Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 42 [QS. 5:42]

سَمّٰعُوۡنَ لِلۡکَذِبِ اَکّٰلُوۡنَ لِلسُّحۡتِ ؕ فَاِنۡ جَآءُوۡکَ فَاحۡکُمۡ بَیۡنَہُمۡ اَوۡ اَعۡرِضۡ عَنۡہُمۡ ۚ وَ اِنۡ تُعۡرِضۡ عَنۡہُمۡ فَلَنۡ یَّضُرُّوۡکَ شَیۡئًا ؕ وَ اِنۡ حَکَمۡتَ فَاحۡکُمۡ بَیۡنَہُمۡ بِالۡقِسۡطِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ یُحِبُّ الۡمُقۡسِطِیۡنَ
Sammaa’uuna lilkadzibi akkaaluuna li-ssuhti fa-in jaa-uuka faahkum bainahum au a’ridh ‘anhum wa-in tu’ridh ‘anhum falan yadhurruuka syai-an wa-in hakamta faahkum bainahum bil qisthi innallaha yuhibbul muqsithiin(a);
Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram.
Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun.
Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
―QS. Al Maa’idah [5]: 42

Daftar isi

(They are) avid listeners to falsehood, devourers of (what is) unlawful.
So if they come to you, (O Muhammad), judge between them or turn away from them.
And if you turn away from them – never will they harm you at all.
And if you judge, judge between them with justice.
Indeed, Allah loves those who act justly.
― Chapter 5. Surah Al Maa’idah [verse 42]

سَمَّٰعُونَ orang-orang yang suka mendengarkan
Listeners
لِلْكَذِبِ pada yang bohong
to [the] falsehood,
أَكَّٰلُونَ orang-orang yang banyak memakan
devourers
لِلسُّحْتِ bagi yang haram
of the forbidden.
فَإِن maka jika
So if
جَآءُوكَ mereka datang kepadamu
they come to you
فَٱحْكُم maka putuskanlah
then judge
بَيْنَهُمْ diantara mereka
between them
أَوْ atau
or
أَعْرِضْ berpalinglah
turn away
عَنْهُمْ dari mereka
from them.
وَإِن dan jika
And if
تُعْرِضْ kamu berpaling
you turn away
عَنْهُمْ dari mereka
from them,
فَلَن maka tidak
then never
يَضُرُّوكَ mereka memudharatkan
will they harm you
شَيْـًٔا sedikitpun
(in) anything.
وَإِنْ dan jika
And if
حَكَمْتَ kamu memutuskan
you judge,
فَٱحْكُم maka putuskanlah
then judge
بَيْنَهُم diantara mereka
between them
بِٱلْقِسْطِ dengan adil
with [the] justice.
إِنَّ sesungguhnya
Indeed,
ٱللَّهَ Allah
Allah
يُحِبُّ Dia menyukai
loves
ٱلْمُقْسِطِينَ orang-orang yang berbuat adil
the ones who are just.

Tafsir Al-Quran

Surah Al Maa’idah
5:42

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 42. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini sekali lagi menjelaskan sifat-sifat Yahudi yang senang mendengar berita-berita bohong tentang pribadi dan kerasulan Nabi Muhammad ﷺ, untuk menunjukkan bahwa perbuatan orang Yahudi itu selalu didasarkan atas hal-hal yang tidak benar dan bohong;
satu sifat yang amat jelek, hina dan merusak.


Di samping itu mereka juga banyak menerima uang suap yaitu suatu pemberian dengan maksud untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar.

Hal yang demikian telah menjadi salah satu mata pencaharian mereka, terutama penguasa-penguasa.
Hukum dipermainkan, yang memegang peranan dan menentukan pada waktu itu ialah suap.

Siapa yang kuat memberi uang suap, dialah yang akan menang dalam perkara, sekalipun nyata-nyata ia bersalah.


Kalau ada di antara orang-orang Yahudi itu seorang yang tidak senang dan tidak setuju pada perbuatan atasannya yang kotor, lalu ia datang kepada Nabi Muhammad dan meminta diputuskan perkaranya;
Rasul boleh memilih, menerima permintaan mereka dan memutuskan perkaranya, atau menolaknya.

Mereka tidak akan dapat memberi mudarat sedikit pun kepada Rasul apabila Rasul menolaknya.


Apabila Rasul menerima permintaan mereka, maka Rasul harus memutuskan perkara mereka dengan seadil-adilnya sesuai dengan yang telah diperintahkan, sejalan dengan syariat yang dibawa, dan tidak bertentangan dengan Alquran.

