QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 85 [QS. 5:85]

فَاَثَابَہُمُ اللّٰہُ بِمَا قَالُوۡا جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا ؕ وَ ذٰلِکَ جَزَآءُ الۡمُحۡسِنِیۡنَ
Fa-atsaabahumullahu bimaa qaaluuu jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiihaa wadzalika jazaa-ul muhsiniin(a);

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya.
Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).
―QS. 5:85
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Menyeru pada ketakwaan
5:85, 5 85, 5-85, Al Maa’idah 85, AlMaaidah 85, Al Maidah 85, AlMaidah 85, Al-Ma’idah 85

Tafsir surah Al Maa'idah (5) ayat 85

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 85. Oleh Kementrian Agama RI

Berdasarkan ucapan-ucapan mereka itu yang mengungkapkan keimanan dan keikhlasan mereka yang sungguh-sungguh kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka Dia memberi mereka ganjaran pahala, yaitu surga di mana mereka memperoleh kenikmatan dari karunia Allah yang berwujud kebun-kebun dan taman-taman yang indah, yang di bawah pohon-pohonnya terdapat sungai-sungai yang mengalir.
Mereka kekal di dalamnya dan senang tinggal di sana, dan Allah tidak akan mengeluarkan mereka dari dalamnya.
Pada hakikatnya keindahan dan kenikmatan yang akan diperoleh di dalam surga itu tak dapat digambarkan dengan kata-kata.
Dan surga itu akan dikaruniakan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh semasa ia hidup di dunia ini.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Karena pengakuan mereka, Allah memberikan pahala berupa surga-surga yang dialiri bermacam sungai di bawah pepohonan dan istana-istananya.
Mereka hidup kekal di dalamnya.
Balasan yang mereka terima itu adalah balasan bagi setiap orang yang berbuat kebaikan seperti mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, yaitu surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sedang mereka kekal di dalamnya.

Dan itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan) yang ikhlas keimanannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Berkat ucapan kebanggaan terhadap keimanan mereka kepada Islam yang mereka ucapkan dan harapan mereka agar bisa bersama orang-orang yang shalih, Allah membalas mereka dengan surga yang mengalir dibawah pohon dan istana-istananya sungai-sungai.
Mereka tinggal di dalamnya tidak keluar darinya dan tidak akan berpindah darinya.
Itulah balasan bagi kebaikan mereka dalam berkata dan beramal.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.

Yakni Allah membalas mereka sebagai pahala atas iman mereka, kepercayaan dan pengakuan mereka kepada perkara yang hak, yaitu berupa:

Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedangkan mereka kekal di dalamnya.

Yakni mereka tinggal di dalam surga untuk selamanya, tidak akan pindah dan tidak akan fana.

Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan.

Yakni karena mereka mengikuti perkara yang hak dan taat kepadanya di mana pun perkara yang hak ada dan kapan saja serta dengan siapa pun, mereka tetap berpegang kepada perkara yang hak.


Informasi Surah Al Maa'idah (المائدة)
Surat Al Maa-idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa’

Surat ini dinamakan “Al Maa-idah” (hidangan), karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi ‘Isa ‘alaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa-idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Dan dinamakan dengan “Al Uqud” (perjan­jian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba­ hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga “Al Munqidz” (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isa ‘alaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s.

Hukum:

Keharusan memenuhi perjanjian
hukum melanggar syi’ar Allah
makanan yang di­halalkan dan yang diharamkan
hukum mengawini wanita ahli kitab
wudhu
tayammum
mandi
hukum membunuh orang
hukum mengacau dan mengganggu keamanan
hukum qishaas
hukum melanggar sumpah dan kafaaratnya
hukum khamar
berjudi
berkorban untuk berhala
mengundi nasib
hukum membunuh binatang waktu ihram
hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. menyuruh kaumnya memasuki Palestina
kisah Habil dan Qabil, kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa a.s

Lain-lain:

Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mu’min bersikap keras terhadap orang-orang kafir
penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ
keharusan jujur dan berlaku adil
sikap dalam menghadapi berita-berita bohong
akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim
kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi
kewajiban rasul hanya menyampaikan agama
sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam
Ka’bah sokoguru kehidupan manusia
peringat­an Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah
larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Maa'idah (5) ayat 85 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Maa'idah (5) ayat 85 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Maa'idah (5) ayat 85 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Maa'idah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 120 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 5:85
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Maa'idah.

Surah Al-Ma'idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā'idah, "Jamuan Hidangan") adalah surah ke-5 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada'.
Surah ini dinamakan Al-Ma'idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma'idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah 5
Nama Surah Al Maa'idah
Arab المائدة
Arti Jamuan (hidangan makanan)
Nama lain Al-'Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 112
Juz Juz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 120
Jumlah kata 2842
Jumlah huruf 12207
Surah sebelumnya Surah An-Nisa'
Surah selanjutnya Surah Al-An'am
4.7
Ratingmu: 4.3 (29 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/5-85









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim