Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 39 [QS. 5:39]

فَمَنۡ تَابَ مِنۡۢ بَعۡدِ ظُلۡمِہٖ وَ اَصۡلَحَ فَاِنَّ اللّٰہَ یَتُوۡبُ عَلَیۡہِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Faman taaba min ba’di zhulmihi wa-ashlaha fa-innallaha yatuubu ‘alaihi innallaha ghafuurun rahiimun;
Tetapi barangsiapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya.
Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
―QS. Al Maa’idah [5]: 39

But whoever repents after his wrongdoing and reforms, indeed, Allah will turn to him in forgiveness.
Indeed, Allah is Forgiving and Merciful.
― Chapter 5. Surah Al Maa’idah [verse 39]

فَمَن maka barang siapa

But whoever
تَابَ kembali/bertaubat

repented
مِنۢ dari

from
بَعْدِ sesudah

after
ظُلْمِهِۦ kedzalimannya

his wrongdoing
وَأَصْلَحَ dan ia memperbaiki diri

and reforms,
فَإِنَّ maka sesungguhnya

then indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
يَتُوبُ akan menerima taubat

will turn in forgiveness
عَلَيْهِ atasnya

to him.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
غَفُورٌ Maha Pengampun

(is) Oft-Forgiving,
رَّحِيمٌ Maha Penyayang

Most Merciful.

Tafsir

Alquran

Surah Al Maa’idah
5:39

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 39. Oleh Kementrian Agama RI


Pada zaman Rasulullah ﷺ, ada seorang perempuan mencuri.
Hal ini dilaporkan kepada Rasulullah ﷺ oleh orang yang kecurian.

Mereka berkata,
"Inilah perempuan yang telah mencuri harta benda kami, kaumnya akan menebusnya."
Nabi bersabda
"Potonglah tangannya.
"
Kaumnya menjelaskan:
"Kami berani menebusnya lima ratus dinar."
Nabi bersabda,
"Potonglah tangannya.
"
Maka dipotonglah tangan kanan perempuan itu.
Kemudian ia bertanya,
"Apakah tobat saya ini masih bisa diterima, ya Rasulullah?"Beliau menjawab,
"Ya, engkau hari ini bersih dari dosamu seperti pada hari engkau dilahirkan oleh ibumu.
"
Maka turunlah ayat ini.


Perempuan tersebut dari kabilah Bani Makhzum, yang sangat mendapat perhatian dari pembesar-pembesar Quraisy.

Mula-mula mereka berusaha agar perempuan tersebut bebas dari hukuman potong tangan.
Lalu mereka mencari siapa kira-kira yang dapat menghubungi Rasulullah untuk membicarakan hal tersebut.

Kemudian ditunjuklah Usamah bin Zaid karena ia adalah kesayangan Rasulullah.
Ketika Usamah bin Zaid mengunjungi Rasulullah, dan membicarakan hal tersebut, maka Rasulullah menjadi marah dan bersabda,
"Apakah engkau akan membela sesuatu yang telah ditetapkan had dan hukumnya oleh Allah ‘azza wa jalla?"
Usamah menjawab
"Maafkanlah saya, wahai Rasulullah."
Sesudah itu Rasulullah berpidato, antara lain beliau bersabda,

اِنَّمَا اَهْلَكَ الَّذِيْنَ قَبْلَكُمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا اِذَا سَرَقَ فِيْهِمْ الشَّرِيْفُ تَرَكُوْهُ وَاِذَا سَرَقَ فِيْهِمْ الضَّعِيْفُ اَقَامُوْا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَايْمُ اللّٰهِ لَوْ اَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا

Bahwasanya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu ialah karena sesungguhnya mereka apabila yang mencuri di antara mereka adalah orang-orang terkemuka, maka mereka membiarkannya, apabila yang mencuri itu orang-orang lemah, mereka itu dijatuhi hukuman.
Saya, demi Allah yang diriku berada di dalam tangan-Nya, andaikata Fatimah anak Muhammad mencuri, pastilah saya potong tangannya."
Kemudian diperintahkanlah memotong tangan perempuan itu, maka dipotonglah tangannya.
(Riwayat asy-Syaikhan dari ‘Aisyah).