Allah senang dan rida kepada orang-orang yang berlaku adil.

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 42. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka adalah orang-orang yang suka mendengarkan berita bohong, banyak memakan harta haram yang tidak berkah seperti suap, riba dan lainnya.
Jika mereka datang kepadamu untuk meminta putusan perkara, maka putuskanlah perkara di antara mereka apabila dalam hal itu kamu mendapatkan kebaikan.


Atau, berpalinglah dari mereka.
Sebab jika kamu berpaling dari mereka, mereka tidak akan dapat mendatangkan bahaya sedikit pun kepadamu, karena Allah telah menjagamu dari manusia.


Jika kamu memutuskan perkara di antara mereka, maka putuskanlah dengan adil sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil, dan Dia akan menjaga serta memberi pahala kepada mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang Yahudi itu menggabungkan antara mendengarkan kebohongan dengan memakan yang haram.
Bila mereka datang untuk memintamu sebagai penengah bagi mereka, maka tetapkanlah keputusan di antara mereka atau biarkanlah mereka.


Bila kamu tidak menetapkan diantara mereka, maka mereka tidak akan mampu menimpakan mudharat apapun atas kalian.
Namun bila kamu menetapkan hukum diantara mereka, maka tetapkanlah dengan adil.


Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka orang-orang yang gemar mendengar berita-berita bohong dan banyak memakan yang haram) dibaca suht atau suhut, artinya barang haram seperti uang suap


(maka jika mereka datang kepadamu) untuk meminta sesuatu keputusan


(maka putuskanlah di antara mereka atau berpalinglah dari mereka) pilihan di antara alternatif ini dihapus/dinasakh dengan firman-Nya,
"…..
maka putuskanlah di antara mereka."
Oleh sebab itu jika mereka mengadukan hal itu kepada kita wajiblah kita memberikan keputusannya di antara mereka.
Dan ini merupakan yang terkuat di antara kedua pendapat Syafii.
Dan sekiranya mereka mengadukan perkara itu bersama orang Islam, maka hukum memutuskan itu wajib secara ijmak.


(Jika mereka berpaling daripadamu, maka sekali-kali tidak akan memberi mudarat kepadamu sedikit pun juga.
Dan jika kamu memutuskan) perkara di antara mereka


(maka putuskanlah di antara mereka dengan adil) tidak berat sebelah.


(Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil) dalam memberikan keputusan dan akan memberi mereka pahala.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala.,

Barang siapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) dari Allah.
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka.
Mereka beroleh kehina­an di dunia dan di akhirat, mereka beroleh siksaan yang besar.
Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong.


Yaitu kebatilan.

banyak memakan yang haram.

Yakni suka memakan hal yang haram, yaitu suap, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dalam takwil ayat ini.
Dengan kata lain, orang yang bersifat demikian mana mungkin hatinya dibersihkan oleh Allah, dan mana mungkin diperkenankan baginya.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman kepada Nabi-Nya:

Jika mereka datang kepadamu.

Yaitu mereka datang kepadamu untuk meminta putusan hukum.

maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, jika kamu berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan memberi mudarat kepadamu sedikit pun.

Yakni jangan menjadi beban bagimu jika kamu tidak mau memutuskan perkara di antara sesama mereka, karena sesungguhnya mereka bertujuan dalam permintaan keputusan mereka kepadamu hanya semata-mata untuk mencapai kesesuaian pendapat dengan hawa nafsu mereka, dan bukan karena ingin mencari hakikat kebenaran.

Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, As-Saddi, Zaid ibnu Aslam, Ata Al-Khurrasani, dan Al-Hasan serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa ayat di atas di-mansukh oleh firman-Nya:

…dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil.

Yakni dengan hak dan adil, sekalipun mereka adalah orang-orang yang zalim lagi keluar dari jalur keadilan.

…sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, mengingkari pendapat-pendapat mereka yang rusak dan tujuan mereka yang menyimpang karena mereka meninggal­kan apa yang mereka yakini kebenarannya dari kitab yang ada di tangan mereka sendiri.
Padahal menurut keyakinan mereka dianjurkan berpegang teguh kepada kitab mereka sendiri untuk selama-lamanya.
Tetapi ternyata mereka menyimpang dari hukum kitabnya dan menye­leweng kepada lainnya yang sejak semula menurut keyakinan mereka dianggap batil dan bukan merupakan pegangan mereka.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Maa’idah (5) Ayat 42

