Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Maa'idah

Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) surah 5 ayat 9


وَعَدَ اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ لَہُمۡ مَّغۡفِرَۃٌ وَّ اَجۡرٌ عَظِیۡمٌ
Wa’adallahul-ladziina aamanuu wa’amiluush-shaalihaati lahum maghfiratun wa-ajrun ‘azhiimun;

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
―QS. 5:9
Topik ▪ Iman ▪ Pahala iman ▪ Siksaan Allah sangat pedih
5:9, 5 9, 5-9, Al Maa’idah 9, AlMaaidah 9, Al Maidah 9, AlMaidah 9, Al-Ma’idah 9
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada orang-orang yang mukmin agar dapat melaksanakan amal dan pekerjaan mereka dengan cermat jujur dan ikhlas karena Allah, baik pekerjaan yang bertalian dengan urusan agama maupun pekerjaan yang bertalian dengan urusan kehidupan duniawi.
Karena hanya dengan demikianlah mereka bisa sukses dan memperoleh hasil atau balasan yang mereka inginkan dan harapkan.
Dalam penyaksian, mereka harus adil menerangkan apa yang sebenarnya tanpa memandang siapa orangnya, sekalipun akan menguntungkan lawan dan merugikan sahabat dan kerabat.

Ayat ini senafas dan seirama dengan surah An Nisa’ ayat 135 yaitu sama-sama menerangkan tentang seseorang yang berlaku adil dan jujur dalam persaksian.
Perbedaannya ialah dalam ayat tersebut diterangkan kewajiban berlaku.
adil dan jujur dalam persaksian walaupun kesaksian itu akan merugikan diri sendiri, ibu dan kerabat, sedang dalam ayat ini diterangkan bahwa kebencian terhadap sesuatu kaum tidak boleh mendorong seseorang untuk memberikan persaksian yang tidak adil dan tidak jujur, walaupun terhadap lawan.

Selanjutnya secara luas dan menyeluruh, Allah memerintahkan kepada orang orang yang beriman, supaya berlaku adil, karena keadilan dibutuhkan dalam segala hal, untuk mencapai dan memperoleh ketenteraman, kemakmuran dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Oleh karena itu berlaku adil adalah jalan yang terdekat untuk mencapai tujuan bertakwa kepada Allah.

Pada akhir ayat ini Allah menyatakan janji-Nya bahwa kepada orang-orang yang beriman yang banyak beramal saleh akan diberikan ampunan dan pahala yang besar.
Dan janji Allah pasti ditepati-Nya sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
(Q.S.
Ali Imran: 9)

Yang dimaksud dengan amal saleh ialah setiap pekerjaan yang baik, bermanfaat dan patut dikerjakan, baik pekerjaan ubudiah seperti salat dan lain-lain maupun pekerjaan seperti menolong fakir miskin menyantuni anak yatim dan amal sosial lainnya

Al Maa'idah (5) ayat 9 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Maa'idah (5) ayat 9 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Maa'idah (5) ayat 9 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah memberi karunia-Nya dengan menjanjikan orang-orang yang beriman kepada agama-Nya dan selalu mengerjakan amal saleh, untuk mengampuni dosa-dosa dan melimpahkan pahala yang besar kepada mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh) suatu janji yang baik (bahwa untuk mereka keampunan dan pahala yang besar) yakni surga.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah menjanjikan kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, dan melakukan amal shalih bahwa Dia akan mengampuni dosa-dosa mereka dan membalas mereka dengan surga.
Allah tidak akan menyelisihi janji-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap sesuatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil.

Artinya, jangan sekali-kali kalian biarkan perasaan benci terhadap se­suatu kaum mendorong kalian untuk tidak berlaku adil kepada me­reka, tetapi amalkanlah keadilan terhadap setiap orang, baik terhadap teman ataupun musuh.
Karena itulah disebutkan dalam firman selan­jutnya:

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.

