abu Talib r.a. Dia menyedekahkan satu dinar, lalu mengadakan pembicaraan khusus dengan Nabi ﷺ Ali r.a. menanyakan kepada Nabi ﷺ tentang sepuluh perkara, setelah itu diturunkanlah ayat rukhsah.

Lais ibnu Abu Sulaim telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa Ali r.a. pernah mengatakan bahwa ada suatu ayat di dalam Alquran, tiada seorang pun yang mengamalkannya sebelumku dan tiada seorang pun yang mengamalkannya sesudahku.
Dahulu saya pernah mempunyai uang satu dinar, lalu aku tukar dengan sepuluh dirham.
Maka apabila aku ingin berbicara secara khusus dengan Rasulullah ﷺ, kusedekahkan satu dirham sebelumnya, lalu ayat ini di-mansukh, dan tiada seorang pun yang mengamalkannya sebelumku, dan tidak akan ada seorang pun yang mengamalkannya sesudahku.
Kemudian Ali r.a. membaca firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluar­kan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12), hingga akhir ayat.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Mahran, dari Sufyan, dari Usman ibnul Mugirah, dari Salim ibnu Abul Ja’d, dari Ali ibnu Alqamah Al-Anmari, dari Ali r.a. yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda,
"Bagaimanakah pendapatmu dengan satu dinar?"
Ali menjawab,
"Mereka tidak akan mampu."
Nabi ﷺ bersabda,
"Kalau setengah dinar?"
Ali menjawab,
"Mereka tidak akan mampu."
Nabi ﷺ bersabda,
"Jadi, berapakah menurutmu?"
Ali menjawab,
"Emas seberat biji sawi."Nabi ﷺ bersabda,
"Sesungguhnya kamu benar-benar kikir."
Ali berkata, bahwa setelah itu turunlah firman-Nya:
Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul?
(QS. Al-Mujadilah [58]: 13)
Ali mengatakan bahwa karena berkat akulah maka umat ini diberi keringanan oleh Allah.

Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Sufyan ibnu Waki’, dari Yahya ibnu Adam, dari Ubaidillah Al-Asyja’i, dari Sufyan As-Sauri, dari Usman ibnul Mugirah As-Saqafi, dari Salim ibnu Abul Ja’d, dari Ali ibnu Alqamah Al-Anmari, dari Ali ibnu Abu Talib r.a. yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluar­kan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12), hingga akhir ayat.
Maka Nabi ﷺ bertanya kepadaku,
"Bagaimana pendapatmu dengan satu dinar?"
Ali menjawab,
"Mereka tidak akan mampu sebanyak itu,"
lalu disebutkan hal yang semisal dengan hadis di atas.


Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, sesungguhnya kami mengenalnya hanya melalui jalur ini.
Kemudian Imam Turmuzi berkata, bahwa makna sya’irah ialah emas seberat biji sawi.
Abu Ya’la meriwayatkan hadis ini dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Yahya ibnu Adam dengan sanad yang sama.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluar­kan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)
sampai dengan firman-Nya:
maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)
Bahwa dahulu kaum muslim apabila hendak mengadakan pembicaraan khusus dengan Nabi ﷺ, terlebih dahulu mereka mengeluarkan sedekah.
Tetapi setelah turun ayat mengenai zakat, maka otomatis ayat ini di-mansukh.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)
Demikian itu karena kaum muslim banyak bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang berbagai masalah sehingga hal tersebut memberatkan beliau.
Maka Allah berkehendak untuk memberikan keringanan kepada Nabi­Nya;
untuk itu diturunkan-Nyalah ayat ini, dan setelah itu kebanyakan kaum muslim menjadi takut dan menahan diri untuk tidak banyak bertanya.
Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul?
Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi tobat kepadamu, maka dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 13)
Maka Allah subhanahu wa ta’ala memberikan keluasan kepada mereka dan tidak menyempitkan mereka.

Ikrimah dan Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)
Ayat ini di-mansukh oleh firman selanjutnya, yaitu:
Apakah kamu takut (akan menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul?
(QS. Al-Mujadilah [58]: 13), hingga akhir ayat.

Sa’id ibnu Abu Arubah telah meriwayatkan dari Qatadah dan Muqatil ibnu Hayyan, bahwa banyak orang yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ sehingga menghujani beliau ﷺ dengan pertanyaan-pertanyaan yang banyak;
maka Allah menghentikan mereka dengan ayat ini.
Dan tersebutlah bahwa apabila seseorang dari mereka mempunyai suatu keperluan dengan Nabi ﷺ, maka dia masih belum dapat menunaikannya sebelum mengeluarkan sedekah.
Hal ini dirasakan memberatkan mereka, maka Allah menurunkan kemurahan sesudah itu melalui firman-Nya:
jika kamu tiada memperoleh (yang akan disedekahkan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)

Ma’mar telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 12)
Bahwa ayat ini telah di-mansukh, masa berlakunya hanyalah sesaat dari siang hari setelah penurunannya.


Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abdur Razzaq, bahwa telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Ayyub, dari Mujahid, bahwa Ali r.a. telah mengatakan,
"Tiada seorang pun yang mengamalkan ayat ini selain aku, lalu segera di-mansukh"


Menurutku Ali mengatakan pula bahwa tiadalah ayat ini berlaku, melainkan hanya sesaat dari siang hari.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Mujaadilah (58) Ayat 12

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Abu Thalhah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum Muslimin terlalu banyak bertanya kepada Rasulullah ﷺ sehingga membebani beliau.
Untuk meringankan beban Rasulullah, Allah menurunkan ayat ini (al-Mujadalah: 12) sebagai perintah bersedakah kepada fakir miskin sebelum bertanya.
Setelah turun ayat ini (al-Mujadalah: 12) kebanyakan orang menahan diri untuk bertanya.
Maka turunlah ayat berikutnya (al-Mujadalah: 13) sebagai teguran kepada orang-orang yang tidak mau bertanya karena takut mengeluarkan sedekah.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi –menurutnya, hadits ini hasan- dll, yang bersumber dari ‘Ali bahwa setelah turun ayat yaa ayyuhal-ladziina aamanuu idzaa najaitumur rosuul…(hai orang –orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan rasul…) (al-Mujadalah: 12) Nabi ﷺ bersabda kepada ‘Ali bin Abi Thalib: “Bagaimana pendapatmu kalau sedakah satu dinar?” ‘Ali menjawab:
“Mereka tidak akan mampu.”

Beliau bersabda: “Setengah dinar?” ‘Ali menjawab:
“Mereka tidak akan mampu.” Beliau bertanya: “Kalau begitu berapa ?” ‘Ali menjawab:
“Satu butir sya’ir (gandum).” Rasulullah menjawab:
“Engkau terlalu sederhana.” Maka turunlah ayat ini (al-Mujadalah: 13) sebagai teguran kepada orang-orang yang ingin bertanya kepada Rasulullah tapi takut miskin karena harus membayar sedekah terlebih dahulu.

Selanjutnya ‘Ali berkata: “Karena ayat itulah umat ini diringankan bebannya.”

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Mujaadilah (المجادلة)

Surat Al-Mujadilah terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Munafiqun.

Surat ini dinamai "Al Mujaadilah (wanita yang mengajukan gugatan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut riwayat bemama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah ﷺ dan dia menuntut supaya beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.

Dinamai juga surah "Al Mujaadalah" yang berarti "perbantahan".

Keimanan:

Hukum zhihar dan sangsi-sangsi bagi orang yang melakukannya bila ia menarik kembali perkataannya.
▪ Larangan menjadikan musuh Allah sebagai teman.

Lain-lain:

▪ Menjaga adab sopan santun dalam suatu majlis pertemuan.
Adab sopan santun terhadap Rasulullah ﷺ

Ayat-ayat dalam Surah Al Mujaadilah (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mujaadilah ayat 12 - Gambar 1 Surah Al Mujaadilah ayat 12 - Gambar 2
Statistik QS. 58:12
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mujaadilah.

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”) adalah surah ke-58 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.
Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

Surah ini mempunyai ciri berbeda dari surah lain dalam Alquran.
Dalam setiap ayat dalam surah ini, selalu terdapat lafaz Jalallah (lafaz ALLAH).
Ada dalam satu ayat hanya terdiri dari satu lafaz, ada yang dua, atau tiga, dan bahkan ada yang lima lafaz, seperti pada ayat 22 dalam surah ini.

Nomor Surah58
Nama SurahAl Mujaadilah
Arabالمجادلة
ArtiWanita yang mengajukan gugatan
Nama lainal-Mujadalah (Perbantahan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu105
JuzJuz 28
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat22
Jumlah kata475
Jumlah huruf2046
Surah sebelumnyaSurah Al-Hadid
Surah selanjutnyaSurah Al-Hasyr
Sending
User Review
4.5 (13 votes)
Tags:

58:12, 58 12, 58-12, Surah Al Mujaadilah 12, Tafsir surat AlMujaadilah 12, Quran AlMujadilah 12, Al Mujadilah 12, Al-Mujadilah 12, Surah Al Mujadilah ayat 12

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 1 [QS. 17:1]

Pada akhir Surah an-Nahl mengandung pesan kepada Nabi Muhammad agar bersabar dan tidak bersedih hati disebabkan tipu daya dan penolakan orang-orang yang menentang dakwahnya. Di saat beliau mengalami k … 17:1, 17 1, 17-1, Surah Al Israa 1, Tafsir surat AlIsraa 1, Quran Al Isra 1, Al-Isra’ 1, Surah Al Isra ayat 1

QS. Al Fath (Kemenangan) – surah 48 ayat 12 [QS. 48:12]

12. Sebenarnya tidak ikut sertanya kamu pergi ke Mekah bukan karena sebab yang kamu nyatakan. Sesungguhnya kamu menyangka akan terjadi peperangan, bahkan semula kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-or … 48:12, 48 12, 48-12, Surah Al Fath 12, Tafsir surat AlFath 12, Quran Al-Fath 12, Surah Al Fath ayat 12

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Lawan kata dari jujur ​​adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … alumul hadist asbabul wurud Isra Mi’raj asbabun nuzul ulumul qur’an Benar! Kurang tepat! Jumlah

Pendidikan Agama Islam #6

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang … mukhlisin muttaqin kafir muslim mukminin Benar!

Pendidikan Agama Islam #30

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali … Mengikuti teman yang suka membolos Mencari

Instagram