Diriwayatkan oleh al-Humaidi di dalam Musnad-nya, yang bersumber dari Jabir bin ‘Abdillah.
Hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, yang bersumber dari Abu Hurairah.
Bahwa seorang laki-laki dari suku Fadak telah berzina.
Orang-orang Fadak menulis surat kepada orang-orang Yahudi di Madinah agar mereka bertanya kepada Muhammad tentang hukuman bagi pezina itu.
Maka jika beliau memerintahkan dijilid (dipukuli), terimalah, dan jika beliau memerintahkan supaya dirajam, jangan diterima.
Orang-orang Yahudi di Madinah bertanya kepada Nabi ﷺ.
Nabi pun menjawab seperti yang tersebut dalam hadits di atas.kemudian diperintahkan agar orang tersebut dirajam.
Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Maa-idah: 42) sebagai tuntunan agar Nabi menetapkan hukum sesuai dengan hukum Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Maa’idah (5) Ayat 42

SUHT
لسُّحْت

Menurut bahasa, lafaz suht ini bermakna kebinasaan dan kehancuran.
Menurut istilah, ia bermakna penghasilan yang tidak halal dan lazimnya dicela seperti rasuah dan sebagainya, atau penghasilan yang haram.
Dinamakan demikian karena ia tidak akan kekal baginya, atau merusakkan ketaatan dan membinasakan martabat manusia.

Dalam Al Qur’an, lafaz ini disebut tiga kali yaitu dalam surah Al Maa’idah (5), ayat 42, 62 dan 63.
Al Qurtubi berkata,
"As suht ialah harta yang haram karena ia menghilangkan ketaatan terhadap agama.
Apabila agama hilang, binasalah martabat dan tidak ada martabat bagi siapa yang tidak ada agama baginya."

Ibnu Qutaibah berkata,
"As suht adalah harta rasuah berdasarkan riwayat Ibnu Mas’ud dan lain-lainnya."

Umar bin al Khattab berkata,
"Rasuah seorang hakim tergolong dari as suht"

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad, beliau bersabda, "Setiap daging yang tumbuh dengan as suht, maka api neraka lebih baik baginya" Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa ituas suht" Beliau menjawab, "Ia adalah rasuah dalam penghakiman."

Ibnu Khuwayz Mandad berkata,
"Tergolong dari as suht adalah seorang lelaki memakan dengan kedudukannya yaitu apabila ia memiliki kedudukan dan pangkat, lalu seorang meminta kepadanya sesuatu hajat dan ia tidak memperolehnya kecuali dengan merasuah, maka lelaki tadi mengambilnya."

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:303-304

Unsur Pokok Surah Al Maa’idah (المائدة)

Surat Al-Ma’idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa’.

Surat ini dinamakan "Al Maa’idah" (hidangan), karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi ‘Isaalaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isaalaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).

Dan dinamakan dengan "Al Uqud" (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga "Al Munqidz" (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isaalaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

▪ Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi perjanjian.
Hukum melanggar syiar Allah.
▪ Makanan yang dihalalkan dan yang diharamkan.
Hukum mengawini wanita ahli kitab.
Tayammum.
▪ Mandi.
Hukum membunuh orang.
Hukum mengacau dan mengganggu keamanan.
Hukum qishas.
Hukum melanggar sumpah dan kafarat-nya.
Hukum khamar (minuman yang memabukkan).
▪ Berjudi.
▪ Berkorban untuk berhala.
▪ Mengundi nasib.
Hukum membunuh binatang waktu ihram.
Hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam menyuruh kaumnya memasuki Palestina.
▪ Kisah Habil dan Qabil.
▪ Kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir.
▪ Penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Keharusan jujur dan berlaku adil.
▪ Sikap dalam menghadapi berita-berita bohong.
▪ Akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim.
▪ Kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan agama.
▪ Sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam.
▪ Ka’bah sokoguru kehidupan manusia.
▪ Peringatan Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah.
▪ Larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.

Audio Murottal

QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 120 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 120

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Maa'idah ayat 42 - Gambar 1 Surah Al Maa'idah ayat 42 - Gambar 2
Statistik QS. 5:42
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Maa’idah.