Jadi barang siapa bertobat dari perbuatannya, dan berjanji tidak akan mencuri lagi, setelah ia menganiaya dirinya dan menjelekkan nama baiknya, serta menodai kesucian kaumnya, dengan mengembalikan curiannya, maka ia diampuni Allah karena Allah Maha Pengampun bagi orang yang telah bertaubat.
Dia Maha Penyayang bagi orang yang rendah hati yang suka mengakui kesalahannya.

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 39. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Barangsiapa bertobat, memperbaiki perbuatannya dan beristikamah setelah melakukan kezaliman, maka Allah akan menerima pertobatannya.
Sesungguhnya Allah Mahaluas ampunan dan rahmat-Nya

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Barangsiapa yang bertaubat setelah dia mencuri dan melakukan perbaikan dalam segala amal perbuatannya, maka Allah menerima taubatnya.
Sesungguhnya Allah Maha menerima taubat hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Siapa yang tobat setelah keaniayaannya) artinya tidak mencuri lagi


(dan memperbaiki diri) atau amalnya


(maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya.
Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) untuk menguraikan ini telah kita kemukakan keterangan yang lalu.
Maka dengan tobatnya itu tidaklah gugur hak manusia berupa hukum potong dan pengembalian harta.
Kemudian sunah menyatakan bahwa jika yang punya hak memberi maaf sebelum diadukan kepada imam, gugurlah hukum potong itu terhadapnya.
Dan inilah yang menjadi pendapat Syafii.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Yakni barang siapa sesudah melakukan tindak pidana pencurian, lalu bertobat dan kembali kepada jalan Allah, sesungguhnya Allah menerima tobatnya, menyangkut dosa antara dia dan Allah.
Adapun mengenai harta orang lain yang telah dicurinya, maka dia harus mengembali­kannya kepada pemiliknya atau menggantinya (bila telah rusak atau terpakai).
Demikianlah menurut takwil yang dikemukakan oleh jumhur ulama.

Imam Abu Hanifah mengatakan,
"’Manakala pelaku pencurian telah menjalani hukum potong tangan, sedangkan barang yang dicurinya telah rusak di tangannya, maka dia tidak dibebani mengembalikan gantinya."

Al-Hafiz Abul Hasan Ad-Daraqutni telah meriwayatkan sebuah hadis melalui Abu Hurairah:

bahwa didatangkan kepada Rasulullah ﷺ seorang yang telah mencuri sebuah kain selimut.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
"Aku tidak menyangka dia mencuri."
Si pencuri menjawab,
"Memang benar, saya telah mencuri, wahai Rasulullah."Nabi ﷺ bersabda,
"Bawalah dia dan potonglah tangannya, kemudian obatilah dan hadapkanlah dia kepadaku."
Setelah tangannya dipotong, lalu ia dihadapkan lagi kepada Nabi ﷺ Maka Nabi ﷺ bersabda,
"Bertobatlah kamu kepada Allah!"
Si pencuri menjawab,
"Aku telah bertobat kepada Allah."Nabi ﷺ bersabda,
"Allah menerima tobatmu."

Hadis ini telah diriwayatkan melalui jalur lain secara mursal.
Hadis yang berpredikat mursal dinilai kuat oleh Ali ibnul Madini dan Ibnu Khuzaimah.

Ibnu Majah telah meriwayatkan melalui hadis Ibnu Luhai’ah, dari Yazid ibnu Abu Habib, dari Abdur Rahman ibnu Sa’labah Al-Ansari, dari ayahnya, bahwa Umar ibnu Samurah ibnu Habib ibnu Abdu Syams datang kepada Nabi ﷺ, lalu ia berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah mencuri seekor unta milik Nabi ﷺ mengirimkan utusan kepada mereka (Nabi ﷺ memerintahkan agar dilakukan hukum potong tangan terhadap Umar ibnu Samurah.
Lalu tangan Umar ibnu Samurah dipotong, sedangkan Umar ibnu Samurah berkata (kepada tangannya):
Segala puji bagi Allah Yang telah membersihkan diriku darimu, kamu hendak memasukkan tubuhku ke dalam neraka.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Daud, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai’ah, dari Huyay ibnu Abdullah ibnu Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Amr yang telah menceritakan bahwa seorang wanita mencuri sebuah perhiasan, lalu orang-orang yang kecurian olehnya datang menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata,
"Wahai Rasulullah, wanita ini telah mencuri milik kami."
Maka Rasulullah ﷺbersabda :
Potonglah tangan kanannya (Setelah menjalani hukum potong tangan) wanita itu bertanya,
"Apakah masih ada jalan untuk bertobat?"
Rasulullah ﷺ bersabda:
Engkau sekarang (terbebas) dari dosamu sebagaimana keadaan­mu di hari ketika kamu dilahirkan oleh ibumu.
Abdullah ibnu Amr melanjutkan kisahnya,
"Lalu Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan firman-Nya:

Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri.
maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’


Imam Ahmad telah meriwayatkan hal yang lebih sederhana dari itu.
Ia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai’ah, telah menceritakan kepadaku Huyay ibnu Abdullah, dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Amr, bahwa seorang wanita pernah melakukan pencurian di masa Rasulullah ﷺ Lalu orang-orang yang kecurian olehnya membawanya datang menghadap Rasulullah ﷺ Mereka berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya wanita ini telah mencuri barang kami."
Lalu kaumnya berkata,
"Taksirlah kerugian yang diakibatkannya, kami bersedia menebusnya."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Potonglah tangannya! Mereka (kaumnya) berkata,
"Kami bersedia menebusnya dengan yang sebanyak lima ratus dinar."
Tetapi Rasulullah ﷺ bersabda:
Potonglah tangannya! Maka tangan kanan wanita itu dipotong.
Lalu wanita itu berkata,
"Wahai Rasulullah, apakah masih ada tobat bagiku?"
Rasulullah ﷺ bersabda:
Ya, pada hari ini engkau terbebas dari dosamu sebagaimana keadaanmu ketika dilahirkan oleh ibumu.
Maka Allah menurunkan firman-Nya di dalam surat Al-Maidah, yaitu:

Maka barang siapa bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesu­dah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Wanita yang disebutkan di dalam hadis ini berasal dari Bani Makhzum, hadis yang menceritakan perihal dia disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui riwayat Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah.
Disebutkan bahwa orang-orang Quraisy merasa kesusahan dalam menangani kasus pen­curian yang dilakukan oleh seorang wanita (dari kalangan mereka) pada masa Nabi ﷺ, tepatnya di masa perang kemenangan atas kota Mekah.

Mereka berkata,
"Siapakah yang berani meminta grasi kepada Rasulullah ﷺ untuknya?"
Mereka menjawab, ‘Tiada yang berani meminta grasi kepada Rasulullah ﷺ kecuali Usamah ibnu Zaid, orang kesayangan Rasulullah ﷺ"
Kemudian wanita itu dihadapkan kepada Rasulullah ﷺ, lalu Usamah berbicara kepada Rasulullah ﷺ, meminta grasi untuk wanita itu.
Maka Wajah rasulullah berbubah memerah.
Lalu bersabda :
Apakah kamu berani meminta grasi menyangkut suatu hukuman had yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, ?
Maka Usamah ibnu Zaid berkata kepadanya,
"Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampun kepada Allah untukku."
Kemudian pada sore harinya Rasulullah ﷺ berdiri dan berkhot­bah.
Pada mulanya beliau membuka khotbahnya dengan pujian kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, kemudian bersabda:
Amma Ba’du.
Sesungguhnya telah binasa orang-orang (umat-umat) sebelum kalian hanyalah karena bilamana ada seseorang yang terhormat dari kalangan mereka mencuri, maka mereka membiarkannya.
Dan bilamana ada seorang yang lemah (orang kecil) dari kalangan mereka mencuri, maka mereka menegakkan hukuman had terhadapnya.
Dan sesungguhnya aku sekarang, demi Tuhan Yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan­nya, seandainya Fatimah binti Muhammad (yakni putrinya) mencuri, niscaya aku potong tangannya.
Kemudian wanita yang telah mencuri itu diperintahkan untuk dijatuhi hukuman, lalu tangannya dipotong.
Siti Aisyah mengatakan bahwa sesudah itu wanita tersebut melakukan tobatnya dengan baik dan menikah, lalu dia datang dan melaporkan mengenai kemiskinan yang dialaminya kepada Rasulullah ﷺ

Demikian menurut lafaz yang ada pada Imam Muslim.

Menurut lafaz lain yang juga ada pada Imam Muslim, dari Siti Aisyah, disebutkan bahwa Siti Aisyah mengatakan,
"Pada mulanya wanita dari kalangan Bani Makhzum itu meminjam sebuah barang, lalu dia mengingkarinya, maka Rasulullah ﷺ memerintahkan agar tangannya dipotong."


