Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 56 [QS. 74:56]

وَ مَا یَذۡکُرُوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡ یَّشَآءَ اللّٰہُ ؕ ہُوَ اَہۡلُ التَّقۡوٰی وَ اَہۡلُ الۡمَغۡفِرَۃِ
Wamaa yadzkuruuna ilaa an yasyaa-allahu huwa ahluttaqwa wa-ahlul maghfirat(i);
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Alquran) kecuali (jika) Allah menghendakinya.
Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.

―QS. Al Muddatstsir [74]: 56

And they will not remember except that Allah wills.
He is worthy of fear and adequate for (granting) forgiveness.
― Chapter 74. Surah Al Muddatstsir [verse 56]

وَمَا dan tidak

And not
يَذْكُرُونَ mereka mengingat

will pay heed
إِلَّآ kecuali

except
أَن bahwa

that
يَشَآءَ menghendaki

wills
ٱللَّهُ Allah

Allah.
هُوَ Dia

He
أَهْلُ berhak/patut

(is) worthy
ٱلتَّقْوَىٰ takwa/taat

to be feared,
وَأَهْلُ dan berhak/patut

and worthy
ٱلْمَغْفِرَةِ ampunan

to forgive.

Tafsir

Alquran

Surah Al Muddatstsir
74:56

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 56. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil pelajaran dari Alquran kecuali jika Allah menghendakinya.
Hanya Dia yang berhak memberi ampunan.


Tegasnya tidak ada yang memperoleh peringatan dan pengajaran dari Alquran melainkan siapa yang dikehendaki Allah.
Tidak seorang pun yang sanggup berbuat demikian kecuali berdasarkan kekuasaan yang diberikan Allah.

Begitulah Allah berbuat sekehendak-Nya tanpa terhalang oleh siapa pun.
Oleh karena itulah kepada Allah saja manusia patut bertakwa, hanya Dia saja yang harus ditakuti dan Dia saja yang harus ditaati.

Dialah memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang beriman.


Dalam sebuah hadis disebutkan:


Bahwasanya Rasulullah ﷺ, membaca ayat ini
"huwa ahlut-takwa wa ahlul-magfirah"
dan bersabda,
"Tuhanmu berfirman, ‘Sayalah yang paling patut ditakuti, maka janganlah dijadikan bersama-Ku Tuhan yang lain.

Barang siapa yang takwa kepada-Ku dan sekali-kali ia tidak menjadikan bersama-Ku Tuhan yang lain, maka Aku-lah yang berhak untuk mengampuninya."
(Riwayat Ahmad, ad-Darimi, at-Tirmizi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Anas bin Malik)

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 56. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka tidak akan dapat menjadikannya sebagai pelajaran kecuali dengan kehendak Allah yang harus ditakuti dan berhak memberikan ampunan kepada orang-orang yang bertakwa.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Benarlah sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah peringatan yang cukup memberi mereka nasihat.
Barang siapa yang menginginkan pelajaran, dia mengambil di dalamnya dan mengambil manfaat dengan petunjuk-Nya.


Namun, tidaklah akan mengambil pelajaran daripada kecuali jika Allah menghendaki petunjuk bagi mereka.
Dia adalah Tuhan yang kepada-Nya kita patut bertakwa dan taat.


Dialah Tuhan yang kepada-Nya kita patut meminta ampunan bagi orang yang beriman dan taat kepada-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya) dapat dibaca Yadzkuruuna dan Tadzkuruuna


(kecuali bila Allah menghendakinya.
Dia adalah Tuhan Yang patut kita bertakwa kepada-Nya) Dia adalah yang harus ditakwai


(dan berhak memberi ampun) seumpamanya Dia memberikan ampunan-Nya kepada orang-orang yang bertakwa kepada-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 56)

Artinya, Dia berhak untuk ditakuti dan berhak memberi ampun terhadap dosa orang yang bertobat kepada-Nya dan kembali ke jalan-Nya, menurut Qatadah.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepadaku Suhail saudara Hazm, telah menceritakan kepada kami Sabit Al-Bannani, dari Anas ibnu Malik r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 56)
Lalu beliau ﷺ bersabda:
Tuhan kalian telah berfirman,
"Aku adalah Tuhan Yang berhak (kamu) bertakwa kepada-Nya, makajanganlah seseorang menjadikan Tuhan lain bersama-Ku.
Maka barang siapa yang bertakwa kepada-Ku, hingga ia tidak menjadikan Tuhan lain bersama-Ku, maka dia adalah orang yang berhak mendapat ampunan (dari-Ku).

Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini melalui Zaid ibnul Habbab, sedangkan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Al-Mu’afa ibnu Imran, keduanya dari Suhail ibnu Abdullah Al-Qat’i dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, Suhail orangnya kurang kuat.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari ayahnya, dari Hudbah ibnu Khalid, dari Suhail dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abu Ya’la, Al-Bazzar, Al-Bagawi, dan lain-lainnya melalui hadis Suhail Al-Qat’i dengan sanad yang sama.

Unsur Pokok Surah Al Muddatstsir (المدثر)

Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai "Al Muddatstsir" (orang yang berkemul) diambil dari perkataan "Al Muddatstsir" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Perintah untuk mulai berdakwah mengagungkan Allah.
▪ Membersihkan pakaian.
▪ Menjauhi maksiat.
▪ Memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Alquran.
▪ Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Audio

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 56 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 56

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muddatstsir ayat 56 - Gambar 1 Surah Al Muddatstsir ayat 56 - Gambar 2
Statistik QS. 74:56
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah74
Nama SurahAl Muddatstsir
Arabالمدثر
ArtiOrang yang berkemul
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu4
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat56
Jumlah kata256
Jumlah huruf1036
Surah sebelumnyaSurah Al-Muzzammil
Surah selanjutnyaSurah Al-Qiyamah
Sending
User Review
4.8 (14 votes)
Tags:

74:56, 74 56, 74-56, Surah Al Muddatstsir 56, Tafsir surat AlMuddatstsir 56, Quran Al-Mudatsir 56, Al-Muddatstsir 56, Al Mudasir 56, Al-Muddassir 56, Surah Al Mudasir ayat 56

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 40 [QS. 34:40]

40. Sebagian kaum musyrik menyembah malaikat karena menduga bahwa malaikat adalah sumber rezeki yang mereka peroleh. Kelak di akhirat orang-orang musyrik akan dipertemukan dengan sembahan mereka terse … 34:40, 34 40, 34-40, Surah Saba 40, Tafsir surat Saba 40, Quran Saba’ 40, Surah Saba ayat 40

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 41 [QS. 14:41]

Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan ampunilah pula semua orang yang beriman, karena kami semua kelak akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan pada hari diadakan perhitungan di h … 14:41, 14 41, 14-41, Surah Ibrahim 41, Tafsir surat Ibrahim 41, Quran Ibrahim 41, Surah Ibrahim ayat 41

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

+

Array

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #2

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah … Taha ayat 8 Taubah ayat 7 Taha ayat 10 Taha ayat 7

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Valyrian Steel Zulfikar Lightsaber Al-Qaswa Needle Benar! Kurang tepat! Apa

Pendidikan Agama Islam #1

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Maha Penemu Maha Segalanya

Instagram