Surah Al-Ma’idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā’idah, “Jamuan Hidangan”) adalah surah ke-5 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada’.
Surah ini dinamakan Al-Ma’idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma’idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah 5
Nama Surah Al Maa’idah
Arab المائدة
Arti Jamuan (hidangan makanan)
Nama lain Al-‘Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 112
Juz Juz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 120
Jumlah kata 2842
Jumlah huruf 12207
Surah sebelumnya Surah An-Nisa’
Surah selanjutnya Surah Al-An’am
Sending
User Review
4.8 (28 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
5:42, 5 42, 5-42, Surah Al Maa'idah 42, Tafsir surat AlMaaidah 42, Quran Al Maidah 42, AlMaidah 42, Al-Ma'idah 42, Surah Al Maidah ayat 42
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 5:42

More Videos

Kandungan Surah Al Maa’idah

۞ QS. 5:1 • Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 5:2 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:3 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Islam agama yang diterima di sisi Allah

۞ QS. 5:5 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:6 • Sifat Iradah (berkeinginan) • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 5:7 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 5:8 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 5:9 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 5:10 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir •

۞ QS. 5:11 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 5:12 • Kewajiban beriman pada para rasul • Sifat surga dan kenikmatannya • Kembali kufur • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:13 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 5:14 • Keluasan ilmu Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:16 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:17 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:18 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 5:19 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:20 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:23 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Melihat sebab akibat

۞ QS. 5:24 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:25 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:26 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 5:27 • Perbuatan dan niat

۞ QS. 5:28 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:29 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar

۞ QS. 5:32 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 5:33 • Nama-nama hari kiamat • Bersikap keras terhadap orang kafir • Dosa-dosa besar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:34 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar

۞ QS. 5:35 • Bersegera dalam melakukan kebaikan • Mengharap wasilah (kedudukan)

۞ QS. 5:36 • Siksaan Allah sangat pedih • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:37 • Keabadian neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 5:38 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 5:39 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 5:40 • Segala sesuatu milik Allah • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:41 • Nama-nama hari kiamat • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 5:42 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 5:44 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:46 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 5:47 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:48 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kebenaran hari penghimpunan • Bersegera dalam melakukan kebaikan •

۞ QS. 5:49 • Sifat Iradah (berkeinginan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 5:51 • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:52 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:53 • Siksa orang munafik • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 5:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 5:55 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung) • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 5:56 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 5:57 • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir

۞ QS. 5:59 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:60 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:61 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 5:64 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Sifat Kamal (sempurna) • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:65 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Perbuatan yang menghalangi api neraka • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 5:66 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:67 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 5:68 • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:69 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Nama-nama hari kiamat • Islamnya ahli kitab • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 5:71 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 5:72 • Tauhid Rububiyyah • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 5:73 • Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Siksaan Allah sangat pedih • Al Wahid (Maha Esa) • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 5:74 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 5:76 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 5:78 • Azab orang kafir

۞ QS. 5:80 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:81 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:82 • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam

۞ QS. 5:83 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:84 • Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman

۞ QS. 5:85 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 5:86 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:89 • Toleransi Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 5:90 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Meramal nasib mengakibatkan kekufuran • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 5:91 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Menjaga diri dari syetan • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 5:92 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:93 • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbuatan dan niat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 5:94 • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:95 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Toleransi Islam • Islam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 5:96 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 5:97 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 5:98 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:99 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 5:101 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 5:102 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:103 • Mendustai Allah

۞ QS. 5:104 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:105 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 5:106 • Wasiat mayit

۞ QS. 5:108 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:109 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib) • Kebenaran hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 5:110 • Peranan dan tugas Jibril

۞ QS. 5:111 • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 5:112 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:114 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki)

۞ QS. 5:115 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:116 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib)

۞ QS. 5:117 • Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Raqib (Maha Pengawas) • Al Syahid (Maha Menyaksikan) •

۞ QS. 5:118 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 5:119 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 5:120 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

Ayat Pilihan

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah Maha Penyayang,
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
Maha Pemurah, Maha Penyayang
QS. Al-Fatihah [1]: 1-3

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka,
maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar & sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 3

Sesungguhnya Allah,
hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat,
dan Dialah Yang menurunkan hujan,
dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.
QS. Luqman [31]: 34

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya & ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
QS. Al-Baqarah [2]: 286

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Correct! Wrong!

+

Array

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus Istilah Islam

Dirham

Apa itu Dirham? Dirham or dirhem or “Dirhm” (درهم) merupakan satuan mata uang pada beberapa negara Arab, juga Tajikistan, dan dulunya, terkait dengan satuan massa (Ottoman dram) pada K...

subuh

Apa itu subuh? su.buh (1) waktu antara terbit fajar dan menjelang terbit matahari; waktu subuh; (2) waktu salat wajib setelah terbit fajar sampai menjelang matahari terbit; (3) (huruf awal ditulis k...

muktazilah

Apa itu muktazilah? muk.ta.zi.lah (1) yang mengasingkan diri; (2) kelompok orang yang memisahkan diri dari kelompok Muawiyah dan kelompok Hasan bin Ali setelah tahkim karena tidak setuju dengan keput...