Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 80 [QS. 5:80]

تَرٰی کَثِیۡرًا مِّنۡہُمۡ یَتَوَلَّوۡنَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا ؕ لَبِئۡسَ مَا قَدَّمَتۡ لَہُمۡ اَنۡفُسُہُمۡ اَنۡ سَخِطَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ وَ فِی الۡعَذَابِ ہُمۡ خٰلِدُوۡنَ
Tara katsiiran minhum yatawallaunal-ladziina kafaruu labi-asa maa qaddamat lahum anfusuhum an sakhithallahu ‘alaihim wafiil ‘adzaabi hum khaaliduun(a);
Kamu melihat banyak di antara mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik).
Sungguh, sangat buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri, yaitu kemurkaan Allah, dan mereka akan kekal dalam azab.
―QS. Al Maa’idah [5]: 80

You see many of them becoming allies of those who disbelieved.
How wretched is that which they have put forth for themselves in that Allah has become angry with them, and in the punishment they will abide eternally.
― Chapter 5. Surah Al Maa’idah [verse 80]

تَرَىٰ kamu melihat

You see
كَثِيرًا kebanyakan

many
مِّنْهُمْ diantara mereka

of them
يَتَوَلَّوْنَ (mereka) menjadikan pemimpin

taking as allies
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieved.
لَبِئْسَ sungguh amat buruk

Surely evil
مَا apa

(is) what
قَدَّمَتْ telah disediakan

sent forth
لَهُمْ bagi mereka

for them
أَنفُسُهُمْ diri mereka sendiri

their souls,
أَن bahwa

that
سَخِطَ kemurkaan

became angry
ٱللَّهُ Allah

Allah
عَلَيْهِمْ atas mereka

with them
وَفِى dan didalam

and in
ٱلْعَذَابِ siksaan

the punishment
هُمْ mereka

they
خَٰلِدُونَ (mereka) kekal

(will) abide forever.

Tafsir

Alquran

Surah Al Maa’idah
5:80

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 80. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah ayat yang lalu menerangkan keburukan tingkah laku nenek moyang orang Yahudi (Bani Israil) maka ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad menyaksikan sendiri tingkah laku orang-orang kafir Bani Israil yang ada pada zamannya, yaitu kebanyakan mereka tolong-menolong dengan orang musyrik dari kalangan Arab (kaum Nabi sendiri) dalam usaha memerangi Nabi Muhammad.
Pekerjaan yang mereka lakukan itu adalah sangat buruk sekali karena hanya mengikuti perintah hawa nafsu dan hasutan.

Perbuatan itu menimbulkan kemurkaan Allah yang karenanya mereka pasti mendapat balasan daripada-Nya berupa azab api neraka untuk selama-lamanya.
Orang-orang yang lepas dari api neraka adalah mereka yang mengerjakan pekerjaan yang diridai Allah.

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 80. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kami melihat kebanyakan Bani Israil bersekutu dengan orang-orang musyrik.
Mereka menjadikan orang-orang musyrik itu sebagai penolong, saling membahu dalam memerangi Islam.


Sesungguhnya kejahatan ini merupakan perbuatan yang mereka simpan dalam diri mereka, agar mendapatkan ganjaran yang berupa murka Allah dan kekekalan siksa di dalam neraka Jahanam.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kamu melihat wahai Rasul banyak orang-orang dari kaum Yahudi mengangkat orang-orang musyrikin sebagai pemimpin bagi mereka.
Apa yang mereka lakukan, yaitu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin, benar-benar buruk dimana ia menjadi sebab murka Allah atas mereka dan kekalnya mereka di dalam siksa Allah di hari Kiamat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kamu melihat) wahai Muhammad


(kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir/musyrik) dari kalangan penduduk Mekah karena membencimu.


(Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka) yaitu berupa amal perbuatan untuk bekal mereka di akhirat yang akibatnya


(Allah murka terhadap mereka dan mereka akan kekal dalam siksaan.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong aengan orang-orang kafir (musyrik).

Menurut Mujahid, mereka adalah orang-orang munafik.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka.

Yang dimaksud dengan hal tersebut ialah mereka berpihak kepada orang-orang kafir dan meninggalkan orang-orang mukmin, yang akibatnya hati mereka menjadi munafik dan Allah murka terhadap mereka dengan murka yang terus-menerus sampai hari mereka dikembalikan kepada-Nya.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

…yaitu kemurkaan Allah kepada mereka.

Ayat ini mengandung pengertian sebagai celaan terhadap perbuatan mereka itu.
Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala, memberitahukan bahwa mereka mengalami nasib berikut:

…dan mereka akan kekal dalam siksaan.

Yakni kelak di hari kiamat.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ali, dari Al-A’masy dengan sanad yang disebutkannya:
Hai semua orang muslim, jauhilah oleh kalian perbuatan zina, karena sesungguhnya perbuatan zina itu mengakibatkan enam perkara, tiga di dunia, dan tiga lagi di akhirat.
Adapun di dunia, maka sesungguhnya perbuatan zina itu dapat menghapuskan ketampanan (kewibawaan), mengakibatkan kefakiran, dan mengurangi umur.
Adapun yang di akhirat, maka sesungguhnya perbuatan zina itu memastikan murka Tuhan, hisab yang buruk dan kekal dalam neraka Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:

Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan mereka akan kekal dalam siksaan.

Unsur Pokok Surah Al Maa’idah (المائدة)

Surat Al-Ma’idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu Isaalaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isaalaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).

Dan dinamakan dengan "Al Uqud" (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga "Al Munqidz" (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isaalaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

▪ Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi perjanjian.
Hukum melanggar syiar Allah.
▪ Makanan yang dihalalkan dan yang diharamkan.
Hukum mengawini wanita ahli kitab.
Wudhu.
Tayammum.
▪ Mandi.
Hukum membunuh orang.
Hukum mengacau dan mengganggu keamanan.
Hukum qishas.
Hukum melanggar sumpah dan kafarat-nya.
Hukum khamar (minuman yang memabukkan).
▪ Berjudi.
▪ Berkorban untuk berhala.
▪ Mengundi nasib.
Hukum membunuh binatang waktu ihram.
Hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam menyuruh kaumnya memasuki Palestina.
▪ Kisah Habil dan Qabil.
▪ Kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir.
▪ Penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Keharusan jujur dan berlaku adil.
▪ Sikap dalam menghadapi berita-berita bohong.
▪ Akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim.
▪ Kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan agama.
▪ Sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam.
▪ Ka’bah sokoguru kehidupan manusia.
▪ Peringatan Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah.
▪ Larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.

Audio

QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 120 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 120

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Maa'idah ayat 80 - Gambar 1 Surah Al Maa'idah ayat 80 - Gambar 2
Statistik QS. 5:80
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Maa’idah.

Surah Al-Ma’idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā’idah, “Jamuan Hidangan”) adalah surah ke-5 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada’.
Surah ini dinamakan Al-Ma’idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma’idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah5
Nama SurahAl Maa’idah
Arabالمائدة
ArtiJamuan (hidangan makanan)
Nama lainAl-‘Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu112
JuzJuz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat120
Jumlah kata2842
Jumlah huruf12207
Surah sebelumnyaSurah An-Nisa’
Surah selanjutnyaSurah Al-An’am
Sending
User Review
4.6 (14 votes)
Tags:

5:80, 5 80, 5-80, Surah Al Maa'idah 80, Tafsir surat AlMaaidah 80, Quran Al Maidah 80, AlMaidah 80, Al-Ma'idah 80, Surah Al Maidah ayat 80

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 41 [QS. 68:41]

40-41. Apa yang dinyatakan di atas pun jelas tidak ada. Kalau begitu tanyakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka, “Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil … 68:41, 68 41, 68-41, Surah Al Qalam 41, Tafsir surat AlQalam 41, Quran Al-Qalam 41, Surah Al Qolam ayat 41

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 1 [QS. 17:1]

Pada akhir Surah an-Nahl mengandung pesan kepada Nabi Muhammad agar bersabar dan tidak bersedih hati disebabkan tipu daya dan penolakan orang-orang yang menentang dakwahnya. Di saat beliau mengalami k … 17:1, 17 1, 17-1, Surah Al Israa 1, Tafsir surat AlIsraa 1, Quran Al Isra 1, Al-Isra’ 1, Surah Al Isra ayat 1

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … boleh sunnah mubah makruh haram Benar! Kurang tepat! Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali

Pendidikan Agama Islam #24

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya … buah zaitun buah kurma buah anggur buah segar buah tin Benar! Kurang tepat! Dalam

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … bismika alam nasyrah alam dunya alam tara alam yaj’al Benar! Kurang tepat! Penjelasan:أَلَمْ نَشْرَحْ

Instagram