Ibnu Umar menceritakan, bahwa dahulu ada seorang wanita dari kalangan Bani Makhzum meminjam sebuah barang melalui orang lain, lalu dia mengingkarinya, maka Rasulullah ﷺ memerintahkan agar tangannya dipotong.
Imam Ahmad dan Imam Abu Daud telah meriwayatkannya dan demikianlah bunyi lafaznya.

Menurut lafaz yang lain, seorang wanita meminjam perhiasan milik orang lain, kemudian ia memilikinya.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Hendaklah wanita ini bertobat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengembalikan apa yang telah diambilnya kepada kaum yang memilikinya.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
Bangkitlah kamu, hai Bilal, dan peganglah tangannya, lalu potonglah.

Hukumhukum mengenai pencurian ini diketengahkan oleh banyak hadis yang semuanya disebutkan di dalam kitab fiqih.

Unsur Pokok Surah Al Maa’idah (المائدة)

Surat Al-Ma’idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu IsaIsaIsaazab Allah.

Keimanan:

▪ Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi perjanjian.
Hukum melanggar syiar Allah.
▪ Makanan yang dihalalkan dan yang diharamkan.
Hukum mengawini wanita ahli kitab.
Wudhu.
Tayammum.
▪ Mandi.
Hukum membunuh orang.
Hukum mengacau dan mengganggu keamanan.
Hukum qishas.
Hukum melanggar sumpah dan kafarat-nya.
Hukum khamar (minuman yang memabukkan).
▪ Berjudi.
▪ Berkorban untuk berhala.
▪ Mengundi nasib.
Hukum membunuh binatang waktu ihram.
Hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam menyuruh kaumnya memasuki Palestina.
▪ Kisah Habil dan Qabil.
▪ Kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir.
▪ Penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Keharusan jujur dan berlaku adil.
▪ Sikap dalam menghadapi berita-berita bohong.
▪ Akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim.
▪ Kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan agama.
▪ Sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam.
▪ Ka’bah sokoguru kehidupan manusia.
▪ Peringatan Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah.
▪ Larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.

Audio

QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 120 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 120

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Maa'idah ayat 39 - Gambar 1 Surah Al Maa'idah ayat 39 - Gambar 2
Statistik QS. 5:39
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Maa’idah.

Surah Al-Ma’idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā’idah, “Jamuan Hidangan”) adalah surah ke-5 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada’.
Surah ini dinamakan Al-Ma’idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma’idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah5
Nama SurahAl Maa’idah
Arabالمائدة
ArtiJamuan (hidangan makanan)
Nama lainAl-‘Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu112
JuzJuz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat120
Jumlah kata2842
Jumlah huruf12207
Surah sebelumnyaSurah An-Nisa’
Surah selanjutnyaSurah Al-An’am
Sending
User Review
4.5 (15 votes)
Tags:

5:39, 5 39, 5-39, Surah Al Maa'idah 39, Tafsir surat AlMaaidah 39, Quran Al Maidah 39, AlMaidah 39, Al-Ma'idah 39, Surah Al Maidah ayat 39

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 76 [QS. 10:76]

Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran mukjizat dari sisi Kami sebagai bukti kebenaran risalah Nabi Musa dan Nabi Harun, mereka berkata dengan angkuh dan sombong, “Ini benar-benar sihir yang … 10:76, 10 76, 10-76, Surah Yunus 76, Tafsir surat Yunus 76, Quran Yunus 76, Surah Yunus ayat 76

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 52 [QS. 18:52]

Dan ingatlah pula pada hari ketika Dia berfirman kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah, “Panggillah olehmu sekutu-sekutuku yang kamu anggap itu, yakni berhala-berhala yang dijadikan sesembahan … 18:52, 18 52, 18-52, Surah Al Kahfi 52, Tafsir surat AlKahfi 52, Quran Al-Kahf 52, Surah Al Kahfi ayat 52

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Benar! Kurang tepat!

Al Falaq artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … QS. Al Muddasir : 1-5

Pendidikan Agama Islam #4

Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Pakaian yang

Pendidikan Agama Islam #25

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَAyat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat … 3 5 4 6 2 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:وَوَضَعْنَا

Instagram