Yakni sikap adilmu lebih dekat kepada takwa daripada kamu mening­galkannya.
Fi’il yang ada dalam ayat ini menunjukkan keberadaan masdar yang dijadikan rujukan oleh damir-nya, perihalnya sama de­ngan hal-hal yang semisal lainnya dalam Al-Qur’an dan lain-lainnya.
Sama halnya dengan pengertian yang ada di dalam firman-Nya:

Dan jika dikatakan kepada kalian.”Kembali (saja)lah” maka hendaklah kalian kembali.
Itu lebih bersih bagi kalian.
(An Nuur:28}

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
(Al Maidah:8)
Ungkapan ini termasuk ke dalam pemakaian af’alut tafdil di tempat yang tidak terdapat pembandingnya sama sekali.
Perihalnya sama de­ngan apa yang terdapat di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala yang lain, yaitu:

Penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
(Al Furqaan:24)

Yakni seperti pengertian yang terkandung dalam perkataan seorang wanita dari kalangan sahabat Nabi ﷺ kepada Umar r.a., “Kamu le­bih kasar dan lebih keras, jauh (bedanya) dengan Rasulullah ﷺ”

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Me­ngetahui apa yang kalian kerjakan.

Maksudnya, Dia kelak akan membalas kalian atas apa yang telah Dia ketahui dari amal perbuatan yang kalian kerjakan.
Jika amal itu baik, maka balasannya baik, dan jika amal itu buruk, maka balasannya akan buruk pula.
Untuk itu selaras dengan pengertian ini disebutkan dalam firman selanjutnya:

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Yakni ampunan bagi dosa-dosa mereka dan pahala yang besar, yaitu surga yang merupakan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Sur­ga tidak dapat diperoleh karena amal perbuatan mereka, melainkan hanya semata-mata sebagai ralimat dan kemurahan dari-Nya, sekali­pun penyebab sampainya rahmat tersebut kepada mereka adalah kare­na amal perbuatan mereka, sebab Allah subhanahu wa ta’ala.
sendirilah yang menjadi­kan penyebab-penyebab untuk memperoleh rahmat, kemurahan, am­punan, dan rida-Nya.
Segala sesuatunya dari Allah dan milik Allah, segala puji dan anugerah adalah milik Allah.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Maa'idah (5) Ayat 9

AJR
أَجْر

Lafaz ini mempunyai dua makna yang berkaitan. Ia bermakna upah atas sesuatu pekerjaan dan juga merawat tulang yang retak. Untuk makna pertama, ia berbentuk al ­ajr atau al ujrah.

Al Khalil berkata,
Ajr bermakna ganjaran atas suatu amalan. Dari kata itu dinamakan juga mahar perempuan sebagai ajr (jamaknya ujur), seperti yang terdapat dalam ayat Allah fa aatuu hunna ujuura hunna sedangkan untuk makna merawat tangan yang retak, dikatakan ujirat yadaahu (tangannya dirawat) atau ajartu yadaahu (aku merawat tangannya).

Lafaz ajr disebut sebanyak 84 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 62, 112, 262, 274, 277;
-Ali Imran (3), ayat 136, 171, 172, 179, 199;
-An Nisaa (4), ayat 40, 67, 74, 95, 100, 114, 146, 162;
-Al Maa’idah (5), ayat 9;
-Al An’aam (6), ayat 90,
-Al A’raaf (7), ayat 113, 170,
-Al Anfaal (8), ayat 28,
-At Taubah (9), ayat 22, 120;
-Yunus (10), ayat 72;
-Hud (11), ayat 11, 51, 115;
-Yusuf (12), ayat 56, 57, 90, 104;
-An Nahl (16), ayat 41, 96, 97;
-Al Kahfi (18), ayat 2, 30, 77;
-Al Israa (17), ayat 9,
-Al ­Furqaan (25), ayat 57,
-Asy Syu’araa (26), ayat 41, 109, 127, 145, 164, 180;
-Al Qashash (28), ayat 25, 54;
-Al Ankaabut (29), ayat 27, 58;
-Al Ahzab (33), ayat 29, 31, 35, 44;
-Saba’ (34), ayat 47;
-Faathir (35), ayat 7;
-Yaa Siin (36), ayat 11, 21;
-Shad (38), ayat 86,
-Az Zumar (39), ayat 10, 35, 74;
-Fushshilat (41), ayat 8;
-Asy Syuura (42), ayat 23, 40;
-Al Fath (48), ayat 10, 16, 29;
-Al Hujurat (49), ayat 3;
-Ath Thuur (52), ayat 40,
-Al Hadid (57), ayat 7, 11, 18, 19, 27;
-Ath Thaghaabun (64), ayat 15;
-Ath Thalaaq (65), ayat 5;
-Al Mulk (67), ayat 12;
-Al ­Qalam (68), ayat 3, 46;
-Al Muzzammil (73), ayat 20;
-Al Insyiqaaq (84), ayat 25,
-At Tiin (95), ayat 6.

At Tabari menafsirkan ajr dalam surah Saba dengan al jur atau upah, yaitu “Sesungguhnya aku tidak meminta upah kepada kamu atas ajakan kepada Islam dan menyampaikan risalahnya.” Sedangkan dalam surah Faathir, beliau memberikan makna lafaz ajr ialah syurga sebagaimana yang diriwayatkan dari Qatadah. Dalam surah Shad, beliau menafsirkan ajr sebagai tsawaab (ganjaran) dan jazaa’ (balasan).

Dalam surah Al Qashash, berkenaan kisah Nabi Musa, Ibn Katsir memberikan tafsiran lafaz ajr yaitu “memberikan ganjaran (tsawaab) dan hadiah (mukafaah) kepadamu atas pertolonganmu dengan memberi minum kepada kambing-kambing kami” Sebagaimana penafsirannya dalam surah Al A’raaf, ayat 113, beliau menafsirkan ajr dengan ats tsawaab yaitu ganjaran dan hadiah atau al ataa yang dijanjikan oleh Fir’aun apabila para ahli sihir dapat mengalahkan Musa dengan melantik mereka sebagai pembesar-pembesarnya dan pembesar orang Mesir.

Mayoritas penggunaan lafaz ajr di dalam Al Qur’an adalah ganjaran atau balasan bagi orang yang beramal shaleh, bertakwa, berbuat kebajikan dan lain-lain, berupa nikmat syurga di akhirat dan sebagainya. Malah, hampir keseluruhannya memiliki maksud ini kecuali beberapa ayat sebagaimana yang dipaparkan di atas. Maka, maksud umum lafaz ajr ialah ganjaran balasan kebaikan dan bukan kejahatan, sedangkan makna khususnya ialah upah seperti dalam surah Al Qashash dan Al A’raaf dalam ayat 113 di atas dan lain-lain.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:37-38

Informasi Surah Al Maa'idah (المائدة)
Surat Al Maa-idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa’

Surat ini dinamakan “Al Maa-idah” (hidangan), karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi ‘Isa ‘alaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa-idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Dan dinamakan dengan “Al Uqud” (perjan­jian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba­ hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga “Al Munqidz” (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isa ‘alaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s.

Hukum:

Keharusan memenuhi perjanjian
hukum melanggar syi’ar Allah
makanan yang di­halalkan dan yang diharamkan
hukum mengawini wanita ahli kitab
wudhu
tayammum
mandi
hukum membunuh orang
hukum mengacau dan mengganggu keamanan
hukum qishaas
hukum melanggar sumpah dan kafaaratnya
hukum khamar
berjudi
berkorban untuk berhala
mengundi nasib
hukum membunuh binatang waktu ihram
hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. menyuruh kaumnya memasuki Palestina
kisah Habil dan Qabil, kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa a.s

Lain-lain:

Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mu’min bersikap keras terhadap orang-orang kafir
penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ
keharusan jujur dan berlaku adil
sikap dalam menghadapi berita-berita bohong
akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim
kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi
kewajiban rasul hanya menyampaikan agama
sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam
Ka’bah sokoguru kehidupan manusia
peringat­an Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah
larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.


Gambar Kutipan Surah Al Maa’idah Ayat 9 *beta

Surah Al Maa'idah Ayat 9



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Maa'idah

Surah Al-Ma'idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā'idah, "Jamuan Hidangan") adalah surah ke-5 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada'.
Surah ini dinamakan Al-Ma'idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma'idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah5
Nama SurahAl Maa'idah
Arabالمائدة
ArtiJamuan (hidangan makanan)
Nama lainAl-'Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu112
JuzJuz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat120
Jumlah kata2842
Jumlah huruf12207
Surah sebelumnyaSurah An-Nisa'
Surah selanjutnyaSurah Al-An'am
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (13 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku