Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 72 [QS. 5:72]

لَقَدۡ کَفَرَ الَّذِیۡنَ قَالُوۡۤا اِنَّ اللّٰہَ ہُوَ الۡمَسِیۡحُ ابۡنُ مَرۡیَمَ ؕ وَ قَالَ الۡمَسِیۡحُ یٰبَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اعۡبُدُوا اللّٰہَ رَبِّیۡ وَ رَبَّکُمۡ ؕ اِنَّہٗ مَنۡ یُّشۡرِکۡ بِاللّٰہِ فَقَدۡ حَرَّمَ اللّٰہُ عَلَیۡہِ الۡجَنَّۃَ وَ مَاۡوٰىہُ النَّارُ ؕ وَ مَا لِلظّٰلِمِیۡنَ مِنۡ اَنۡصَارٍ
Laqad kafaral-ladziina qaaluuu innallaha huwal masiihuubnu maryama waqaalal masiihu yaa banii israa-iilaa’buduullaha rabbii warabbakum innahu man yusyrik billahi faqad harramallahu ‘alaihil jannata wama’waahunnaaru wamaa li-zhzhaalimiina min anshaarin;
Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata,
“Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.”
Padahal Al-Masih (sendiri) berkata,
“Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.”
Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka.
Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.
―QS. Al Maa’idah [5]: 72

Daftar isi

They have certainly disbelieved who say,
"Allah is the Messiah, the son of Mary"
while the Messiah has said,
"O Children of Israel, worship Allah, my Lord and your Lord."
Indeed, he who associates others with Allah – Allah has forbidden him Paradise, and his refuge is the Fire.
And there are not for the wrongdoers any helpers.
― Chapter 5. Surah Al Maa’idah [verse 72]

لَقَدْ sesungguhnya
Certainly
كَفَرَ telah kafir
disbelieved
ٱلَّذِينَ orang-orang yang
those who
قَالُوٓا۟ (mereka) mengatakan
say,
إِنَّ sesungguhnya
"Indeed
ٱللَّهَ Allah
Allah –
هُوَ Dia
He
ٱلْمَسِيحُ Al Masih
(is) the Messiah,
ٱبْنُ putera
son
مَرْيَمَ Maryam
(of) Maryam."
وَقَالَ dan berkata
While said
ٱلْمَسِيحُ Al Masih
the Messiah,
يَٰبَنِىٓ Wahai keturunan
"O Children
إِسْرَٰٓءِيلَ Israil
(of) Israel!
ٱعْبُدُوا۟ sembahlah
Worship
ٱللَّهَ Allah
Allah,
رَبِّى Tuhanku
my Lord
وَرَبَّكُمْ dan Tuhanmu
and your Lord."
إِنَّهُۥ sesungguhnya
Indeed, he
مَن barang siapa
who
يُشْرِكْ mempersekutukan
associates partners
بِٱللَّهِ dengan/kepada Allah
with Allah,
فَقَدْ maka sungguh
then surely
حَرَّمَ mengharamkan
(has) forbidden
ٱللَّهُ Allah
Allah
عَلَيْهِ atasnya
for him
ٱلْجَنَّةَ surga
Paradise
وَمَأْوَىٰهُ dan tempatnya
and his abode
ٱلنَّارُ neraka
(will be) the Fire.
وَمَا dan tidaklah
And not

Tafsir Al-Quran

Surah Al Maa’idah
5:72

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 72. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menegaskan dengan sesungguhnya bahwa orang Nasrani adalah orang-orang kafir karena mereka berkeyakinan bahwa Allah adalah Isa Almasih anak Maryam.
Pendirian inilah yang menjadikan mereka itu kafir dan sesat, karena mereka berlebih-lebihan memuji Isa `alaihis salam, sebagaimana orang Yahudi keterlaluan pula menghina Isa, terutama terhadap Maryam.

Pendirian orang-orang Nasrani terhadap nabi Isa `alaihis salam, tersebut adalah suatu pendirian yang dianut oleh mayoritas golongan Nasrani dan siapa saja di antara mereka yang menyimpang dari pendirian tersebut dianggap murtad.
Orang-orang Nasrani berpendirian bahwa Tuhan itu terdiri dari unsur-unsur yang mereka namakan tiga oknum, yaitu Bapak, Putra dan Rohulkudus.

Isa adalah putra, Allah adalah Bapak yang menjelma pada anak yang merupakan Rohulkudus dan mereka adalah tiga kesatuan yang tidak terpisah-pisah.
Dengan demikian Allah itu adalah Isa dan Isa itu adalah Allah.

Pendirian mereka ini sangat menyimpang dari kebenaran, karena Isa sendiri berkata kepada Bani Israil supaya mereka menyembah Allah yaitu Tuhan bagi Isa dan Tuhan bagi Bani Israil.
Jadi ayat ini jelas menunjukkan pengakuan langsung dari Isa bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Allah semata.

Tegasnya seruan-seruan Nabi Isa kepada Bani lsrail seperti yang diterangkan oleh ayat ini untuk menegaskan agama Tauhid.
Hal itu dapat dilihat di dalam kitab-kitab Injil yang asli.

Dalam Perjanjian Baru, Markus xii.
28-30, ketika seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus,
"Hukum yang terutama ialah :
Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.

Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap kekuatanmu."
Begitu juga Matius iv.10, Yesus memarahi setan karena mau menyembah yang selain Allah, Lukas xviii.
19 dan Yohanes xx.17.
Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Isa dengan tegas berkata bahwa orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu baik dengan malaikat atau dengan bintang atau dengan batu, maka orang itu tidak akan mendapat surga dan tempatnya adalah di dalam neraka, karena orang yang mempersekutukan Allah itu adalah orang yang berbuat zalim kepada diri mereka itu sendiri yang karenanya tidak wajar mendapat pembelaan dari pertolongan Allah.

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 72. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidak beriman kepada Allah orang-orang yang mengira bahwa Allah masuk ke dalam tubuh ‘Isa putra Maryam dan menjadikan ‘Isa sebagai Tuhan, sebagaimana dikatakan orang-orang Nasrani sekarang ini.
Padahal, ‘Isa sendiri terbebas dari sangkaan itu.


Sesungguhnya ‘Isa memerintahkan Bani Israil agar dengan tulus beriman kepada Allah semata dengan mengatakan,
"Sesungguhnya Allahlah yang menciptakan aku dan kalian, dan menguasai segala urusan kita.
Barangsiapa mengira bahwa Allah mempunyai sekutu, maka neraka adalah ganjaran baginya.


Ia tidak akan masuk surga selamanya karena telah melampaui batas-batas yang telah ditentukan Allah.
Orang-orang yang melampaui batas dan berbuat zalim, tidak akan mendapatkan penolong yang menyelamatkan mereka dari siksaan-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah bahwa orang-orang yang berkata bahwa Allah adalah Al Masih putra Maryam telah kafir akibat dari apa yang mereka ucapkan tersebut.
Allah mengabarkan bahwa Al Masih berkata kepada Bani Israil,
"Sembahlah Allah semata dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, karena saya dengan kalian dalam perkara penghambaan adalah sama.


Sesungguhnya barangsiapa menyembah sesuatu selain Allah, maka Allah telah mengharamkan surga atasnya dan menjadikan neraka sebagai tempat tinggalnya, dan dia tidak mempunyai penolong yang bisa mengentaskannya darinya."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan,
"Sesungguhnya Allah ialah Almasih putra Maryam.") di masa sebelumnya telah terjadi hal yang serupa


(padahal telah berkata) kepada mereka


(Almasih,
"Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu) sesungguhnya aku ini hanyalah seorang hamba Allah dan bukan Tuhan


(sesungguhnya orang-orang yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah) menyembah kepada selain Allah


(maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga) Allah melarangnya untuk memasuki surga


(dan tempatnya ialah neraka dan tidak ada bagi orang-orang lalim itu seorang) lafal min adalah tambahan


(penolong.") yang dapat mencegah siksaan Allah terhadap diri mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, Berfirman menjatuhkan keputusan kafir terhadap beberapa golongan dari kaum Nasrani —yaitu golongan Malakiyah, Ya’qubiyah, dan Nusturiyah— karena sebagian dari mereka mengatakan bahwa Al-Masih adalah tuhan.
Mahatinggi Allah dari apa yang mereka katakan dan Mahasuci dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.
Dalam keterang­an sebelumnya telah disebutkan, mereka telah diberi tahu bahwa Al-Masih itu adalah hamba dan utusan Allah.
Kalimat yang mula-mula diucapkannya selagi ia masih berada dalam buaian ialah,
"Sesungguhnya aku adalah hamba Allah!’ Dan ia tidak mengatakan bahwa dirinya adalah Allah, tidak pula sebagai anak Allah, melainkan dia mengatakan:

Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
(QS. Maryam [19]: 30)
Sampai dengan beberapa ayat berikutnya, yaitu firman-Nya:
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian.
Ini adalah jalan yang lurus.
(QS. Maryam [19]: 36)

Demikian pula di saat masa dewasanya dan telah diangkat menjadi nabi, dia mengatakan kepada mereka seraya memerintahkan agar mereka menyembah Allah, Tuhannya dan Tuhan mereka semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Karena itulah dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya:

…padahal Al-Masih (sendiri) berkata,
"Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhan kalian."
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah.


yaitu menyembah selain Allah bersama Dia.

…maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka

Yakni Allah memastikannya menjadi penghuni neraka dan mengharam­kan surga atasnya.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah dalam firman lainnya, yaitu:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
(QS. An-Nisa’ [4]: 48)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman:

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga,
"Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepada kalian."
Mereka (penghuni surga) menjawab,
"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir."(QS. Al-A’raf [7]: 50)

Di dalam kitab Sahih disebutkan bahwa Nabi ﷺpernah memerintah­kan seorang juru penyeru untuk menyerukan di kalangan khalayak ramai, bahwa sesungguhnya surga itu tiada yang dapat masuk ke dalamnya kecuali jiwa yang muslim.
Menurut lafaz yang lain disebutkan jiwa yang mukmin.
Dalam pembahasan sebelumnya, yaitu pada permulaan tafsir surat An-Nisa, tepatnya pada pembahasan firman-Nya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (QS. An-Nisa’ [4]: 48)

Disebutkan sebuah hadis melalui Yazid ibnu Babnus, dari Siti Aisyah, bahwa diwan (catatan amal) itu ada tiga macam.
Lalu disebutkan salah satunya, yaitu suatu diwan yang Allah tidak mau memberikan ampunan padanya, yaitu dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan selain-Nya).
Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:
Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga.

Hadis ini terdapat di dalam kitab Musnad Imam Ahmad.
Karena itu, dalam surat ini disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, menceritakan keadaan Al-Masih, bahwa dia telah mengatakan kepada kaum Bani Israil:

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tem­patnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun

Yakni di hadapan Allah dia tidak memperoleh seorang penolong pun, tiada yang membantunya dan tiada pula yang dapat menyelamatkan dia dari apa yang dialaminya.

Unsur Pokok Surah Al Maa’idah (المائدة)

Surat Al-Ma’idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa’.

Surat ini dinamakan "Al Maa’idah" (hidangan), karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi ‘Isaalaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isaalaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).

Dan dinamakan dengan "Al Uqud" (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga "Al Munqidz" (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isaalaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

▪ Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi perjanjian.
Hukum melanggar syiar Allah.
▪ Makanan yang dihalalkan dan yang diharamkan.
Hukum mengawini wanita ahli kitab.
Tayammum.
▪ Mandi.
Hukum membunuh orang.
Hukum mengacau dan mengganggu keamanan.
Hukum qishas.
Hukum melanggar sumpah dan kafarat-nya.
Hukum khamar (minuman yang memabukkan).
▪ Berjudi.
▪ Berkorban untuk berhala.
▪ Mengundi nasib.
Hukum membunuh binatang waktu ihram.
Hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam menyuruh kaumnya memasuki Palestina.
▪ Kisah Habil dan Qabil.
▪ Kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir.
▪ Penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Keharusan jujur dan berlaku adil.
▪ Sikap dalam menghadapi berita-berita bohong.
▪ Akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim.
▪ Kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan agama.
▪ Sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam.
▪ Ka’bah sokoguru kehidupan manusia.
▪ Peringatan Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah.
▪ Larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.

Audio Murottal

QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 120 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 120

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Maa'idah ayat 72 - Gambar 1 Surah Al Maa'idah ayat 72 - Gambar 2 Surah Al Maa'idah ayat 72 - Gambar 3
Statistik QS. 5:72
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Maa’idah.

Surah Al-Ma’idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā’idah, “Jamuan Hidangan”) adalah surah ke-5 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada’.
Surah ini dinamakan Al-Ma’idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma’idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah 5
Nama Surah Al Maa’idah
Arab المائدة
Arti Jamuan (hidangan makanan)
Nama lain Al-‘Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 112
Juz Juz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 120
Jumlah kata 2842
Jumlah huruf 12207
Surah sebelumnya Surah An-Nisa’
Surah selanjutnya Surah Al-An’am
Sending
User Review
4.6 (20 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
5:72, 5 72, 5-72, Surah Al Maa'idah 72, Tafsir surat AlMaaidah 72, Quran Al Maidah 72, AlMaidah 72, Al-Ma'idah 72, Surah Al Maidah ayat 72
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 5:72

More Videos

Kandungan Surah Al Maa’idah

۞ QS. 5:1 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 5:2 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:3 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Islam agama yang diterima di sisi Allah

۞ QS. 5:5 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:6 Sifat Iradah (berkeinginan) • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 5:7 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 5:8 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 5:9 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 5:10 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 5:11 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 5:12 • Kewajiban beriman pada para rasul • Sifat surga dan kenikmatannya • Kembali kufur • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:13 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 5:14 • Keluasan ilmu Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:16 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:17 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:18 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 5:19 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:20 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:23 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Melihat sebab akibat

۞ QS. 5:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:26 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 5:27 • Perbuatan dan niat

۞ QS. 5:28 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:29 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar

۞ QS. 5:32 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 5:33 • Nama-nama hari kiamat • Bersikap keras terhadap orang kafir • Dosa-dosa besar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:34 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar

۞ QS. 5:35 • Bersegera dalam melakukan kebaikan • Mengharap wasilah (kedudukan)

۞ QS. 5:36 • Siksaan Allah sangat pedih • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:37 • Keabadian neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 5:38 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 5:39 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 5:40 • Segala sesuatu milik Allah • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:41 • Nama-nama hari kiamat • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 5:42 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 5:44 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:46 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 5:47 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:48 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kebenaran hari penghimpunan • Bersegera dalam melakukan kebaikan •

۞ QS. 5:49 Sifat Iradah (berkeinginan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 5:51 • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Perintah tidak mengikuti orang musyrikHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:52 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:53 • Siksa orang munafik • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 5:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 5:55 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Wali (Maha Pelindung) • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 5:56 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 5:57 • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir

۞ QS. 5:59 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:60 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:61 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 5:64 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Sifat Kamal (sempurna) • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:65 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Perbuatan yang menghalangi api neraka • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 5:66 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:67 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 5:68 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:69 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Nama-nama hari kiamat • Islamnya ahli kitab • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 5:71 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 5:72 Tauhid Rububiyyah • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 5:73 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Siksaan Allah sangat pedih • Al Wahid (Maha Esa) • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 5:74 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 5:76 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 5:78 • Azab orang kafir

۞ QS. 5:80 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:81 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:82 • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam

۞ QS. 5:83 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:84 Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman

۞ QS. 5:85 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 5:86 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:89 • Toleransi Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 5:90 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Meramal nasib mengakibatkan kekufuran • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 5:91 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Menjaga diri dari syetan • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 5:92 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:93 • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbuatan dan niat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 5:94 • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:95 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Toleransi Islam • Islam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 5:96 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 5:97 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 5:98 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:99 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 5:101 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 5:102 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:103 • Mendustai Allah

۞ QS. 5:104 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:105 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 5:106 • Wasiat mayit

۞ QS. 5:108 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:109 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib) • Kebenaran hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 5:110 • Peranan dan tugas Jibril

۞ QS. 5:111 • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 5:112 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:114 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki)

۞ QS. 5:115 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:116 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib)

۞ QS. 5:117 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Al Raqib (Maha Pengawas) • Al Syahid (Maha Menyaksikan) •

۞ QS. 5:118 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 5:119 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 5:120 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

Ayat Pilihan

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau & main-main.
Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan,
kalau mereka mengetahui.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 64

Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.
Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya & seorang ayah karena anaknya,
QS. Al-Baqarah [2]: 233

Serulah (manusia) pada jalan Tuhanmu dengan hikmah & pelajaran yang baik & bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sungguh Tuhanmu lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya & Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
QS. An-Nahl [16]: 125

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Correct! Wrong!

Surah yang menjelaskan bahwa ''Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta'', yaitu ...

Correct! Wrong!

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus Istilah Islam

Shahihain

Apa itu Shahihain? Shahihain merupakan Istilah Islam yang digunakan untuk menyebut kedua kitab Shahih milik Imam Bukhari dan Imam Muslim. Yang lebih dahulu menyusun kitab shahih adalah Imam Al-Bukhari...

Maimunah binti al-Harits

Siapa itu Maimunah binti al-Harits? Maimunah binti al-Harits al-Hilaliyyah al-‘Amiriyyah (bahasa Arab: ميمونة بنت الحارث الهلالية العامرية‎) (lahir pada tahun 59...

duafa

Apa itu duafa? du.a.fa orang-orang lemah (ekonominya dan sebagainya); daging kurban dibagi-bagikan kepada kaum fakir miskin dan duafa ۞ Variasi nama: fakir miskin … • fakir miskin